BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Deskripsi Data Penelitian
Adapun deskripsi data setiap variabel secara rinci dijelaskan sebagai berikut.
52 a. Dukungan Sosial Orang Tua
Data diperoleh dari skala dukungan sosial orang tua yang diberikan kepada subyek penelitian yang berjumlah 132 siswa. Jumlah butir skala dukungan sosial orang tua adalah 21 butir dengan 4 pilihan jawaban (selalu, sering, jarang, tidak pernah). Untuk penyekoran pernyataan positif yaitu selalu adalah 4, sering adalah 3, jarang adalah 2, dan tidak pernah adalah 1. Untuk penyekorang pernyataan negatif yaitu selalu adalah 1, sering adalah 2, jarang adalah 3, dan tidak pernah adalah 4. Setelah melakukan penyekoran maka dapat dilihat data setiap indikator dari dukungan sosial orang tua pada lampiran.5 halaman 88 sebagai berikut.
Tabel 10. Skor Dukungan Sosial Orang Tua No Indikator Frekuensi Persentase
1 Orang tua memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa
1556 19.43% 2 Orang tua memberikan
penghargaan kepada siswa
840 10.49% 3 Orang tua meluangkan waktu
untuk bersama dengan siswa
370 4.62% 4 Orang tua memberikan nasehat
kepada siswa
398 4.97% 5 Orang tua memberikan informasi
kepada siswa
1554 19.41% 6 Orang tua memberikan
pengetahuan kepada anak
757 9.45% 7 Orang tua menyediakan tempat
dan perlengkapan belajar
732 9.14% 8 Orang tua menyediakan peralatan
belajar,
315 3.93% 9 Orang tau memberikan uang atau
barang untuk kebutuhan belajar
865 10.80% 10 Orang tua menyediakan jasa
untuk memenuhi kebutuhan belajar
53
Berdasarkan tabel di atas maka data dukungan sosial orang tua dapat disajikan dalam bentuk histogram berikut ini.
Gambar 3.Histogram Skor Dukungan Sosial Orang Tua Setelah data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 23 yang terdapat pada lampiran 6 halaman 102 diperoleh nilai mean sebesar 60,66, nilai modus 61, nilai median sebesar 61, dan nilai standar deviasi sebesar 7,605. Dari data tersebut dapat diklasifikasi distribusi frekuensi variabel dukungan sosial orang tua menggunakan rumus yang dijelaskan Saifudin Azwar (2014) pada Bab III halaman 48, berikut tabelnya.
Tabel 11. Perhitungan Klasifikasi Dukungan Sosial Orang Tua
No Perhitungan Kategori 1 X < (60,66 − 1,0 � 7,605) Rendah 2 (60,66 − 1,0 �7,605) ≤ X < (60,66 + 1,0 � 7,605) Sedang 3 (60,66 + 1,0 �7,605)≤ X Tinggi 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00%
54
Berdasarkan tabel rumus di atas, maka data mengenai dukungan sosial orang tua dapat diklasifikasikan dengan kategori sebagai berikut.
Tabel 12. Klasifikasi Dukungan Sosial Orang Tua No Kategori Interval Frekuensi Persentase
1 Rendah X < 53,055 25 19% 2 Sedang 53,055 ≤ X <67,265 79 59,8%
3 Tinggi 67,265 ≤ X 28 21,2%
Jumlah 132 100%
Berdasarkan dari data tabel di atas data dukungan sosial orang tua dapat disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut.
Gambar 4. Histogram Klasifikasi Dukungan Sosial Orang Tua Berdasarkan tabel dan histogram di atas, dapat diketahui bahwa tingkat dukungan sosial orang tua siswa dalam kategori rendah dengan jumlah responden sebanyak 25 (19%), kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 79 (59,1%), dan kategori tinggi dengan jumlah responden sebanyak 28 (21,9%). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial orang tua siswa termasuk dalam
0.0% 20.0% 40.0% 60.0% 80.0%
Rendah Sedang Tinggi
55
kategori sedang karena dalam tabel tersebut menunjukkan jumlah yang paling banyak.
b. Motivasi Belajar
Data diperoleh dari skala motivasi belajar yang diberikan kepada subyek penelitian yang berjumlah 132 siswa. Jumlah butir skala motivasi belajar adalah 21 butir dengan 4 pilihan jawaban (selalu, sering, jarang, tidak pernah). Untuk penyekoran pernyataan positif yaitu selalu adalah 4, sering adalah 3, jarang adalah 2, dan tidak pernah adalah 1. Untuk penyekorang pernyataan negatif yaitu selalu adalah 1, sering adalah 2, jarang adalah 3, dan tidak pernah adalah 4. Setelah melakukan penyekoran maka dapat dilihat data setiap indikator dari motivasi belajar pada lampiran 5 halaman 96 sebagai berikut.
Tabel 13. Skor Motivasi Belajar
NO Indikator Frekuensi Persentase 1 Terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran, 1762 21,5%
2 Mencari tahu hal-hal yang berhubungan
dengan pelajaran, 1540 18,8%
3 Belajar secara mandiri 1559 19% 4 Menghindari hukuman guru dan orang
tua 636 7,8%
5 Ingin mendapatkan pujian dari guru dan
orang tua 616 7,5%
6 Ingin menyenangkan hati orang tua, 995 12,1% 7 Ingin mendapatkan nilai yang bagus 484 5,9% 8 Ingin mendapatkan pengakuan dari
teman-teman. 609 7,4%
56
Berdasarkan tabel di atas maka data motivasi belajar dapat disajikan dalam bentuk histogram berikut ini.
Gambar 5. Histogram Skor Motivasi Belajar
Setelah data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 23 yang terdapat pada lampiran 6 halaman 103 diperoleh nilai mean sebesar 62,13, nilai modus 57 dan 61, nilai median sebesar 62, dan nilai standar deviasi sebesar 8,289. Dari data tersebut dapat diklasifikasi distribusi frekuensi variabel motivasi belajar menggunakan rumus yang dijelaskan Saifudin Azwar (2014) pada Bab III halaman 48 berikut tabelnya.
Tabel 14. Perhitungan Klasifikasi Motivasi Belajar
No Perhitungan Kategori
1 X < (62,13− 1,0 � 8,289) Rendah 2 (62,13 − 1,0 �8,289)≤ X <(62,13 + 1,0 � 8,289) Sedang 3 (62,13 + 1,0 �8,289)≤ X Tinggi
Berdasarkan tabel rumus di atas, maka data mengenai motivasi belajar dapat diklasifikasikan dengan kategori sebagai berikut. 0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0%
Motivasi Belajar
57
Tabel 15. Klasifikasi Motivasi Belajar
No Kategori Interval Frekuensi Persentase 1 Rendah X < 53,841 19 14,4% 2 Sedang 53,841≤ X <70,419 94 71,2%
3 Tinggi 70,419 ≤ X 19 14,4%
Jumlah 132 100%
Berdasarkan dari data tabel di atas, data motivasi belajar dapat disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut.
Gambar 6. Hitogram Klasifikasi Motivasi Belajar
Berdasarkan tabel dan histogram di atas, dapat diketahui bahwa tingkat motivasi belajar siswa dalam kategori rendah dengan jumlah responden sebanyak 19 (14,4%), kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 94 (71,2%), dan kategori tinggi dengan jumlah responden sebanyak 19 (14,4%). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori sedang karena dalam tabel tersebut menunjukkan jumlah yang paling banyak.
0.0% 20.0% 40.0% 60.0% 80.0%
Rendah Sedang Tinggi
58 4. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi masing-masing variabel terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 23 dengan teknik analisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Dasar pengambilan keputusan yang dipergunakan adalah dengan melihat harga pada Asymp.Sig. (p). jika harga Asymp.Sig. (p) lebih besar dari 0,05 (p > 0,05) maka data dinyatakan berdistribusi normal. Hasil uji normalitas disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 16. Uji Normalitas
Variabel Asymp Sig (p) Hasil Kesimpulan Dukungan Sosial
Orang Tua 0,200 p > 0,05 Normal Motivasi Belajar 0,099 p > 0,05 Normal Keterangan : Perhitungan normalitas dapat dilihat pada lampiran 6
halaman 103
Berdasarkan data pada tabel diatas maka dapat disimpulkan:
a. Variabel dukungan sosial orang tua (X) 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
b. Variabel motivasi belajar (Y) 0,099 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
5. Uji Linieritas
Uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) membentuk garis linear atau tidak. Uji linieritas diperoleh dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 23
59
untuk menentukan Fhitung dan Ftable dengan criteria Fhitung > F table maka berdisribusi linier sedangkan Fhitung ≤F table maka distribusi tidak linier. Hasil uji linieritas disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 17. Uji Linieritas
F hitung F table
98,621 3,91
Keterangan : Perhitungan linieritas dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 104.
Dari data diatas bahwa Fhitung > F table yaitu 98,621 >3,91 , maka dapat disimpulkan bahwa variabel dukungan sosial orang tua (X) dan motivasi belajar (Y) berditribusi linier.
6. Uji Hipotesis
Berdasarkan uji normalitas dan uji linearitas tersebut diatas, data dapat disimpulkan berdistribusi normal dan liner.Sehingga dapat dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Pengujian ini digunakan untuk menghitung korelasi antara dua variabel yaitu variabel bebas X (dukungan sosial orang tua) dan Variabel terikat Y (motivasi belajar). Adapun hipotesis yang diajukan yaitu “Terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa”.
Dasar pengambilan keputusan yaitu jika harga r hitung > harga r tabel, maka hipotesis diterima. Akan tetapi jika harga r hitung < harga r tabel, maka hipotesis ditolak.
60
Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 23 diperoleh r = 0,657, p < 0,05 (Perhitungan dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 105). Nilai tersebut berada pada rentang 0,600-0,800 dengan kategori cukup.
Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa”.