• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Variabel dan Desain Penelitian

2. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah One Group pretest-posttest Design adalah sebagai berikut:

O

1

X O

2

Sugiyono (2018:74) dengan:

O1 = Nilai pretest (sebelum diberi perlakuan) O2 = Nilai posttest (setelah diberi perlakuan)

X = Pemberian Perlakuan (Strategi Pembelajaran Inkuiri) D. Definisi Operasional Variabel

1. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

2. Hasil Belajar Fisika adalah skor yang di peroleh melalui tes hasil belajar fisika peserta didik yang mencakup ranah kognitif pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3) dan analisis (C4).

E. Pengembangan Instrumen

Dalam penelitian ini digunakan instrumen tes hasil belajar fisika peserta didik yang terdiri 5 kemungkinan jawaban (a, b, c, d dan e).

Tes hasil belajar fisika sebelumnya diuji cobakan pada kelas bukan sampel untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya.

a. Untuk uji validitas sebagai item tes dengan menggunakan rumus :

19

(Sudijono, 2014:258)

dengan :

= Koefisien korelasi biserial

= Rerata skor pada tes dari peserta tes yang memiliki jawaban benar.

= Rerata skor total

= Standar deviasi dari skor total

P = Proporsi peserta tes yang jawaban benar pada soal (tingkat kesukaran)

Q = Proporsi peserta didik yang menjawab salah (1-p) b. Uji reliabilitas dengan menggunakan rumus :

*

+ *

+

(Sugiyono:2016:186) dengan :

= Realiabilitas instrument K = Jumlah butir pertanyaan

= Proporsi banyaknya subjek yang menjawab pada item 1

= 1 -

= Varians total

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan tes hasil belajar peserta didik. Data hasil belajar peserta didik dikumpulkan

melalui pemberian tes, yakni pretest diberikan sebelum proses pembelajaran berlangsung dan posttest diberikan setelah treatment (strategi pembelajaran inkuiri)

G. Teknik Analisis Data

Pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis interferensial.

1. Analisis Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran umum data yang diperoleh yaitu nilai-nilai hasil belajar fisika peserta didik terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan penerapan strategi pembelajaran inkuiri (SPI). Pengolahan datanya dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi, mencari skor rata-rata dan standar deviasi untuk mendeskripsikan karakteristik variabel penelitian.

a. Menentukan skor rata-rata peserta didik dengan menggunakan rumus :

̅

dengan :

̅ = Rata-rata

= Frekuensi yang sesuai tanda kelas

= Tanda kelas interval

b. Menentukan standar deviasi dengan menggunakan rumus : √

21

dengan :

S = Standar deviasi (simpangan baku) n = Banyaknya data

fi = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas xi = Tanda kelas interval

Muliani Lestari (2019:23)

Tabel 3.1 Acuan Skor Ideal Hasil Belajar Fisika Interval Skor Kategorisasi 0 - 20 Sangat rendah

21 - 40 Rendah

41 - 60 Sedang 61 - 80 Tinggi 81 - 100 Sangat tinggi

(Riduwan, 2012 : 20) 2. Analisis Ujin N-Gain

Gain adalah selisih antara nilai posttest dan pretest, gain menunjukkan kategori peningkatan hasil belajar fisika peserta didik setelah pembelajaran dilakukan oleh guru dengan rumus N-gain.

g =

( ) ( )

( )

dimana :

g : Gain

: Skor terakhir : Skor terakhir

: Skor ideal dari tes awal dan akhir

Tabel 3.2 Interpretasi ց Peningkatan Hasil Belajar Fisika Nilai gain ternomalisasi ց Kriteria

{ց}˂ 0,70 Tinggi

0,30 ≤ {ց} ≤ 0,70 Sedang

{ց} > 0,30 Rendah

Riduwan, (2015:225)

23 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku ajar peserta didik, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh dua orang validator, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Gregory.

Tabel 4.1 Hasil analisis validasi perangkat pembelajaran.

o

Perangkat Pembelajaran R Keterangan 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

1 Layak Digunakan

2

Buku Peserta Didik 1 Layak Digunakan

3 dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan tes hasil belajara fisika peserta didik layak digunakan dalam penelitian karena hasil analisis yang diperoleh melebihi syarat uji Gregory.

B. Hasil Penelitian

Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini adalah hasil studi lapangan untuk memperoleh data melalui pemberian tes sebelum dan setelah dilakukan suatu perlakuan pada kelas penelitian. Variabel yang diteliti adalah hasil belajar fisika menggunakan strategi pembelajaran inkuiri (SPI), dengan materi kinematika gerak lurus pada peserta didik kelas X MIA 1 SMAN 3 Dompu tahun ajaran 2019/2020 sebagai sampel penelitian.

1.

Hasil Analisis Deskriptif

Adapun gambaran hasil tes hasil belajar fisika siswa sebelum diajar dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri (SPI) dan setelah diajar dengan strategi pembelajaran inkuiri (SPI).

Statistik skor hasil belajar fisika peserta didik sebelum dan setelah diajar dengan strategi pembelajaran inkuiri (SPI) pada peserta didik kelas X MIA 1 SMAN 3 Dompu dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.2: Statistik Skor Pretest dan Posttest Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X MIA 1 SMA Negeri 3 Dompu.

Statistik Skor statistic

Pretest Posttest

Ukuran sampel 22 22

Skor tertinggi 21 26

Skor terendah 7 18

Skor ideal 30 30

Rentang skor 14 8

Skor rata-rata 12,1 21,8

Standar deviasi 4,58 4,31

25

Tabel 4.3 Distribusi Interval Skor, Persentase dan Kategori Tes Hasil Belajar Fisika peserta didik Pada Pretest dan Posttest

Skor Pretest Posttest Kategori

frekuensi Persentasi Frekuensi Persentasi

0 - 6 0 0 0 0 Sanga Rendah

7 - 12 3 9,09 0 0 Rendah

13 - 18 5 22,73 0 0 Sedang

19 - 24 4 18,18 16 72,73 Tinggi 25 - 30 0 0 6 7,27 Sangat Tinggi Jumlah 22 100 22 100

Dari tabel 4.3 dapat terlihat bahwa tes hasil belajar fisika peserta didik sebelum diajar dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri (SPI) terdapat 4 peserta didik atau (18,18%) berada dalam kategori tinggi, 5 peserta didik atau (22,73%) dalam kategori sedang, 13 orang peserta didik atau (59,09%) dalam kategori rendah dan tidak terdapat peserta didik yang memenuhi kategori sangat tinggi dan sangat rendah. Sedangkan tes hasil belajar fisika peserta didik setelah diajar dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri (SPI) terdapat 6 orang peserta didik atau (27,27%) dalam kategori sangat tinggi, 16 orang peserta didik atau (72,73%) dalam kategori tinggi tidak ada peserta didik yang memenuhi kategori sedang, rendah dan sangat rendah. Jadi frekuensi yang lebih banyak pada pretest berada pada interval 7-12 dengan kategori rendah sedangkan pada posttest frekuensi yang lebih banyak berada pada interval skor 19-24 dengan kategori tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada diagram berikut ini :

Gambar 4.1 Diagram Kategori dan Frekuensi dengan Tes Hasil Belajar Fisika Peserta Didik saat Pretest dan Posttest

2. Hasil Analisis Inferensial (Uji N-Gain)

Berikut ini dikemukakan hasil uji N-gain pencapaian hasil belajar fisika secara umum peserta didik SMA Negeri 3 Dompu, kelas X MIA 1 SMA Negeri 3 Dompu dan Frekuensi rata-rata N-Gain berdasarkan kriteria indeks gain pada kelas X MIA 1. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika peserta didik berada pada kategori rendah, sedang, dan tinggi maka dianalisis dengan menggunakan uji N-Gain. Untuk melihat kategori peningkatan hasil tes hasil belajar peserta didik rata-rata gain ternormalisasi (N-Gain), berikut disajikan distribusi dan perolehan rata-rata N-Gain berdasarkan kriteria indeks gain.

𝑔 =

27

Tabel 4.4 Distribusi Perolehan Gain Ternomalisasi Peserta Didik Kriteria Indeks Gain Indeks Gain

Tinggi g>0,70

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa peserta kelas X MIA SMA Negeri 3 Dompu tahun ajaran 2019/2020 sebelum dan setelah menerapkan strategi pembelajaran inkuiri (SPI) memperoleh gain ternormalisasi sebesar 0,74 yang merupakan kategori tinggi.

B. Pembahasan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial, maka hasil yang diperoleh pada analisis deskriptif menunjukkan bahwa pretest hasil belajar fisika peserta didik SMA Negeri 3 Dompu pada kelas X MIA 1 yaitu rata-rata skor peserta didik adalah 12,09 dan standar deviasi yaitu 4,58 sedangkan hasil yang diperoleh pada analisis deskriptif menunjukkan bahwa posttest hasil belajar fisika peserta didik SMA Negeri 3 Dompu pada kelas X MIA 1 yaitu rata-rata skor peserta didik adalah 21,86 dan standar deviasi yaitu 4,31

Hasil analisis skor yang diperoleh peserta didik dapat dilakukan pengkategorisasian skor ideal menggunakan skala lima yang diperoleh bahwa kategorisasi skor pretest hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIA 1 berada pada kategori sedang, sedangkan kategorisasi skor posttest hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIA 1 berada pada kategori tinggi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik pada kelas X MIA 1 setelah diberikan perlakuan lebih tinggi dibanding hasil belajar fisika peserta didik sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa ada kecenderungan memperoleh skor dengan kategorisasi tinggi dikarenakan strategi pembelajaran Inkuiri (SPI) yang digunakan pada kelas X MIA 1.

Dalam proses pembelajaran, penelitian dilaksanakan dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri (SPI) dimana peserta didik di tekankan untuk mencari dan menemukan materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai pembimbing peserta didik untuk belajar. Dalam rangkaian kegiatan peserta didik di tuntut pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan dalam lembar kerja tersebut yang merupakan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya, penelitian ini berorientasi pada penelitian kelompok dan didalam kelompok tersebut memegang peranan penting yang berbeda-beda.

Faktor kesulitan belajar yang dapat mempengaruhi skor hasil belajar peserta didik diantaranya faktor internal dimana keadaan yang muncul dari dalam diri peserta didik sendiri atau ketidak mampuan peserta didik dalam ranah kognitif, setiap peserta didik berbeda dalam kemampuan mental yang mendasari mereka memperoses dan menggunakan informasi dan perbedaan tersebut mempengaruhi hasil belajar.

29 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Hasil belajar Fisika peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 3 Dompu sebelum diajar dengan strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) berada pada kategori rendah dengan skor rata-rata 12,09.

2. Hasil belajar Fisika peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 3 Dompu setelah diajar dengan menggunakan strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 21,86.

3. Terdapat peningkatan hasil belajar Fisika peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 3 Dompu setelah diajar dengan strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) berada pada kategori tinggi (0,74).

B. Saran

1. Adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan maka disarankan kepada guru Fisika hendaknya dapat menggunakan strategi pembelajaran Inkuiri (SPI) yang menjadi acuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang lebih baik untuk yang akan datang.

2. Diharapkan kepada para peneliti selanjutnya dibidang pendidikan khususnya pada pembelajaran Fisika apabila ingin melakukan penelitian dengan judul yang sama agar penelitian lebih disempurnakan lagi dengan sampel yang berbeda.

30

DAFTAR PUSTAKA

Aprida Pane, Muhammad Darwis Dasopang. 2017. Belajar dan Pembelajaran.

[email protected].@gma il.Com.Web:jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/F.

Budiningsih, C.A. 2015. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Magfirah, Fitri. 2017. Penerapan Pendekatan Keterampilan Dasar Proses Sains Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 14 Gowa. Universitas Muhammadiyah Makassar. Kota Makassar.

Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Muliani Lestari. 2019. Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori Dengan Memberikan Kuis Pada Proses Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X IPA Pada MAN 1 Polewali Mandar. Kota Makassar. Univeristas Muhammadiyah Makassar.

Nidawati. 2013. Belajar Dalam Perspektif Psikologi Dan Agama. Jurnal Pionir, Volume 1, Nomor 1, Juli-Desember 2013.

Sanjaya,Wina. 2016. Strategi Pembelajaran Berorentasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana prenada media.

Sudijono. Anas. 2014. Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. 2016. Model penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:

Penerbit Alfabeta.

Riduwan. 2012. Metode & Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung.

Alfabeta

Riduwan. 2015. Dasar-Dasar Statistika. Bandung. Alfabeta

31

LAMPIRAN A

A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

A.2 Bahan Ajar (Kinematikan Gerak Lurus)

A.3 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

A.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Negeri 3 Dompu

Kelas / Semester : X/1 Mata Pelajaran : Fisika

Topik : Kinematika Gerak Lurus Alokasi Waktu : 3 (Pertemuan (9 x 45 Menit)

A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, displin, tanggung

jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun) responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi diatas berbagai permasalahan dalam interaksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

33

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Materi

Pembelajaran

Kompetensi Dasar

Indikator

Gerak lurus 1.1 Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus denganpercepatan konstan

1.Membedakanpengertian perpindahan dan jarak

8. Mengamati gerak jatuh bebas dan gerak vertikal.

2. Mengemukakan hasil percobaan gerak lurus beraturan (GLB).

3. Mengemukakan hasil percobaan gerak jatuh bebas.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah diberikan peragaan sederhana mengenai gerak diharapkan peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar gerak dengan benar.

2. Setelah diberikan contoh dari jarak dan perpindahan melalui peragaan dan gambar di papan tulis peserta didik mampu membedakan antara jarak den gan perpindahan dengan benar.

3. Dengan melalui diskusi kelompok peserta didik mampu membedakan antara kecepatan sesaat dengan kecepatan rata-rata dan percepatan sesaat dengan percepatan rata-rata dengan benar.

4. Dengan melalui diskusi kelompok peserta didik akan mampu membedakan gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan dengan benar.

5. Setalah mampu membedakan GLB dan GLBB peserta didik mampu menguraikan besaran-besaran fisika pada gerak lurus beraturan dengan benar.

6. Setelah melakukan praktikum peserta didik dapat menggambarkan grafik antara GLB dan GLBB dengan benar.

7. Setelah melakukan diskusi kelompok peserta didik mampu menganalisis besaran-besaran fisika dalam gerak jatuh bebas dengan benar.

8. Setelah melakukan diskusi kelompok peserta didik mampu menganalisis besaran-besaran fisika dalam vertikal ke atas dan ke bawah dengan benar.

9. Dengan mengerjakan soal dengan membuka buku peserta didik mampu menghitung besarnya jarak, kecepatan dan percepatan pada gerak suatu benda dengan benar.

D. Materi Pelajaran

1. Jarak dan perpindahan 2. Kecepatan dan kelajuan 3. Percepatan

4. Gerak lurus beraturan (GLB)

5. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) 6. Grak jatuh bebas

35

7. Gerak vertical E. Strategi Pembelajaran

Strategi : Inkuiri (SPI)

Metode : ceramah, demonstrasi, diskusi, eksperimen dan penugasan F. Kegiatan Pembelajaran

 Pertemuan I

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam

2. Guru mengajak peserta didik berdoa bersama

3. Guru menanyakan kabar dan melakukan komunikasi tentang kehadiran peserta didik

Orientasi

1. Guru memberikan gambaran

tentang pentingnya memahami materi jarak dan perpindahan, kelajuan dan kecepatan, serta percepatan dalam kehidupan.

2. Guru menyampiakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 3. Guru melakukan sebuah

demonstrasi tentang jarak dan perpindahan, kelajuan dan kecepatan, serta percepatan.

25 Menit

Inti Merumuskan Masalah

1. Guru memancing peserta didik untuk bertanya tentang

demonstrasi yang dilakukan oleh guru 2. Guru membimbing peserta didik

untuk merumuskan masalah yang akan dipecahkan bersama tentang

jarak dan perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan.

90 Menit

Membagi peserta didalam beberapa kelompok yang Beranggotakan 5-6 orang.

Merumuskan Hipotesis

1. Peserta didik dibimbing untuk Membuat suatu hipotesis atau Jawaban sementara tentang masalah yang telah disaksikan.

Mengumpulkan Data

1. Mengumpulkan informasi tentang Materi jarak dan perpindahan, Kelajuan dan kecepatan, serta

Percepatan yang diperoleh peserta didik melalui eksperimen kemudian mengerjakan LKPD 1

2. Guru membimbing peserta didik Untuk mengidentifikasi masalah,

Hipotesis, mengumpulkan data, membuktikan hipotesis, dan Menarik kesimpulan.

Menguji Hipotesis

1. Membandingkan antara hipotesis yang telah di buat sebelumnya dengan hasil eksperimen

37

2. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap penyelidikan yang peserta didik lakukan.

3. Peserta didik mengumpulkan hasil identifikasi masalah yang telah didiskusikankemudian mempresentasikan hasilnya.

Penutup Penarikan Kesimpulan 1. Guru meminta peserta didik

menyimpulkan tentang jarak dan perpindahan, kelajuan dan kecepatan, serta percepatan

2. Guru menyampaikan arahan untuk pertemuan selanjutnya

3. Guru mengakhiri kegiatan belajar

dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan meningkatkan

sikap yang baik dirumah.

4. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menutup pertemuan dengan doa.

10 Menit

Total Waktu 135 Menit

 Pertemuan II

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam

2. Guru mengajak peserta didik berdoa bersama

3. Guru menanyakan kabar dan melakukan komunikasi tentang kehadiran peserta didik

25 Menit

Orientasi

1. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami materi GLB dan GLBB

1. Guru memancing peserta didik

untuk bertanya tentang demonstrasi yang dilakukan oleh guru

3. Guru membimbing peserta didik untuk merumuskan masalah yang

akan dipecahkan bersama tentang GLB dan GLBB

90 Menit

Membagi peserta didalam beberapa kelompok yang Beranggotakan 5-6 orang.

Merumuskan Hipotesis

1. Peserta didik dibimbing untuk

Membuat suatu hipotesis atau Jawaban sementara tentang masalah yang telah disaksikan.

Mengumpulkan Data

1. Mengumpulkan informasi tentang

Materi GLB dan GLBB yang diperoleh peserta didik melalui eksperimen kemudian mengerjakan LKPD 2 2. Guru membimbing peserta didik

untuk mengidentifikasi masalah,

hipotesis, mengumpulkan data, membuktikan huipotesis, dan Menarik kesimpulan.

39

Menguji Hipotesis

1. Membandingkan antara hipotesis

yang telah di buat sebelumnya dengan hasil eksperimen

4. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap penyelidikan yang peserta didik lakukan.

5. Peserta didik mengumpulkan

hasil identifikasi masalah yang telah didiskusikankemudianmempresentasikan hasilnya.

Penutup Penarikan Kesimpulan 1. Guru meminta peserta didik

menyimpulkan tentang GLB dan GLBB 2. Guru menyampaikan arahan untuk

pertemuan selanjutnya

3. Guru mengakhiri kegiatan belajar

dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan meningkatkan sikap yang baik dirumah.

4. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menutup pertemuan dengan doa.

10 Menit

Total Waktu 135 Menit

 Pertemuan III

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam

2. Guru mengajak peserta didik berdoa bersama

3. Guru menanyakan kabar dan

25 Menit

melakukan komunikasi tentang kehadiran peserta didik

Orientasi

1. Guru memberikan gambaran

tentang pentingnya memahami materi gerak jatuh bebas dan vertikal.

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 3. Guru melakukan sebuah demonst rasi tentang gerak jatuh bebas dan gerak vertical

Inti Merumuskan Masalah

1. Guru memancing peserta didik untuk bertanya tentang demonstrasi yang dilakukan oleh guru

2. Guru membimbing peserta didik untuk merumuskan masalah yang akan dipecahkan bersama tentang gerak jatuh bebas dan gerak vertical

90 Menit

Membagi peserta didalam beberapa kelompok yang Beranggotakan 5-6 orang.

Merumuskan Hipotesis

1. Peserta didik dibimbing untuk Membuat suatu hipotesis atau

Jawaban sementara tentang masalah yang telah disaksikan.

Mengumpulkan Data

1. Mengumpulkan informasi tentang Materi gerak jatuh bebas dan gerak vertikal yang diperoleh peserta didik melalui eksperimen kemudian

41

mengerjakan LKPD 3

2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah, hipotesis, mengumpulkan data, membuktikan hipotesis, dan Menarik kesimpulan.

Menguji Hipotesis

1. Membandingkan antara hipotesis yang telah di buat sebelumnya dengan hasil eksperimen 2. Guru membantu peserta didik

untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap penyelidikan yang peserta didik lakukan.

3. Peserta didik mengumpulkan hasil identifikasi masalah yang telah didiskusikan kemudian mempresentasikan hasilnya.

Penutup Penarikan Kesimpulan 1. Guru meminta peserta didik

menyimpulkan tentang gerak jatuh bebas dan gerak vertikal

2. Guru menyampaikan arahan untuk pertemuan selanjutnya 3. Guru mengakhiri kegiatan belajar

dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan meningkatkan sikap yang baik dirumah.

10 Menit

4. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menutup pertemuan dengan doa.

Total Waktu 135 Menit

G. Media dan Sumber Pembelajaran 1. Media

a. Papan tulis

b. Lembar kerja peserta didik (LKPD)

c. komputer dan proyektor LCD (jika tersedia)

d. Alat peraga sederhana yang disiapkan oleh guru demonstrasi 2. Sumber belajar

a. Buku Pelajaran Fisika SMA

b. Berbagai sumber informasi dari internet H. Penilai Hasil Belajar

Teknik penilaian yang digunakan yaitu sebagai berikut :

Aspek penilaian Teknik penilaian Bentuk instrument

pengetahuan Tes tertulis Pilihan ganda

Makassar, 2019

Mahasiswa Peneliti

Uswatun Hasanah

43

A.2 BAHAN AJAR

KINEMATIKA GERAK LURUS

Pada kehidupan sehari-hari anda pasti pernah melihat orang yang berjalan, mobil yang melaju, mangga yang jatuh dari pohonnya, dan lain sebagainya. Semua itu Anda katakan sebagai contoh gerak. Lantas, apa yang dimaksud dengan Gerak ?

Di SMP Anda telah mempelajari bahwa benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya senatiasa berubah terhadap suatu acuan tertentu.

Misalnya, Anda dikaitkan bergerak apabila yang dijadikan titik acuan adalah rumah, hal ini karena kedudukan Anda terhadap rumah senantiasa akan berubah.

Namun, jika yang dijadikan titik acuan adalah mobil, maka Anda dikatakan tidak bergerak, karena kedudukan Anda dengan mobil tetap.

Pada bab ini anda akan mempelajari tentang kinematika. Kinematika merupakan ilmu yang mempelajari tentang gerak tanpa memperhatikan penyebab timbulnya gerak. Sedangkan ilmu yang mempelajari gerak suatu benda dengan memperhatikan penyebabnya disebut dinamika. Dinamika akan Anda pelajari pada saat Anda mempelajari hukum-hukum Newton.

KINEMATIKA GERAK LURUS

A. GERAK dan GERAK LURUS

Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita berdiri di pinggir jalan, kemudian ada mobil yang melintas di depan kita maka dapat dikatakan mobil tersebut bergerak terhadap kita. Mobil diam jika dilihat oleh orang yang berada di dalam mobil tetapi jika dilihat oleh orang yang ada dipinggir jalan tersebut maka mobil tersebut bergerak. Oleh karena itu mobil bergerak atau diam adalah relatif. Benda disebut bergerak jika kedudukan benda itu mengalami perubahan terhadap acuannya. Suatu benda yang bergerak pada lintasan lurus merupakan benda yang bergerak lurus atau benda dikatakan bergerak lurus jika lintasan berupa garis lurus.

B. JARAK dan PERPINDAHAN

Ingatlah ketika anda pergi ke sekolah melewati jalan yang biasa anda lewati. Tahukah Anda, berapa jauhkah jarak yang telah anda tempuh dari

Ingatlah ketika anda pergi ke sekolah melewati jalan yang biasa anda lewati. Tahukah Anda, berapa jauhkah jarak yang telah anda tempuh dari