• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

E. Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan dengan model siklus seperti yang dikemukakan oleh Kemmis dan Me Taggart dalam (Yeni Karneli). Setiap siklus ada empat komponen penelitian tindakan, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3)Observasi, dan (4) Refleksi.32 Keempat tahap tersebut disajikan dalam gambar berikut:

32Yeni & Suko, (2018), Panduan Penelitian Tindakan Bidang: Bimbingan dan Konseling, (Bogor: Grha Cipta Media), h. 39

Siklus I

Siklus II

Gambar 3.1 Desain Penelitian Tindakan

Desain Penelitian Untuk Kegiatan Siklus I

1. Perencanaan

Pada tahap ini, tindakan yang dilakukan adalah pemberian angket siswa mengenai layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan pemahaman manajemen waktu siswa. Pada tahap ini, kagitan yang akan dilakukan adalah menyiapkan seluruh perangkat yang diperlukan untuk penelitian.

a. Menyiapkan rancangan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok siklus serta materi.

Perencanaan

Pengamatan

Tindakan I

Refleksi Siklus I

Perencanaan

Pengamatan

Tindakan I

Refleksi Siklus I

b. Mempersiapkan kegiatan layanan dengan mempersiapkan peserta layanan (siswa).

c. Menyediakan format penilaian pelaksanaan layanan bimbingan kelompok. d. Menyediakan alat dan perlengkapan pelaksanaan layanan bimbingan

kelompok. 2. Tindakan

Pada tahap tindakan ini merupakan tahap implementasi dari semua rencana yang telah disusun. Kegiatan ini direncanakan 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan berdasarkan rancangan RPBK bimbingan kelompok dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

a. Tahap Pembentukan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: 1) mengucapkan salam, 2) ucapan terima kasih dan selamat datang, 3) doa, 4) menyampaikan pengertian bimbingan kelompok, dan tujuan bimbingan kelompok, 5) menyampaikan asas bimbingan kelompok, 6) perkenalan. b. Tahap peralihan

Tahap ini merupakan jembatan untuk menuju ketahapan ketiga. Pada tahapan ini dilakukan sebagai berikut: 1) menjelaskan kegiatan yang akan dijalani, 2) menanyakan apakah anggota sudah siap, 3) mempelajari suasana yang terjadi dalam kelompok.

c. Tahap kegiatan

Pada tahap kegiatan inti ini pemimpin kelompok mengembangkan suatu masalah atau topik yang akan dibahas bersama. Dalam tahap ini anggota kelompok akan membahas topik secara mendalam dan tuntas dengan

Tanya jawab antar anggota kelompok dengan pemimpin kelompok mengenai hal-hal yang belum jelas tentang topik permasalahan yang akan dibahas.

d. Tahap pengakhiran

Tahap ini merupakan tahap penutup dalam kegiatan bimbingan kelompok. Pada tahapan penutup ini pemimpin kelompok melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) konselor mengatakan kegiatan akan berakhir, 2) pemimpin kelompok dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil kegiatan, 3) merencanakan kegiatan lanjutan, 4) menyampaikan pesan dan harapan, 5) doa.

3. Observasi

Pada tahap observasi ini dilakukan pada saat proses bimbingan kelompok dengan menganalisis peningkatan pemahaman manajemen waktu siswa pada saat pelaksanaan bimbingan kelompok.

4. Refleksi

Tahap refleksi merupakan kegiatan mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil dari tindakan yang dilakukan yaitu bimbingan kelompok. Jika hasilnya baik berarti tindakan pada siklus I baik. Kemudian analisis dilakukan pada pengentasan masalah pemahaman manajemen waktu didasarkan verbatim dialog bimbingan kelompok.

Tahap selanjutnya konseli harus melakukan rencana yang telah disusun, selanjutnya konselor memberikan tugas pada konseli untuk membantunya dalam mengatasi masalah pemahaman manajemen waktu bersama-sama merencanakan tindakan yaitu alternative solusi yang dipilih.

5. Evaluasi

Keberhasilan penelitian ini akan dievaluasi berdasarkan pada hasil analisis terhadap data yang didapatkan dari penelitian. Ukuran keberhasilan penelitian ini mengacu pada kriteria rentangan persentase berikut: 0-25% (kurang), 26-50% (sedang), 52-75% (cukup), 76-100% (baik). peneliti mengambil 75% sebagai persentase keberhasilan penelitian.

Desain Penelitian Untuk Kegiatan Siklus II

1. Perencanaan

Tahap perencanaan dalam kegiatan siklus II merupakan rancangan tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan, atau merubah perilaku dari suatu solusi. Pada tahap kegiatan yang dilakukan adalah menyiapkan seluruh perangkat yang diperlukan untuk peneliti.

2. Tindakan

Pada tahap tindakan penelitian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manajemen waktu pada siswa. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bimbingan kelompok yang akan dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Pertemuan dilakukan berdasarkan rancangan pelayanan bimbingan kelompok (RPBK). Layanan bimbingan kelompok dilakukan melalui prosedur:

a. Tahap Pembentukan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: 1) mengucapkan salam, 2) ucapan terima kasih dan selamat datang, 3) doa, 4) menyampaikan pengertian bimbingan kelompok, dan tujuan bimbingan kelompok, 5) menyampaikan asas bimbingan kelompok, 6) perkenalan.

b. Tahap Peralihan

Tahap ini merupakan jembatan untuk menuju ketahapan ketiga. Pada tahapan ini dilakukan sebagai berikut: 1) menjelaskan kegiatan yang akan dijalani, 2) menanyakan apakah anggota sudah siap, 3) mempelajari suasana yang terjadi dalam kelompok.

c. Tahap kegiatan

Pada tahap kegiatan inti ini pemimpin kelompok mengembangkan suatu masalah atau topik yang akan dibahas bersama. Dalam tahap ini anggota kelompok akan membahas topik secara mendalam dan tuntas dengan Tanya jawab antar anggota kelompok dengan pemimpinkelompok mengenai hal-hal yang belum jelas tentang topik permasalahan yang akan dibahas.

d. Tahap pengakhiran

Tahap ini merupakan tahap penutup dalam kegiatan bimbingan kelompok. Pada tahapan penutup ini pemimpin kelompok melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) konselor mengatakan kegiatan akan berakhir, 2) pemimpin kelompok dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil kegiatan, 3) merencanakan kegiatan lanjutan, 4) menyampaikan pesan dan harapan, 5) doa.

3. Observasi

Pada tahap observasi ini dilakukan pada saat proses bimbingan kelompok dengan menganalisis peningkatan pemahaman manajemen waktu siswa pada saat pelaksanaan bimbingan kelompok.

4. Refleksi

Tahap refleksi merupakan kegiatan mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil dari tindakan yang dilakukan yaitu bimbingan

kelompok. Jika hasilnya baik berarti tindakan pada siklus I baik. Kemudian analisis dilakukan pada pengentasan masalah pemahaman manajemen waktu didasarkan verbatim dialog bimbingan kelompok. Tahap selanjutnya konseli harus melakukan rencana yang telah disusun, selanjutnya konselor memberikan tugas pada konseli untuk membantunya dalam mengatasi masalah pemahaman manajemen waktu bersama-sama merencanakan tindakan yaitu alternative solusi yang dipilih.

5. Evaluasi

Keberhasilan penelitian ini akan dievaluasi berdasarkan pada hasil analisis terhadap data yang didapatkan dari penelitian. Ukuran keberhasilan penelitian ini mengacu pada kriteria rentangan persentase berikut: 0-25% (kurang), 26-50% (sedang), 52-75% (cukup), 76-100% (baik). Peneliti mengambil 75% sebagai persentase keberhasilan penelitian.

Dokumen terkait