• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta kelas X Teknik Pemesinan A pada mata pelajaran sejarah yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 12 April 2016 dan 26 April 2016, sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2016. Pelaksanaan siklus II, hanya satu kali pertemuan dikarenakan banyak kegiatan kelas X Teknik Pemesinan A yang dilakukan di luar sekolah pada hari dan jam mata pelajaran sejarah, dan juga jadwal UAS yang diundurkan oleh pihak sekolah. Sebelum melaksanakan tindakan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi terhadap aktivitas siswa di dalam kelas selama proses pembelajaran sejarah berlangsung. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi awal aktivitas siswa pada kelas X Teknik Pemesinan A. Kegiatan pra penelitian dilakukan pada tanggal 22 Maret 2016 pada jam 14.00-13.30 WIB. Hasil observasi pra penelitian dan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada siklus I dan siklus II akan diuraikan sebagai berikut:

1. Observasi Pra Penelitian

Observasi pra penelitian dilakukan pada tanggal 22 Maret 2016 pada jam 14.00-15.30 WIB (pada jam sembilan dan sepuluh) sesuai dengan jam pelajaran sejarah di kelas X Teknik Pemesinan A SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta. Guru mata pelajaran sejarah adalah ibu Dra. Catarina Setyawati M.

Adapun jumlah siswa kelas X Teknik Pemesinan A secara keseluruhan berjumlah 32.

Pada jam mata pelajaran sejarah, siswa tidak langsung masuk ke dalam ruangan, tetapi perlu menunggu kelas lain keluar dari ruangan tersebut. Setelah kelas lain keluar, siswa kelas X Teknik Pemesinan A masuk ke ruangan dan disusul oleh ibu Catarina. Sebelum pelajaran dimulai, ibu Catarina menyapa siswa. Ibu Catarina kemudian menanyakan kehadiran siswa dan meminta membuka dan membaca LKS, sambil menunggu siswa membaca LKS ibu Catarina mempersiapkan media pembelajaran. Pada awal pembelajaran dimulai, terdapat siswa yang mencatat hal-hal penting dari penjelasan guru, memperhatikan penjelasan guru. Namun, terdapat juga siswa yang sibuk sendiri, main handphone, dan juga ngobrol dengan teman. Pada saat guru menjelaskan, guru bertanya kepada siswa berkaitan dengan materi pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami penjelasan yang baru saja disampaikan, terdapat dua orang siswa yang menjawab pertanyaan dari ibu Catarina.

Setelah menjelaskan materi, guru memberikan tugas dalam bentuk kelompok terdiri dari 6 kelompok yang beranggotakan 5-6 orang. Pada saat guru membagi kelompok, terdapat siswa yang terlihat semangat juga terdapat yang malas-malasan. Pada saat mengerjakan tugas kelompok, terdapat siswa yang aktif juga pasif dalam mengerjakan tugas kelompok, terdapat juga siswa yang keluar kelas namun minta izin kepada guru mata pelajaran terlebih dahulu. Pada saat presentasi, hanya beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan dan memberikan

tanggapan kepada kelompok yang presentasi, namun sebagian besar siswa mendengarkan kelompok yang presentasi. Untuk selengkapnya, hasil observasi kegiatan belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta dapat dilihat pada tabel berikut:

a. Keadaan Awal Kegiatan Belajar Sejarah Siswa

Tabel 16: Hasil Observasi Pra Penelitian Terhadap Kegiatan Belajar Sejarah Siswa Kelas X Teknik Pemesinan A

On task

No Aspek yang diamati Jumlah Persentase

1 Memperhatikan guru 27 84,375%

2 Siswa mencatat hal-hal penting pada saat

pembelajaran sejarah berlangsung 7 21,875%

3 Siswa mengajukan pertanyaan 3 9,375%

4 Siswa menjawab pertanyaan 2 6,25%

5 Siswa bekerja sama dalam kelompok 23 71,875%

6 Siswa aktif mengikuti diskusi 19 59,375%

7 Mengambil giliran 12 37,5%

8 Siswa mengemukakan pendapat 8 25%

9 Siswa memperhatikan teman yang

presentasi 26 81,25%

10 Siswa menyelesaikan tugas 29 90,625%

Off task

No Aspek yang diamati Jumlah Persentase

1 Siswa tidak memperhatikan pembelajaran 5 15,625%

2 Siswa main handphone 3 9,375%

3 Siswa ribut di dalam kelas 7 21,875%

4 Siswa keluar masuk kelas 4 12,5%

5 Siswa tidur di dalam kelas 2 6,25%

Tabel 16 di atas merupakan hasil observasi sebelum melakukan tindakan penelitian. Dari hasil observasi pra penelitian menunjukkan bahwa 27 siswa atau 84,27% memperhatikan guru, 7 orang atau 21,87% mencatat hal-hal penting, 3 orang atau 9,37% mengajukan pertanyaan, 2 orang atau 6,25% menjawab

pertanyaan, 23 orang atau 71,87% bekerja sama dalam kelompok, 19 orang atau 59,37% aktif mengikuti diskusi, 12 orang atau 37,5% mengambil giliran, 8 orang atau 25% mengemukakan pendapat, 26 orang atau 81,25% memperhatikan teman yang presentasi, dan 29 orang atau 90,62% menyelesaikan tugas. Dari hasil observasi tersebut, kegiatan belajar siswa yang paling menonjol adalah siswa menyelesaikan tugas, memperhatikan guru, memperhatikan teman yang presentasi, dan bekerja sama dalam kelompok.

Di sisi lain, 5 siswa atau 15,62% tidak memperhatikan pembelajaran, 3 orang atau 9,37% main handphone, 7 orang atau 21,87% ribut di dalam kelas, 4 orang atau 12,5% keluar masuk kelas, dan 2 orang atau 6,25% tidur di dalam kelas. Keadaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh jam pembelajaran sejarah yang dijadwalkan sore hari. Perlu diketahui bahwa di semester genap tahun ajaran 2015-2016 setiap hari Selasa sebelum jam pelajaran sejarah, siswa kelas X Teknik Pemesinan A praktek di ruang khusus jurusan teknik pemesinan. Dari kegiatan belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan A sebelum pembelajaran sejarah pada sore hari, sudah barang tentu dapat menguras tenaga dan pikiran sehingga keinginan untuk belajar pada saat jam pelajaran sejarah pun di sore hari sangat kurang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kegiatan belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan A sebelum penerapan model pembelajaran

Student Teams Achievement Division (STAD) masih tergolong rendah.

b. Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa

Pada tahap ini, peneliti melakukan uji coba angket minat untuk mengetahui keadaan awal minat belajar sejarah siswa. Hasil angket minat belajar

sejarah siswa dapat dilihat pada tabel (terlampir). Untuk mengetahui keadaan awal minat belajar sejarah siswa, peneliti menggunakan angket minat belajar sejarah siswa (hasil uji coba kuesioner terlampir). Angket minat belajar siswa sebagai berikut:

Tabel 17: Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa

No Nama Siswa Skor ST T C K SK

1 ABW 62,5 2 ASPP 62,5 3 AIZ 68 4 AAP 56 5 AM 63 6 APS 64 7 AP 65,5 8 AR 61 9 AADS 64 10 AW 66 11 AA 65,5 12 BAA 63,5 13 DP 72,5 14 DZ 71,5 15 DIH 70 16 DK 55 17 DR 66,5 18 DHCN 63 19 DAA 80,5 20 DK 53,5 21 DJNA 56,5 22 ENA 65,5 23 ES 69,5 24 FM 58,5 25 FYKK 60 26 FF 66 27 FS 60 28 GSP 63 29 HRD 66 Jumlah 1859 0 1 3 20 5 Persentase 0% 3,44% 10,34% 68,96% 17,24% Tertinggi 80,5 Terendah 53,5 Rata-rata 64,10

Berdasarkan tabel 17 di atas, menunjukkan bahwa minat awal belajar sejarah peserta didik berada pada kategori sangat tinggi adalah 0 atau 0%, kategori tinggi 1 orang atau 3,44%, kategori cukup 3 orang atau 10,34%, kategori kurang

20 orang atau 68,96%, dan kategori sangat kurang 5 orang atau 17,24%, dengan nilai rata-rata 64,10. Dari hasil observasi dapat disimpulkan bahwa minat belajar sejarah peserta didik masih tergolong rendah. Dari keadaan tersebut, sangat perlu adanya perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar sejarah sehingga dapat berpengaruh bagi prestasi belajar sejarah siswa. Untuk lebih jelas, akan diuraikan pada tabel berikut:

Tabel 18: Skala Minat

Tingkat Minat Kriteria

90% - 100% Sangat Tinggi

80% - 89% Tinggi

70% - 79% Cukup

60% - 69% Kurang

0% - 59% Sangat Kurang

Tabel 19: Persentase Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa

No Minat Belajar F Frek. Relatif % Kriteria Rata-rata

1 90-100 0 0% Sangat Tinggi 64,10 2 80-89 1 4% Tinggi 3 70-79 3 10% Cukup 4 55-64 20 69% Kurang 5 0-59 5 17% Sangat Kurang

Diagram I: Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa

0% 4%

10%

69% 17%

Diagram Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Kurang Sangat Kurang

c. Keadaan Awal Prestasi Belajar Sejarah Siswa

Selain melakukan observasi terhadap kegiatan belajar siswa selama pembelajaran sejarah berlangsung, peneliti juga mengambil prestasi siswa pra penelitian yang diambil dari hasil UTS semester genap. Data prestasi belajar tersebut diperoleh berdasarkan pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sejarah serta sebelum pembelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Hasil Ujian Tengah Semester tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah melakukan penelitian dari siklus I ke siklus II. KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 76. Hasil ulangan tengah semester yang diperoleh siswa kelas X Teknik Pemesinan A SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta yaitu sebagai berikut:

Tabel 20: Data Keadaan Awal Prestasi Belajar Sejarah Siswa

No Nama Siswa Nilai Ketuntasan Kriteria Ya Tidak ST T C K SK 1 AS 63 2 ABW 79 3 ASPP 54 4 AIZ 64 5 AAP 64 6 AM 72 7 APS 59 8 AP 45 9 AR 59 10 AADS 53 11 AW 63 12 AA 48 13 BAA 60 14 DP 65 15 DZ 51 16 DIH 70 17 DK 64 18 DR 51 19 DHCN 66 20 DAS 59 21 DAA 65

22 DK 60 23 DJNA 64 24 ENA 61 25 ES 77 26 FM 60 27 FYKK 59 28 FF 56 29 FS 53 30 GDP 52 31 GSP 54 32 HRD 43 Jumlah 1913 2 30 0 0 4 13 15 Persentase 6,25% 93,75% 0% 0% 12,50% 40,62% 46,88% Tertinggi 79 Terendah 43 Rata-rata 59,78

Berdasarkan tabel 20 di atas, keadaan awal prestasi belajar sejarah siswa kelas X Teknik Pemesinan A sebelum penerapan model pembelajaran Student

Teams Achievement Division (STAD) menunjukkan bahwa siswa yang nilainya

mencapai KKM berjumlah 2 orang atau 6,25%, sedangkan yang memperoleh nilai di bawah KKM berjumlah 30 orang atau 93,75%. Rata-rata nilai peserta didik adalah 59,781 dengan nilai tertinggi 79 dan nilai terendah 43. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas X Teknik Pemesinan A nilai pelajaran sejarah berada di bawah KKM. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa. Berikut ini hasil uji kategorisasi berdasarkan keadaan awal prestasi belajar sejarah siswa ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 21: Skala Prestasi

Tingkat Penguasaan Kriteria

90% - 100% Sangat Tinggi

80% - 89% Tinggi

70% - 79% Cukup

60% - 69% Kurang

Tabel 22: Persentase Keadaan Awal Prestasi Belajar Sejarah Siswa

No Prestasi Belajar F Frek. Relatif % Kriteria Rata-rata

1 90-100 0 0 Sangat Tinggi 59,78 2 80-89 0 0 Tinggi 3 70-79 4 12% Cukup 4 55-64 13 41% Kurang 5 0-59 15 47% Sangat Kurang

Diagram II: Keadaan Awal Prestasi Belajar Sejarah Siswa 2. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I

Siklus pertama dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan pada tanggal 12 April dan 26 April 2016 pada pukul 14.00-15.30 WIB. Pada pertemuan pertama tanggal 12 April, dari 32 siswa, jumlah siswa yang hadir 31 orang dan pertemuan kedua tanggal 26 April siswa hadir semua. Materi pembelajaran tentang “Proses Islamisasi di Jawa dan Proses Islamisasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara”. Pada pertemuan pertama, materi yang dibahas tentang “Proses Islamisasi di Jawa”. Pada pertemuan kedua, materi yang dibahas tentang “Proses Islamisasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara” berikut ini diuraikan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada siklus pertama:

0% 0% 12%

41% 47%

Diagram Keadaan Awal Prestasi Belajar Sejarah Siswa

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

a. Perencanaan Siklus I

Pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan tindakan berupa perangkat pembelajaran. Adapun langkah-langkah persiapan dan perencanaannya adalah sebagai berikut:

1) Peneliti membuat perangkat pembelajaran yang mencakup rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, dan media pembelajaran. Berikut ini disajikan uraian masing-masing perangkat pembelajaran:

a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Dalam RPP berisikan tentang langkah-langkah proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement

Division (STAD). Peneliti menyusun RPP dengan mengkonsultasikan

kepada dosen pembimbing dan guru mata pelajaran sejarah. RPP dibuat tiap siklus. Lihat lampiran.

b) Materi pembelajaran

Materi pembelajaran mencakup Kerajaan Demak, Kerajaan Mataram, Kesultanan Banten, Kesultanan Cirebon. Standar kompetensi dalam materi ini diambil dari 3.8 Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dan menunjukan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

c) Media pembelajaran

Pada media pembelajaran peneliti mempersiapkan powerpoint yang berisi poin-poin materi pembelajaran, peta, dan gambar-gambar yang berkaitan dengan proses Islamisasi di Jawa.

d) Observasi Kegiatan Belajar siswa

Peneliti menyusun instrumen observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran Student

Teams Achievement Division (STAD). Untuk mengobservasi kegiatan

belajar siswa, peneliti dibantu teman. Berikut ini tabel observasi kegiatan belajar siswa:

Tabel 23: Observasi Kegiatan Belajar Siswa

On task

No Aspek yang diamati Jumlah Persentase

1 Memperhatikan guru

2 Siswa mencatat hal-hal penting pada saat pembelajaran sejarah berlangsung

3 Siswa mengajukan pertanyaan 4 Siswa menjawab pertanyaan

5 Siswa bekerja sama dalam kelompok 6 Siswa aktif mengikuti diskusi

7 Mengambil giliran

8 Siswa mengemukakan pendapat 9 Siswa memperhatikan teman yang

presentasi

10 Siswa menyelesaikan tugas

Off task

No Aspek yang diamati Jumlah Persentase

1 Siswa tidak memperhatikan pembelajaran 2 Siswa main handphone

3 Siswa ribut di dalam kelas 4 Siswa keluar masuk kelas 5 Siswa tidur di dalam kelas

Cara memperoleh persentase kegiatan belajar siswa sebagai berikut:

b. Tindakan Siklus I

Pada tahap ini, pelaksanaan tindakan mengacu pada RPP yang telah dibuat peneliti dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement

Division (STAD). Pada siklus I tindakan dilakukan sebanyak dua kali.

Berikut ini uraian pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus pertama:

1) Tindakan Pertemuan Pertama

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

Student Teams Achievement Division (STAD) pada tindakan pertama dilakukan

pada hari Selasa, 12 April 2016 pada pukul 14.00-15.30 WIB. Materi yang dibahas pada tindakan pertemuan pertama ini adalah proses Islamisasi di Jawa.

Pertemuan pertama diawali dengan peneliti mengucapkan salam serta menanyakan kabar siswa. Selanjutnya, peneliti menanyakan kehadiran siswa dalam bentuk presensi. Pada kegiatan awal, peneliti melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan kepada siswa terkait dengan materi yang telah dipelajari satu minggu yang lalu dan materi yang akan dipelajari hari ini. Setelah itu peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan inti, peneliti menjelaskan secara singkat tentang materi proses Islamisasi di Jawa. Setelah peneliti menjelaskan materi pembelajaran, peneliti menugaskan siswa dalam bentuk kelompok yang beranggotakan 5-6 orang. Setelah setiap kelompok berdiskusi dalam menjawab pertanyaan, masing-masing siswa dalam kelompok bertanggung jawab untuk mempresentasikan hasil

diskusi di depan kelas. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, sesama peneliti mengamati kegiatan siswa. Sebelum pelajaran berakhir, peneliti bersama siswa menarik kesimpulan terkait materi yang telah dipelajari serta menemukan nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama pembelajaran berlangsung.

2) Tindakan Pertemuan Kedua

Tindakan kedua pada siklus pertama dilaksanakan pada 26 April 2016, hari dan jam yang sama dengan pertemuan pertama. Materi yang dipelajari pada tindakan kedua ini adalah Proses Islamisasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. Tindakan yang dilakukan pada pertemuan kedua sebagian besar hampir sama dengan pertemuan pertama, tetapi pada pertemuan kedua ini peneliti mencoba melakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil evaluasi pada pertemuan pertama. Dalam hal ini, hal-hal yang kurang pada pertemuan pertama diperbaiki pada pertemuan kedua, sehingga diharapkan terjadi peningkatan mutu pembelajaran jika dibandingkan dengan pertemuan pertama.

Pada awal pembelajaran, peneliti memberikan salam dan menanyakan keadaan siswa. Pada pertemuan kedua ini, siswa tidak ada yang absen. Peneliti memberikan apersepsi berkaitan materi yang telah dipelajari sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.

Pada kegiatan inti, peneliti menjelaskan secara garis besar materi tentang Proses Islamisasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, kemudian siswa dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan permasalahan dalam bentuk soal yang telah dipesiapkan peneliti. Selama diskusi siswa di dalam kelompok telihat aktif dalam memecahkan masalah yang ada di kelompoknya.

siswa saling mengungkapkan pendapat dalam memecahkan masalah. Setelah selesai diskusi, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara bergantian. Sementara kelompok yang lain mendengarkan, menanggapi, dan menanyakan hal-hal yang menurut anggota kelompok lain belum memahami jawaban dari kelompok yang sedang presentasi.

Setelah masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi serta bertanya, peneliti bersama siswa menyimpulkan serta menemukan nilai-nilai hidup berkaitan dengan pembelajaran hari ini. Pada saat menyimpulkan terdapat siswa yang aktif dalam menyimpulkan serta menemukan nilai-nilai dari pembelajaran yang baru saja berlangsung, dan terdapat juga siswa yang sibuk sendiri mengemas barang-barangnya untuk segera pulang. Peneliti juga tetap mengingatkan siswa bahwa pertemuan berikutnya adalah evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan essay, materi yang akan dievaluasi adalah materi pertemuan pertama dan materi pertemuan kedua.

c. Observasi Kegiatan Belajar Sejarah Siswa Pada Siklus I

Observasi kegiatan belajar sejarah siswa dilakukan oleh teman peneliti. Hasil observasi kegiatan belajar sejarah siswa selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada siklus pertama sebagai berikut:

Tabel 24: Hasil Observasi Kegiatan Belajar Sejarah Siswa Pada Siklus I

On task

No Aspek yang diamati Jumlah Presentase

1 Memperhatikan guru 26 83,87%

2 Siswa mencatat hal-hal penting pada saat

pembelajaran sejarah berlangsung 5 16,12%

3 Siswa mengajukan pertanyaan 2 6,45%

4 Siswa menjawab pertanyaan 3 9,67%

5 Siswa bekerja sama dalam kelompok 29 93,54%

6 Siswa aktif mengikuti diskusi 24 77,41%

7 Mengambil giliran 10 32,25%

8 Siswa mengemukakan pendapat 5 16,12%

9 Siswa memperhatikan teman yang

presentasi 25 80,64%

10 Siswa menyelesaikan tugas 29 93,54%

Offtask

No Aspek yang diamati Jumlah Presentase

1 Siswa tidak memperhatikan pembelajaran 3 9,67%

2 Siswa main Handphone 5 16,12%

3 Siswa ribut di dalam kelas 7 22,58%

4 Siswa keluar masuk kelas 4 12,90%

5 Siswa tidur di dalam kelas 4 12,90%

Tabel 24 di atas menunjukkan hasil observasi terhadap kegiatan belajar siswa selama pembelajaran sejarah berlangsung. Pada siklus pertama, terdapat 26 siswa atau 83,87% memperhatikan guru, 5 orang atau 16,12% mencatat hal-hal penting, 2 orang atau 6,45% mengajukan pertanyaan, 3 orang atau 9,67% menjawab pertanyaan, 29 orang atau 93,54% bekerja sama dalam kelompok, 24 orang atau 77,41% aktif mengikuti diskusi, 10 orang atau 32,25% mengambil giliran, 5 orang atau 16,12% mengemukakan pendapat, 25 orang atau 80,64% memperhatikan teman yang presentasi, dan 30 orang atau 96,77% menyelesaikan tugas. Dari hasil observasi tersebut, kegiatan belajar siswa yang paling menonjol

yaitu siswa menyelesaikan tugas, bekerja sama dalam kelompok, memperhatikan guru, dan memperhatikan teman yang presentasi.

Di sisi lain terdapat 3 siswa atau 9,6% tidak memperhatikan pembelajaran, 5 orang atau 16,12% main handphone, 7 orang atau 22,58% ribut di dalam kelas, 4 orang atau 12,90% keluar masuk kelas, dan 4 orang atau 12,90% tidur di dalam kelas. Keadaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh keadaan siswa yang merasa lelah karena belajar dari pagi sampai sore hari. Sehingga ketika siswa merasa bosan dan lelah pada jam pembelajaran sejarah, mereka lebih memilih mencari kesibukan sendiri dari pada mengikuti pembelajaran.

Dari hasil observasi terhadap kegiatan belajar siswa tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada siklus pertama siswa masih belum fokus dan aktif mengikuti proses pembelajaran karena situasi yang membuat siswa tersebut tidak berkeinginan mengikuti pembelajaran sejarah sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu sangat perlu mengadakan perubahan agar siswa tidak berlarut dalam keadaan yang demikian.

d. Minat Belajar Sejarah Siswa Pada Siklus I

Pada siklus pertama, peneliti mengevaluasi minat belajar sejarah siswa dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut bertujuan untuk mengetahui minat belajar sejarah siswa dan untuk mengetahui perbandingan antara keadaan awal minat belajar sejarah siswa sebelum menggunakan model pembelajaran

Student Teams Achievement Division (STAD) dengan minat belajar sejarah siswa

setelah menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Hasil minat belajar sejarah siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 25: Minat Belajar Sejarah Siswa Siklus I No Nama Siswa Nilai ST T C K SK 1 ABW 81,5 √ 2 ASPP 80 √ 3 AIZ 74 √ 4 AAP 69,5 √ 5 AM 74,5 √ 6 APS 82 √ 7 AP 72 √ 8 AR 71,5 √ 9 AADS 69,5 √ 10 AW 66,5 √ 11 AA 72,5 √ 12 BAA 82,5 √ 13 DP 76,5 √ 14 DZ 74 √ 15 DIH 73,5 √ 16 DK 67,5 √ 17 DR 68,5 √ 18 DHCN 77,5 √ 19 DAA 82,5 √ 20 DK 74,5 √ 21 DJNA 60,5 √ 22 ENA 77,5 √ 23 ES 72,5 √ 24 FM 60 √ 25 FYKK 66,5 √ 26 FF 71 √ 27 FS 80 √ 28 GSP 78,5 √ 29 HRD 71,5 √ Jumlah 2128,5 0 6 15 8 0 Persentase 0% 20,68% 51,72% 27,58% 0% Tertinggi 82,5 Terendah 60 Rata-rata 73,39

Berdasarkan tabel 25 di atas, menunjukkan bahwa minat belajar sejarah peserta didik pada siklus pertama berada pada kategori sangat tinggi adalah 0 atau 0%, kategori tinggi 6 orang atau 21%, kategori cukup 17 orang atau 58%, kategori

kurang 6 orang atau 21%, dan kategori sangat kurang 0 atau 0%, dengan nilai rata-rata 73,39655. Untuk lebih jelas, akan diuraikan pada tabel berikut:

Tabel 26: Skala Minat

Tingkat Minat Kriteria

90% - 100% Sangat Tinggi

80% - 89% Tinggi

70% - 79% Cukup

60% - 69% Kurang

0% - 59% Sangat Kurang

Tabel 27: Persentase Minat Belajar Sejarah Siswa Siklus I

No Minat Belajar F Frek. Relatif % Kriteria Rata-rata

1 90-100 0 0% Sangat Tinggi 73,39 2 80-89 6 21% Tinggi 3 70-79 17 58% Cukup 4 60-69 6 21% Kurang 5 0-59 0 0% Sangat Kurang

Diagram III: Minat Belajar Sejarah Siswa e. Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pada Siklus I

Prestasi belajar sejarah siswa kelas X Teknik Pemesinan A SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta diukur berdasarkan hasil evaluasi berupa soal pilihan ganda dan soal essay yang dilakukan setelah penerapan model pembelajaran

0%

21%

58% 21%

0%

Diagram Minat Belajar Sejarah Siswa Siklus I

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Kurang Sangat Kurang

Student Teams Achievement Division (STAD pada siklus pertama. Prestasi belajar

sejarah siklus pertama dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 28: Prestasi Belajar Sejarah Siswa

No Nama Siswa Nilai Ketuntasan Kriteria Ya Tidak ST T C K SK 1 ABW 82 2 ASPP 78 3 AIZ 76 4 AAP 76 5 AM 80 6 APS 76 7 AP 76 8 AR 76 9 AADS 82 10 AW 74 11 AA 72 12 BAA 70 13 DP 76 14 DZ 64 15 DIH 66 16 DK 80 17 DR 78 18 DHCN 80 19 DAA 78 20 DK 64 21 DJNA 82 22 ENA 78 23 ES 80 24 FM 76 25 FYKK 78 26 FF 72 27 FS 80 28 GSP 72 29 HRD 74 Jumlah 2196 20 9 0 8 18 3 0 Persentase 68,97% 31,03% 0% 27,58% 62,06% 10,34% 0% Tertinggi 82 Terendah 64 Rata-rata 75,72

Berdasarkan tabel 28 di atas, prestasi belajar sejarah siswa kelas X Teknik Pemesinan A setelah penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement

Division (STAD) pada siklus pertama menunjukkan bahwa siswa yang nilainya

memperoleh nilai di bawah KKM berjumlah 9 orang atau 31,03%. Rata-rata nilai siswa adalah 75,72 dengan nilai tertinggi 82 dan nilai terendah 64. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar sejarah siswa kelas X Teknik Pemesinan A sudah cukup baik, tetapi masih terdapat siswa yang memperoleh prestasi rendah. Adapun hasil uji kategorisasi berdasarkan prestasi belajar sejarah siswa pada siklus pertama ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 29: Skala Prestasi Belajar

Tingkat Penguasaan Kriteria

90% - 100% Sangat Tinggi

80% - 89% Tinggi

70% - 79% Cukup

60% - 69% Kurang

0% - 59% Sangat Kurang

Tabel 30: Persentase Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I

No Prestasi Belajar F Frek. Relatif % Kriteria Rata-rata

1 90-100 0 0 Sangat Tinggi 59,78 2 80-89 8 0 Tinggi 3 70-79 18 12% Cukup 4 60-69 3 41% Kurang 5 0-59 0 47% Sangat Kurang

Diagram IV: Prestasi Belajar Sejarah Siswa

0%

28%

62% 10% 0%

Diagram Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Kurang Sangat Kurang

f. Refleksi Siklus I

Refleksi siklus pertama dilakukan terhadap proses pembelajaran, hasil observasi, minat dan prestasi belajar sejarah siswa berupa hasil belajar dengan

Dokumen terkait