• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Data

Pada penelitian ini, peneliti mencoba mengukur atau menilai motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan metode

role playing (bermain peran) melalui penyebaran angket. Total pertanyaan adalah sebanyak 30 item yang terdiri dari 15 pertanyaan angket motivasi belajar siswa dan 15 pertanyaan angket metode role playing (bermain peran) yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dan jumlah responden yang masuk dalam pengolahan data tersebut sebanyak 23 orang.

Setelah menyebarkan angket, hasil yang didapat dari setiap item pertanyaan dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi berikut ini yang di dalamnya terdapat presentase dengan menggunakan rumus:

P = X 100 %

Keterangan :

P : Angka prosentase

F: Frekuensi (jumlah responden)

N: Jumlah individu 100% bilangan tetap (konstanta). Adapun data tabel frekuensi peneliti paparkan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Pernyataan No.1

Belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing

(bermain peran) menarik dan menyenangkan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 19 82,61

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 19 responden (82,61%) sangat setuju belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing

menarik dan menyenangkan, 4 responden (17,39%) setuju belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing menarik dan menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa responden senang belajar bahasa Indonesia dengan manggunakan metode pambelajaran aktif role playing.

Tabel 4.2 Pernyataan No. 2

Dengan menggunakan metode role playing (bermain peran), saya dan teman-teman aktif dalam proses belajar bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 21 91,30

2 Setuju 2 8,7

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 21 responden (91,30%) sangat setuju menggunakan metode role playing membuat responden aktif dalam proses belajar bahasa Indonesia, dan sisanya 2 responden (8,7%) setuju menggunakan metode role playing membuat responden aktif dalam proses bahasa Indonesia. Hal ini menjelaskan bahwa adanya keaktifan dalam belajar bahasa Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam belajar bahasa Indonesia.

Tabel 4.3 Pernyataan No.3

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) membuat saya semakin akrab dengan teman-teman

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 18 78,26

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) sangat setuju belajar menggunakan metode role playing membuat responden semakin akrab dengan teman-teman nya sehingga responden semakin senang dan bersemangat untuk belajar bersama teman-teman, 5 responden (21,74%) setuju belajar menggunakan metode role playing membuat responden semakin akrab dengan teman-teman nya sehingga responden semakin senang dan bersemangat untuk belajar bersama teman-teman. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing.

Tabel 4.4 Pernyataan No.4

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) membuat saya akrab dengan guru

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 21 91,30

2 Setuju 2 8,7

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Tabel diatas menunjukkan 21 responden (91,30%) sangat setuju belajar dengan menggunakan metode role playing membuat responden akrab dengan guru dan berani bertanya, 2 responden (8,7%) setuju belajar dengan menggunakan metode role playing membuat responden akrab dengan guru dan berani bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing.

Tabel 4.5 Pernyataan No.5

Belajar dengan meggunakan metode role playing (bermain peran) dapat meningkatkan keterampilan bertanya bertanya

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 21 91,30

2 Setuju 2 8,7

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 21 responden (91,30%) sangat setuju belajar menggunakan metode role playing dapat meningkatkan keterampilan bertanya, dan 2 responden (8,7%) setuju belajar menggunakan metode role playing dapat meningkatkan keterampilan bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing.

Tabel 4.6 Pernyataan No. 6

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) dapat menumbuhkan rasa percaya diri saya dalam belajar

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) sangat setuju belajar menggunakan metode role playing dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri responden dalam belajar, 5 responden (21,74%) setuju belajar menggunakan metode role playing dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri responden dalam belajar, 1 responden (4,35%) kurang setuju belajar menggunakan metode role playing dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri responden dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing.

Tabel 4.7 Pernyataan No.7

Lelah saat guru bahasa Indonesia melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing (bermain peran)

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 1 4,35

4 Tidak Setuju 22 95,65

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 1 responden (4,35%) kurang setuju melelahkan jika dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan metode role playing, 22 responden (95,65%) tidak setuju melelahkan jika dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan metode role playing. Hal ini menjelaskan bahwa adanya

keaktifan dalam belajar bahasa Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam belajar bahasa Indonesia

Tabel 4.8 Pernyataan No.8

Guru bahasa Indonesia selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya berkaitan dengan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 20 86,95

2 Setuju 3 13,05

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 20 responden (86,95%) sangat setuju jika guru bahasa Indonesia selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, 3 responden (13,05%) setuju jika guru bahasa Indonesia selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Hal ini menjelaskan bahwa adanya keaktifan dalam belajar bahasa Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam belajar bahasa Indonesia.

Tabel 4.9 Pernyataan No.9

Guru selalu membebaskan siswanya untuk berpendapat berkaitan dengan peristiwa yang telah diperankan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 18 78,26

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) sangat setuju jika guru selalu membebaskan siswanya untuk berpendapat berkaitan dengan peristiwa yang telah diperankan, 5 responden (21,74%) setuju jika guru selalu membebaskan siswanya untuk berpendapat berkaitan dengan peristiwa yang telah diperankan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya keaktifan dalam belajar bahasa Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam belajar bahasa Indonesia.

Tabel 4.10 Pernyataan No.10

Guru selalu memberikan pujian ketika ada siswa yang memainkan perannya dengan baik

No. Aternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 22 95,65

2 Setuju 1 4,35

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 22 responden (95,65%) sangat setuju jika guru selalu memberi pujian ketika ada siswa yang memainkan perannya dengan baik, 1 responden (4,35%) setuju jika guru selalu memberi pujian ketika ada siswa yang memainkan perannya dengan baik. Hal ini menunjukkan responden senang belajar bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran aktif role playing (bermain peran).

Tabel 4.11 Pernyataan No.11

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) membosankan

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 2 8,7

4 Tidak Setuju 21 91,30

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 21 responden (91,30%) sangat tidak setuju belajar dengan menggunakan metode role playing membosankan, 2 responden (8,7%) tidak setuju belajar dengan menggunakan metode role playing membosankan. Hal ini menunjukkan bahwa responden senang belajar bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran aktif role playing

(bermain peran).

Tabel 4.12 Pernyataan No.12

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) membuat siswa semakin senang dan bersemangat untuk

belajar bersama teman-teman

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 21 91,30

2 Setuju 2 8,7

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 21 responden (91,30%) sangat setuju belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) membuat responden semakin senang dan bersemangat untuk belajar bersama teman-teman, 2 responden (8,7%) setuju belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) membuat responden semakin senang dan bersemangat untuk belajar bersama teman-teman. Hal ini menunjukkan bahwa responden senang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran aktif role playing (bermain peran).

Tabel 4.13 Pernyataan No.13

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) mempermudah siswa untuk mengambil kesimpulan dari

sebuah peristiwa

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 15 78,26

2 Setuju 8 8,7

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 15 responden (78,26%) mengatakan sangat setuju jika belajar dengan menggunakan metode role playing

(bermain peran) mempermudah untuk mengambil kesimpulan dari sebuah peristiwa, 8 responden (8,7%) mengatakan setuju jika belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) mempermudah untuk mengambil kesimpulan dari sebuah peristiwa. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing (bermain peran).

Tabel 4.14 Pernyataan No 14

Tidak suka belajar dengan metode role playing (bermain peran), karena malu untuk memainkan sebuah peran

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 23 responden (100%) mengatakan sangat tidak setuju jika tidak suka belajar dengan metode role playing (bermain peran), karena malu untuk memainkan sebuah peran. Hal ini menunjukkan bahwa adanya keaktifan dalam belajar bahasa Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam belajar bahasa Indonesia.

Tabel 4.15 Pernyataan No. 15

Belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) mempermudah siswa untuk mengingat sebuah peristiwa

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 21 91,30

2 Setuju 2 8,7

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 21 responden (91,30%) mengatakan sangat setuju belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) mempermudah responden untuk mengingat sebuah peristiwa, sisanya 2 responden (8,7%) mengatakan setuju belajar dengan menggunakan metode role playing (bermain peran) mempermudah responden untuk mengingat sebuah peristiwa. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa bahasa Indonesia dengan menggunakan metode role playing (bermain peran).

Tabel 4.16 Pernyataan No. 16

Hadir tepat waktu pada saat ada pelajaran bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 18 78,26

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) sangat setuju hadir tepat waktu pada saat ada pelajaran bahasa Indonesia, 5 responden (21,74%) setuju hadir tepat waktu pada saat ada pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa responden mempunyai minat untuk hadir tepat waktu pada saat ada pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 4.17 Pernyataan No. 17

Mengikuti pelajaran bahasa Indonesia sampai selesai

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 18 78,26

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) sangat setuju mengikuti pelajaran bahasa Indonesia sampai selesai, dan sisanya 5 responden (21,74%) setuju mengikuti pelajaran bahasa Indonesia sampai. Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki minat untuk belajar bahasa Indonesia.

Pernyataan No. 18

Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang menyenangkan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 18 78,26

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) menganggap bahwa pelajaran bahasa Indonesia itu sangat menyenangkan, dan sisanya 5 responden (21,74%) mennganggap bahwa pelajaran bahasa Indonesia menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Tabel 4.19 Pernyataan No.19

Mempunyai keinginan untuk mendapatkan nilai tertinggi pada pelajaran bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 18 78,26

2 Setuju 5 21,74

3 Kurang Setuju 0 0

4 Tidak Setuju 0 0

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 18 responden (78,26%) sangat menginginkan untuk mendapatkan nilai tertinggi pada pelajaran bahasa Indonesia, dan sisanya 5 responden (21,74 %) menginginkan nilai tertinggi pada pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa responden mempunyai hasrat dan keinginan untuk berhasil pada pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 4.20 Pernyataan No. 20

Malas masuk kelas jika ada pelajaran bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 12 52,17

4 Tidak Setuju 11 47,83

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 12 responden (52,17%) kurang setuju jika malas masuk kelas ketika ada pelajaran bahasa Indonesia, dan sisanya 11 responden (47,83%) tidak setuju jika malas masuk kelas ketika ada peljaran bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa responden mempunyai minat terhadap pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 4.21 Pernyataan No. 21

Ketika guru bahasa Indonesia tidak masuk, siswa mendiskusikan pelajaran yang telah lalu dengan teman

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 17 73,91

2 Setuju 6 26,09

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 17 responden (73,91%) sangat setuju ketika guru bahasa Indonesia tidak masuk mendiskusikan pelajaran yang telah lalu dengan teman, 6 responden (26,09%) setuju ketika guru bahasa Indonesia tidak masuk mendiskusikan pelajaran yang telah lalu dengan teman. Hal ini menunjukkan bahwa responden lebh suka bekerja mandiri.

Tabel 4.22 Pernyataan No. 22

Belajar bahasa Indonesia ketika ada tugas atau ulangan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 8 34,78

4 Tidak Setuju 15 65,22

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 15 responden (65,21%) tidak setuju jika belajar bahasa Indonesia ketika ada tugas atau ulangan saja, dan sisanya 8 responden (65,22%) kurang setuju jika belajar bahasa Indonesia ketika ada tugas atau ulangan saja. Hal ini menunjukkan bahwa responden tekun dalam mengerjakan tugas.

Tabel 4.23 Pernyataan No.23

Jika merasa sulit mengerjakan tugas bahasa Indonesia maka tugas itu ditinggalkan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 8 34,78

4 Tidak Setuju 15 65,22

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 15 responden (65,22%) tidak setuju jika tidak bisa mengerjakan tugas bahasa Indonesia mereka meninggalkannya, dan sisanya 8 responden (34,78%) kurang setuju jika tidak bisa mengerjakan tugas bahasa Indonesia mereka meninggalkannya. Hal ini menunjukkan bahwa responden tekun dalam mengerjakan tugas.

Tabel 4.24 Pernyataan No. 24

Menikmati tugas-tugas yang sifatnya menuntut tanggungjawab pribadi

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 14 60,87

2 Setuju 9 39,13

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 14 responden (60,87%) sangat setuju menikmati tugas-tugas yang sifatnya menuntut tanggungjawab pribadi, sisanya 9 responden (39,13%) setuju menikmati tugas yang sifatnya menuntut tanggungjawab pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa responden tekun dalam mengerjakan tugas.

Tabel 4.25 Pernyataan No. 25

Puas jika mendapatkan nilai bahasa Indonesia lebih baik dari kemarin

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 14 60,87

2 Setuju 9 39,13

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 14 responden (60,87%) sangat setuju karena merasa puas jika mendapatkan nilai bahasa Indonesia lebih baik dari kemarin, dan sisanya 9 responden (39,13%) setuju karena merasa puas jika mendapatkan nilai bahasa Indonesia lebih baik dari kemarin. Hal ini

menunjukkan bahwa responden mempunyai hasrat dan keinginan berhasil pada pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 4.26 Pernyataan No. 26

Malu bertanya jika belum mengerti dengan materi yang diajarkan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 0 0

2 Setuju 0 0

3 Kurang Setuju 12 52,17

4 Tidak Setuju 11 47,83

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 12 responden (52,17%) kurang setuju malu bertanya jika belum mengerti dengan materi yang diajarkan, sisanya 11 responden (47,83%) tidak setuju malu bertanya jika belum mengerti dengan materi yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar.

Tabel 4.27 Pernyataan No. 27

Lebih suka melihat tugas teman, dari pada harus mengerjakan sendiri

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 12 52,17

4 Tidak Setuju 11 47,83

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 12 responden (52,17%) sangat tidak setuju jika lebih suka melihat tugas teman, dari pada harus mengerjakan

sendiri, 11 responden (47,83%) tidak setuju jika lebih suka melihat tugas teman, dari pada harus mengerjakan sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa responden lebih senang bekerja mandiri.

Tabel 4.28 Pernyataan No. 28

Lebih suka mengobrol atau tidur di kelas saat guru menjelaskan materi pelajaran

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 11 47,83

4 Tidak Setuju 12 52,17

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 12 responden (52,17%) tidak setuju jika lebih suka mengobrol atau tidur di kelas saat guru menjelaskan materi pelajaran, 11 responden (47,83%) kurang setuju jika lebih suka mengobrol atau tidur di kelas saat guru menjelaskan materi pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki minat terhadap pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 4.29 Pernyataan No. 29

Selalu mengerjakan tugas karena takut mendapat hukuman dari guru

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju - -

2 Setuju - -

3 Kurang Setuju 9 39,13

4 Tidak Setuju 14 60,87

Tabel diatas menunjukkan 14 responden (60,87%) tidak setuju jika selalu mengerjakan tugas karena takut mendapat hukuman dari guru, 9 responden (39,13%) kurang setuju jika selalu mengerjakan tugas karena takut mendapat hukuman dari guru. Hal ini menunjukkan bahwa responden tekun dalam menghadapi tugas.

Tabel 4.30 Pernyataan No. 30

Belum puas jika belum bisa mengerjakan tugas bahasa Indonesia

No. Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1 Sangat Setuju 17 73,91

2 Setuju 6 26,09

3 Kurang Setuju - -

4 Tidak Setuju - -

Jumlah 23 100

Tabel diatas menunjukkan 17 responden (73,91%) sangat setuju belum puas jika belum bisa mengerjakan tugas bahasa Indonesia, 6 responden (26,09%) setuju belum puas jika belum bisa mengerjakan tugas bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar.

Di bawah ini juga akan peneliti paparkan tabel perbandingan secara keseluruhan antara motivasi belajar siswa sebelum diberi peralkuan dan setelah diberi perlakuan.

Adapun hasil angket yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.31

Daftar Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum danSesudah diberi Perlakuan

No Nama Sebelum diberi

perlakuan Sesudah diberi perlakuan 1 Siswa A 46 55 2 Siswa B 51 56 3 Siswa C 45 60 4 Siswa D 41 56 5 Siswa E 44 59 6 Siswa F 40 54 7 Siswa G 39 55 8 Siswa H 39 55 9 Siswa I 42 55 10 Siswa J 41 56 11 Siswa K 43 57 12 Siswa L 41 56 13 Siswa M 40 55 14 Siswa N 43 57 15 Siswa O 41 54 16 Siswa P 39 54 17 Siswa Q 41 56 18 Siswa R 43 57 19 Siswa S 42 55 20 Siswa T 42 56 21 Siswa U 42 56 22 Siswa V 41 55 23 Siswa W 38 55

Tabel 4.31 diatas menunjukkan bahwa untuk hasil angket motivasi belajar sebelum dan sesudah diberi perlakuan mengalami pengingkatan setelah diberi perlakuan melalui metode role playing (bermain peran). Hasil terendah pada saat sebelum diberi perlakuan yaitu siswa yang memiliki skor angket 38, sedangkan hasil tertinggi yaitu 51. Setelah peserta didik diberi perlakuan, siswa memperoleh peningkatan dengan hasil terendah yaitu 54, dan hasil tertinggi yaitu 60.

2. Observasi

a. Aktifitas Siswa Pertemuan ke-1

Aktifitas siswa yang diamati pada pertemuan pertama ini dimulai dengan kegiatan awal pembelajaran sampai kegiatan akhir pembelajaran yaitu salam dan membaca doa. Adapun urutan pelaksanaan pembelajaran antara lain: (1) siswa memperhatikan penjelasan guru, (2) siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik, (3) siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai waktu yang diberikan, (4) siswa dapat menerima materi dengan baik, (5) siswa terlibat langsung dalam beragam kegiatan selama pembelajaran (6) siswa tampak antusias selama mengikuti pelajaran.

Dalam observasi siswa ini digolongkan pada 4 kriteria yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang. Penentuan setiap kriteria ini dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 4.32

Lembar Observasi Atifitas Siswa (Sebelum diberi Perlakuan)

NO Proses KBM Kriteria

4 3 2 1

1 Siswa memperhatikan penjelasan guru √

2 Siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik

√ 3 Siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai

waktu yang diberikan

4 Siswa dapat menerima materi dengan baik √

5 Siswa terlibat langsung dalam beragam kegiatan selama pembelajaran

√ 6 Siswa tampak antusias selama mengikuti

pelajaran √ Jumlah 11 Skor Maksimal 24 Prosentase 45,83% Kriteria Cukup

Berdasarkan hasil observasi siswa pada pertemuan pertama menjelaskan bahwa siswa kurang termotivasi pada saat proses KBM berlangsung, siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dengan sangat baik, siswa tidak merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan sangat baik, siswa masih kurang dalam mengerjakan tugas sesuai waktu yang diberikan, siswa kurang terlibat langsung dalam beragam kegiatan selama pembelajaran, siswa terlihat kurang antusias selama mengikuti pelajaran

Pertemuan ke-2

Tabel 4.33

Lembar Observasi Aktifitas Siswa (Setelah diberi Perlakuan)

NO Proses KBM Kriteria

4 3 2 1

1 Siswa memperhatikan penjelasan guru √

2 Siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik

√ 3 Siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai

waktu yang diberikan

√ 4 Siswa dapat menerima materi dengan baik √ 5 Siswa terlibat langsung dalam beragam

kegiatan selama pembelajaran

√ 6 Siswa tampak antusias selama mengikuti

pelajaran

Jumlah 20

Skor Maksimal 24

Prosentase 83,33%

Kriteria Sangat baik

Dari tabel aktifitas belajar siswa pada pertemuan kedua atau pada pertemuan pertama penggunaan metode pembelajaran role playing

(bermain peran) menunjukkan bahwa aktifitas siswa lebih baik dari pertemuan sebelumnya, dapat dilihat pada aktifitas “siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik” masuk kriteria baik, pada aktifitas “siswa mengerjakan tugas dengan baik sesuai waktu yang

diberikan” termasuk dalam kriteria baik, kemudian pada aktifitas “siswa dapat menerima materi dengan baik” dan pada aktifitas “siswa terlibat langsung dalam beragam kegiatan selama pembelajaran” termasuk kriteria sangat baik, dan pada aktifitas “siswa tampak antusias selama mengikuti pelajaran” termasuk kriteria baik.

Pertemuan ke-3

Tabel 4.34

Lembar Observasi Aktifitas Siswa (Setelah diberi Perlakuan)

NO Proses KBM Kriteria

4 3 2 1

1 Siswa memperhatikan penjelasan guru √ 2 Siswa merespon dan menjawab pertanyaan

guru dengan baik

√ 3 Siswa mengerjakan tugas dengan baik

sesuai waktu yang diberikan

√ 4 Siswa dapat menerima materi dengan baik √ 5 Siswa terlibat langsung dalam beragam

kegiatan selama pembelajaran

√ 6 Siswa tampak antusias selama mengikuti

pelajaran

Jumlah 23

Skor Maksimal 24

Prosentase 95,83%

Kriteria Sangat baik

Dari tabel aktifitas belajar siswa pada pertemuan ketiga atau pada pertemuan kedua penggunaan metode pembelajaran role playing

(bermain peran) menunjukkan bahwa aktifitas siswa lebih baik dari pertemuan sebelumnya, dapat dilihat pada aktifitas diatas hamper semua aktifitas siswa termasuk dalam kriteria sangat baik keuali pada aktifitas “siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru dengan baik” termasuk dalam kriteria baik.

Jadi berdasarkan ketiga observasi yang dilakukan disetiap pertemuan yakni pertemuan pertama sebelum diberi perlakuan dan

pertemuan kedua dan ketiga setelah diberi perlakuan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan metode role playing (bermain peran) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia.

b. Aktifitas Guru Pertemuan ke-1

Aktifitas pembelajaran guru pada pertemuan pertama dimulai dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Adapun urutan pelaksanaan pembelajaran antara lain: (1) guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik, (2) guru mengkondisikan kesiapan pelaksanaan pembelajaran, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran, (4) guru memberi pertanyaan kepada siswa atau menanggapi siswa dengan baik, (5) guru bekerjasama dan bertanggungjawab terhadap proses KBM, (6) guru memberikan kesimpulan materi yang telah dipelajari hari ini. Penilaian terhadap aktifitas guru ini dilakukan oleh teman sejawat peneliti. Observer

Dokumen terkait