• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian

Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pengaruh teknik Ice Breaking terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di Kelas III SDIT Nuruushiddiiq. Hasil penelitian merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, hasil penelitian diawali dengan deskripsi dari gambaran setiap variabel (variabek X1 dan variabel X2) yang dilanjutkan dengan deskripsi tentang perbedaan variabel X1 dengan variabel X2 sebagai hasil analisis data.

1. Deskripsi variabel X1 (Penerapan Ice Breaking pada Mata Pelajaran IPA di Kelas III SDIT Nuurushiddiiq Kedawung Cirebon)

Data tentang variabel Ice Breaking (X1) diambil dari hasil angket yang telah disebarkan kepada responden sebanyak 23 siswa yang ditetapkan sebagai sampel. Terdapat 10 item pertanyaan dalam angket tentang penerapan Ice Breaking. Penyekoran dilakukan dengan pemberian skor 2 untuk jawaban ya dan skor 1 untuk jawaban tidak.

Untuk mengetahui menghitung jumlah reponden yang menjawab tiap item angket maka digunakan rumus berikut:1

P=𝐹

𝑁 x 100%

1 Casta, Dasar-dasar Statistika Pendidikan, (Cirebon: STAI Bunga Bangsa, 2014), h. 50

Keterangan:

P= Presentase

F= Frekuensi data yang diambil N= Jumlah Data

Prensentase yang diperoleh kemudian dikonversikan dengan tabel konversi. Adapun rumusnya sebagai berikut:

Tabel 4.1 Penafsiran Kuantitatif Skala Presentasi

Presentase Penafsiran

100% Seluruhnya

90%-99% Hampir seluruhnya

60%-89% Sebagian besar

51%-59% Lebih dari setengahnya

50% Setengahnya

40%-49% Hampir setangahnya

10%39% Sebagian kecil

1%-9% Sebagian sekali

0% Tidak ada sama sekali

Dari hasil perhitungan di atas, selanjutnya disimpulkan menggunakan ketentuan penafsiran presentase skor senagai berikut:

Tabel 4.2 Penafsiran Presentase Skor

Presentase Penafsiran

86% - 100% Sangat baik/sangat tinggi

76% - 85% Baik/tinggi

60% - 75% Cukup baik/cukup tinggi

55% - 59% Kurang baik/kurang tinggi

<54% Kurang sekali

Adapun data mengenai penerapan Ice Breaking secara kuantitatif dapat dilihat dari tabulasi sebagai berikut:

Tabel 4.3 Siswa aktif dalam pembelajaran

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

1 Ya 2 19 83 38

Tidak 1 4 17 4

Jumlah 23 100 42

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (83%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa aktif dalam belajar. Dan sebagian kecil (17%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking tidak membuat siswa lebih aktif.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 42

46 x 100% = 91,30% (dibulatkan menjadi 91%), artinya bahwa

Ice Breaking membuat siswa aktif dalam pembelajaran adalah sangat baik.

Tabel 4.4 Siswa tidak mudah merasa bosan ketika sedang belajar No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

2 Ya 2 17 74 34

Tidak 1 6 26 6

Jumlah 23 100 40

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (74%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak mudah merasa ketika sedang belajar. Dan sebagian kecil (26%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking tidak membuat siswa mudah merasa bosan ketika sedang belajar.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 40

46 x 100% = 86,95% (dibulatkan menjadi 87%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak mudah merasa bosan ketika belajar adalah sangat baik.

Tabel 4.5 Siswa tidak senang ketika belajar

No Alternatif jawaban Bobot (-) F % Skor

3 Ya 1 8 35 8

Tidak 2 15 65 30

Jumlah 23 100 38

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian kecil (35%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak senang ketika belajar. Dan sebagian besar (65%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking tidak membuat siswa tidak senang ketika belajar.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa

3

46 x 100% = 82,60% (dibulatkan menjadi 83%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak senang ketika belajar adalah baik.

Tabel 4.6 Siswa tidak malu bertanya

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

4 Ya 2 20 87 40

Tidak 1 3 13 3

Jumlah 23 100 43

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (87%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak malu untuk bertanya. Dan sebagian kecil (13%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak malu untuk bertanya.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa

43

46 x 100% = 93,47% (dibulatkan menjadi 93%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak malu untuk bertanya adalah sangat baik.

Tabel 4.7 Pelajaran menjadi lebih bermakna

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

5 Ya 2 20 87 40

Tidak 1 3 13 3

Jumlah 23 100 43

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (87%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat pelajaran menjadi lebih bermakna. Dan sebagian kecil (13%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking membuat pelajaran menjadi lebih bermakna.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa

43

46 x 100% = 93,47% (dibulatkan menjadi 93%), artinya bahwa Ice Breaking membuat pelajaran menjadi lebih bermakna adalah sangat baik.

Tabel 4.8 Siswa mudah memahami materi pelajaran

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

6 Ya 2 20 87 40

Tidak 1 3 13 3

Jumlah 23 100 43

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (87%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa mudah memahami materi pelajaran. Dan sebagian

kecil (13%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking membuat siswa mudah memahami materi pelajaran

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 43

46 x 100% = 93,47% (dibulatkan menjadi 93%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa mudah memahami pelajaran adalah sangat baik.

Tabel 4.9 Siswa lebih berpikir kreatif

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

7 Ya 2 17 74 34

Tidak 1 6 26 6

Jumlah 23 100 40

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (74%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa lebih berpikir kreatif. Dan sebagian kecil (26%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking membuat siswa lebih berpikir kreatif.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 40

46 x 100% = 86,95% (dibulatkan menjadi 87%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa lebih berpikir kreatif adalah sangat baik.

Tabel 4.10 Aktif bekerja sama dalam kelompok

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

8 Ya 2 22 96 44

Tidak 1 1 4 1

Jumlah 23 100 45

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan hampir seluruhnya (96%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa aktif bekerja sama dalam kelompok. Dan sedikit sekali (4%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking membuat siswa aktif bekerja sama dalam kelompok.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 44

46 x 100% = 95,65% (dibulatkan menjadi 96%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa aktif bekerja sama dalam kelompok adalah sangat baik.

Tabel 4.11 Tidak bersemangat ketika belajar

No Alternatif jawaban Bobot (-) F % Skor

9 Ya 1 4 17 4

Tidak 2 19 83 38

Jumlah 23 100 42

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian kecil (17%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak bersemangat ketika belajar. Dan sebagian besar (83%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak bersemangat ketika belajar.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa

42

46 x 100% = 91,30% (dibulatkan menjadi 91%), artinya bahwa Ice Breaking membuat siswa tidak bersemangat ketika belajar adalah sangat baik.

Tabel 4.12 Mengobrol dengan teman ketika guru menjelaskan No Alternatif jawaban Bobot (-) F % Skor

10 Ya 1 7 30 7

Tidak 2 16 70 32

Jumlah 23 100 39

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian kecil (30%) responden menyatakan ya bahwa Ice Breaking, siswa mengoberol dengan teman ketika guru menjelaskan. Dan sebagian besar (70%) responden menyatakan tidak bahwa Ice Breaking, siswa mengobrol dengan teman ketika belajar.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 39

46 x 100% = 84,78% (dibulatkan menjadi 85%), artinya bahwa Ice Breaking siswa mengobrol dengan teman ketika guru menjelaskan adalah baik.

Tabel 4.13 Data Hasil Angket Ice Breaking

No Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 12

2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 19

3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

5 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 16

6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

7 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 19

8 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

9 1 2 1 1 2 1 1 2 2 1 14

10 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 15

11 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 16

12 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 15

13 2 2 1 1 2 2 2 2 1 1 16

14 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

16 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

17 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

18 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 19

19 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 16

20 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

21 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 18

22 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

23 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 18

Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh kategori Ice Breaking, maka peneliti akan membuat rekapitulasi hasil angket sebagai berikut:

Tabel 4.14 Rekapitulasi hasil angket Ice Breaking

No Item % Interprestasi

1 91 Sangat baik

2 87 Sangat baik

3 83 Baik

4 93 Sangat baik

5 93 Sangat baik

6 93 Sangat baik

7 87 Sangat baik

8 96 Sangat baik

9 91 Sangat baik

10 85 Baik

Jumlah 899 -

Rata-rata 89,9 Sangat baik

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban siswa tentang pengaruh Ice Breaking pada mata pelajaran IPA adalah 89,9% (dibulatkan menjadi 90%) yang termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Ice Breaking pada mata pelajaran IPA di Kelas III SDIT Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon termasuk ke dalam kategori sangat baik.

2. Deskripsi variabel Y1 (Motivasi belajar pada Mata Pelajaran IPA di Kelas III SDIT Nuurushiddiiq Kedawung Cirebon)

Data tentang variabel Motivasi Belajar (Y1) diambil dari hasil angket yang telah disebarkan kepada responden sebanyak 23 siswa yang ditetapkan sebagai sampel. Terdapat 10 item pertanyaan dalam

angket tentang motivasi belajar siswa. Penyekoran dilakukan dengan pemberian skor 2 untuk jawaban ya dan skor 1 untuk jawaban tidak.

Untuk mengetahui menghitung jumlah reponden yang menjawab tiap item angket maka digunakan rumus berikut:

P=𝐹

𝑁 x 100%

Keterangan:

P= Presentase

F= Frekuensi data yang diambil N= Jumlah Data

Prensentase yang diperoleh kemudian dikonversikan dengan tabel konversi. Adapun rumusnya sebagai berikut:

Tabel 4.15 Penafsiran Kuantitatif Skala Presentasi

Presentase Penafsiran

100% Seluruhnya

90%-99% Hampir seluruhnya

60%-89% Sebagian besar

51%-59% Lebih dari setengahnya

50% Setengahnya

40%-49% Hampir setangahnya

10%39% Sebagian kecil

1%-9% Sebagian sekali

0% Tidak ada sama sekali

Dari hasil perhitungan di atas, selanjutnya disimpulkan menggunakan ketentuan penafsiran presentase skor senagai berikut:

Tabel 4.16 Penafsiran Presentase Skor

Presentase Penafsiran

86% - 100% Sangat baik/sangat tinggi

76% - 85% Baik/tinggi

60% - 75% Cukup baik/cukup tinggi

55% - 59% Kurang baik/kurang tinggi

<54% Kurang sekali

Adapun data mengenai motivasi belajar secara kuantitatif dapat dilihat dari tabulasi sebagai berikut:

Tabel 4.17 Siswa berusaha hadir tepat waktu

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

1 Ya 2 20 87 40

Tidak 1 3 13 3

Jumlah 23 100 43

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (87%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa berusaha hadir tepat waktu. Dan sebagian kecil (13%)

responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa berusaha hadir tepat waktu.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 43

46 x 100% = 93,47% (dibulatkan menjadi 93%), artinya bahwa motivasi belajar siswa berusaha hadir tepat waktu adalah sangat tinggi.

Tabel 4.18 Sering keluar kelas saat pelajaran berlangsung No Alternatif jawaban Bobot (-) F % Skor

2 Ya 1 5 22 5

Tidak 2 18 78 36

Jumlah 23 100 41

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (78%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa, sering keluar kelas saat jam pelajaran. Dan sebagian kecil (22%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa, sering keluar kelas saat jam pelajaran.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 41

46 x 100% = 89,13% (dibulatkan menjadi 89%), artinya bahwa motivasi belajar siswa tidak sering keluar kelas saat jam pelajaran adalah sangat tinggi.

Tabel 4.19 Belajar kembali di rumah dengan jadwal belajar yang teratur

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

3 Ya 2 14 61 28

Tidak 1 9 39 9

Jumlah 23 100 37

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (61%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa belajar kembali di rumah dengan jadwal yang teratur.

Dan sebagian keil (39%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa belajar kembali di rumah dengan jadwal yang teratur.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 37

46 x 100% = 80,43% (dibulatkan menjadi 80%), artinya bahwa motivasi belajar siswa belajar kembali di rumah dengan jadwal yang teratur adalah tinggi.

Tabel 4.20 Mencontek pekerjaan teman

No Alternatif jawaban Bobot (-) F % Skor

4 Ya 1 5 22 5

Tidak 2 18 78 36

Jumlah 23 100 41

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian kecil (22%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa, mencontek pekerjaan teman. Dan sebagian besar (78%)

responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa, mencontek pekerjaan teman.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 41

46 x 100% = 89,13% (dibulatkan menjadi 89%), artinya bahwa motivasi belajar siswa tidak mencontek pekerjaan teman adalah sangat tinggi.

Tabel 4.21 Siswa senang belajar sampai larut untuk menyelesaikan PR

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

5 Ya 2 12 52 24

Tidak 1 11 48 11

Jumlah 23 100 35

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa lebih dari setengahnya (52%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa belajar sampai larut malam untuk menyelesaikan PR.

Dan hampir setengahnya (48%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa belajar sampai larut malam untuk menyelesaikan PR.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 35

46 x 100% = 76,08% (dibulatkan menjadi 76%), artinya bahwa motivasi belajar siswa belajar sampai larut malam untuk menyelesaikan PR adalah baik.

Tabel 4.22 Senang mengajak teman berdiskusi

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

6 Ya 2 17 74 34

Tidak 1 6 26 6

Jumlah 23 100 40

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (74%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa senang mengajak teman berdiskusi. Dan sebagian kecil (26%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa senang mengajak teman berdiskusi.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 40

46 x 100% = 86,95% (dibulatkan menjadi 87%), artinya bahwa motivasi belajar siswa senang mengajak teman berdiskusi adalah sangat tinggi.

Tabel 4.23 Memperhatikan dengan baik ketika Guru sedang menerangkan

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

7 Ya 2 19 83 38

Tidak 1 4 17 4

Jumlah 23 100 42

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (83%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa memperhatikan dengan baik ketika Guru sedang

menerangkan. Dan sebagian kecil (17%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa memperhatikan dengan baik ketika Guru sedang menerangkan.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 42

46 x 100% = 91,30% (dibulatkan menjadi 91%), artinya bahwa motivasi belajar siswa memperhatikan dengan baik ketika Guru sedang menerangkan adalah sangat tinggi.

Tabel 4.24 Siswa merasa puas bila nilai ujian tidak ada yang dikategorikan mengulang

No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

8 Ya 2 17 74 34

Tidak 1 6 26 6

Jumlah 23 100 40

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (74%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa merasa puas bila nilai ujian tidak ada yang dikategorikan mengulang. Dan sebagian kecil (26%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa merasa puas bila nilai ujian tidak ada yang dikategorikan mengulang.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 40

46 x 100% = 86,95% (dibulatkan menjadi 87%), artinya bahwa motivasi belajar siswa merasa puas bila nilai ujian tidak ada yang dikategorikan mengulang adalah sangat tinggi.

Tabel 4.25 Berusaha menyelesaikan tugas dengan usaha sendiri No Alternatif jawaban Bobot F % Skor

9 Ya 2 17 74 34

Tidak 1 6 26 6

Jumlah 23 100 40

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (74%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa berusaha mengerjakan tugas dengan sendiri. Dan sebagian kecil (26%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa berusaha mengerjakan tugas dengan usaha sendiri.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 40

46 x 100% = 86,95% (dibulatkan menjadi 87%), artinya bahwa motivasi belajar siswa berusaha mengerjakan tugas dengan usaha sendiri adalah sangat tinggi.

Tabel 4.26 Senang merasa tidak perlu belajar diluar jam pelajaran atau ketika pelajaran kosong

No Alternatif jawaban Bobot (-) F % Skor

10 Ya 1 8 35 8

Tidak 2 15 65 30

Jumlah 23 100 38

Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar (65%) responden menyatakan ya bahwa motivasi belajar siswa merasa tidak perlu belajar diluar jam pelajaran atau

ketika jam pelajaran kosong. Dan sebagian kecil (35%) responden menyatakan tidak bahwa motivasi belajar siswa merasa tidak perlu belajar diluar jam pelajaran atau ketika jam pelajaran kosong.

Kesimpulan jawaban hasil angket di atas dapat diketahui bahwa 38

46 x 100% = 82,60% (dibulatkan menjadi 83%), artinya bahwa motivasi belajar siswa merasa tidak perlu belajar diluar jam pelajaran atau jam pelajaran kosong adalah tinggi.

Tabel 4.27 Data Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa

No Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 13

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19

4 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 19

5 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 17

6 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 19

7 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 19

8 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 17

9 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 17

10 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 15

11 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 15

12 2 2 1 2 1 1 2 1 2 1 15

13 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 13

14 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 15

15 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 18

16 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

17 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

18 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19

19 2 2 1 2 2 2 1 2 2 1 17

20 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 19

21 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 17

22 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20

23 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 12

Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh kategori motivasi belajar maka peneliti akan membuat rekapitulasi hasil angket sebagai berikut:

Tabel 4.28 Rekapitulasi Hasil Angket Motivasi Belajar

No Item % Interprestasi

1 93 Sangat tinggi

2 89 Sangat tinggi

3 80 Tinggi

4 89 Sangat tinggi

5 76 Tinggi

6 87 Sangat tinggi

7 91 Sangat tinggi

8 87 Sangat tinggi

9 87 Sangat tinggi

10 83 Tinggi

Jumlah 862 -

Rata-rata 86,2 Sangat tinggi

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban siswa tentang motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA adalah 86,2% (dibulatkan menjadi 86%) yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di Kelas III SDIT Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon termasuk ke dalam kategori sangat tinggi.

Dokumen terkait