Meningkatkan Citra UIN Walisongo Semarang
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data
1. Deskripsi Data Umum
a. Sejarah UIN Walisongo Semarang
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sebelumnya adalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang diresmikan pada tanggal 6 April 1970 melalui Keputusan Menteri Agama RI No. 30 dan 31 tahun 1970. Upacara peresmian bertempat di Gedung Balaikota Kotamadya (Kota) Semarang. Sejak berdirinya IAIN Walisongo telah memiliki beberapa fakultas. Fakultas Dakwah berdomisili di Semarang, Fakultas Syariah berdomisili di Bumiayu, Fakultas Syari’ah berdomisili di Demak, Fakultas Ushuluddin berdomisili di Kudus, dan Fakultas Tarbiyah berdomisili di Salatiga.1
Ide pendirian IAIN Walisongo berawal dari sebuah keprihatinan para tokoh muslim di Jawa Tengah untuk memiliki sebuah perguruan tinggi Islam. Hal tersebut di dasarkan pada dua hal: pertama, Sebagian besar penduduk Jawa Tengah adalah muslim sehingga di perlukan adanya perguruan tinggi yang beridentitas Islam. Kedua, di Semarang
1 Buku Panduan Program Sarjana S.1 & D.3 UIN Walisongo Semarang Tahun Akademik 2017/2018, hlm. 14-15
49
sudah berdiri perguruan tinggi Negeri umum yaitu Universitas di Ponogoro, sementara perguruan tinggi islam belum ada, padahal di Yogyakarta sudah berdiri IAIN Sunan Kalijaga. Demikian pendirian perguruan tinggi islam merupakan suatu kebutuhan yang sangat urgen bagi warga muslim di Jawa Tengah
IAIN Walisongo bertransformasi menjadi UIN Walisongo sejak 19 desember 2014 bersamaan dengan dua UIN yang lain, yaitu UIN Palembang dan UIN SUMUT.
Peresmian dan menandatanganan prasasti dilakukan oleh presiden Joko Widodo di istana merdeka. Pembentukan UIN merupakan bagian dari usaha mengintegrasikan beragam ke ilmuan untuk meng eliminasi di kotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Hal ini di anggap perlu dalam usaha untuk memberikan dasar etika islam demi pengembangan ilmu dan teknologi, dan pada saat yang bersamaan dan berusaha meng implementasikan ajaran-ajaran islam secara professional di dalam kehidupan sosial.2
b. Visi, Misi, dan Tujuan UIN Walisongo 1) Visi
Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada Tahun 2038.
2 Buku Panduan Program Sarjana S.1 & D.3…., hlm. 34
50 2) Misi
a) Menyelenggarakan Pendidikan dan pengajaran IPTEKS berbasis kesatuan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan lulusan professional dan berakhlak al-karimah.
b) Meningkatkan kualitas penelitian untuk kepentingan Islam, ilmu, dan masyarakat.
c) Menyelenggarakan pengabdian yang bermanfaat untuk pengembangan masyarakat.
d) Menggali, mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal.
e) Mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala regional, nasional, dan internasional.
f) Mewujudkan tata pengelolaan kelembagaan professional berstandar internasional.
3) Tujuan
a) Melahirkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik dan professional dengan keluruhan budi yang mampu menerapkan dan mengembangkan kesatuan ilmu pengetahuan.
b) Mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang kontributif bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dalam beragama, berbangsa, dan bernegara.
51
c. Struktur Organisasi UIN Walisongo Semarang Tabel. 4.1 Struktur Kepemimpinan UIN Walisongo
Semarang
Rektor Prof. Dr. Imam Taufiq, M. Ag
Wakil Rektor I Dr. H. M. Mukhsin Jamil, M. Ag Wakil Rektor II Dr. H. Abdul Kholiq, M. Ag
Wakil Rektor III Dr. Achmad Arief Budiman, M. Ag Kepala Biro Administrasi,
Umum, Perencanaan dan Keuangan
Drs. H. A Buchori, M. M
Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama
Drs. Adnan, M. Ag
Ketua LP2M Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M. Ag Ketua LPM Dr. H. A. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.
Ag
52
Tabel. 4.2 Struktur Kepemimpinan Fakultas UIN Walisongo Semarang
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Dr. Ilyas Supena, M. Ag
Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Dr. H. Mohammad Arja Imroni, M. Ag Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan
Dr. Hj. Lift Anis Ma’shumah, M. Ag
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora
Dr. Hasyim Muhammad, M. Ag
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Dr. Muhammad Saifullah, M. Ag
Dekan Fakultas Ilmu Politik dan Sosiologi
Dr. Hj. Misbah Zulfa Elizabeth, M. Hum
Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan
Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M. Ag
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. H. Ismail, M. Ag
53
d. Fakultas dan Program Studi UIN Walisongo Semarang 1) Fakultas Syariah dan Hukum
a) Hukum Keluarga Islam b) Hukum Pidana Islam c) Hukum Ekonomi Syariah d) Ilmu Falak
e) Ilmu Hukum
2) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora a) Aqidah dan Filsafat Islam b) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir c) Studi Agama-Agama d) Tasawuf dan Psikoterapi e) Ilmu Seni dan Arsitektur Islam 3) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
a) Pendidikan Agama Islam b) Pendidikan Bahasa Arab c) Manajemen Pendidikan Islam d) Pendidikan Bahasa Inggris
e) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah f) Pendidikan Islam Anak Usia Dini 4) Fakultas Dakwah dan Komunikasi
a) Bimbingan dan Penyuluhan Islam b) Komunikasi dan Penyiaran Islam c) Manajemen Dakwah
d) Pengembangan Masyarakat Islam
54 e) Manajemen Haji Umrah 5) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
a) D3 Perbankan Syariah b) Ekonomi Islam c) S1 Perbankan Syariah d) Akuntansi Syariah e) Manajemen
6) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik a) Ilmu Politik
b) Sosiologi
7) Fakultas Psikologi dan Kesehatan a) Psikologi
b) Gizi
8) Fakultas Sains dan Teknologi a) Pendidikan Matematika b) Pendidikan Fisika c) Pendidikan Kimia d) Pendidikan Biologi e) Biologi
f) Fisika g) Kimia h) Matematika
i) Teknologi Informasi
55 e. Profil Humas UIN Walisongo
Dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, humas UIN Walisongo adalah subbagian dari Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) yang didalamnya terdapat bagian Kerjasama, Kelembagaan, dan Humas.3Subbagian humas mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan kehumasan, pendokumentasian, informasi dan publikasi.
f. Visi, Misi, dan Tujuan Humas UIN Walisongo 1) Visi
Membangun Reputasi Positif Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Melalui Kegiatan Komunikasi Internal Dan Eksternal Serta Pengembangan Relasi Media 2) Misi
a) Membangun reputasi universitas islam negeri walisongo sebagai universitas riset terdepan baik secara nasional maupun internasional
b) Membangun branding UIN Walisongo Semarang sebagai Pusat Studi Walisongo, Kampus berbasis unity of science, program smart & green campus, dan rumah moderator beragama
3 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2015, Organisasi dan Tata Kerja UIN Walisongo, Pasal 60 Ayat c
56
c) Membangun dan mengembangkan department public relations yang professional dan efektif.
3) Tujuan
a) Menguatkan reputasi UIN Walisongo Semarang sebagai universitas riset, pusat studi Walisongo, kampus berbasis unity of science, program smart &
green campus, dan Rumah Moderasi Beragama.
b) Membentuk departemen PR yang kuat, professional dan berkembang menjadi divisi yang strategi serta memberikan kontribusi nyata bagi institusi
g. Struktur Humas UIN Walisongo
Tabel 4.3. Struktur Humas UIN Walisongo Semarang Moch Muhaemin Penanggung Jawab Astri Amanati B. Project Manager
Lukmanul Hakim Dokumentasi dan Publikasi Widi Cahya Adi Video Maker Content
Muji Suwarno Medsos Content
Nur Alawiyah Medsos Content
Nazar Nurdin Jurnalis
Fajrul Falakh Jurnalis
Faris Shalahudin Zakiy Web Design
57 2. Deskripsi Data Khusus
a) Perencanaan humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo Semarang
Dalam sebuah lembaga, humas mempunyai peran penting dalam meningkatkan citra lembaga. Dalam meningkatkan citra humas memerlukan perencanaan, perencanaaan adalah bagian dari fungsi manajemen yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan lembaga. Humas mempunyai tugas untuk merencanakan program kerja sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan citra.
Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dengan subbag humas UIN Walisongo tentang perencanaan program kerja humas seperti yang dijelaskan oleh Bapak Widi Cahya Adi yaitu:
“Untuk rencana program kerja, kita selalu aktif untuk mengabarkan apa yang dimiliki UIN Walisongo Semarang di media sosial. Kemudian membuat konten-konten yang membuat orang-orang mengenal UIN Walisongo. Selain itu kita juga bekerjasama dan merangkul beberapa media massa dan media online.”4 Berdasarkan uraian diatas, kemudian diperkuat oleh Bu Astri selaku kepala subbag humas UIN Walisongo tentang rencana program kerja humas, yaitu:
“Kita di awal tahun itu ada target-target khusus terutama di media sosial, menambah follower.
membuat video yang memperkenalkan UIN Walisongo
4 THW-02, No. 22-27
58
dan apa saja yang kita lakukan disitu ada. Kita menjadi ujung tombak, dari segala kegitan, kita yang mendokumentasikan, menyampaikan, dan mengumumkan keluar ada apa saja. kita bekerjasama dengan media-media, seperti online dan cetak.”5 Perencanaan humas dalam meningkatkan citra salah satunya dengan mengoptimalkan website dan media sosial UIN Walisongo yang dikelola humas. Dalam pengelolaan website dan media sosial, dibutuhkan rencana agar informasi yang dipublikasi menjadi terarah dan sistematis. Hal tersebut dijelaskan oleh Bapak Widi Cahya Adi, sebagai berikut:
“Seperti yang kita tahu bahwa website baru saja di remake. Namun kami merasa masih banyak yang kurang di website kami, maka dari itu kami ingin merencanakan upgrading dari segi tampilan, segi font website, dan lain sebagainya. Untuk media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook, kita harus memposting kegiatan yang menarik dan terfilter dari kegiatan yang ada di universitas. Jadi tidak semua kami setujui untuk di publikasi”6
Rencana atau program yang dapat meningkatkan citra lembaga salah satunya adalah memperlihatkan asset, hal tersebut disampaikan oleh bapak Muji Suwarno, sebagai berikut:
“Rencananya kita akan memperlihatkan aset yang dimiliki UIN Walisongo, contohnya gedung baru. Itu
5 THW-01, No. 22-25
6 THW-02, No. 35-46
59
bisa dijadikan bahan untuk membuat video yang dapat meningkatkan citra UIN”7
Dari wawancara diatas dapat diperkuat dengan observasi yaitu mengamati informasi yang dipublikasikan di media sosial dan website UIN Walisongo Semarang.8 Selain observasi, data dapat diperkuat dengan dokumentasi foto website, akun media sosial UIN Walisongo Semarang.9
Gambar 4.1. Website UIN Walisongo Semarang
7 THW-03, No. 20-23
8 CLO, No. 6-12
9 Dokumentasi Humas UIN Walisongo melalui dokumen rencana program kerja humas
60
Gambar 4.2. Akun Instagram UIN Walisongo Semarang
Gambar 4.3. Akun Facebook UIN Walisongo Semarang
61
Gambar 4.4 Akun Twitter UIN Walisongo Semarang
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa perencanaan humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo yaitu dengan membuat rencana program kerja humas. Program kerja humas dalam meningkatkan citra adalah sebagai berikut:
1) Optimalisasi pengelolaan website dengan melakukan penguatan isi konten website agar dapat diakses oleh publik dengan baik
2) Pengembangan konten media sosial agar sesuai dengan perkembangan media digital saat ini
3) Optimalisasi berita UIN Walisongo di media massa dan memperkuat jaringan dengan pers
62
4) Mendokumentasikan kegiatan yang ada di UIN Walisongo.
Program kerja humas lebih ditekankan pada website dan media sosial untuk publikasi dan meningkatkan citra.
Sasaran website dan media sosial adalah calon mahasiswa baru dalam mengakses informasi yang ada di UIN Walisongo.
Website dan media sosial telah direncanakan dengan baik agar dapat memberikan informasi tentang UIN Walisongo yang tepat dan akurat. Dalam publikasi berita, humas memperkuat kerjasama dengan media massa dengan sasaran masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan citra UIN Walisongo.
b) Pelaksanaan humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo
Pelaksanaan adalah upaya dalam mewujudkan program kerja yang sudah direncanakan oleh humas UIN Walisongo.
Pelaksanaan humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo adalah dengan cara merealisasikan program kerja yang sudah dirancang dengan memanfaatkan media website dan media sosial sebagai media penunjang citra UIN Walisongo dimata masyarakat umum, hal ini dijelaskan oleh Bapak Widi Cahya Adi, sebagai berikut:
“Kami menggunakan website sebagai database UIN yang bisa dilihat masyarakat luas. Website juga sebagai induk informasi yang ada di kampus kita. Sosial media
63
kami gunakan untuk media informasi yang lebih ringan dan informasinya bisa diterima masyarakat banyak.
Sosial media seperti Instagram, Facebook, dan Twitter sebagai informasi mengenai kegiatan, prestasi, pencapaian dan lain sebagainya”10
Dari wawancara diatas menjelaskan bahwa fungsi website sebagai induk informasi UIN Walisongo yang dapat diakses dan dilihat oleh masyarakat luas. Sedangkan fungsi media sosial sebagai upaya pengingkatan citra adalah untuk memberikan informasi mengenai keseluruhan kegiatan, prestasi, pencapaian dan lain sebegainya. Berdasarkan wawancara dengan kasubbag humas Ibu Astri Amanati, lebih menggunakan media sosial Instagram untuk memberikan informasi, berikut wawancara dengan Ibu Astri:
“Dalam pengenalan UIN Walisongo, media yang kita gunakan untuk publikasi adalah website dan media sosial yang digunakan untuk iklan. Saya lebih sering iklan di instagram karena jangkauannya lebih luas dan sasarannya calon mahasiswa baru dan generasi milenial”11
Kemudian peneliti melakukan wawancara dengan pertanyaan yang sama dengan anggota subbag humas bapak Muji Suwarno, yaitu:
“Dalam mengupload berita, pengumuman, agenda-agenda yang ada di UIN, dan artikel-artikel dari dosen kita menggunakan website. Sedangkan untuk media
10 THW-02, No. 49-53
11 THW-01, No. 40-45
64
sosial lebih berfokus pada konten-konten yang milenial”12
Dari wawancara diatas menjelaskan bahwa media website digunakan untuk memberikan informasi mengenai berita, pengumuman, artikel yang diterbitkan dan lain sebagainya. Sedangkan konten-konten video dipublikasikan melalui media sosial, hal tersebut dijelaskan oleh bapak Widi sebagai berikut:
“Kita harus memahami aset apa yang dimiliki UIN Walisongo, setelah itu kita membuat konten-konten video. Salah satu contohnya adalah video yang baru kami buat dan di posting di media sosial, cukup banyak yang antusias dengan video tersebut”13
Selain pelaksanaan program kerja pada media sosial dan website, humas melaksanakan program kerja yang lainnya. Wawancara dilakukan dengan bapak Muji sebagai berikut:
“Kita bekerjasama dengan media massa baik cetak maupun online Biasanya kalau ada kegiatan, kita kirim release, tolong dimuat. Karena kita punya grup jurnalis, yang kebanyakan alumni sini. Jadi beritanya langsung keluar.”14
Dari wawancara diatas, dijelaskan bahwa humas bekerjasama dengan media cetak dan online untuk memberitakan kegiatan di UIN Walisongo. Selain program
12 THW-03, No.45-51
13 THW-02, No.56-63
14 THW-03, No.54-58
65
kerja tersebut, humas masih mempunyai satu program kerja yang tidak kalah penting dalam meningkatkan citra.
Wawancara dilakukan dengan bapak Muji sebagi berikut:
“Kita utamanya publikasi dan dokumentasi. UIN Walisongo mempunyai banyak event, humas berada pada semua event itu. Karena tugas wajib humas itu liputan. Humas sebagai peliput atau mendokumentasikan dan mempublikasikan setiap event yang ada” 15
Dari wawancara yang dilakukan dengan kasubbag dan anggota subbag dapat diperkuat dengan observasi yaitu melihat dan mengamati perkembangan media sosial, website, media massa online.16 Selain observasi, dapat diperkuat dengan dokumentasi yaitu foto kegiatan yang dipublikasikan di media sosial dan media massa.17
15 THW-03, No.61-66
16 CLO, No. 14-20
17 Dokumentasi Humas UIN Walisongo melalui foto yang dipublikasikan di media sosial
66
Gambar 4.5. Dokumentasi kegiatan penerimaan calon mahasiswa baru
Gambar 4.6. Prestasi UIN Walisongo Semarang
67
Gambar 4.7. Video menarik dan kreatif
Gambar 4.8. Pengumuman di website UIN Walisongo
68
Gambar 4.9. Dokumentasi kegiatan UIN Walisongo
Gambar 4.10. Berita UIN Walisongo yang dimuat di media massa online
69
Berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo yaitu dengan merealisasikan perencaanan program kerja humas, sebagai berikut:
1) Mengoptimalkan media website sebagai induk informasi UIN Walisongo, misalnya informasi mengenai berita, penerimaan mahasiswa baru, pengumuman, agenda kegiatan UIN Walisongo Semarang.
2) Melakukan inovasi terhadap konten-konten yang akan dipublikasikan dengan menarik dan kreatif, misalnya flayer/video mengenai keunggulan, pencapaian, dan prestasi yang diraih oleh UIN Walisongo
3) Membangun dan merawat jejaring dengan media massa terkait pemberitaan tentang kegiatan UIN Walisongo Semarang.
4) Memberikan informasi tentang seluruh kegiatan yang ada di UIN Walisongo kepada publik.
c) Evaluasi humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo
Evaluasi merupakan proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan berjalan dengan sebagaimana mestinya. Kegiatan evaluasi yaitu sebagai penilaian hasil yang telah dicapai dari proses
70
perencanaan dan pelaksanaan. Dalam kegiatan evaluasi, jika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka akan dilakukan perbaikan.
Evaluasi yang dilakukan humas UIN Walisongo dalam meningkatkan citra yaitu menilai hasil dari apa yang sudah dilaksanakan oleh humas. Salah satu contoh kegiatan evaluasi yaitu dengan mengumpulkan data kuatitatif hasil dari kegiatan humas selama satu tahun, hal ini dijelaskan oleh bapak Widi Cahya Adi sebagai berikut:
“Dari segi konten sudah bisa dilihat. Kami juga menghitung konten yang diposting. Kami tidak mempunyai alat ukur atau instrument, jadi hanya didengar secara subjektif (respon masyarakat). Kami belum bisa mengukur secara kualitas, namun hanya kuantitas seperti berapa postingan dan lain sebagainya.18
Dari wawancara diatas menjelaskan bahwa humas belum mempunyai alat ukur untuk mengukur kualitas humas seberapa baik humas dalam meningkatkan citra UIN Walisongo. Humas hanya menggunakan data kuantitas sebagai evaluasi program kerja humas. Evaluasi yang dilakukan humas mengenai media website dan media sosial dijelaskan oleh kassubag Humas UIN Walisongo ibu Astri Amanati sebagai berikut:
“Dilihat dari webomatriks website kita beberapa tahun agak menurun, dulu kita pernah nomer dua, tinggi
18 THW-02, No. 73-78
71
waktu itu. Kalau saya bilang, website sini masih kurang hasil jurnal penelitian dan tulisan-tulisan yang sedang booming yang biasanya menjadi rujukan. Di website belum ada kolom membahas itu”19
Dari penjelasan ibu Astri Amanati, peneliti memberikan pertanyaan yamg sama dengan bapak Widi Cahya Adi mengenai hasil dari media website dan media sosial dalam meningkatkan citra.
“Kita tidak memiliki alat ukur yang bisa mengukur.
Tapi dari tahun sebelumnya humas sudah ada perubahan. Website sudah mengalami pergerakan tapi masih perlu dikembangkan lagi, karena jika dilihat dari segi tampilan masih ada hal-hal yang menggelitik”20 Pernyataan mengenai evaluasi media website dan media sosial dijelaskan oleh bapak Muji Suwarno selaku anggota subbag humas UIN Walisongo.
“Belum ada surveinya, lebih baik lagi kalau ada angket yang disebarkan kepada mahasiswa atau masyarakat mengenai website UIN Walisongo Semarang. Kalau di media sosial Instagram kita ada target follower yang naik berapa. Tahun ini follower cukup meningkat.
Instagram kita sekarang sudahcentang atau verified”21 Dari wawancara yang dilakukan dengan bapak Widi Cahya Adi dan bapak Muji Suwarno yaitu humas belum mumpunyai instrumen secara khusus untuk mengukur
19 THW-01, No. 48--53
20 THW-02, No. 66-70
21 THW-03, No. 69-77
72
kualitas humas UIN Walisongo dalam meningkatkan citra.
Dilihat dari perkembangan media website sedikit mengalami penurunan sedangkan media sosial mengalami peningkatan yang cukup baik.
Evaluasi program kerja humas dalam bekerjasama dengan media massa baik cetak dan online dipaparkan oleh ibu Astri sebagai beikut:
“Kita kan menjalin hubungan baik dengan media, jadi kalau ada berita tentang UIN Walisongo yang mau keluar, mereka konfirmasi dulu ke kita. Jadi berita yang dipublikasi gak kemana-mana, masih bisa terkendali.”22
Selanjutnya program kerja dokumentasi kegiatan, dipaparkan oleh ibu Astri sebagai berikut:
“Kita jujur saja kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM kita hanya 6 orang dan mereka adalah dosen muda bukan khusus staf humas. Jadi mereka mempunyai tugas ganda, yaitu sebagai dosen dan membantu tugas humas.
Kadang kalau lagi banyak kegiatan kita kewalahan dalam membagi tugas. Kita harus meliput seluruh kegiatan di UIN Walisongo. Tapi kita masih bisa bekerja dengan professional, seluruh kegiatan bisa tercover”23
Berdasarkan wawancara diatas dapat diperkuat dengan observasi yaitu pengamatan website, media sosial, media massa dan dokumentasi foto kegiatan UIN Walisongo.24
22 THW-01, No. 62-65
23 THW-01, No. 67-75
24 CLO, No. 21-26
73
Observasi dapat diperkuat dengan dokumentasi yang dapat dibuktikan dengan dokumen dibawah ini.25
Gambar 4.11 Peringkat UIN Walisongo tahun 2019
25 Dokumentasi Humas UIN Walisongo melalui foto yang dipublikasikan di media sosial
74
Gambar 4.12 Peringkat UIN Walisongo tahun 2020
Gambar 4.13 Akun Instagram UIN Walisongo verified
75
Gambar 4.14 Kumpulan berita UIN Walisongo di media massa
Gambar 4.15. Kumpulan kegiatan UIN Walisongo
76
Berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa evalusi humas mengenai perencanaan dan pelakasanaan yaitu sebagai berikut:
1) Media website mengalami penurunan jika dilihat dari survey webomatriks. Website UIN Walisongo mengalami penurunan dari segi jumlah situs yang dikunjungi. Hal ini dikarenakan kurangnya upgrading mengenai informasi yang dipublikasikan.
2) Media sosial mengalami peningkatan followers jika dilihat dari jumlah pengikut tahun sebelumnya. Humas selalu memberikan informasi positif sehingga media sosial UIN Walisongo terus mengalami peningkatan dari segi konten dan pengikut/followers.
3) Humas mempunyai relasi yang baik dengan media massa, sehingga berita yang dipublikasikan di media massa adalah berita yang sudah terkonfirmasi oleh pihak humas dan dapat terkendali.
4) Dokumentasi kegiatan UIN Walisongo dapat dipublikasikan dengan cukup baik dengan SDM yang kurang memadai.