BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian
Peneliti menggunakan pengkategorian guna mempermudah dalam membaca skor yang diperoleh. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 192), jika membuat pengkategorian, maka skor maksimal dibagi dengan kategori yang diinginkan dan hasil tersebut adalah besar interval dalam ketegori tersebut. Berikut adalah pengkategorian hasil angket motivasi
53
belajar IPA serta pengkategorian hasil observasi untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol:
Tabel 7. Pengkategorian Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Kategori Rentang Nilai
Sangat Baik 79-104
Baik 53-78
Cukup 27-52
Kurang 1-26
Tabel 8. Pengkategorian Hasil Observasi Guru Kategori Rentang Nilai
Sangat Baik 31-40
Baik 21-30
Cukup 11-20
Kurang 1-10
Tabel 9. Pengkategorian Hasil Observasi Guru Kategori Rentang Nilai
Sangat Baik 25-32
Baik 17-24
Cukup 9-16
Kurang 1-8
1. Data Pre-Test Motivasi Belajar IPA Kelas Eksperimen
Pre-test motivasi belajar IPA kelas eksperimen dilakukan pada tanggal 2 Mei 2015. Setelah diadakan pre-test data yang diperoleh
54
kemudian diolah, untuk mengetahui data distribusi frekuensi pre-test
pada kelas eksperimen. Rincian data distribusi frekuensi pre-test
motivasi belajar IPA dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 10. Data Distribusi Frekuensi Pre-Test motivasi belajar IPA Kelas Eksperimen Kriteria Frekuensi Sangat Baik (79-104) 6 Baik (53-78) 13 Cukup (27-52) 3 Kurang(0-26) 2 Total 1682 Rata-Rata 70,08 Nilai Tertinggi 88 Nilai Terendah 26
Berdasarkan pada tabel 10, diketahui bahwa pre-test motivasi belajar IPA kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 70,08 dengan kategori baik. Nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 26. Siswa yang memperoleh kriteria nilai kurang sebanyak 2 siswa, cukup sebanyak 3 siswa, baik sebanyak 13 siswa dan sangat baik sebanyak 6 siswa.
2. Data Pre-Test Motivasi Belajar IPA Kelas Kontrol
Pre-test motivasi belajar IPA kelas kontrol dilakukan pada tanggal 2 Mei 2015. Setelah diadakan pre-test data yang diperoleh
55
kemudian diolah, untuk mengetahui data distribusi frekuensi pre-test
pada kelas kontrol. Rincian data distribusi frekuensi pre-test motivasi belajar IPA dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 11. Data Distribusi Frekuensi Pre-Test motivasi belajar IPA Kelas Kontrol. Kriteria Frekuensi Sangat Baik (79-104) 5 Baik (53-78) 17 Cukup (27-52) 3 Kurang(0-26) 1 Total 1824 Rata-Rata 70,15 Nilai Tertinggi 83 Nilai Terendah 26
Berdasarkan pada tabel 11, diketahui bahwa pre-test motivasi belajar IPA kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 70,15 dengan kategori baik. Nilai tertinggi 83 dan nilai terendah 26. Siswa yang memperoleh kriteria nilai kurang sebanyak 1 siswa, cukup sebanyak 3 siswa, baik sebanyak 15 siswa dan sangat baik sebanyak 11 siswa. 3. Data Post-Test Motivasi Belajar IPA Kelas Eksperimen
Post-Test motivasi belajar IPA kelas eksperimen dilakukan sebanyak empat kali. Post-test pertama dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2015, kedua pada tanggal 7 Mei 2015, ketiga pada tanggal 12 Mei
56
2015, dan keempat pada tanggal 13 Mei 2015. Setelah diadakan post-test data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui data distribusi frekuensi post-test pada kelas eksperimen. Rincian data distribusi frekuensi post-test motivasi belajar IPA dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 12. Data Distribusi Frekuensi Post-Test motivasi belajar IPA Kelas Eksperimen
Kriteria Frekuensi
Post-1 Post-2 Post-3 Post-4
Sangat Baik (79-104) 14 18 18 22 Baik (53-78) 9 6 6 2 Cukup (27-52) 1 0 0 0 Kurang(0-26) 0 0 0 0 Total 1908 1934 1980 2029 Rata-Rata 79,5 80,58 82,5 84,54 Nilai Tertinggi 98 94 93 98 Nilai Terendah 42 56 69 71
Rata-Rata Nilai Post-Test
Kelas Eksperimen
81,78
Berdasarkan pada tabel 12, diketahui bahwa post-test pertama motivasi belajar IPA kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 79,5, post-test kedua sebesar 80,58, post-test ketiga sebesar 82,5, dan
57
sebesar 98, post-test kedua sebesar 94, post-test ketiga sebesar 93 dan
post-test keempat sebesar 98. Nilai terendah post-test pertama sebesar 42, post-test kedua sebesar 56, post-test ketiga sebesar 69 dan post-test
keempat sebesar 71. Selain itu juga diketahui bahwa nilai rata-rata
post-test kelas eksperimen sebesar 81,78 dengan kategori sangat baik. 4. Data Post-Test Motivasi Belajar IPA Kelas Kontrol
Post-Test motivasi belajar IPA kelas kontrol dilakukan sebanyak empat kali. Post-test pertama dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2015, kedua pada tanggal 7 Mei 2015, ketiga pada tanggal 12 Mei 2015, dan keempat pada tanggal 13 Mei 2015. Setelah diadakan post-test data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui data distribusi frekuensi post-test pada kelas kontrol. Rincian data distribusi frekuensi post-test motivasi belajar IPA dapat dilihat dalam tabel berikut.
58
Tabel 13. Data Distribusi Frekuensi Post-Test motivasi belajar IPA Kelas Kontrol
Kriteria Frekuensi
Post-1 Post-2 Post-3 Post-4
Sangat Baik (79-104) 5 10 7 7 Baik (53-78) 17 13 16 16 Cukup (27-52) 4 3 3 2 Kurang(0-26) 0 0 0 1 Total 1834 1825 1806 1807 Rata-Rata 70,53 70,19 69,46 69,5 Nilai Tertinggi 84 86 86 85 Nilai Terendah 27 28 27 26
Rata-Rata Nilai Post-Test
Kelas Kontrol
69,93
Berdasarkan pada tabel 13, diketahui bahwa post-test pertama motivasi belajar IPA kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 70,53, post-test kedua sebesar 70,19, post-test ketiga sebesar 69,46, dan post-test keempat sebesar 69,5. Nilai tertinggi post-test pertama sebesar 84, post-test kedua sebesar 86, post-test ketiga sebesar 86 dan
post-test keempat sebesar 85. Nilai terendah post-test pertama sebesar 27, post-test kedua sebesar 28, post-test ketiga sebesar 27 dan post-test
keempat sebesar 26. Selain itu juga diketahui bahwa nilai rata-rata
59
5. Data Hasil Observasi Motivasi Belajar IPA kelas Eksperimen – Kontrol
Observasi motivasi belajar IPA kelas eksperimen-kontrol dilakukan dengan cara mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi untuk guru menunjukkan bagaimana keterlaksanaan proses pembelajaran IPA oleh guru di kelas eksperimen dan kontrol. Observasi untuk siswa menunjukkan bagaimana motivasi belajar IPA siswa kelas eksperimen dan kontrol pada saat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran
Quantum Teaching untuk kelas eksperimen dan ceramah bervariasi untuk kelas kontrol berlangsung. Observer kemudian mencatat hasil pengamatannya dalam bentuk skor-skor pada lembar observasi sesuai ketentuan yang sudah ada. Selanjutnya rata-rata perolehan skor observasi kelas eksperimen dibandingkan dengan data hasil observasi kelas kontrol. Perbandingan skor observasi kelas eksperimen-kontrol selanjutnya disajikan pada tabel berikut.
Tabel 14. Perbandingan Skor Observasi Guru Kelas Eksperimen-Kontrol
Kelas Pertemuan ke- Rata-Rata Kategori I II III IV Kelas Eksperimen 36 36 37 39 37 Sangat Baik
60
Berdasarkan pada tabel 14, diketahui bahwa perolehan skor observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru kelas eksperimen pada pertemuan pertama sebesar 36, pertemuan kedua sebesar 36, pertemuan ketiga sebesar 37, dan pada pertemuan keempat sebesar 39. Rata-rata perolehan skor observasi guru kelas eksperimen selama empat kali pertemuan adalah 37 dengan kategori sangat baik. Sementara itu, perolehan skor observasi guru kelas kontrol pada pertemuan pertama sebesar 28, pertemuan kedua sebesar 29, pertemuan ketiga sebesar 28, dan pada pertemuan keempat sebesar 27. Rata-rata perolehan skor observasi guru kelas kontrol selama empat kali pertemuan adalah 28 dengan kategori baik. Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwa rata-rata perolehan skor observasi guru kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata skor observasi guru kelas kontrol dengan selisih 9.
Tabel 15. Perbandingan Rata-Rata Skor Observasi Siswa Kelas Eksperimen-Kontrol
Kelas Pertemuan ke- Rata-Rata Kategori I II III IV Kelas Eksperimen 28 29 29 30 29 Sangat Baik
Kelas Kontrol 18 20 20 20 19,5 Baik Berdasarkan pada tabel 15, diketahui bahwa perolehan skor observasi siswa kelas eksperimen pada pertemuan pertama sebesar 28, pertemuan kedua sebesar 29, pertemuan ketiga sebesar 29, dan pada
61
pertemuan keempat sebesar 30. Rata-rata perolehan skor observasi siswa kelas eksperimen selama empat kali pertemuan adalah 29 dengan kategori sangat baik. Sementara itu, perolehan skor observasi siswa kelas kontrol pada pertemuan pertama sebesar 18, pertemuan kedua sebesar 20, pertemuan ketiga sebesar 20, dan pada pertemuan keempat sebesar 20. Rata-rata perolehan skor observasi siswa kelas kontrol selama empat kali pertemuan adalah 19,5 dengan kategori baik. Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwa rata-rata perolehan skor observasi siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata skor observasi siswa kelas kontrol dengan selisih 9,5.