SIKLUS II Pengamatan
C. Hasil Penelitian
2. Deskripsi data hasil tindakan siklus II
39 sebelumnya, sehingga siswa belum terbiasa dengan model seperti ini, akibatnya siswa masih bingung untuk mengikuti proses pembelajaran.
Ketidaktuntasan siswa dalam memahami materi pembelajaran juga disebabkan oleh adanya beberapa kelemahan guru dan siswa dalam proses pembelajaran berlangsung sebagai berikut:
a) Guru menjelaskan materi kurang jelas sehingga informasi tidak tersalurkan dengan baik ke siswa
b) Guru kurang mengarahkan dan membimbing siswa dalam proses pembelajaran
c) Siswa kurang bekerja sama dengan teman kelompoknya dan bingung dalam menuliskan pertanyaan
d) Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
40 kelas IV untuk membuat instrumen yang diperlukan dalam penelitian, yang terdiri dari (a) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP); (b) membuat soal-soal tes formatif atau soal hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan; (c) membuat lembar observasi guru dan siswa, untuk melihat pengaplikasian yang telah disusun, apakah telah terlaksana dengan baik atau tidak dan juga untuk melihat keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Perencanaan disusun dan dikembangkan oleh peneliti yang dikonsultasikan dengan dosen pembimbing serta berkolaborasi dengan guru kelas IV berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk siklus II dengan mengambil bahan yang tercakup dalam geometrid an pengukuran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006. Adapun standar kompetensi yaitu 1. Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa dilingkungan kabupaten/kota dan provinsi, serta kompetensi dasar yaitu 1.2. Mendeskripsikan kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi serta hubungannya dengan keragaman sosial dan budaya.
Pembelajaran siklus II dilaksanakan hari Jumat tanggal 28 Juli 2017 pada pembahasan materi Kenampakan alam dan keragaman sosial budaya.
Tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peneliti yaitu siswa dapat menjelaskan, mengidentifikasi kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi serta hubungannya dengan keragaman
41 sosial dan budaya. Adapun model pembelajaran yang digunakan pada siklus II yaitu model pembelajaran Snowball Throwing.
b. Pelaksanaan tindakan siklus II
Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan 1 kali pertemuan yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 28 Juli 2017 pada jam pelajaran 07.30-09.35 menit dan jumlah siswa yang hadir 21.
Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan. Kegiatan tersebut telah dikonsep pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 62.
a) Kegiatan Awal
Pada awal pembelajaran berlangsung selama 10 menit seperti biasanya guru mengawali dengan mengucapkan salam serta melihat kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran, seperti melihat posisi kursi, agar tidak ada lagi yang bermain dan bercerita. Setelah kondisi kelas baik, membaca doa sebelum belajar yang dipimpin oleh ketua kelas. Kemudian guru melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran.
b) Kegiatan Inti
Kegiatan inti berlangsung selama 50 menit dengan mengacu pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing yang terdiri dari enam langkah pembelajaran yaitu guru menyampaikan materi yang akan disajikan, dalam kegiatan ini penyampaian materi, siswa menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru tentangkenampakan
42 alam. Selanjutnya yaitu, melakukan tanya jawab tentang contoh kenampakan alam di lingkungan sekitar. Siswa terlihat aktif dalam kegiatan tanya jawab selanjutnya guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Dalam kegiatan ini, guru membentuk kelompok kedalam 5 kelompok yang beranggotakan 4-5 orang siswa dalam satu kelompok. Selanjutnya guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi kenampakan alam, yang nantinya akan disampaikan kepada teman kelompoknya. Dalam kegiatan ini berlangsung masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya mengerti dari penjelasan guru. Kegiatan selanjutnya yaitu masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Pada kegiatan ini, setiap ketua kelompok menjelaskan kepada anggota kelompoknya tentang materi yang diberikan guru. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang di jelaskan oleh ketua kelompok. Pada kegiatan ini, guru menyuruh masing-masing siswa membuat pertanyaan yang di buat berbeda dari satu ke siswa yang lain dalam satu kelompok. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut di buat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ±15 menit. Pada kegiatan ini, siswa membuat bola dari kertas dengan cara diremas, kemudian guru mengarahkan kepada setiap
43 kelompok dalam pelemparan bola atau satu pertanyaan di berikan kesempatan untuk menjawab peertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan bola pertanyaan yang diperoleh, kemudian setiap perwakilan kelompok diminta melaporkan hasil kerjanya dengan baik.
c) Kegiatan Akhir
Kegiatan akhir berlangsung 15 menit yaitu guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran, guru memberikan pesan-pesan moral dan motivasi pada siswa untuk lebih rajin belajar dan mengulangi pelajaran yang di berikan. Setiap siswa mendengarkan dengan baik. Adapun kegiatan selanjutnya yaitu guru mengucapkan salam untuk mengakhiri proses pembelajaran, dalam kegiatan ini siswa serentak menjawab salam dari guru.
c. Observasi tindakan siklus II
Hasil observasi selama proses pembelajaran tindakan siklus II adalah sebagai berikut:
1) Hasil observasi a) Aspek Guru
Data yang diperoleh dari hasil observasi guru dalam proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing yang ada pada lampiran 8 halaman 66 dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini
44
Tabel 4.5
Hasil Observasi Guru Siklus II
Bobot Frekuensi (f) Skor Perolehan (sp) Persentase (%)
3 2 6 33,33
2 2 4 22,22
1 2 2 11,11
∑sp = 12 ∑p% = 66,66
Pada tabel di atas diketahui bahwa bobot 3 sebanyak 2 skor perolehan 6, bobot 2 sebanyak 2 skor perolehan 4, dan bobot 1 sebanyak 2 skor perolehan 2 dengan jumlah skor perolehan 12, skor ideal 18 sehingga presentase hasil observasi guru siklus II 66,66%.
Hasil observasi siklus II yaitu 2 dari 6 indikator 33,33% dengan kategori baik yaitu guru menyajikan materi yang disajikan dengan jelas sesuai dengan RPP dan direspon oleh siswa, guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok-kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi yang jelas dan mengarahkan siswa. Adapun 2 dari 6 indikator 22,22% dikategorikan cukup yaitu, masing-masing ketua kelompok kembali kekelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya, kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja sedangkan 2 dari 6 indikator 11,11% dengan kategori kurang kemudian kertas berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ±15 menit, setelah siswa mendapat satu bola atau satu pertanyaan diberikan kesempatan
45 untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
b) Aspek Siswa
Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing yang ada pada lampiran 7 halaman 65 dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini:
Tabel 4.6
Hasil Observasi Siswa Siklus II
Bobot Frekuensi (f) Skor Perolehan (sp) Persentase (%)
1 2 6 33,33
2 3 6 33,33
3 1 1 5,55
∑sp = 13 ∑p% = 72,22
Dari tabel di atas diketahui bahwa bobot 3 sebanyak 2 skor perolehan 6, bobot 2 sebanyak 3 skor perolehan 6, dan bobot 1 sebanyak 1 skor perolehan dengan jumlah skor perolehan 13, skor ideal 18 sehingga presentase hasil observasi siswa siklus II 72,22%.
Hasil observasi siklus II yaitu siswa melakukan 2 dari 6 indikator 33,33% dengan kategori baik yaitu siswa mempelajari materi pelajaran secara individu dan siswa menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok dengan baik dan dapat dipahami. Dalam kegiatan ini, siswa terlihat dapat menuliskan pertanyaan sesuai dengan materi yang dijelaskan oleh ketua kelompok. Sedangkan 3 dari 6 indikator 33,33% dengan kategori cukup yaitu siswa menyimak penjelasan dari guru tentang kenampakan alam dengan baik, setiap anggota kelompok kedepan untuk menjawab
46 pertanyaan, siswa membantu temannya apabila kesulitan menjawab dengan semangat, 1 dari 6 indikator 5,55% siswa melempar bola dari satu siswa ke siswa yang lain secara tertib.
d. Analisis dan Refleksi tindakan Siklus II Tabel 4.7
Hasil Tes Siswa Siklus II
No. Nama Siswa Nomor Soal/Bobot/Perolehan Skor 1 2 3 4 5 Jumlah
Skor
Keterangan 30 15 20 10 25
1 AGNESIA BUNGA 25 10 15 5 20 75 Tuntas
2 ANGELITA 20 10 15 10 20 75 Tuntas
3 ARVIN BANNU 20 15 15 10 20 80 Tuntas
4 FEBRIANI 20 15 20 10 20 85 Tuntas
5 GERALD PALAN 25 15 20 10 20 90 Tuntas 6 HARIANTO KATINDO 20 15 20 10 20 85 Tuntas 7 HERIYANTO ZUMIR 25 15 20 10 20 90 Tuntas
8 INDAH 20 15 20 10 20 85 Tuntas
9 JANE GISELA 20 10 20 5 20 75 Tuntas
10 JIGAL MARCIO 25 15 20 10 20 90 Tuntas
11 KEYSIA 20 15 20 5 20 80 Tuntas
12 LILYANA MUNIK 25 15 20 10 20 90 Tuntas 13 MIGRAWATI LOLO 20 15 20 10 20 85 Tuntas 14 NOFIANTI SAPPU 20 15 20 10 20 85 Tuntas
15 NOVIA 20 15 20 10 20 85 Tuntas
16 RALLU 20 15 20 10 20 85 Tuntas
17 RENALDI NOBER 20 15 20 10 15 80 Tuntas 18 RIEL PATINTINGAN 20 10 20 10 20 80 Tuntas 19 SARNICE PAGO 20 10 15 5 15 65 Tidak Tuntas 20 TRIFENA RITA 20 10 10 10 20 70 Tuntas 21 WILSON RANTE 20 10 10 5 20 65 Tidak Tuntas
Jumlah 1700
Rata-Rata Kelas 80,95
Presentase Ketuntasan Belajar 90,47 Baik 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 = jumlah skor
jumlah siswa keseluruhan=1700
21 = 80,95%
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑘𝑒𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 = jumlah siswa yang tuntas
jumlah siswa keseluruhanx100% =19 21x100
= 90,40%
47 Berdasarkan hasil belajar dari tes siklus II yang ada pada tabel di atas dapat di lihat pada tabel 4.8 dibawah ini.
Tabel 4.8
Hasil Belajar dari Tes Siklus II
No. Nilai (x) Frekuensi (f) f.x fk Persentase %
1 90 4 360 8 38,09
2 85 7 595 15 71,42
3 80 4 320 19 90,47
4 75 3 225 22 10,47
5 70 1 70 23 10,95
6 65 2 130 25 11,90
∑f = 21 ∑fx = 1700 𝒙 =∑𝐟𝐱
∑𝐟 =𝟏𝟕𝟎𝟎
𝟐𝟏 = 𝟖𝟎, 𝟗𝟓
Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 ada 19 orang atau 90,47% dari jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM yaitu 70 ke atas.
Tindakan siklus II telah dilaksanakan, fokus pembelajaran siklus II yakni mengenai kenampakan alam dan keragaman sosial telah sesuai dengan ketuntasan belajar yang telah ditentukan, karena teks siklus siswa sudah mencapai nilai ketuntasan yang telah ditetapkan. Hal tersebut terbukti dari hasil tes siklus siswa yang menggambarkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan, dimana ketuntasan belajar siswa berada pada kategori baik yaitu 19 dari 21 siswa (90%) yang mampu mencapai nilai KKM.
Dalam hal ini berkaitan pula dengan pelaksanaan penerapan model pembelajaran pada kegiatan proses juga mengalami peningkatan karena
48 telah melakukan perbaikan sebelumnya, dapat dilihat yakni sebagai berikut:
a) Guru menjelaskan materi sudah jelas dan dapat di pahami dengan baik oleh siswa.
b) Guru telah mengarahkan dan membimbing siswa dalam proses pembelajaran.
c) Siswa bekerja sama dengan teman kelompoknya dan membantu dalam menuliskan pertanyaan.
d) Siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
49 B. Pembahasan
Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu peneliti mengadakan observasi/prapenelitian dikelas IV SDN Inpres Batualu Kecamatan Sangalla’ Selatan Kabupaten Tana Toraja.
Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti menyusun rencana pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa aktif dalam pembelajaran, dengan materi kenapakan alam melalui model pembelajaran koopertaif tipe Snowball Throwing. Adapun langkah-langkahnya yaitu guru menyampaikan materi yang akan disajikan, guru membentuk kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi, masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing-masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya, kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok, kemudian kertas berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ±15 menit, setelah siswa dapat satu bola atau satu pertanyaan diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
Dalam proses pembelajaran ditemukan bahwa siswa dalam belajarnya merasa senang karena dalam pembelajaran siswa dilatih menjelaskan materi kepada anggota kelompoknya, tidak hanya itu dalam
50 model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing yang digunakan guru, siswa bersemangat dalam belajarnya karena adanya tanya jawab yang dilakukan oleh guru yang melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya. Selain itu model pembelajaran yang digunakan guru membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan karena adanya permainan imajinatif yang dapat menghilangkan kejenuhan pada saat proses pembelajaran. Selain langkah pembelajaran yang digunakan guru, guru juga membuat media dalam membangkitkan semangat siswa dalam proses pembelajaran, karena media yang digunakan berupa media konkrit dan media yang dapat mengembangkan kemampuan siswa.
Pada tindakan siklus II, keberhasilan sudah mencapai target yang di inginkan karena pada kegiatan pembelajaran guru sudah mampu melaksanakan semua indikator pada model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dengan baik. Sehingga persentase hasil belajar IPS
siswa meningkat menjadi 80,95%. Dengan kualifikasi baik dimana 17 dari 21 siswa mendapat hasil belajar yang mencapai KKM yaitu ≥ 70.
Perolehan tes formatif siklus II dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 69 Keberhasilan tindakan dari siklus I ke siklus II di karenakan guru dapat melaksanakan rancangan pembelajaran dengan baik sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing yang diterapkan sehingga hasil belajar siswa meningkat. Tujuan pembelajaran yang ditetapkan telah tercapai dengan baik dan pemahaman siswa dalam materi kenampakan alam. Model pembelajaran
51 kooperatif tipe Snowball Throwing dapat dijadikan salah satu model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar.
52 BAB V PENUTUP