BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
E. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan memperoleh jawaban untuk pertanyaan penelitiannya.86 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada materi dosa besar dengan menggunakan media power point di kelas XI SMK Sultan Iskandar Muda Medan pada semester 2. Sesuai dengan tujuan penelitian, rancangan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah rancangan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).
Sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru, memperbaiki proses serta hasil belajar, maka penelitian tindakan kelas dibutuhkan oleh para guru. Zainal Aqib mengatakan bahwa ada 5 alasan mengapa PTK dipilih sebagai bahan penelitian, yaitu :
1. PTK sangat konndusif membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran dikelasnya.
2. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. 3. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK guru mampu memperbaiki
proses pembelajaran melalui satu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya.
4. Pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya.
5. Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.87 Selanjutnya menurut Departemen Pendidikan Nasional peningkatan atau perbaikan yang dihasilkan dari Penelitian Tindakan Kelas antara lain:
1. Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar peserta didik di sekolah.
2. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. 3. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media, alat
bantu belajar, dan sumber belajar lainnya.
86 Trianto, Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Class Room Action Research)Teori dan Praktik (Jakarta : Prestasi Pustakaraya, 2011), h. 38
4. Peningkatan atau perbaiakan terhadap peningkatan prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar peserta didik.
5. Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah.
6. Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi peserta didik di sekolah.88
Dari uraian di atas diketahui bahwa penelitian tindakan kelas perlu dilakukan oleh guru untuk mengadakan perbaikan dan peningkatan terhadap proses, prosedur dan kualitas pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan peneliti bekerjasama dengan kolaborator ini demulai dengan adanya permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran. Permasalahan tersebut diantaranya kurangnya minat siswa terhadap pelajaran Agama, cara belajar siswa yang masih pasif dan masih bersifat monoton dan penggunaan media pembelajaran belum maksimal karena masih terpusat pada guru. Anggapan negatif ini mengakibatkan rendahnya perhatian, pemahaman dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada materi dosa besar.
Setelah menemukan beberapa permasalahan di atas, peneliti mencoba mencari solusi dengan merencanakan melakukan penelitian tindakan kelas guna memperbaiki proses pembelajaran. Alternatif pemecahan masalah tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan media power point dalam pembelajaran agama khususnya pada materi dosa besar, dengan demikian diharapkan dapat menarik perhatian siswa dalam menerima materi pelajaran yang disampaiakan . Penelitian ini dilakukan oleh guru dan kolaborator yang bertugas sebagai observer yang mengobservasi tindakan dan mencari penggaruh yang ditimbulkan dari tindakan yang dilakukan sebagai bahan masukan salam kegiatan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di dalam kelas.
88 Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), (Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas, 2004), h. 3-4
Sebagai tahap awal pra tindakan peneliti mengadakan pre tes kepada semua siswa yang beragama Islam di kelas XI tentang kemampuan awal mereka tentang materi dosa besar. Kemudian guru menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah dan tanya jawab. Di akhir pembelajaran peneliti mengadakan tes hasil belajar. Selanjutnya peneliti mencatat hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada saat pra tindakan. Pada pertemuan berikutnya peneliti dan observer akan melakukan tindakan dengan menerapkan pembelajaran menggunakan media power point saat proses pembelajaran pada materi dosa besar.
Guru dan peneliti mencatat berbagai hal yang terjadi pada saat dilakukan tindakan dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal-hal yang dicatat antara lain peningkatan aktivitas dan perhatian siswa terhadap pelajaran, kondisi atau suasana serta perilaku siswa yang terjadi dalam proses pembelajaran, hambatan-hambatan yang muncul pada saat proses pembelajaran dan perubhahan yang mucul setelah diadakan tindakan. Tindakan penelitian yang dilakukan direncanakan berlangsung selama bulan Februari sampai April 2014.
Rancangan penelitian dimulai dari identifikasi masalah kemudian dilanjutkan dengan perencanaan siklus I. Perencanaan siklus I dilanjutkan dengan pelaksanaannya. Pelaksanaan siklus I diikuti dengan pengamatan dan refleksi. Dari hasil refleksi pada siklus I dilakukan perbaikan perencanaan untuk siklus II. Beberapa kegiatan yang telah berjalan dengan baik pada siklus I akan dilanjutkan dan dikuatkan pada siklus II, sedangkan berbagai kendala atau hambatan yang muncul akan dihilangkan dan diminimalisir pada siklus II. Setelah siklus II dilaksanakan diikuti dengan pengamatan (observasi) dan refleksi. Demikian selanjutnya jika proses pembelajaran belum mencapai hasil yang diinginkan dan waktu masih tersedia unrtuk melakukannya, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya. Penelitian Tindakan Kelas ini direncanakan berlangsung dalam 2 siklus. Tujuan yang telah ditetapkan diharapkan dapat tercapai dan minimal 80 % peserta didik dapat mencapai atau melampaui nilai KKM yaitu 75.
Sebagaimana yang dikemukakan di awal bahawa penelitian ini berdasarkan pada penelitian yang bersifat praktis, situasional, dan kondisional berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sehingga tindakan yang diambil dalam penelitian diharapkan lebih bersifat sistematis. Dan Untuk memberikan pengertian dan alur yang lebih sistematis terhadap pelaksanaan penelitian ini, maka peneliti memberikan design penelitian sebagai upaya dalam memberikan penjelasan yang lebih tepat dari gambaran penelitian. Adapun desian penelitian tersebut dapat terlihat dalam skema berikut :
Gambar 3. Diagram Siklus