• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Penyajian Data

2. Deskripsi Data Variabel Penelitian

Pada variabel dalam penelitian ini mengukur jawaban responden pada kuesioner Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa menggunakan Skala Likert dengan point dibawah ini:

Sangat Setuju (SS) = 5

Setuju (S) = 4

Kurang Setuju (KS) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1

a. Frekuensi Jawaban Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1) Tabel 4.5

Hasil Tanggapan Responden Lingkungan Kerja Fisik

Indikator

Skala Pengukuran Mean

1

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan uraian pada tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden dengan 5 pernyataan mempunyai rata – rata 4,47. Dengan melihat rata – rata diatas membuktikan bahwa mean tertinggi berada pada X1.1, X1.2 dan X1.4 dengan angka 4,53 , sedangkan yang memiliki mean terendah yaitu X1.3 dengan angka 4.33.

Keterangan:

X1.1 : Berdasarkan pernyataan pertama pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.53.

X1.2 : Berdasarkan pernyataan kedua pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.53.

X1.3 : Berdasarkan pernyataan ketiga pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.33.

X1.4 : Berdasarkan pernyataan keempat pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.53.

X1.5 : Berdasarkan pernyataan kelima pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.42.

b. Frekuensi Jawaban Variabel Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) Tabel 4.6

Hasil Tanggapan Responden Lingkungan Kerja Non Fisik

Indikator

Skala Pengukuran Mean

1

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan uraian pada tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden dengan 3 pernyataan mempunyai rata – rata 4,51. Dengan melihat rata – rata diatas membuktikan bahwa mean tertinggi yaitu X2.1 dan X2.3 dengan angka 4,53, sedangkan mean yang terendah yaitu X2.2 dengan angka 4,47.

Keterangan:

X2.1 : Berdasarkan pernyataan pertama pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.53.

X2.2 : Berdasarkan pernyataan kedua pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.47.

X2.3 : Berdasarkan pernyataan ketiga pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.53.

c. Frekuensi Jawaban Variabel Kinerja Pegawai (Y) Tabel 4.7

Hasil Tanggapan Responden Kinerja Pegawai

Indikator

Skala Pengukuran Mea

n

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan uraian pada tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden dengan 6 pernyataan mempunyai nilai – nilai rata – rata 4,21.

Dengan melihat rata – rata diatas membuktikan bahwa mean tertinggi yaitu

Y.6 dengan angka 4,39, sedangkan mean yang terendah yaitu Y.1 dengan angka 3.78.

Keterangan:

Y.1 : Berdasarkan pernyataan pertama pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 3.78.

Y.2 : Berdasarkan pernyataan kedua pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.28.

Y.3 : Berdasarkan pernyataan ketiga pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.33.

Y.4 : Berdasarkan pernyataan keempat pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.25.

Y.5 : Berdasarkan pernyataan kelima pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.25.

Y.6 : Berdasarkan pernyataan keenam pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.39.

C. Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian 1. Analisis Data

a) Uji Validitas

Uji validitas merupakan uji yang berfungsi untuk melihat apakah suatu alat ukur tersebut valid (sahih) atau tidak valid. Alat ukur yang dimaksud merupakan pernyataan – pernyataan yang ada dalam kuesioner. Pada kuesioner dapat dikatakan sesuatu yang diukur oleh kuesioner misalnya jika r-hitung > r-tabel maka pernyataan valid (sahih) dan r-hitung < r-tabel maka pernyataan tidak valid. Adapun hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas

Variabel Item Corrected item-

total correlation r-tabel Ket.

Lingkungan

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan pada tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa nilai dari r-hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai r-tabel dan nilai signifikan lebih kecil 0,05. Ini menunjukkan bahwa dari uji validitas bahwa Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1), Variabel Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) dan Kinerja Pegawai (Y) terbukti valid.

b) Uji Realibilitas

Uji realibilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel. Jika nilai koefisien realibilitas >0,5 maka instrument yang diuji adalah reliable sedangkan jika nilai koefisien <0,5 maka instrument yang diuji tidak reliable. Hasil uji realibilitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9

Hasil Uji Realibilitas Lingkungan Kerja Fisik (X1)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.809 6

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan tabel hasil uji realibilitas variabel X1 diatas, memiliki nilai lebih besar >0,50 yaitu sebesar 0,809. Berdasarkan diatas maka indikator atau pernyataan dalam penelitian ini dikatakan sebagai reliable.

Tabel 4.10

Hasil Uji Realibilitas Lingkungan Kerja Non Fisik (X2)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.871 6

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan tabel hasil uji realibilitas variabel X2 diatas, memiliki nilai lebih besar >0,60 yaitu sebesar 0,853. Berdasarkan diatas maka indicator atau pernyataan dalam penelitian ini dikatakan sebagai reliable.

Tabel 4.11

Hasil Uji Realibilitas Kinerja Pegawai (Y)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.774 7

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan tabel hasil uji realibilitas variabel Y diatas, memiliki nilai lebih besar >0,60 yaitu sebesar 0,774. Berdasarkan diatas maka indikator atau pernyataan dalam penelitian ini dikatakan sebagai reliable.

2. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalistik

Uji normalistik bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel, atau residu memiliki distribusi normal. Untuk dapat mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak dalam penelitian ini adalah dengan cara melihat nilai signifikan pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.2 Grafik Histogram

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Pada gambar 4.1 bahwa residual data berkontribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh distribusi data yang berbentuk lonceng dan tidak melenceng ke kanan dan ke kiri.

Gambar 4.3 Grafik Normal PP Plot

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Pada gambar 4.2 terlihat bahwa gambar menunjukkan data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu, data dikatakan berkontribusi normal.

b) Uji Heteroskedastisitas

Gambar 4.4 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Berdasarkan gambar 4.3 diatas, menunjukkan bahwa titik – titik yang menyebar secara acak, tersebar baik diatas maupun di angka nol pada sumbu Y dan titik tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas. Oleh karena itu, model regresi dikatakan tidak mengalami heterokedastisitas.

c) Uji Multikolonieritas

Uji Multikolonieritas yaitu pengujian ada atau tidaknya hubungan antara linear antara variabel bebas. Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.12

Hasil Pengujian Multikolonieritas

Variabel Collinearity Statistics

Tolerance VIF

Constant Lingkungan Kerja

Fisik

.810 1.235

Lingkungan Kerja Non Fisik

.810 1.235

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022

Tabel 4.12 terlihat bahwa uji multikolonieritas menunjukkan bahwa nilai VIF semua variabel bebas dalam penelitian ini, dan nilai Tolerance semua variabel bebas yang berarti tidak terjadi gejala multikolonoeritas.

3. Analisis Regresi Liniear Berganda

Dokumen terkait