METODE PENELITIAN
A. Metodologi Penelitian
1. Desain Penelitian
Desain penelitian digunakan berdasarkan situasi dan kondisi dari pelaksanaan penelitian. Menurut Fraenkel dan Wallen bahwa desain penelitian korelasional pada dasarnya sama dengan desain eksperimen yaitu menggunakan simbol-simbol. Lebih lanjut Fraenkel dan Wallen (1993:295) menjelaskan,
…two (or more) scores are obtained from each individual in the sample, one scores for each variable of interest. The pairs of scores are then correlated, and resulting correlation coefficient indicates the degree of relationship between the variables.
Dari pernyatan di atas dikatakan bahwa, dua atau lebih dari data yang diperoleh dari masing-masing individu dalam kelompok sampel adalah data yang dihitung. Pasangan skor data selanjutnya dikorelasikan dan hasil dari koefisien korelasi mengindikasikan derajat hubungan antar variabel tersebut.
Lebih khusus desain penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi ganda. Dalam desain ini terdapat dua variabel independen dan satu dependen yang dikembangkan oleh Riduwan (2010 : 139) seperti pada gambar 3.1 berikut :
Gambar 1.1
Desain penelitian korelasi ganda (Riduwan, 2010 : 139) ( X1) ( X2) ( Y) .y .y Keterangan : X1 = Tingkat Kecemasan
kepercayaan diri dan kinerja wasit bulutangkis dalam memimpin suatu pertandingan. Selanjutnya penulis mencari nilai korelasi antara variabel tingkat kecemasan, tingkat kepercayaan diri dengan kineja wasit bulutangkis dalam memimpin suatu pertandingan (korelasi ganda). Selain itu juga mencari nilai korelasi untuk masing-masing variabel.
2. Langkah-langkah Penelitian
Langkah penelitian dibuat sebagai rencana atau rancangan kerja dalam penelitian. Dengan dibuatnya langkah penelitian maka diharapkan dapat mempermudah dalam pelaksanaan sebuah penelitian. Oleh sebab itu, penulis membuat rancangan yang diharapkan dapat membantu dalam penelitian ini. Adapun langkah penelitian didahului dengan observasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, analisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan adalah sebagai berikut:
1. Prosedur penelitian
Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini diawali dengan penentuan populasi yang akan digunakan sebagai objek dalam penelitian.
2. Proses validasi Instrumen
Berkenaan dengan validitas menurut Sugiyono (2008, 173) adalah instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan adalah uji validitas konstruk dan validitas isi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Tingkat Kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) yang dikembangkan
pernyataan. Instrumen lainnya yang digunakan untuk mengukur tingkat kepercayaan diri dalam penelitian ini adalah angket yang diadopsi dari The Inner Coach (2009). Instrumen ini pun terdiri dari 20 pertanyaan/pernyataan.
Pengujian validitas mengacu pada validitas konstruk (Construct Validity), dapat digunakan pendapat dari ahli (Judgment experts). Dalam hal ini setelah instrumen disesuaikan dengan kebutuhan penelitian tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori yang sesuai, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Selanjutnya item tes yang valid tersebut diuji tingkat reliabilitasnya. Setelah diuji validitas setiap item selanjutnya alat pengumpul data tersebut diuji tingkat reliabilitasnya.
Realibilitas berhubungan dengan masalah ketetapan atau konsistensi tes. Reliabilitas tes berarti bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang dipercaya atau reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka berapakalipun diambil, tetap akan sama.
Uji reliabilitas dilakukan dengan teknik belah dua (split half), yaitu membagi item soal yang valid dalam dua kelompok ganjil dan genap. Selanjutnya skor total kelompok ganjil dan genap dicari korelasinya. Adapun hasil uji reliabilitas pada uji coba kecemasan diperoleh reliabilitas dengan cronbach Alpha 0,965 yang terdiri dari 20 item soal. Sedangkan hasil uji coba instrumen kepercayaan
item soal. Berdasarkan kriteria keputusan bahwa apabila Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen dinyatakan reliabel. Berikut adalah tabel 3.4 hasil uji reliabilitas dengan analisis data SPSS serie 17.
Tabel 3.4
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen 1
Tabel 3.2
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen 2
Jika reliabilitas nilai Cronbach Alpha semakin mendekati angka 1, maka instrumen tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian layak digunakan untuk mengukur apa yang akan diukur.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.965 20
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
instrumen yang valid dan reliabel yang layak bagi sebuah penggunaan instrumen penelitian. Pengambilan data penelitian dilakukan pada tiga aspek, yaitu:
a. Tingkat kecemasan (anxiety). mengambil data tingkat kecemasan pada sampel dengan menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS).
b. Tingkat kepercayaan diri (self confidence), mengambil data tingkat kepercayaan diri pada sampel dengan menggunakan instrumen Self Confidence Questionnaire.
c. Kinerja Wasit. mengambil data kinerja wasit dalam memimpin suatu pertandingan pada sampel dengan menggunakan instrumen penelitian kinerja wasit.
4. Pengambilan Kesimpulan, pada tahap ini berisikan pengolahan data hasil penelitian dari tes yang dilakukan terhadap sampel yang terdiri dari tingkat kecemasan, tingkat kepercayaan diri, dan kinerja wasit untuk selanjutnya di analisis untuk mendapatkan sebuah kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dibuat sebelumnya. Untuk lebih memperjelas mengenai langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini. Secara keseluruhan alur yang ditempuh peneliti mulai dari tahap awal sampai pada kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1 Langkah Penelitian
Diadaptasi dari sumber;LR Gay, Educational Research;
Competencies for analysis and Application; New Jersey, dalam Disertasi Nina Sutresna, Pembelajaran Bola Basket bagi siswa kelas unggulan ,
(2001: 125)
Penelusuran permasalahan real dilapangan, sehingga memunculkan beragam masalah
penelitian (selection and definition of a problem)
Penelusuran beragam data empirik dan teoritik sebagai landasan kerangka berpikir berkaitan dengan masalah penelitian (Review of related literature)
Perumusan hipotesis dengan mengacu pada kerangka berpikir dan kajian empirik serta teoretik
Penentuan metode penelitian berkenaan dengan sampel, instrumen, desain dan prosedure penelitian
Analisis dan interpretasi data (data analysis)
Penarikan kesimpulan implikasi dan saran berdasarkan hasil penelitian