NEGERI SWASTA
A. Desain Program supervisi pengawas PAI SMA se Kecamatan Oebobo Kota Kupang
Penyusunan dan desain program supervisi oleh pengawas merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang supervisor sebagai langkah awal dalam merealisasikan tugas yang diemban. Sehingga pelaksanaan supervisi dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan di tetapkan. Penyusunan perencanaan program supervisi
merupakan suatu langkah untuk mencapai suatu tujuan proses bimbingan dan pembinaan yang diarahkan pada tenaga pendidik untuk membantu mengembangkan situasi belajar mengajar kearah yang lebih baik dalam rangka meningkatkan pertumbuhan peserta didik sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan pada zaman perkembangannya.
Sesuai dengan teori yang sudah dipaparkan pada bab II pada halaman 38 bahwa program yaitu sebuah rancangan atau rencana yang terprogram yang disusun oleh supervisor untuk melakukan pengawasan baik terhadap personil maupun non personil. Dalam artian bahwa jika supervisi yang dilakukan oleh seorang pengawas tidak saja terbatas mensupervisi guru akan tetapi semua perangkat yang dimiliki guru dalam melakukan proses belajar mengajar dikelas.
Hasil temuan di lapangan dapat di ketahui bahwa pengawas PAI sebagai tenaga supervisor memiliki program kerja supervisi. Program supervisi pengawas termuat dalam program kerja pengawas PAI. Program kerja ini disusun secara bersama-sama dengan pengawas PAI yang secara terencana dan terjadwal dan disosialisasikan kepada guru-guru PAI diawal tahun ajaran baru pada kegiatan Rapat Koordinasi yang diadakan Seksi pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Kupang.
Temuan penelitian yang diformulasikan berdasarkan kenyataan diatas, dapat di gambarkan bahwa pelaksanaan supervisi oleh pengawas PAI didahului dengan penyusunan program supervisi, yang dilakukan pada awal tahun pelajaran. Tujuan dari penyusunan program supervisi ini adalah agar para supervisor memiliki pedoman atau arah dalam melaksanakan supervisi.
Disamping itu, dengan adanya supervisi ini sekurang-kurangnya dapat menggambarkan apa yang dilakukan, cara melakukan, dan waktu pelaksanaannya, serta cara mengukur keberhasilan pelaksanaannya. Sesungguhnya tidak ada patokan baku mengenai hal ini, namun demikian semakin rinci dan operasional suatu program, tentu akan semakin baik karena akan mempermudah supervisor dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya. Sebab program supervisi tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi supervisor didalam melaksanakan kegiatan supervisinya.
Dengan demikian maka diharapkan dari implementasi pelaksanaan program supervisi yang telah disusun tersebut dapat memperbaiki kualitas mengajar serta meningkatkan kemampuan profesional guru.
Dari hasil penelitian ini pula di peroleh fakta yang lain yaitu program supervisi disusun secara bersama-sama sesuai tingkatan jenjang pengawas PAI SD/MI, SMP/Mts SMA/MA/SMK dengan mengacu pada rambu-rambu yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang berlaku. Program kerja ini disusun pada awal tahun pelajaran. Penyusunan program kerja secara bersama-sama/kelompok di koordinir oleh Koordinator pengawas (KORWAS) sehingga bisa memberikan masukan dan saran kepada pengawas PAI yang lain sesuai dengan kebutuhan dan jenjang sekolah masing-masing tingkatan.
Hasil temuan lain yang berkaitan dengan penyusunan program supervisi yang telah disusun oleh pengawas PAI meliputi : materi kegiatan supervisi, bentuk kegiatan supervisi, dan sasaran kegiatan supervisi.
Materi kegiatan supervisi yaitu : (a) supervisi administrasi madrasah, (b) supervisi administrasi kesiswaan, (c) supervisi observasi kegiatan
pembelajaran, (d) supervisi administrasi perlengkapan, (e) supervisi administrasi kurikulum, (f) supervisi administrasi ketenagaan, (g) supervisi 8 K dan (h) supervisi keuangan.
Bentuk kegiatan supervisi yaitu : a) kunjungan kelas, percakapan dan dialog, dan c) rapat dengan kepala madrasah dan guru-guru PAI di Sekolah dan Madrasah. Kemudian sasaran kegiatan supervisi, yaitu : a) Kepala Madrasah, b) Guru PAI menyangkut program pembelajaran (Silabus dan RPP), dan kegiatan belajar mengajar di kelas, c) analisis ketuntasan belajar, d) prasarana, f) perpustakaan, dan g) kepegawaian (TU).
Temuan ini menggambarkan bahwa program supervisi yang disusun oleh supervisor paling tidak sudah mengikuti pedoman yang sudah ada. Bahwa penyusunan program supervisi bagi seorang supervisor adalah satu hal yang sangat penting untuk dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan yang nyata dilapangan. Sehubungan dengan itu, kegiatan supervisi yang dilakukan oleh supervisor benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, maka program yang disusun harus realistik yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan setempat. Komprehensif yang dimaksud seluruh aspek pengajaran dan realistik yakni sesuai kebutuhan dan permasalahan-permasalahan yang ada serta yang dihadapi guru-guru di lapangan.
Dari uraian tugas pengawas memberikan gambaran secara umum bahwa pelaksanaan supervisi melalui tiga tahap yaitu, 1) tahap persiapan yang dilakukan melalui penyusunan program, 2) tahap pelaksanaan dilakukan melalui pembinaan-pembinaan dan pemantauan serta penilaian, dan 3) tahap akhir yaitu penyusunan laporan pelaksanaan program kepengawasan.
Program supervisi yang di susun oleh supervisor sangat berpengaruh terhadap pengembangan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selain itu juga program supervisi sangat berpengaruh terhadap perbaikan kondisi pembelajaran, meningkatkan kompetensi serta menumbuhkan sikap profesionalisme baik bagi guru PAI maupun pengawas PAI sendiri.
Pembinaan profesional dilakukan karena satu alasan, yaitu pelaksanaan akuntatibilitas profesional guru yang pada gilirannya meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Maka untuk maksud tersebut, para pengawas melakukan peranannya sebagai berikut : pengawas sebagai peneliti, konsultan atau penasehat, fasilitator, motivator dan pelopor atau pembaharu.
Sesuai dengan pengertian dari supervisi itu sendiri yang di kemukakan oleh para ahli yang sudah dipaparkan pada bab II hal 23 maka peranan supervisor adalah memberikan support, membantu dan mengikut sertakan. Memberikan support berarti seorang supervisor dengan segala kemampuan memberikan kiat-kiat yang menjadi dorongan atau motivasi kepada seseorang agar mau berbuat. Selanjutnya memberikan bantuan pengetahuan, pengalaman, ide, atau keterampilan yang dimiliki supervisor mampu mengarahkan, menuntun, membina maupun membimbing seseorang untuk berbuat sendiri. Sedangkan mengikut sertakan berarti supervisor turut serta terlibat langsung dalam menyelesaikan sesuatu.
Penyusunan program supervisi yang baik adalah dilakukan pada awal tahun pelajaran. Program supervisi diarahkan untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru. Program supervisi juga dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam melaksanakan
kegiatan supervisi. Kegiatan tersebut minimal menggambarkan tentang apa yang akan dilakukan, cara melakukan, waktu pelaksanaannya serta cara mengukur keberhasilan pelaksanaan supervisi untuk meningkatkan kompetensi profesional guru PAI.
B. Pelaksanaan Program Supervisi Pengawas PAI pada SMA se Kecamatan