BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN
5.1. Deskripsi Data Penelitian
5.1.1 Kondisi Bermasalah BPR
Dalam penelitian ini data yang dianalisis adalah data yang merupakan hasil pengolahan laporan keuangan semesteran dari 51 BPR sampel tahun 2011.
Sampel dalam penellitian ini adalah BPR yang ada di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan kondisinya, sampel BPR terbagi dalam dua kelompok yaitu BPR dalam kondisi bermasalah dan tidak bermasalah sebagaimana diperlihatkan dalam tabel berikut:
Table 5.1: Distribusi sampel Berdasarkan Kondisi
Kategori Sampel Jumlah Sampel
f (%)
BPR Bermasalah 10 19,61
BPR Tidak Bermasalah 41 80,39
Total Sampel 51 100.00
Sumber : Lampiran 2
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 10 sampel Bank Perkreditan Rakyat atau sekitar 19,61% dalam kondisi bermasalah dan sebanyak 41 Bank Perkreditan Rakyat atau sekitar 80,39% dalam kondisi tidak bermasalah.
Pengelompokan sampel didasarkan pada kondisi Bank Perkreditan Rakyat yang mengalami kerugian selama 3 tahun berturut-turut atau memiliki rasio CAR di bawah 4%
5.1.2 Rasio Keuangan
Data rasio keuangan CAEL dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan laporan keuangan tahun 2011. Berikut ini disajikan statistik deskriptif data rasio keuangan dari 51 sampel yang meliputinilai minimum, nilai maksimum, mean, standar deviasi, dan variance untuk setiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 5.2 Deskriptif Data Capital Adequacy Ratio (X1), Kualitas Aktiva Produktif (X2), Perbandingan PPAP Terhadap Total Aktiva (X3), Return On Asset (X4), Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5), Loan to Deposit Ratio (X6), Cash Ratio (X7) dan Komisaris Independen (Z)
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CAR 102 -26.25 56.93 16.61 11.83
KAP 102 0.24 35.33 6.80 9.16
PPAP 102 0.14 30.45 3.57 5.18
ROA 102 -31.61 18.13 1.95 7.57
BOPO 102 45.22 323.49 94.75 42.39
LDR 102 42.39 117.92 84.52 16.55
CR 102 8.70 87.32 31.75 17.15
KI 102 0.00 100.00 43.30 43.06
Valid N (listwise) 102
Sumber : Lampiran 2
a. Capital Adequacy Ratio (X1)
Capital Adequacy Ratio (X1) merupakan proksi dari faktor Capital yang diukur melalui perbandingan antara modal bank terhadap total aktiva. Dari hasil perhitungan, deskripsi statistik variabel X1 ditunjukkan pada tabel berikut:
Dari tabel di atas Capital Adequacy Ratio (X1) bervariasi antara nilai minimal -26,25% sampai nilai maksimal 56,93% dengan rata-rata 16,61%
standar deviasi 11,80%. Menurut Bank Indonesia rasio CAR yang sehat minimal 8%, dan jika dibandingkan rasio CAR yang diperoleh dari hasil
penelitian rasio ini cukup bervarisasi artinya ada BPR yang memiliki rasio CAR yang sangat buruk dan ada BPR memiliki rasio CAR yang sangat baik.
b. Kualitas Aktiva Produktif (X2)
Kualitas Aktiva Produktif (X2) digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menjaga dan mengembalikan dana yang digunakan dan mengukur tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan. Dari hasil perhitungan, deskripsi statistik variabel X2 ditunjukkan pada tabel berikut:
Dari tabel di atas Kualitas Aktiva Produktif (X2) bervariasi antara nilai minimal 0,24% sampai nilai maksimal 35,33% dengan rata-rata 6,80% standar deviasi 9,14%.
Menurut Bank Indonesia rasio KAP yang sehat maksimal 13,50%, dan jika dibandingkan rasio KAP yang diperoleh dari hasil penelitian rasio ini cukup bervarisasi artinya ada BPR yang memiliki rasio KAP yang sangat buruk dan ada BPR yang memiliki rasio KAP yang sangat baik.
c. Perbandingan PPAP Terhadap Total Aktiva (X3)
Perbandingan PPAP Terhadap Total Aktiva (X3) menunjukan kemampuan management bank dalam mengelola aktiva produktif bermasalah terhadap total aktiva produktif.
Dari tabel di atas rasio PPAP terhadap Total Akltiva (X3) bervariasi antara nilai minimal 0,14% sampai nilai maksimal 30,45% dengan rata-rata 3,57%
standar deviasi 5,18%.
d. Return On Asset (X4)
Return On Asset (X4) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba sebelum pajak) yang dihasilkan dari rata-rata total asset bank yang bersangkutan. Dari hasil perhitungan, deskripsi statistik variabel X4 ditunjukkan pada tabel berikut:
Dari tabel di atas Return On Asset (X4) bervariasi antara nilai minimal -31,61% sampai nilai maksimal 18,13% dengan rata-rata 1,95% standar deviasi 7,57%.
Menurut Bank Indonesia rasio ROA yang sehat minimal 1,215 %, dan jika dibandingkan rasio ROA yang diperoleh dari hasil penelitian rasio ini cukup bervarisasi dimana ada BPR yang memiliki rasio ROA yang sangat buruk sebesar-36,79%, rasio ini sangat jauh dari rasio minimum yang ditentukan oleh Bank Indonesia dan ada BPR yang memiliki rasio ROA yang sangat baik.
e. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5)
Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Dari hasil perhitungan, deskripsi statistik variabel X5 ditunjukkan pada tabel berikut:
Dari tabel di atas Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5) bervariasi antara nilai minimal 45,22% sampai nilai maksimal 323,49% dengan rata-rata 94,75% standar deviasi 42,39%.
Menurut Bank Indonesia rasio BOPO yang sehat maksimal 93,52 %, dan jika dibandingkan rasio BOPO yang diperoleh dari hasil penelitian rasio ini cukup bervarisasi dimana ada BPR yang memiliki rasio BOPO yang sangat
buruk sebesar 323,49% (3.52 kali lebih besar dari rasio maksimal) dan ada BPR yang memiliki rasio BOPO yang sangat baik.
f. Loan to Deposit Ratio (X6)
Loan to Deposit Ratio (X6) merupakan indikator kemampuan bank untuk mengimbangi kewajiban untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan oleh bank untuk memberikan kredit. Dari hasil perhitungan, deskripsi statistik variabel X6 ditunjukkan pada tabel berikut:
Dari tabel di atas Loan to Deposit Ratio (X6) bervariasi antara nilai minimal 42,39% sampai nilai maksimal 117,92% dengan rata-rata 84,52%
standar deviasi 16,55%.
Menurut Bank Indonesia rasio LDR yang sehat maksimal 94,75 %, dan jika dibandingkan rasio LDR yang diperoleh dari hasil penelitian rasio ini cukup bervarisasi dimana ada BPR yang memiliki rasio LDR yang sangat buruk dan ada BPR yang memiliki rasio LDR yang sangat baik.
g. Cash Ratio (X7)
Cash Ratio (X7) merupakan indikator kemampuan bank dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek. Dari hasil perhitungan, deskripsi statistik variabel X7 ditunjukkan pada tabel berikut:
Dari tabel di atas Cash Ratio (X7) bervariasi antara nilai minimal 8,70%
sampai nilai maksimal 87,32% dengan rata-rata 31,75% standar deviasi 17,15%. Menurut Bank Indonesia rasio CR yang sehat minimal 4,05 %, dan jika dibandingkan rasio CR yang diperoleh dari hasil penelitian bahwa semua BPR yang menjadi sampel dalam penelitian ini memiliki cash ratio diatas
ketentuan minimal Bank Indonesia. Artinya semua BPR memiliki cash ratio yang sehat.
Komisaris Independen (Z)
Komisaris independen adalah satu unsur dari Corporate governance.
Corporate governance muncul karena terjadi pemisahan kepentingan antara kepemilikan dan pengendalian perusahaan yang sering disebut sebagai masalah keagenan.
Dari tabel di atas Komisaris Independen (Z) bervariasi antara nilai minimal 0,00% sampai nilai maksimal 100,00% dengan rata-rata 43,30%
standar deviasi 43,06%.