• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Internal

3.2.5 Job Description PT BPR Dana Nusantara

Uraian tugas dari masing-masing bagian dalam struktur oorganisasi di BPR Dana Nusantara diuraikan sebagai berikut:

d. Bagian Umum

Bagian ini mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

 Melakukan pengecekan gedung secara rutin

 Melakukan pengecekan kendaraan operasional kantor secara rutin  Melakukan pengecekan saldo kas kecil

 Memesan iklan dan spanduk

 Membayar tagihan pada supplier atau penyedia barang dan jasa

operasional kantor

e. Costumer Service

 Memberikan informasi dan penjelasan produk kepada nasabah atau calon

nasabah, baik yang walk in maupun via telepon

 Melayani pembukaan rekening baru dan ATM  Membuat surat keterangan perpanjangan pajak  Membuat form pembuatan kunci serap

 Mengganti buku tabungan

 Membuat surat keterangan untukpermohonan visa

f. Teller

 Membukukan transaksi dengan benar dan lengkap  Menjaga kerahasiaan bank dan nasabah

 Menjaga keamanan User ID, Password, kunci cash bos dan laci  Menjaga keamanan warkat dan bukti fisik transaksi

 Menjaga saldo uang tunai pada cash box masing-masing  Meningkatkan mutu dan kerapihan ruang kerja

 Cross selling (menawarkan produk yang ada di BPR Dana Nusantara)

g. Marketing Kredit

 Mencari calon debitur untuk kredit

 Interview dan wawancara dengan calon debitur  Membantu pengisian aplikasi permohonan kredit  Menjelaskan perhitungan kredit kepada calon debitur

 Memberikan penjelasan tentang peraturan dan ketentuan umum kredit

yang berlaku di bank

 Mengumpulkan dan melengkapi dokumen jaminan untuk proses kredit  Memberikan informasi kepada bagian taksasi untuk melakukan penilaian

jaminan kredit

 Memberikan informasi kepada surveyor untuk melakukan peninjauan

langsung ke tempat tinggal atau tempat usaha dari calon debitur

 Melakukan pengecekan hasil survey yang dilakukan oleh surveyor  Menganalisa kemampuan keuangan dari calon debitur

 Menganalisa tujuan penggunaan kredit

 Melakukan cross checking mupun trade checking kepada calon debitur  Mambuat memorandum persetujuan kredit

 Mengajukan memorandum kepada Komite kredit

 Menyampaian kepada komite kredit apabila terjadi penyimpangan

wewenang kredit dengan memperhatikan resiko kredit

 Melakukan order kebagian administrasi kredit

 Meghubungi calon debitur untuk melakukan pengikatan kredit  Menginformasikan kepada debitur mengenai pencairan kreditnya  Memonitoring pembayaran kredit dan kolektibilitas penbyaran debitur  Memonitoring pending dokumen

 Membuat laporan aktivitas harian

 Membuat laporan target market untuk bulan berikutnya  Membuat laporan bulanan pencapaian kredit yang terealisasi

h. Bagian Admin Marketing

 Melakukan pengecekan BI Checking melalui website BI lalu

i. Bagian Administrasi Kredit

Bagian administrasi kredit mempunyai beberapa bagian. Bagian ini terdiri dari delapan bagian administrasi. Bagian ini mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

 Bagian Order

 Melakukan pemeriksaan dokumen kredit dari marketing  Melakukan pemeriksaan pada jaminan asli dari debitur  Membuat surat order untuk bagian yuridis

 Bagian Transaksi

 Melakukan transaksi sehubungan dengan pencairan kredit  Melakukan transaksi ke pelunasan percepat kredit debitur  Melakukan transaksi GL (general ledger) ke tabungan nasabah  Melakukan pengeecekan dan memperbaharui data pending list  Melakukan pengecekan dan memperbaharui data blokir BPKB

 Menerima dan mengirim testkey dari dan untuk kantor cabang lainnya  Bagian Jaminan

 Melakukan penginputan data jaminan kredit ke sistem yang ada  Mengatur dan memberikan penomoran pada setiap file kredit  Menerima dan menginput data asuransi kendaraan debitur  Menerima permohonan pengeluaran BPKB

 Bagian jaminan lunas dan serah terima jaminan

 Membuat surat keterangan lunas dan pelepasan blokir

 Melakukan serah terima jaminan kepada debitur yang sudah lunas  Melakukan control terhadap data jaminan debitur

 Bagian KTA

 Melakukan pemeriksaan dokumen kredit kTA dari marketing  Melakukan transaksi sehubungan dengan pencairan KTA  Melakukan transaksi GL (general ledger) ke tabungan nasabah  Mengontrol asuransi jiwa debitur KTA

 Melakukan pencairan insentif KTA

 Bagian Scan Dokumen, yang bertufa menerima semua dokumen kredit untuk

di scan dan disimpan dalam sistem penyimpanan dokumen kredit

 Bagian Pengaturan Dokumen

 Mengatur dokumen hasil scan kedalam computer

 Melakukan pengecekan ulang terhadap kelengkapan dokumen

 Bagian Khasanah, yang bertanggung jawab terhadap penyimpangan dan

pengeluaran dokumen kredit debitur yang disimpan di dalam khasanah j. Bagian Pembukuan

 Melakukan update laporan keuangan harian

 Melakukan penempatan dan pencairan deposito pada bank lain

 Membuat voucher dan input transaksi selain transaksi masuk atau keluar

rekening tabungan dari bagian teller, administrasi kredit, umum dan pembukuan

 Membuat rincian, perhitungan dan laporan untuk akun-akun tertentu  Melakukan pembayaran untuk operasional bank baik rutin maupun non

rutin selain yang dilakukan pemegang kas kecil

 Membuat laporan BI

k. Bagian Taksasi

 Pembuatan update daftar harga taksasi jaminan  Foto jaminan yang akan dijaminkan ke bank  Pengecekan kondisi jaminan kendaraan

 Pengecekan kondisi jaminan tahan dan bangunan  Pembuatan laporan transaksi

l. Tim Penyelesaian Kredit Bermasalah (TPKB)

 Membuat surat-surat yang berhubungan dengan penagihan  Membuat laporan dan administrasi bagian TPKB

 Membuat surat pernyataan debitur bermasalah

 Melakukan penagihan melalui telepon (tidak langsung)  Melakukan penagihan kunjungan (langsung)

 Melakukan eksekusi atau penarikan barang jaminan sebitur sesuai

ketentuan yang berlaku m. Internal Kontrol

 Mengontrol kegiatan operasional perusahan secara menyeluruh baik

aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan ekstern maupun intern

 Menganalisa resiko-resiko yang mungkin akan timbul atas kegiatan

pokok dan kegiatan penunjang perusahaan

 Mendeteksi resik-resiko kegiatan perusahaan (operational risk) terhadap

setiap penyimpangan yang meliputi setiap prosedur dan pencatatan pembukuan

 Melakukan pencatatan yang seksama dengan segera atas semua

mempunyai akibat ekonomis atau financial dan dokumentasikan secara lengkap dan rinci serta diarsip secara permanen

 Melakukan pengontrolan terhadap hasil kegiatan tersebut secara

berkelanjutan

 Membuat laporan kinerja karyawan

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Adapun pelaksanaan dari penelitian dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sejak bulan Maret 2012 sampai dengan Mei 2012 penelitian ini dilaksanakan di PT Bank Perkreditan Rakyat Dana Nusantara cabang Panbil Muka Kuning Batam.

45

PEMBAHASAN

4.1 Bagian-bagian yang Terkait dalam Proses Pemberian Kredit

Ada beberapa bagian yang terkait dalam proses pemberian kredit, yaitu: a. Bagian Marketing Kredit

b. Bagian Admin Marketing kredit

c. Bagian Taksasi

d. Bagian Surveyor

e. Bagian Komite Kredit

f. Bagian Administrasi Kredit

g. Bagian Yuridis

h. Bagian Manager Operasional

i. Bagian Supervisor Back Office

j. Bagian Pembukuan

k. Bagian Internal Kontrol

4.2 Dokumen-Dokumen yang Terkait

Dokumen-dokumen yang terkait dalam prosedur pemberian kredit yaitu: a. Form Aplikasi Permohonan Kredit

Form permohonan kredit diisi oleh calon debitur untuk pengajuan kredit, yang memuat:

 Data pribadi pemohon  Data pekerjaan pemohon

 Data pribadi suami/ istri pemohon  Data pekerjaan suami/ istri pemohon  Data penghasilan/ pengeluaran bulanan  Data pinjaman di bank lain

 Data kekayaan

 Data agunan yang diserahkan

Data yang disi calon debitur harus data yang benar dan sesungguhnya juga memenuhi persyaratan yang berlaku. Kemudian FPK ditandatangani oleh calon debitur dan Marketing Kredit.

b. Memorandum Analisa Kredit “Memo Persetujuan Kredit”, dibuat oleh

Marketing Kredit yang berisi rangkuman informasi calon debitur, analisa keuangan debitur, analisa kemampuan pengembalian kredit, juga analisa resiko atas kredit apakah pendapatan pemohon dapat menutupi kewajiban yang timbul dari pinjaman yang diajukan. Dokumen ini diajukan ke Komite Kredit untuk memperoleh persetujuan dan waiver jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan wewenang yang dimiliki oleh komite kredit

c. Form Penilaian Credit Scoring, yang merupakan form penilaian debitur atas

status kepemiikan rumah, usia calon debitur, lama usaha yang sudah dijalankan, rasio penghasilan calon debitur terhadap total cicilan kreditnya, rasio pinjaman terhadap nilai jaminan (Lending Margin) serta spesifikasi jaminan kredit.

d. Form Penyimpangan Dokumen Kredit, merupakan form yang berisikan

rincian-rincian penyimpangan dokumen-dokumen yang tidak sesuai dengan persyaratan

e. SPK (Surat Penawaran Kredit), merupakan dokumen yang berisikan hal-hal

yang berkaitan dengan kredit yang ditawarkan oleh pihak bank kepada calon nasabah sesuai dengan FPK yang telah diterima. SPK ditandatangani oleh Marketing Kredit, Team Leader Marketing, calon Debitur, serta suami/ istri calon debitur.

f. Laporan Survey, yang berisi tentang hasil peninjauan langsung tehadap lokasi

rumah calon debitur, maupun lokasi usaha calon debitur. Dokumen ini berfungsi sebagai alat untuk mencocokkan data yang diberi oleh calon debitur dengan data yang diperoleh dari lapangan. Dokumen ini dilengkapi dengan foto hasil survey.

g. Laporan Taksasi (Laporan Penilaian Jaminan), yang berisi tentang spesifikasi

dan kepemilikan jaminan serta penilaian harga pasar saat ini. Apakah jaminan yang akan diagunkan dalon debitur layak diterima sebagai jaminan. Dokumen ini disertai dengan foto barang jaminan kredit.

h. Daftar Cicilan Kredit, dokumen ini memuat informasi tentang kredit yang

diambil, yang disertai jangka waktu kredit, besar bunga yang diberikan, nomor rekening debitur, seta tanggal jatuh tempo kredit. Hal ini bertujuan agar debitur benar-benar mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan kreditnya.

i. Surat Permohonan Asuransi Jiwa dan Jaminan, dokumen ini berfungsi untuk

mengajukan asuransi terhadap Jiwa debitur dan jaminan yang diberikan debitur. Baik jaminan mobil, sepeda motor, bangunan, serta mesin.

j. Surat Order, merupakan surat yang dibuat oleh supervisor back office

ditujukan kepada bagian legal untuk dibuat perjanjian kredit. Dokumen ini berisikan informasi tentang kredit calon debitur, lengkap dengan jenis pengikatan kredit yang harus dilakukan.

k. Form Pengikatan Kredit, yang terdiri dari Surat Pernyataan dan Kuasa

tentang kredit dan kuasa atas jaminan, Berita Acara Serah Terima Jaminan, Perjanjian kredit yang berisi tentang segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kredit yang diambul debitur, Surat Jaminan Fidusia berupa perjanjian kredit atas barang jaminannya, serta Surat Kuasa Pembebanan Jaminan Fidusia.

l. Surat Permohonan Pencairan fasilitas kredit, dokumen ini merupakan surat

untuk pencairan dana kredit ke rekening debitur, setelah melakukan pengikatan kredit yang ditanda tangani oleh debitur.

m. Voucher transaksi dan validasinya, merupakan voucher pencairan kredit yang

diinput kedalam sistem BankPro dengan persetujuan dan diotorisasi oleh supervisor back office, manager operasional, serta pimpinan cabang

4.3 Prosedur Pemberian Kredit Modal Kerja

Prosedur pemberian kredit modal kerja di BPR Dana Nusantara terdiri dari beberapa tahapan yaitu permohonan kredit, penyidikan dan analisa kredit, keputusan atas permohonan kredit, serta persetujuan permohonan kredit.

a. Tahapan permohonan kredit

 Calon debitur mengisi dan menandatangani form aplikasi permohonan

kredit

 Calon debitur melengkapi dokumen-dokumen persyaratan sesuai dengan

jenis fasilitas KMK

 Marketing kredit menerima form permohonan kredit dan

menandatanganinya.

 Marketing kredit memberikan surat penawaran kredit sesuai dengan form

aplikasi permohonan kredit yang diterima b. Tahapan penyidikan dan analisa kredit

Dalam prosedurnya, BPR Dana Nusantara menggunakan asas 5C + Cashflow. Adapun prosedurnya yaitu:

 Marketing kredit melakukan wawancara dengan calon debitur  Mengumpulkan dan melengkapi dokumen-dokumen calon debitur

 Marketing kredit menganalisa kemampuan keuangan calon debitur, hasil

laporan Survey, laporan BI-Checking.

 Marketing kredit membuat memo persetujuan kredit, form penilaian credit

scoring, dan form penyimpangan dokumen kredit untuk diajukan ke komite kredit

 Marketing kredit juga mengajukan permohonan asuransi jiwa dan jaminan

calon debitur

 Komite kredit mengecek secara lanjut tentang memo persetujuan kredit,

yang telah diajukan oleh marketing kredit serta mengecek laporan taksasi yang diperoleh dari bagian taksasi.

 Komite kredit mengisi keterangan pada lembar penyimpangan dokumen

kredit dalam hal persetujuan hal-hal yang dianggap menyimpang c. Tahapan keputusan atas permohonan kredit

Setelah tahapan-tahapan diatas telah dilalui, maka tahapan selanjutnya adalah keputusan atas kredit tersebut. Keputusan dalam hal ini berarti setiap tindakan komite kredit yang berdasarkan wewenang memberikan keputusan berupa menolak atau menyetujui.

d. Tahapan persetujuan permohonan kredit

Setelah keputusan atas kredit, maka dilanjutkan dengan persetujuan permohonan kredit oleh bank dengan dibuatnya suatu perjanjian antara debitur dengan bank yang sah secara hukum yaitu Pengikatan Kredit (PK) yang harus ditandatangani debitur dan pihak bank. Kemudian calon debitur juga menandatangani surat permohonan pencairan fasilitas kredit pada saat penandatanganan PK. Setelah semua persyaratan dilengkapi, maka pencairan dana kredit dapat segera dilakukan.

4.4 Penerapan Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Internal di BPR Dana Nusantara

a. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Dalam setiap pembuatan surat ketentuan, kebijakan serta persyaratan pemberian kredit di BPR Dana Nusantara, selain disetujui oleh presiden direktur serta direktur (dewan direksi), harus diketahui dan disetujui juga oleh pihak komisaris.

BPR Dana Nusantara memiliki bagian internal kontrol yang bertugas untuk melakukan pengontrolan/ pengecekan atas semua kegiatan operasional perusahaan agar segala sesuatu yang berlangsung sesuai dengan aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Hal yang menjadi acuan oleh bagian internal kontrol yaitu aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan dari perusahaan maupun dari Kebijakan Bank Indonesia yang diatur dalam bentuk Surat Edaran, Memorandum dan ketentuan lainnya.

BPR Dana Nusantara mengadakan pertemuan antara Direksi dan pejabat eksekutif Bank untuk membahas dan mengkaji hasil temuan dari kegiatan pengontrolan/pengecekan oleh Internal Kontrol, untuk memastikan bahwa para manajer/pejabat dan pegawai telah mengembangkan dan melaksanakan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan serta menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan jika terdapat temuan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi BPR Dana Nusantara.

BPR Dana Nusantara memiliki karyawan yang berkompeten dimasing-masing bagian unit kerjanya. Dalam perekrutan karyawan baru, BPR Dana Nusantara mempunyai persyaratan pendidikan minimal D3 yang dimiliki oleh calon karyawannya. Selain latar belakang pendidikan yang dimiliki karyawannya BPR Dana Nusantara juga menilai dari kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh calon karyawannya. Dalam pengembangan kompetensi karyawannya BPR Dana Nusantara juga mengadakan pelatihan serta sertifikasi bagi karyawannya. salah satunya sertifikasi Certif yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Keuangan Profesi juga Lembaga Keuangan Mikro.

Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya, BPR Dana Nusantara memiliki Standar Operasi Prosedur (SOP) yang dibuat sebagai panduan bagi para karyawannya dalam melaksanakan kegiatannya serta Annual Job Description yang dibuat oleh masing-masing karyawan, yang berguna untuk mengetahui sejauh mana pemahaman karyawan atas SOP yang berlaku.

BPR Dana Nusantara telah memiliki struktur organisasi yang baik. sehingga dapat terlihat jelas masing-masing bagian yang berada didalamnya. Hal ini juga dapat memudahkan pemisahan fungsi dari masing-masing bagian.

Seluruh kebijakan, standar dan prosedur operasional di BPR Dana Nusantara didokumentasikan secara tertulis oleh bagian Human Resources Department (HRD) serta dapat diakses secara langsung oleh seluruh karyawan melalui sistem Portal yang dikelola dan diupdate setiap ada perubahan atau revisi.

b. Penilaian Resiko (Risk Assessment)

Dalam penilaian risiko dalam pemberian kredit, manajemen BPR Dana Nusantara melakukan analisa kredit yang berfungsi untuk memberikan penilaian kredit berdasarkan norma yang berlaku di dalam perkreditan yang sehat (5C + Cash Flow), memberikan keputusan kredit apakah pengajuan kredit oleh calon debitur ditolak atau diterima, serta melakukan pemantauan kredit untuk menilai kelayakan kredit dari waktu ke waktu dikaitkan dengan resiko yang dihadapi bank dengan sasaran perkembangan usaha debitur dan perkembangan kredit sejak diberi sampai lunas.

Tahapan pertama pengendalian dalam rangka penilaian resiko dimulai dari bagian marketing yang berhubungan langsung dengan calon debitur dengan cara

wawancara serta survey langsung tentang lokasi dan kegiatan usaha calon debitur. Juga dilakukannya pengecekan kualitas calon debitur melalui BI Checking dalam pembayaran kreditnya sehingga dapat memberikan gambaran dan penilaian kualitas calon debitur dalam melunasi kreditnya, serta analisa keuangan calon debitur apakah mampu untuk melunasi kredit yang diberikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan resiko kredit bermasalah dan macet dalam pembayarannya.

Tahapan selanjutnya, adalah penilaian resiko terhadap barang jaminan yang dijaminkan oleh calon debitur. Dengan dilakukannya taksasi/ penilaian atas jaminan yang diberikan berdasarkan harga pasar jaminan pada saat proses penjaminan. Hal ini dilakukan untuk bahan acuan marketing kredit serta managemen dalam pemberian plafon kredit, apakah nilai jaminan yang diberikan dapat menjadi jaminan yang dapat menutupi kerugian dan resiko yang mungkin timbul dari kredit yang telah diberikan.

Setiap hasil dari analisis calon debitur, analisis keuangan calon debitur, serta jaminan yang diberikan telah direkomendasi oleh marketing kredit serta team leader marketing, maka marketing kredit mengajukan memorandum kepada komite kredit untuk memperoleh persetujuan sesuai dengan batas wewenang pemberian kredit. Jika terdapat hal-hal yang melanggar serta tidak sesuai dengan persyaratan kredit, maka komite kredit dapat memberikan persetujuan dengan memperhatikan resiko yang mungkin timbul.

Tahapan penilaian resiko selanjutnya dilakukan oleh bagian administrasi kredit dan yuridis, dengan dilakukannya pengecekan lebih lanjut tentang keaslian

dokumen-dokumen yang diberikan baik itu dokumen calon debitur serta dokumen jaminan yang diberikan. Jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur namun lolos oleh pemeriksaan sebelumnya, maka akan diberitahukan kebagian marketing kredit untuk segera melengkapi dan memperoleh persetujuan oleh pihak komite kredit.

c. Kegiatan pengendalian (control activities) dan pemisahan fungsi  Kegiatan Pengendalian

Dalam kegiatan pengendalian, ada beberapa hal yang dilakukan oleh BPR Dana Nusantara yaitu:

1) Kaji Ulang Manajemen (Top Level Reviews )

BPR Dana Nusantara melakukan meeting bulanan yang dilakukan oleh Direksi, Pimpinan Cabang, Manager Operasional. Hal ini dilakukan untuk memberikan penjelasan (informasi) kepada dewan direksi tentang perkembangan kantor cabang. Hal yang dikaji yaitu tentang tingkat pencapaian penyaluran kredit terhadap target kredit yang telah ditetapkan, dan pengunaan anggaran biaya yang telah ditetapkan melalui laporan keuangan. Dari hasil pengkajian ini, maka direksi akan mengetahui kinerja dan perkembangan kantor cabang dan dapat sebagai bahan pengambilan keputusan untuk perkembangan kantor cabang. 2) Kaji Ulang Kinerja Operasional (Functional Review)

Dalam pelaksanaan pengendalian kinerja operasional juga dilaksanakan dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan secara harian oleh bagian internal kontrol dan hasilnya dirangkum dalam laporan bulanan internal kontrol.

Hal-hal yang dilakukan oleh bagian internal kontrol dalam pemberian kredit yaitu dengan memeriksa seluruh dokumen yang berhubungan dengan pemberian

kredit. Baik dari dokumen-dokumen tentang identitas debitur, dokumen-dokumen jaminan, dokumen pengikatan kredit, serta validasi pencairan kredit. Juga dilakukan pengecekan dalam hal penyimpangan-penyimpangan yang terjadi apakah sudah mendapatkan persetujuan dari pihak komite kredit atau belum. Jika belum mendapatkan persetujuan, maka akan diberitahukan kepada bagian marketing kredit untuk melengkapi dengan segera. Jika lewat dari batas waktu yang ditentukan maka dimasukkan pada laporan temuan internal kontrol yang akan dibahas secara bulanan bersama dengan Direksi, Pimpinan Cabang, Manager Operasional, Team Leader Marketing, Supervisor Front Office, Supervisor Back Office, serta Internal Kontrol.

3) Pengendalian Sistem Informasi

Dalam proses penginputan dan pemrosesan data dalam operasionalnya, BPR Dana Nusantara memiliki sebuah program aplikasi Sistem Informasi Perbankan yang bernama BankPro begitu pula dalam pemrosesan pemberian kredit. Program BankPro berfungsi untuk penginputan pencairan kredit dan validasinya, serta proses pendebetan dana kredit sesuai dengan plafon kredit ke rekening debitur yang ada di BPR Dana Nusantara.

Untuk menggunakan sistem BankPro, masing-masing karyawan yang berkepentingan, memiliki user ID dan Password yang digunakan untuk Log-in dan menggunakan aplikasi ini. User ID dan password tersebut merupakan tanggung jawab dari karyawan untuk menjaga kerahasiaannya agar terhindar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam penggunaan aplikasi BankPro. Sistem informasi perbankan ini, dilakukan update jika terdapat perubahan-perubahan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi didalamnya untuk mendukung

efektifisan dan operasional BPR Dana Nusantara. Dalam pengelolaan sistem aplikasi ini, BPR Dana Nusantara memiliki bagian unit khusus yaitu Bagian Information Technology (IT) yang bertugas untuk melakukan update sistem sesuai perubahan yang berlaku, serta pengendalian operasional pusat data (server), pengamanan akses, serta pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi yang ada.

Sistem informasi perbankan BankPro ini dibuat dengan memiliki fungsi dasar untuk mengolah transaksi dan memastikan bahwa semua transaksi adalah benar, akurat dan telah diotorisasi secara benar sesuai ketentuan yang berlaku di BPR Dana Nusantara. Dengan adanya aplikasi BankPro, maka sangat memudahkan dalam pemerolehan segala informasi yang berkaitan dengan pemberian kredit. Seta memudahkan kerja bagian internal kontrol dalam melakukan pemeriksaan. 4) Pengendalian Aset Fisik (Physical Controls)

Dokumen jaminan yang diberikan oleh debitur merupakan aset Bagi BPR Dana Nusantara. Oleh karena itu dalam penyimpanan dokumen jaminan tersebut disimpan dalam Brankas di ruang Khasanah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen jaminan. Untuk membuka brankas tersebut, BPR Dana Nusantara memiliki peraturan dan surat keterangan dalam penunjukan karyawan yang bertugas dan bertanggungjawab untuk memegang kunci brankas serta keamanan khasanah. Hanya karyawan yang ditunjuk dalam surat keterangan yang memiliki hak untuk memegang kunci dan membuka brankas tersebut.

5) Dokumentasi

Dalam penyimpanan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pemberian kredit, BPR Dana Nusantara memiliki sistem dokumentasi yang sangat baik. Hal ini

terbukti dengan adanya program aplikasi Siskabinet, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen-dokumen kredit dalam bentuk “Pdf” setelah di

Dokumen terkait