• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.4 Analisis dan Desain Sistem

2.4.2 Desain Sistem

Desain berorientasi objek adalah metode desain mencakup proses decomposition berorientasi objek dan notasi yang menggambarkan baik logical dan physical model, sekaligus juga static dan dynamic model dari sistem yang didesain (Booch, et al., 2007, p. 42). Menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 160), Desain juga adalah aktivitas pembuatan model. Analyst mengkonversi informasi yang dikumpulkan selama analisis ke dalam model yang merepresentasikan sistem yang menjadi solusi. Desain lebih berorientasi kepada isu-isu teknis dan dengan demikian membutuhkan keterlibatan pengguna yang lebih sedikit dan lebih melibatkan orang-orang profesional dalam bidang sistem. Yang termasuk di dalam desain adalah mendeskripsikan, mengorganisir, menstrukturisasi solusi sistem. Hasil dari aktivitas desain ini adalah sekumpulan diagram dan dokumen yang mencapai tujuan ini.

Formalitas dari sebuah proyek juga mempengaruhi desain. Proyek-proyek formal biasanya membutuhkan dokumen-dokumen desain yang dikembangkan dengan baik, yang sering kali ditinjau ulang dalam rapat-rapat formal. Pengembang-pengembang pada proyek-proyek informal sering membuat desain-desain mereka dengan notepad dan pensil lalu membuang desain tersebut ketika program itu sudah mulai dibuat (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 160).

Design activities menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 162) : • Design the environment

• Design application architecture and software • Design system interfaces

• Design the database

Design environment adalah semua teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung software application yang sedang dikembangkan. Setiap software application harus dieksekusi dalam technology environment. Environment ini memasukkan computer dan hardware lainnya yang dibutuhkan untuk deployment dari aplikasi dan juga untuk server computer, desktop computer, mobile computer, firewall, router and cabling, fiber optics, dan wireless access points (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 163),.

Gambar 2.7 Design Activity and Key Question Sumber : (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 162)

Dalam merancang arsitektur dari sebuah aplikasi, keputusan-keputusan tentang struktur dan konfigurasi dari sistem yang baru ini dan desain dari software ini juga dimasukkan. Satu dari langkah-langkah dalam proses desain ini adalah menyekat software ke dalam subsystems. Keputusan-keputusan juga dibuat tentang infrastruktur database dan tentang multilayer design di mana user interface dipisahkan dari business logic dan database processing. Arsitektur teknologi akan menentukan banyak keputusan-keputusan desain ini. Subsystems mungkin diletakkan pada server computer yang berbeda berdasarkan kepentingan, response time requirements, atau isu privasi dan keamanan (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 164).

Untuk pengguna dari sebuah sistem, user interface adalah sistem itu sendiri. Mendesain user interface bisa dikatakan sebagai sebuah aktivitas analisis dan desain. Aktivitas ini memiliki elemen analisis yang di dalamnya pengembang-pengembang (programmers) harus mengerti kebutuhan-kebutuhan pengguna dan bagaimana pengguna melaksanakan pekerjaannya. User interface tidak hanya harus membawa informasi yang benar, tetapi user interface juga efisien secara ergonomis dan menarik secara estetis. Desain user interface juga adalah aktivitas desain yang di dalamnya membutuhkan kreativitas dan kecocokan pada kebutuhan-kebutuhan teknologi yang teliti. Banyak tipe model dan alat yang digunakan untuk melakukan desain user interface, termasuk di dalamnya adalah mock-ups, storyboards, graphical layouts, dan prototyping dengan screen-modeling tools. Satu dari kesulitan-kesulitan primer dari mendesain user interface pada masa sekarang adalah disparitas antara desktop screens dan smartphone displays sering mengharuskan multiple user interfaces untuk aplikasi yang sama.

Menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 168), sedikit, jika ada, sistem yang berdiri dalam vacuum pada computing environment masa kini. Sistem informasi yang baru akan mempengaruhi dan mengutilisasi banyak sistem informasi. Kadang, satu sistem menyediakan informasi yang nantinya digunakan oleh system yang lain, dan kadang, sistem-sistem bertukar informasi secara kontinu selama sistem-sistem ini berjalan. Komponen yang memungkinkan sistem-sistem untuk berbagi informasi ini disebut system interface, dan setiap system interface perlu didesain secara detail. Bentuk dari interfaces ini akan bervariasi. Dalam beberapa kasus, sebuah file dikirim dari satu sistem ke sistem yang lain. Dalam kasus-kasus lain, pertukaran data real-time diperlukan, dan transaksi-transaksi langsung ditransfer antara sistem-sistem. Dalam kasus-kasus lain, satu sistem membutuhkan sebuah jasa dari sistem yang lain, dan sebuah fungsi (function) dipanggil melalui application program interface. Format dari interchange juga bervariasi, mulai dari format binari hingga format enkripsi atau pun format berbasis teks. Sejak permulaan dari desain sistem, analyst harus memastikan bahwa seluruh sistem bekerja bersamaan secara baik. Dalam beberapa kasus, sistem yang baru ini perlu bertukar data dengan sistem yang berada di luar organisasi-sebagai contoh, yang berada di situs pemasok atau pun rumah pelanggan. Organisasi-organisasi menghubungkan sistem-sistem bersamaan melewati batas-batas organisasional.

Bagian integral dari setiap sistem informasi komputer adalah informasi itu sendiri, dengan database yang mendasarinya. Model data (domain model) dibuat ketika awal analisis sistem dan kemudian digunakan untuk membuat model implementasi dari database. Biasanya, keputusan pertamanya adalah menentukan struktur database. Kadang, database adalah kumpulan dari file komputer tradisional. Lebih sering lagi adalah relational database yang terdiri dari lusinan atau ratusan tabel. Kadang, file dan relational database digunakan dalam sistem yang sama. Keputusan lainnya yang perlu dibuat adalah apakah database disentralisasi atau didistribusi. Properti internal dari database juga harus didesain. Analyst perlu mempertimbangkan banyak isu-isu teknis ketika mendesain database. Banyak kebutuhan-kebutuhan teknikal didefinisikan selama analisis sistem berhubungan dengan kebutuhan performa database (seperti response time). Banyak dari pekerjaan desain mungkin menyangkut menyetel performa untuk memastikan sistem bekerja dengan cukup cepat. Isu keamanan dan enkripsi, yang adalah aspek-aspek penting dari information integrity, harus dibahas dan didesain ke dalam solusi.

Aktivitas desain terakhir adalah memastikan bahwa sistem mempunyai usaha perlindungan yang cukup untuk melindungi aset organisasi – usaha perlindungan mengacu pada system control. Aktivitas ini tidak didaftarkan terakhir bukan karena ini adalah yang paling tidak penting. Kebalikannya, khususnya pada budaya masa kini, di mana orang luar bisa menyebabkan kerusakan berat pada sistem dan datanya, mendesain system control adalah aktivitas krusial. Desain dari keamanan dan system control harus dimasukkan dalam aktivitas-aktivitas desain lainnya: user interface, system interface, application architecture, database, network design. User-interface control memastikan bahwa sistem-sistem lain tidak menyebabkan kerusakan pada sistem ini. Application control memastikan bahwa transaksi dicatat secara tepat dan pekerjaan lain dilakukan oleh sistem dikerjakan dengan benar. Database control memastikan bahwa data diproteksi dari akses yang tidak terotorisasi dan dari kehilangan kebetulan yang dikarenakan software atau hardware failure. Network control memastikan bahwa komunikasi melalui jaringan diproteksi. Semua kontrol ini perlu didesain ke dalam sistem berbasiskan teknologi yang sekarang. Spesialis sering sekali dibawa untuk mengembangkan control ini dan semua system control perlu secara teliti diuji.

Aktivitas pertama dalam daftar aktivitas-aktivitas desain adalah mendesain environment (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 167). Aktivitas ini juga ditaruh pada urutan pertama karena ini menyerap keputusan-keputusan desain lainnya. Sebagai contoh, sistem yang stand-alone dan single-desktop akan membutuhkan keputusan-keputusan desain yang sangat berbeda untuk software, user interface, system interface, dan database daripada sistem yang interconnected dan terdistribusi. Meskipun keputusan-keputusan desain yang detail melibatkan environment mungkin tidak dipenuhi pada awal proyek, keputusan-keputusan mayor sudah diamanatkan.

Menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 168), Ada banyak variasi system deployment pada masa kini dan juga banyak tipe device dan konfigurasi yang mempunyai aplikasi software. Konsekuensinya, tidak ada cara mudah untuk mengorganisir dan mendiskusikan isu-isu yang relevan dengan mendesain environment. Tiga tren industri mayor dalam software deployment adalah software system yang disebarkan secara keseluruhan dalam sebuah organisasi, software system yang dibuat semata-mata untuk pengguna eksternal (disebarkan melalui internet), dan software system yang disebarkan sedikit dalam distributed fashion (untuk pengguna internal dan eksternal). Dua tipe software deployment secara internal adalah stand-alone system dan internal network system.

Menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2012, p. 171), Segala software system yang dieksekusi pada satu computing device tanpa dihubungkan dengan internet atau jaringan lainnya adalah stand-alone system. Internal network-based system adalah satu tipe sistem yang digunakan secara eksklusif oleh organisasi yang membuat atau membeli ini. Dua tipe dari internal network-based system adalah desktop application system dan browser-based application system.

Dokumen terkait