KEJURNAS INI?
DESI AGUSTINI PRAMITA, PAMEKASAN (U21)
Langkah besar dgn penggunaan zoom dipertandingan online, sangat mengurangi kemungkinan tidak fair. Namun bisa di improve selanjutnya, jangan menggabungkan banyak pemain dalam satu ruangan karena sangat menggangu konsentrasi dari kebisingan nya. Bravo Gabsi!
Event ini termasuk ajang yang bergengsi secara pribadi, semuanya berjalan dengan sebagaimana mestinya. Bahkan saya berharap ajang seperti ini diadakan setiap bulan kalau boleh, saking antusiasnya. Jayalah Bridge INDONESIA, SALAM PAMEKASAN HEBAT.
Next tourney sebaiknya no vc & open kibitz. Tidak enjoy main penuh rasa curiga dan dicurigai. Open kibitz agar menghibur bagi penonton. Untuk meminimalisir kecurangan, cukup ditunjuk TD & Tim pakar yg ahli, adil, dan tegas.
Benar ada pemain bridge yang masih suka curang, tapi lebih banyak pemain yg fair play. Mari jadikan bridge sbg fair play game dan penuh hiburan. Salam.
Pesan Kesan: Kejurnas Online ini sangat menantang sekalii bagi seluruh pemain apalagi sambil bermain di rumah, sesuatu hal yang langka.
Masukan: Sebaiknya Untuk VC bisa lebih diperketat lagi, dan saya harap nanti ada sedikit himbauan utk seluruh peserta agar Muka dan tangan Terlihat saat sedang melakukan VC baik melalui WA, skype, zoom,dll.
Trimakasih.
Rawan sekali akan adanya kecurangan
Jaury Sakkung, Kota Palu (Open)
Budhi Kresna, Kota Bogor (Open)
Muhammad Setyo Santoso, Jember 1 (U26)
Event Kejurnas Online yang pertama ini, saya pribadi senang bisa melihat banyak sekali pemain baru yang biasanya jarang unjuk gigi di event khususnya Kejurnas Mahasiswa maupun Junior (U-26). Bahkan tidak sedikit dari mereka yang bisa bersaing dengan para pemain yang sudah memiliki nama, membuat saya sadar akan kemampuan saya yang masih jauh dari kata sempurna.
Harapannya agar para pemain maupun NPC tidak mengeluhkan terkait peraturan penggunaan Video Call dsb, dan lebih mempersiapkan lagi hal-hal yang memang sudah sewajarnya dalam turnamen Online.
Alangkah lebih baik jika turnamen sekelas Kejurnas bisa berkiblat kepada turnamen Internasional, khususnya dalam bermain Board Panjang untuk kategori Junior (Seperti Final 6 Stanza dsb), agar para pemain yang nantinya membawa nama Indonesia, tidak terkejut dengan atmosfer Kejuaraan International.
TURNAMEN BRIDGE ONLINE 34 Selasa, 25 Agustus 2020
ZERO TOLERANCE TO CHEATING
KEJURNAS BEREGU ANTAR KABUPATEN/KOTA ONLINE 2020
Kesan: Saya sangat senang sekaligus takut melakukan kesalahan dalam bermain di kejurnas ini.
Pesan: Mohon kejurnas berikutnya diperketat lagi dan tidak ada lagi pemain yg memiliki hubungan kekerabatan antar partner (misalnya suami istri ataupun saudara). Hal ini jelas akan menimbulkan salah tafsir dari beberapa pemain.
Terimakasih atas pengalamannya. See you Kejurnas 2021
Kejurnas Bridge Online 2020 memberi kesan tersendiri bagi setiap pemain yg ikut serta. Sedikit banyak tentu memberikan informasi dan masukan bagi pengurus GABSI bahwa banyak pemain2 berbakat yg belum mendapat kesempatan bermain secara reguler di Kejurnas offline ataupun belum terkoordinir oleh pengurus GABSI maupun masing2 Pengprov. Tentunya dengan makin banyak pertandingan online yg diselenggarakan dibawah naungan GABSI, tentu makin memberikan kesempatan untuk setiap pemain dimasing-masing daerah untuk lebih mengembangkan cara bermain bridge, baik secara skill, mental maupun strategi.
Meskipun demikian, tak bisa dipungkiri juga bila bermain secara online berbeda dgn bermain secara offline. Karena pengalaman, psikologi, mental bertanding sedikit banyak cukup memengaruhi penampilan atlet dalam bertanding. Bahkan ada beberapa pemain yang agak canggung (gugup) bila bertemu pemain yg berpengalaman dan memiliki nama besar. Hal-hal seperti itu tentunya tidak di jumpai bila bermain secara online.
Disatu sisi bermain secara online menimbulkan beberapa celah ttg kesportivitasan atlet dalam bermain. Banyak terjadi kecurigaan kecurangan dalam bermain (bahkan di kategori open ada Team yg didiskualifikasi). Hal ini tentu menjadi PR tersendiri tidak hanya pengurus GABSI maupun Pengprov, tapi juga semua pihak termasuk masing-masing atlet utk terus memupuk jiwa sportivitas dalam mengikuti suatu kejuaraan. Karena sebagai penggemar berat olahraga bridge, bermain secara sportif merupakan suatu keinginan untuk semua pihak agar kita sama-sama menjaga menjaga olahraga yg kita cintai ini.
Semoga Bridge Indonesia semakin maju dan jaya di tahun-tahun berikutnya, God bless us.
Menhard Manangkot, Kabupaten Minahasa
(Open)
Kritik buat TD, dalam menganalisa komplain board yg diajukan oleh peserta, diusahakan netral. Jangan berat sebelah, hanya karena Anda sudah mengenal person atau timnya..Hal ini membuat nilai-nilai Kejurnas ini tidak lebih baik. Terbukti saat ada yang mngajukan ke appeal, hasilnya lebih memuaskan.
Ke depannya, komplain itu langsung ke appeal karena TD tidak berperan cukup baik saat menyikapi ke orang-orang atau tim trtentu. Skoring di website tidak up to date. Dan diupayakan lebih teliti dlm menghitung, sebelum mempublishnya ke media. Terima kasih.
Anonim, Peserta
TURNAMEN BRIDGE ONLINE Senin, 25 Agustus 2020 35
ZERO TOLERANCE TO CHEATING
KEJURNAS BEREGU ANTAR KABUPATEN/KOTA ONLINE 2020
drg Asmal Jamal, Kabupaten Muna (Mixed)
Saya dari team Muna telah mengikuti kejurnas antar kabupaten via online 20 juli 2020 sejak awal sampai saat ini .
Secara keseluruhan, acara yg dipandu oleh panitia kejurnas dapat diselenggarakan dan berlangsung dengan lancar . Menurut saya kelemahan penyelenggaraan kejurnas secara ON LINE. Ini adalah
1. Untuk mixed maupun pasangan, sulit diantisipasi kedua pemain online bermain dalam satu rumah atau satu ruangan sehingga hasil turnamen tidak murni karena sportifitas atlet dilanggar. Akan tetapi ini akan terbongkar kelak apabila ikut lagi di turnament yang diselenggarakan secara normal.
2. Sulitnya komunikasi dibeberapa pertandingan antara atlit dan panitia karena setting pertandingan diatur oleh atlitapabila gagal setting.
3. Karena peserta berasal dari hampir seluruh kabupaten di Indonesia, permainan kurang lancar bisa disebabkan bad connection, low battery, dan sebagainya.
Keuntungan penyelenggaraan online 1. Low cost: Biaya sangat murah
2. Mudah Penyelenggaraan, Tidak perlu banyak personel. 3. Cepat. Hasil turnamen diumumkan relatif cepat 4 Relax. Atlit bermain rileks dan santai dimana saja
Kejurnas ini adalah sekalian menjaring calon atlit dan pemain berbakat untuk pemain NASIONAL. saya juga menyadari dalam permainan BRIDGE, TIDAK ADA YANG JAGO, akan tetapi hanya MENAMBAH JAM TERBANG sebagai ATLIT BRIDGE. Karena MENANG pada kejurnas ini, belum tentu JUARA di kejurnas berikutnya .
Melalui tulisan ini, saya memberikan appresiasi kepada tim penyeleggara kejurnas GABSI 2020 yang telah berhasil menyelenggarakan KEJURNAS 2020 dengan BAIK namun perlu di kaji kembali untuk masa mendatang untuk lebih paripurna
Terima kasih Hormat kami Jody69
Team Kabupaten Muna
Salut untuk kerja keras panitia dalam menyukses event yang besar ini. Namun prihatin dengan tingkah laku sebagian pemain yang bermainTIDAK SPORTIF selama event ini. Ingat, slogan GABSI sekarang adalah: “Say No To Cheating”. Mari kita junjung sportifitas.
TURNAMEN BRIDGE ONLINE 36 Selasa, 25 Agustus 2020
ZERO TOLERANCE TO CHEATING
KEJURNAS BEREGU ANTAR KABUPATEN/KOTA ONLINE 2020
Vincent Nikolas, KABUPATEN TORAJA UTARA (Open)
Dafin Apriyuda Maqriza, Kabupaten Lumajang (U18)
Inisiatif yang bagus dan penyelenggaraan yang cukup sukses. Mungkin ke depan bisa lebih diperbaiki mengenai jadwal, supaya semua peserta lebih nyaman bermain. Bravo panitia dan sampai jumpa di event selanjutnya.
Semoga kejurnas antar kab/kota tahun depan bisa dilaksanakan di Jawa Timur, Penyelenggaraan Kejurnas Online sudah cukup baik dan panpel nya juga menjalankan
tugasnya dengan baik sehingga para peserta merasa nyaman dan tidak khawatir tentang hal hal yang tidak diinginkan, selain itu membantu kita para pemain bridge yang rindu turnamen offline di masa pandemi, sehingga turnamen online bisa menjadi opsi untuk tetap menjalankan turnamen. Sukses terus Bridge Indonesia.
Anonim, Peserta
Kesan : Sangat luar biasa !!! Tak disangka, pada situasi saat ini yang sangat rumit, serumit hatinya (eaa), Kejurnas Bridge Online hadir sebagai ajang penyaluran bakat, mengasah daya ingat saya dan sebagai kegiatan positif disamping belajar online. Seperti pepatah “sehari tanpa kartu, otak terasa buntu”. Benar saja. Seharian belajar online, bersih-bersih rumah, tiduran, menunggu chat darinya (padahal dia on) berasa pikiran penat dan kurang refreshing. Akhirnya dengan adanya kegiatan ini, saya bisa melepaskan semua kepenatan saya. Terimakasih PB GABSI.
Disisi lain saya bertemu lawan baru disini. Biasanya sering grogi sih kalo main offline, sebab first impression (kesan pertama bertemu) mempengaruhi psikologis saya, apalagi lawannya itu perempuan cantik (membuat tidak konsentrasi ditambah deg-degan). Adanya bridge online, saya lebih fokus & percaya diri, karena kebanyakan lawan tidak memajang fotonya. Walaupun, kalo bidding/main, pas ditanya jawabannya terlalu singkat, sesingkat kenanganku bersama dia (ea ea).
Kritik : kurangnya sikap sportivitas dari para peserta sih, masih banyak kejanggalan bidding & table play lawan.
Pesan untuk semuanya : kalah menang itu hal biasa, yang terpenting itu cari pengalaman. Sebab, pengalaman adalah guru terbaik. Jangan lupa untuk bermain fairplay. Semoga bridge online di Indonesia lebih maju dan berkualitas.
Salam olahraga !!!
Anonim, Peserta
Bagus bisa main bridge meskipun di dalam pondok pesantren, tiap tahun di adakan