BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Deskripsi Data Penelitian
Deskripsi data penelitian dari setiap variabel penelitian ini meliputi beberapa data, yaitu: data hasil angket dan observasi untuk mengukur motivasi belajar siswa.
1. Data Angket Motivasi Belajar Siswa
a. Data Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas Eksperimen 1
1) Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Kelas Eksperimen 1
Hasil analisis ststistik deskriptif data angket motivasi belajar siswa sebelum perlakuan kelas eksperimen 1 diperoleh dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Berikut inimerupakan hasil analisis statistik deskriptif data angket motivasi belajar siswa sebelum perlakuan kelas eksperimen 1:
Tabel 9. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Kelas Eksperimen 1
Statistics
ANGKET AWAL KELAS EKSPERIMEN
N Valid 32 Missing 32 Mean 48.16 Median 47.50 Mode 45 Std. Deviation 7.780 Minimum 33 Maximum 67
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Tabel di atas merupakan hasil analisis deskriptif nilai angket sebelum perlakuan pada kelas eksperimen 1 dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata (mean) hasil angket dari 32 siswa ialah 48,16. Titik tengah (median) dari hasil angket ialah 47,50 dan nilai yang sering muncul (modus) ialah 45. Nilai terendah dari hasil angket ialah sebesar 33sedangkan nilai tertinggi sebesar 67. Distribusi frekuensi data angka angket motivasi belajar siswa sebelum perlakuan kelas eksperimen 1 selengkapnya ditunjukkan pada tabel 10.
Tabel 10. Distribusi Frekuensi Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Kelas Eksperimen 1
Kelas Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Komulatif Frekuensi Relatif (%) Frekuensi Komulatif Relatif (%) 33-38 3 1 9,38% 100% 39-44 6 4 18,75% 90,63% 45-50 12 11 37,50% 71,88% 51-56 7 23 21,88% 34,38% 57-62 3 29 9,38% 12,50% 63-68 1 32 3,13% 3,13% Total 32 100%
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Berdasarkan tabel di atas, skor motivasi beajar siswa terendah berada pada interval 33-38 yaitu 9,38% berjumlah 3 siswa. Interval 39-44 yaitu 18,75% berjumlah 6 siswa. Interval 45-50 yaitu 37,45-50% berjumlah 12 siswa. Interval 51-56 yaitu 21,88% berjumlah 7 siswa. Interval 57-62 yaitu 9,38% berjumlah 3 siswa.
Skor motivasi belajar siswa tertinggi terdapat pada interval 63-68 dengan jumlah 1 siswa atau 3,13%.
Distribusi frekuensi data angket motivasi belajar sebelum perlakuan kelas eksperimen 1 dapat digambarkan dalam histogram pada gambar 2.
Gambar 2. Histogram Distribusi Frekuensi angket motivasi belajar sebelum perlakuan kelas eksperimen 1 2) Data Angket Motivasi Belajar Siswa Setelah Perlakuan Kelas
Eksperimen 1
Hasil analisis statistik deskriptif data angket aktivitas belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 1 diperoleh dengan menggunakan Program SPSS 16 for Windows. Berikut ini merupakan analisis statistik deskriptif data angket motivasi belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 1:
0 2 4 6 8 10 12 33-38 39-44 45-50 51-56 57-62 63-68
Kelas Eksperimen 1
Sebelum Perlakuan
Frekuensi AbsolutTabel 11. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sesudah Perlakuan Kelas Eksperimen 1
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
` Tabel di atas merupakan hasil perhitungan nilai angket kelas eksperimen 1 dengan bantuan Program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan data di atas nilai rata-rata (mean) hasil angket yaitu sebesar 58,84. Titik tengah (median) hasil angket yaitu sebesar 59 sedangkan nilai yang paling sering muncul (modus) yaitu sebesar 56. Sedangkan nilai terendah yaitu sebesar 47 dan nilai tertinggi yaitu 71.
Distribusi frekuensi data angket aktivitas belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 1 selengkapnya ditunjukkan pada tabel 12.
Statistics
ANGKET AKHIR KELAS EKSPERIMEN
N Valid 32 Missing 32 Mean 58.8438 Median 59.0000 Mode 56.00a Std. Deviation 6.05943 Minimum 47.00 Maximum 71.00
Tabel 12. Distribusi Frekuensi Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sesudah Perlakuan Kelas Eksperimen 1
Kelas Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Komulatif Frekuensi Relatif (%) Frekuensi Komulatif Relatif (%) 44-49 2 1 6,25% 100% 50-55 7 12 21,88% 93,75% 56-61 11 23 34,38% 71,88% 62-67 11 30 34,38% 37,50% 68-73 1 32 3,13% 3,13% Total 32 100%
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Berdasarkan tabel di atas, skor motivasi belajar siswa terendah berada pada interval 44-49 yaitu 6,25% berjumlah 2 siswa. Interval 50-55 yaitu 21,88% berjumlah 7 siswa. Interval 56-61 yaitu 34,38% berjumlah 11 siswa. Interval 62-67 yaitu 34,38% berjumlah 11 siswa. Skor motivasi belajar siswa tertinggi terdapat pada interval 68-73 yaitu 3,13% berjumlah 1 siswa.
Data angket motivasi belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 1 dapat digambarkan dalam histogram pada gambar 3.
Gambar 3. Histogram Distribusi Frekuensi angket motivasi belajar setelah perlakuan kelas eksperimen 1
0 5 10 15 44-49 50-55 56-61 62-67 68-73
Kelas Eksperimen 1
Setelah Perlakuan
Frekuensi Absolutb. Data Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas Eksperimen 2
1) Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Kelas Eksperimen 2
Hasil analisis ststistik deskriptif data angket motivasi belajar siswa sebelum perlakuan kelas eksperimen 2 diperoleh dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Berikut ini merupakan hasil analisis statistik deskriptif data angket motivasi belajar siswa sebelum perlakuan kelas eksperimen 2:
Tabel 13. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Kelas Eksperimen 2
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Tabel di atas merupakan hasil analisis deskriptif nilai angket sebelum perlakuan pada kelas eksperimen 2 dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata (mean) hasil angket dari 32 siswa ialah 51.72. Titik tengah (median) dari hasil angket ialah 51,50
Statistics
ANGKET AWAL KELAS EKSPERIMEN
N Valid 32 Missing 32 Mean 51.7188 Median 51.5000 Mode 48.00a Std. Deviation 8.34047 Minimum 31.00 Maximum 67.00
dan nilai yang sering muncul (modus) ialah 48. Nilai terendah dari hasil angket ialah sebesar 31 sedangkan nilai tertinggi sebesar 67. Distribusi frekuensi data angka angket motivasi belajar siswa sebelum perlakuan kelas eksperimen 2 selengkapnya ditunjukkan pada tabel 14.
Tabel 14. Distribusi Frekuensi Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Kelas Eksperimen 2
Kelas Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Komulatif Frekuensi Relatif (%) Frekuensi Komulatif Relatif (%) 31-36 1 1 3,13% 100% 37-42 3 6 9,38% 96,88% 43-48 6 13 18,75% 87,50% 49-53 9 22 28,13% 68,75% 54-59 7 28 21,88% 40,63% 60-65 5 31 15,63% 18,75% 66-71 1 32 3,13% 3,13% Total 32 100%
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Berdasatkan tabel di atas, skor motivasi belajar siswa terendah berada pada interval 31-36 yaitu 3,13% berjumlah 1 siswa. Interval 37-42 yaitu 9,38% berjumlah 3 siswa. Interval 43-48 yaitu 18,75% berjumlah 6 siswa. Interval 49-53 yaitu 28,13% berjumlah 9 siswa. Interval 54-59 yaitu 21,88% berjumlah 7 siswa. Interval 60-65 yaitu 15,63% berjumlah 5 siswa. Skor motivasi belajar siswa tertinggi terdapat pada interval 66-71 yaitu 3,13% berjumlah 1 siswa.
Distribusi frekuensi data angket motivasi belajar sebelum perlakuan kelas eksperimen 2 dapat digambarkan dalam histogram pada gambar 4.
Gambar 4. Histogram Distribusi Frekuensi angket motivasi belajar sebelum perlakuan kelas eksperimen 2 2) Data Angket Motivasi Belajar Siswa Setelah Perlakuan Kelas
Eksperimen 2
Hasil analisis statistik deskriptif data angket aktivitas belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 2 diperoleh dengan menggunakan Program SPSS 16 for Windows. Berikut ini merupakan analisis statistik deskriptif data angket motivasi belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 2:
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kelas Eksperimen 2
Sebelum Perlakuan
Frekuensi AbsolutTabel 15. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sesudah Perlakuan Kelas Eksperimen 2
Statistics
ANGKET AKHIR KELAS EKSPERIMEN
N Valid 32 Missing 32 Mean 64.6562 Median 65.0000 Mode 65.00a Std. Deviation 4.55511 Minimum 54.00 Maximum 73.00
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Tabel di atas merupakan hasil analisis deskriptif nilai angket sesudah perlakuan pada kelas eksperimen 2 dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata (mean) hasil angket dari 32 siswa ialah 54,66. Titik tengah (median) dari hasil angket ialah 65,00 dan nilai yang sering muncul (modus) ialah 65. Nilai terendah dari hasil angket ialah sebesar 54 sedangkan nilai tertinggi sebesar 73.
Distribusi frekuensi data angket aktivitas belajar siswa setelah perlakuan kelas eksperimen 2 selengkapnya ditunjukkan pada tabel 16.
Tabel 16. Distribusi Frekuensi Data Angket Motivasi Belajar Siswa Sesudah Perlakuan Kelas Eksperimen 2
Kelas Interfal Frekuensi Absolut Frekuensi Komulatif Frekuensi Relatif (%) Frekuensi Komulatif Relatif (%) 54-59 4 2 12,50% 100% 60-65 14 14 43,75% 87,50% 66-71 12 28 37,50% 43,75% 72-77 2 32 6,25% 6,25% Total 32 100%
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
Berdasarkan tabel di atas, skor motivasi belajar siswa terendah pada interval 54-59 yaitu 12,50% berjumlah 4 siswa. Interal 60-65 yaitu 43,75% berjumlah 14 siswa. Interval 66-71 yaitu 37,50% berjumlah 12 siswa. Skor motivasi belajar siswa tertinggi terdapat pada interval 72-77 yaitu 6,25% berjumlah 2 siswa.
Distribusi frekuensi data angket motivasi belajar sesudah perlakuan kelas eksperimen 2 dapat digambarkan dalam histogram pada gambar 5.
Gambar 5. Histogram Distribusi Frekuensi angket motivasi belajar sesudah perlakuan kelas eksperimen 2
2. Data Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa
Data hasil observasi digunakan sebagai data pendukung angket motivasi belajar siswa. Berdasarkan observasi yang dilakukan, diperoleh presentase motivasi blajar siswa kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 sebagai berikut:
Tabel 17. Presentase Motivasi Belajar Siswa *)
Data Kelas Eksperimen 1 Kelas Eksperimen 2
Observasi Pertemuan 1 56% 62%
Observasi Pertemuan 2 76% 86%
Selisih 20% 24%
Sumber: Data Primer yang Telah Diolah Menggunakan SPSS 16 for Windows
*) Hasil observasi motivasi belajar siswa selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6, 7, 8, 9. 0 2 4 6 8 10 12 14 54-59 60-65 66-71 72-77
Kelas Eksperimen 2
Frekuensi AbsolutTabel di atas menunjukkan bahwa selama peroses pembelajaran motivasi belajar siswa mengalami peningkatan pada kelas eksperimen 1 maupun kelas eksperimen 2. Akan tetapi dapat dilihat bahwa presentase peningkatan lebih tinggi pada kelas eksperimen 1.
Hasil observasi pada pertemuan I kelas eksperimen 1 sebesar 56% termasuk kriteria kurang dan kelas eksperimen 2 sebesar 62% termasuk kriteria cukup. Pada pertemuan II presebntase motivasi belajar siswa kelas eksperimen 1 meningkat menjadi 76% termasuk kriteria baik, sedangkan presentase kelas eksperimen 2 meningkat menjadi 86% termasuk kriteria sangat baik.
D. Pengujian Hipotesis