• Tidak ada hasil yang ditemukan

Design Discipline

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 31-37)

2.12.5.1 Updated Design Class Diagram

Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 337) mengemukakan bahwa design class diagram dapat dikembangkan untuk setiap layernya, dimana pada view dan data access layer dapat dilakukan penentuan beberapa class baru. Pada domain layer, setiap class baru ditambahkan sebagai use case controllers.

Adanya tambahan method pada setiap class dalam updated class diagram dapat dilakukan, dimana method tersebut memiliki tiga jenis yaitu :

1. Constructor methods

Merupakan metode yang membentuk instance dari sebuah obyek

2. Data get and set methods

Merupakan metode yang mengambil dan mengubah nilai sebuah atribut.

3. Use case specific methods

Gambar 2.15 Updated Design Class Diagram ( Sumber : Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 339) ) 2.12.5.2 Completed Three-Layer Design Sequence Diagram

Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 325) menyatakan bahwa completed three-layer design sequence diagram adalah pengembangan dari first-cut sequence diagram dengan tambahan data access layer.

Gambar 2.16 Completed Three-Layer Design Sequence Diagram ( Sumber : Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 325) )

2.12.5.3 Package Diagram

Package diagram ini terdiri dari tiga bagian yaitu view layer, domain layer dan data access layer. Diagram ini digambarkan dengan persegi panjang, sedangkan untuk hubungan antar package digambarkan dengan anak panah bergaris putus-putus. Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 339) menjelaskan bahwa package diagram adalah diagram yang mengelompokkan elemen-elemen dalam tingkatan unit yang lebih tinggi. Kegunaan package diagram ini adalah untuk mengelompokkan kelas-kelas dari suatu kelompok yang terkait.

Gambar 2.17 Package Diagram

( Sumber : Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 341) ) 2.12.5.4 User Interface

User Interface menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005 : 442), memiliki input dan ouput serta melibatkan interaksi dari pengguna sistem secara langsung untuk menghasilkan input maupun output tersebut. Saat pengguna

menggunakan sistem tersebut terdapat aspek-aspek yang berkaitan dengan user interface tersebut. Berikut adalah penjelasan aspek-aspek tersebut :

1. Aspek fisik

Merupakan perangkat yang dapat dilihat dan disentuh secara langsung, sebagai contoh perangkat keras (hardware), seperti keyboard, mouse, printer dan lain-lain.

2. Aspek persepsi

Merupakan hal yang dapat dicakup oleh indera manusia seperti penglihatan (garis, angka, kata-kata, bentuk), pendengaran (suara notifikasi dari sistem), atau penyentuhan oleh pengguna (menggunakan mouse untuk mengakses tombol-tombol di layar).

3. Aspek konseptual

Merupakan hal-hal yang diketahui pengguna mengenai penggunaan sistem, operasi yang dapat dilaksanakan, serta prosedur yang diikuti agar operasi yang dilakukan berjalan dengan baik.

2.12.5.5 Deployment Environment

Deployment environment menurut Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 270), terdiri dari hardware, system software, serta network environment yang memiliki hubungan bagaimana sistem akan beroperasi.

1. Single Computer and Multitier Architecture

Single – computer bekerja pada sebuah single computer system dan secara langsung dipasang pada device di mana bisa berdiri sendiri dalam sebuah PC application. Keuntungan utama dari single – computer architecture adalah simple dan sistem informasi yang digunakan secara relatif mudah dirancang, dibangun, dioperasikan, dan dipertahankan.

Multitier Architecture bekerja pada multiple computer system dalam sebuah upaya yang korporatif dan sesuai dengan kebutuhan proses informasi. Multitier Architecture dapat dibagi dua yakni Clustered architecture dan Multicomputer architecture.

Clustured architecture adalah kumpulan komputer dengan tipe yang sama di mana dapat saling bertukar informasi dan bertindak sebagai suatu sistem komputer dalam skala yang besar. Sedangkan multicomputer architecture adalah kumpulan dari berbagai macam komputer yang berbeda di mana dapat saling bertukar informasi melalui fungsi yang spesifik.

2. Centralized and Distributed Architecture

Centralized architecture merupakan arsitektur yang melokasikan seluruh computing resources dalam sebuah lokasi yang sentral atau single location. Centralized architecture biasanya digunakan pada proses aplikasi dalam skala yang besar dan real time application.

Distributed architecture adalah arsitektur yang mengembangkan computing resources pada beberapa lokasi di mana terhubung oleh sebuah computer network.

3. Computer Network

Computer network merupakan sebuah set transmission lines, specialized hardware, dan communication protocols yang memungkinkan komunikasi antara users dan sistem komputer yang berbeda.

Computer network dapat dibagi berdasarkan jarak yang merentang, yakni Local Area Network (LAN) dan Wide Area Network (WAN). Local Area Network (LAN) berjarak kurang dari satu kilometer dan menghubungkan komputer dalam satu bangunan atau lantai. Wide Area Network (WAN) dapat digunakan untuk menghubungkan komputer lebih dari satu kilometer, atau jarak yang berskala besar.

Internet adalah sebuah kumpulan jaringan global yang menggunakan protocol-TCP/IP dari jaringan yang sama. World Wide Web (WWW), juga biasa disebut dengan Web merupakan sebuah kumpulan sumber-sumber seperti dokumen-dokumen dan program-program yang dapat diakses dengan internet menggunakan protokol standar.

Sedangkan Intranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol Internet tapi dapat diakses hanya dengan kumpulan pengguna internal yang terbatas. Intranet juga menggambarkan kumpulan sumber-sumber yang dapat diakses secara pribadi yang dikelola dan dikirimkan lewat satu protokol Web atau lebih dengan jaringan yang mendukung TCP/IP.

Extranet merupakan intranet yang telah diperluas diluar organisasi, untuk secara langsung dihubungkan dengan organisasi, untuk memfasilitasi arus informasi.

2.12.5.6 Software Architecture

Software Architecture menurut Satzinger, Jackson dan Burd (2005 : 277) adalah deployment environment yang simple seperti single centralized computer dapat disesuaikan dengan simple software architecture. Hal ini berbeda dengan distributed, multitier hardware, dan network architectures yang memerlukan software architecture yang lebih kompleks.

1. Client atau Server Architecture

Client / server architecture dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu client dan server. Server adalah sebuah proses, modul, object, atau komputer yang menyajikan layanan atas network. Server mengelola satu atau lebih sumber sistem informasi atau menyediakan well-defined services. Sedangkan client adalah sebuah proses, modul, object, atau komputer yang meminta layanan dari satu server atau lebih. Client berkomunikasi

dengan server untuk meminta sumber-sumber atau layanan, dan server menanggapi permintaan tersebut.

2. Three-Layer Client atau Server Architecture

Client / server architecture yang membagi aplikasi ke dalam view layer, business logic layer, dan data layer. View layer berisikan user interface yang menerima input dan format dari user, serta menampilkan hasil dari proses tersebut. Business logic layer berisikan program yang mengimplementasikan peraturan dan prosedur bisnis dari sebuah aplikasi. Sedangkan data layer merupakan bagian dari three-layer architecture yang berinteraksi dengan database untuk mengelola data yang disimpan.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 31-37)

Dokumen terkait