Kelas VII I Kelas IX Jumlah VII
B. Deskripsi Data 1. Kondisi Awal 1.Kondisi Awal
Tempat Olahraga 2 2 19 R. OSIS 1 1 20 R. Lainnya - -
B.Deskripsi Data
1. Kondisi Awal
Untuk mengetahui data penelitian, peneliti melakukan pengumpulan data sebelum melakukan tindakan kelas. Pengumpulan data penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan test untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa mengenai materi tentang ketentuan shalat jama’, qashar dan jama’ qashar serta ketentuan shalat dalam keadaan darurat. Wawancara dengan guru serta pengamatan pada siswa dalam proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 4 Maret - 13 Mei 2014 Tujuan penelitian pendahuluan ini untuk menentukan fokus penelitian.
Pada hari selasa, tanggal 4 Maret 2014 peneliti menemui kepala sekolah untuk memperjelas tujuan dan maksud kadatangan peneliti ke sekolah. Sekaligus menemui guru bidang study fiqh dan siswa. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2014 peneliti melakukan wawancara dan pengamatan pembelajaran di Kelas.
Pengamatan peneliti berdasarkan hasil wawancara dengan 3 siswa kelas VII.1 bahwa pada saat pembelajaran mereka merasa jenuh, bosan dan kurang asyik dalam pembelajaran. Dalam pengamatan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung terdapat sebagian siswa yang merasakan kurang semangat, mengantuk, ada yang asyik bercanda serta mengobrol dan tidak memperhatikan dan bosan serta jenuh dan kurang adanya timbal balik antara guru dan siswa karena, guru terlalu monoton dalam mengajar.
Sebelum melakukan tindakan kelas, peneliti bersama guru mata pelajaran Fiqh mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi oleh siswa. Masalah yang perlu diatasi adalah metode pembelajaran yang monoton sehingga siswa bosan dan jenuh dalam proses pembelajaran.
Indikator yang digunakan peneliti untuk peningkatan efektivitas penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran mata pelajaran Fiqh serta meningkatnya hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil observasi awal dan hasil wawancara dengan guru dan siswa, maka dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan efektivitas dalam penggunaan metode demonstrasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran fiqh. Maka, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode PTK.
2. Tindakan Pembelajaran Siklus I
Tindakan pembelajaran siklus I merupakan tindakan awal yang sangat penting, hal ini dikarenakan analisis dari hasil tindakan pembelajaran ini akan dijadikan sebagai refleksi bagi peneliti pada tindakan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan penelitian pada siklus I dilaksanakan tiga kali pertemuan, setiap
47
pertemuannya 2x40 menit (2 jam pembelajaran). Adapun tahap pada siklus I adalah:
a. Tahap Perencanaan (Planning)
Pada siklus I ini, peneliti memperkenalkan metode demonstrasi kepada subyek. disepakati bahwa untuk siklus I dan II materi yang akan dipelajari adalah ketentuan shalat jama’, qashar dan jama’ qashar serta ketentuan shalat dalam keadaan darurat.
Pada tahap perencanaan ini dilakukan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pelajaran Fiqh pada kelas VII.1 dengan Kompetensi Dasar menjelaskan ketentuan shalat jama’, qashar dan jama’ qashar. Dalam instrumen pembelajaran dibuat sendiri oleh peneliti yang terdiri dari lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, catatan lapangan, lembar pengamatan aktivitas mengajar guru, lembar soal pre test dan post test, dan pedoman wawancara, sebelum peneliti masuk kedalam kelas untuk melaksanakan tahap pelaksanaan, terlebih dahulu peneliti sudah melakukan wawancara kepada beberapa siswa kelas VII.1 dan kepada guru mata pelajaran Fiqh terkait pembelajaran di kelas.
b. Tahap Pelaksanaan
Pembelajaran pada siklus I ini terdiri dari 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu (2x40 menit) setiap pertemuan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I dapat dilihat pada lampiran.
1) Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 8 April 2014. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 2 jam pelajaran (2x40 menit) yang dimulai pada pukul 11.15 WIB sampai dengan 12.45 WIB. Penjelasan materi dibagi menjadi 2 kali pertemuan Pokok bahasan yang disampaikan adalah menjelaskan ketentuan shalat jama’. Jumlah siswa yang hadir 29 siswa dari 32 siswa.
Dalam kegiatan pembelajaran ini di awali dengan kegiatan pendahuluan yaitu dengan memberikan apersepsi dan motivasi belajar, kemudian peneliti melakukan pre test. Selanjutnya kegiatan inti pembelajaran peneliti menjelaskan tentang pengertian shalat jama’. setelah itu peneliti melakukan pembagian kelompok untuk berdiskusi terkait materi yaitu shalat jama’.
Dalam diskusi siswa ternyata masih ada yang bercanda, dan ada yang mulai jenuh Mungkin penyebabnya karena, jam pelajaran terakhir dan sebelumnya belajar pelajaran matematika juga.
Pada kegiatan konfirmasi ketika peneliti melihat masih terdapat siswa yang belum memahami dan terdapat kesalah pahaman maka, peneliti memperbaikinya dengan cara menjelaskan kembali. Kemudian, peneliti melakukan tanya jawab terkait materi ketentuan shalat jama’ qashar dan jama’ qashar. Pada kegiatan penutup peneliti menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari selasa, 15 April 2014. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 2 jam pelajaran (2x40 menit) yang dimulai pada pukul 11.15 WIB sampai dengan 12.45 WIB. Penjelasan materi dibagi menjadi 2 kali pertemuan Pokok bahasan yang disampaikan adalah menjelaskan ketentuan shalat qashar dan jama’ qashar. Jumlah siswa yang hadir seluruh siswa.
Dalam kegiatan pembelajaran ini diawali dengan kegiatan pendahuluan yaitu dengan memberikan apersepsi dan motivasi belajar, kemudian dilanjutkan dengan melakukan Tanya jawab. Selanjutnya kegiatan inti pembelajaran peneliti yaitu menjelaskan tentang pengertian shalat qashar dan jama’ qashar, yang merupakan lanjutan materi dari shalat jama’. setelah itu peneliti melakukan pembagian kelompok untuk berdiskusi terkait materi yaitu shalat qashar dan jama’ qashar. serta
49
guru memperagakan shalat terkait dengan materi shalat qashar dan jama’ qashar.
Ketika diskusi siswa mulai serius , dan tidak menghiraukan teman yang membuat mereka tidak fokus, meskipun masih ada siswa yang ingin bercanda. Mungkin penyebabnya karena, jam pelajaran terakhir dan sebelumnya belajar pelajaran matematika juga.
Pada kegiatan penutup peneliti menyimpulkan materi yang telah dipelajari, dan sebagai tindak lanjut kegiatan peneliti memerintahkan siswa untuk mengulas kembali materi shalat jama’, qashar dan jama’ qashar.
3) Pertemuan Ketiga
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 29 April 2014. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 2 jam pelajaran (2x40 menit) yang dimulai pada pukul 11.15 WIB sampai dengan 12.45 WIB. Pokok bahasan yang disampaikan adalah menjelaskan ketentuan shalat jama’, qashar dan jama’ qashar, Pada pertemuan ketiga ini semua siswa hadir dengan jumlah 32 siswa.
Dalam kegiatan pembelajaran diawali dengan memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Setelah itu peneliti memberikan intruksi kepada siswa untuk berkumpul dengan kelompoknya maing-masing. Kemudian, peneliti memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mempraktekkan shalat sesuai dengan pilihan yang ditentukan oleh peneliti. Ketika disebutkan urutan kelompoknya maka, yang melakukan tugasnya adalah perwakilan dari setiap kelompok yang sudah ditentukan oleh setiap kelompok.
Dalam kegiatan diskusi dan memperagakan shalat jama’, qashar dan jama’ qashar ini siswa mulai serius dan tidak ada yang mengantuk dan bercanda. Semuanya ikut berpartisispasi dalam kegiatan tersebut.
Pada kegiatan konfirmasi, peneliti memberikan pemahaman terkait materi tersebut, karena terdapat kekeliruan ketika melaksanakan shalat jama’, qashar dan jama’ qashar. pada kegiatan penutup peneliti menyimpulkan materi yang telah dipelajari, kemudian diakhiri dengan pembagian kertas post test.
c. Pengamatan
Dalam kegiatan pengamatan pada siklus I ini dilakukan bersamaan dengan tahap pelaksanaan pembelajaran. Tahap pengamatan ini dilakukan di setiap pertemuan oleh observer yang merupakan teman sejawat peneliti. 1) Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama, observer memberikan penilaian terhadap aktivitas kelompok siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi bagi perbaikan pengajaran pada pertemuan selanjutnya.