• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

G. Deskripsi Fokus Penelitian

1. Adanya ketepatan sasaran Komisi Pemilihan Umum 2. Adanya tiga indikator dalam mengukur efektifitas

G. Deskripsi Fokus Penelitian 1. Pencapaian tujuan

Pencapaian tujuan adalah keseluruhan upaya pencapaian tujuan yang harus dipandang sebagai suatu proses. Oleh karena itu agar pencapaian tujuan akhir

KOMISI PEMILIHAN UMUM UMUM (KPU) KABUPATEN GOWA DALAM PEMILIHAN BUPATI

DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2020

semakin terjamin diperlukan pentahapan, baik dalam arti pentahapan pencapaian bagian-bagiannya maupun pentahapan dalam arti periodisasinya.

2. Integrasi

Integrasi yaitu pengukuran terhadap tingkat kemampuan suatu organisasi untuk mengadakan sosialisasi, pengembangan konsensus dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya. Integrasi menyangkut proses sosialisasi.

3. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Untuk itu, digunakan tolak ukur proses pengadaaan dan penyisihan tenaga kerja.

39 BAB III

METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Peneliti telah melakukan penelitian selama dua (2) bulan setelah keluarnya surat izin penelitian dari LP3M yaitu pada tanggal 05 Juni 2021 s/d 29 Juli 2021.

Tempat atau lokasi penelitian dilakukan di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa.

B. Jenis dan Tipe Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif, dimana penelitian ini bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang atar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.

C. Sumber Data

Dalam penelitian ini peneliti membagi 2 jenis data, yaitu:

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari informan atau obyek penelitian. Untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini maka peneliti telah melakukan wawancara kepada beberapa informan.

2. Data sekunder

Data sekunder merupakan data-data tertulis yang digunakan sebagai informasi pendukung dalam analisis data primer. Data ini pada umumnya berupa dokumen-dokumen tertulis, foto, dan lain-lain yang terkait dengan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati . D. Informan penelitian

Informan merupakan seseorang yang akan di wawancarai ialah orang yang paham tentang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020. Adapun informan dalam penelitian ini adalah :

1. Ketua KPU Kabupaten Gowa.

2. Koordinator Divisi SDM Kantor KPU Kabupaten Gowa 3. Beberapa Masyarakat Kabupaten Gowa

E. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Wawancara

Yaitu dengan tanya jawab langsung kepada informan. Dalam penelitian ini data yang didapat ialah sejarah singkat dan gambaran umum koperasi tersebut serta informasi penting terkait beberapa prosedur sistem informasi akuntansi dan beberapa dokumen-dokumen yang hampir sama tersebut.

2. Observasi

Suatu cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung obyek-obyek yang ada, sebagaimana yang tidak dibatasi oleh perilaku manusia.

3. Dokumentasi

sebagai pelengkap dalam menerapkan metode obsevasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan:

1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan Langkah-langkah yang dilakukan adalah menajamkan analisis, menggolongkan atau pengkategorisasian ke dalam tiap permasalahan melalui uraian singkat, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sehingga dapat ditarik dan diverifikasi. Data yang di reduksi antara lain seluruh data mengenai permasalahan penelitian. Data yang di reduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesifik dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya serta mencari data tambahan jika diperlukan. Semakin lama peneliti berada di lapangan maka jumlah data akan semakin banyak, semakin kompleks dan rumit. Oleh karena itu, reduksi data perlu dilakukan sehingga data tidak bertumpuk agar tidak mempersulit analisis selanjutnya.

2. Penyajian Data

Setelah data di reduksi, langkah analisis selanjutnya adalah penyajian data.

Penyajian data merupakan sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisakan, tersusun dalam pola hubungan sehingga makin mudah dipahami. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan, hubungan antar kategori serta diagram alur. Penyajian data dalam bentuk tersebut mempermudah peneliti dalam memahami apa yang terjadi. Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga informasi yang didapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu untuk menjawab masalah penelitian. Penyajian data yang baik merupakan satu langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal. Dalam melakukan penyajian data tidak semata-mata mendeskripsikan secara naratif, akan tetapi disertai proses analisis yang terus menerus sampai proses penarikan kesimpulan. Langkah berikutnya dalam proses analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan dan melakukan verifikasi data.

3. Menarik kesimpulan atau verifikasi

Tahap ini merupakan tahap penarikan kesimpulan dari semua data yang telah diperoleh sebagai hasil dari penelitian. Penarikan kesimpulan atau verifikasi adalah usaha untuk mencari atau memahami makna/arti, keteraturan, pola-pola, penjelasan alur sebab akibat atau proposisi. Sebelum melakukan penarikan

kesimpulan terlebih dahulu dilakukan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.

Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dari kegiatan analisis data penarikan kesimpulan ini merupakan tahap akhir dari pengolahan data.

G. Pengabsahan Data

Untuk melihat keabsahan data yakni menggunakan triangulasi dimana dapat dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut:

1. Trangulasi Sumber

Trangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber berdasarkan data yang diperoleh, sehingga menghasilkan suatu kesimpulan.

2. Trangulasi Teknik

Trangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, dimana dapat dilakukan dengan wawancara, observasi maupun dokumentasi. Selanjutnya apabila data yang didapat berbeda, maka dapat didiskusikan kembali untuk memastikan data mana yang dianggap benar.

3. Trangulasi Waktu

Trangulasi waktu yakni dengan melihat kondisi atau situasi saat melakukan wawancara kepada informan, dengan suasana yang baik akan menghasilkan data yang lebih valid dan kredibel.

44 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Kondisi Geografis Kabupaten Gowa

Kabupaten Gowa adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sungguminasa. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.883,32 km² atau sama dengan 3,01% dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan berpenduduk sebanyak ± 652.941 jiwa, dimana bahasa yang digunakan di kabupaten ini adalah bahasa Makassar dengan suku Konjo Pegunungan yang mendiami hampir seluruh Kabupaten Gowa. Penduduk di kabupaten ini mayoritas beragama Islam.

Kabupaten ini berada pada 12°38.16' Bujur Timur dari Jakarta dan 5°33.6' Bujur Timur dari Kutub Utara. Sedangkan letak wilayah administrasinya antara 12°33.19' hingga 13°15.17' Bujur Timur dan 5°5' hingga 5°34.7' Lintang Selatan dari Jakarta.

Kabupaten yang berada pada bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan ini berbatasan dengan 7 kabupaten/kota lain, yaitu di sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Jeneponto sedangkan di bagian Barat berbatasan dengan Kota Makassar dan Takalar. Wilayah Kabupaten Gowa terbagi dalam 18 Kecamatan dengan jumlah Desa/Kelurahan definitif sebanyak 169 dan 726

Dusun/Lingkungan. Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar berupa dataran tinggi berbukit-bukit, yaitu sekitar 72,26% yang meliputi 9 kecamatan yakni Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Selebihnya 27,74% berupa dataran rendah dengan topografi tanah yang datar meliputi 9 Kecamatan yakni Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, Pattallassang, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan.

Dari total luas Kabupaten Gowa, 35,30% mempunyai kemiringan tanah di atas 40 derajat, yaitu pada wilayah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya, Bontolempangan dan Tompobulu. Dengan bentuk topografi wilayah yang sebahagian besar berupa dataran tinggi. Wilayah Kabupaten Gowa dilalui oleh 15 sungai besar dan kecil yang sangat potensial sebagai sumber tenaga listrik dan untuk pengairan. Salah satu diantaranya sungai terbesar di Sulawesi Selatan adalah sungai Jeneberang dengan luas 881 Km2 dan panjang 90 Km.

Di atas aliran sungai Jeneberang oleh Pemerintah Kabupaten Gowa yang bekerja sama dengan Pemerintah Jepang, telah membangun proyek multifungsi DAM Bili-Bili dengan luas + 2.415 Km2 yang dapat menyediakan air irigasi seluas + 24.600 Ha, konsumsi air bersih (PAM) untuk masyarakat Kabupaten Gowa dan Makassar sebanyak 35.000.000 m3 dan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berkekuatan 16,30 Mega Watt. Seperti halnya dengan daerah lain di Indonesia, di Kabupaten Gowa hanya dikenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Biasanya musim kemarau dimulai pada Bulan Juni hingga September,

sedangkan musim hujan dimulai pada Bulan Desember hingga Maret. Keadaan seperti itu berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan, yaitu Bulan April-Mei dan Oktober-November.

Curah hujan di Kabupaten Gowa yaitu 237,75 mm dengan suhu 27,125°C.

Curah hujan tertinggi yang dipantau oleh beberapa stasiun/pos pengamatan terjadi pada Bulan Desember yang mencapai rata-rata 676 mm, sedangkan curah hujan terendah pada Bulan Juli - September yang bisa dikatakan hampir tidak ada hujan.

Visi :

“Terwujudnya Gowa sebagai Daerah Tujuan Wisata, Sejarah dan Alam yang handal dan berdaya saing tinggi di Sulawesi Selatan.”

Misi :

1. Melestarikan nilai, keragaman dan kekayaan budaya dalam rangka memperkuat jati diri dan karakter bangsa.

2. Mengembangkan Ekonomi kreatif dan industri pariwisata yang handal dan berdaya saing serta destinasi yang berkelanjutan.

3. Mengembangkan sumber daya kebudayaan dan pariwisata.

4. Mengembangkan jaringan hubungan kemitraan yang berbasis kerakyatan.

5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kebudayaan dan pariwisata yang profesional dan berkemampuan tinggi.

6. Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan program antar stakechorder maupun sektor terkat.

7. Mengembangkan program pemasaran dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah.

Gambar 1. Peta Administrasi Kabupaten Gowa

Gambar 2. Peta Wilayah Kabupaten Gowa 2. Struktur Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai serangkaian hubungan antara idividu-individu dalam suatu kelompok. Struktur ini kemudian digambarkan dalam badan organisasi atau diagram. Diagram ini akan memperlihatkan garis-garis besar hubungan antara fungsi-fungsi dalam organisasi, arus tanggung jawab dan wewenang. Dalam pengertian luas dapat diartikan bahwa struktur organisasi

itu tergantung pada tugas-tugas yang dilaksanakan dan wewenang yang dipergunakan oleh individu-individu dari kelompok dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Struktur Organisasai Kantor KPU Kabupaten Gowa

Gambar 3. Struktur Sekretariat KPU Gowa

3. Visi dan Misi Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa VISI

“Menjadi Penyelenggara Pemilihan Umum yang Mandiri, Professional, dan Berintegritas untuk Terwujudnya Pemilu yang LUBER dan JURDIL.”

MISI

1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, serta aksesibel;

2. Meningkatkan integritas, kemandirian, kompetensi dan profesionalisme penyelenggara Pemilu dengan mengukuhkan code of conduct penyelenggara Pemilu;

3. Menyusun regulasi di bidang Pemilu yang memberikan kepastian hukum, progesif, dan partisipatif;

4. Meningkatkan kualitas pelayanan Pemilu untuk seluruh pemangku kepentingan;

5. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam Pemilu, Pemilih berdaulat Negara kuat; dan

6. Mengoptimalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dalam penyelenggaraan Pemilu.

4. Tugas dan Pokok Fungsi Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum terdiri atas KPU Provinsi yang menjadi Penyelenggara Pemilu di Provinsi. KPU Kabupaten Gowa dipimpin oleh anggota KPU yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua merangkap anggota dan 6 (enam) orang anggota. Masa jabatan anggota KPU adalah selama 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan pada tingkatan yang sama. Anggota KPU Provinsi dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajibannya, melakukan pembagian tugas dalam bentuk Divisi dan Korwil. Pembagian Divisi di KPU Kabupaten Gowa adalah sebagai berikut:

a. Divisi Keuangan, Umum, dan Rumah Tangga

Divisi Keuangan, Umum, dan Rumah Tangga mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

a) administrasi perkantoran, rumah tangga, dan kearsipan b) protokol dan persidangan

c) pengelolaan dan pelaporan Barang Milik Negara d) pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan

e) pengusulan peresmian keanggotaan dan pelaksanaan sumpah/janji DPRD Provinsi.

b. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

a) sosialisasi kepemiluan

a) partisipasi masyarakat dan pendidikan pemilih b) publikasi dan kehumasan

c) kampanye Pemilu dan Pemilihan d) kerja sama antar lembaga

e) dan pengelolaan dan penyediaan informasi publik.

c. Divisi Data dan Informasi

Divisi Data dan Informasi mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

a) pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih

b) sistem informasi yang berkaitan dengan tahapan pemilu c) pengelolaan sarana dan prasarana teknologi informasi d) pengelolaan dan penyajian data hasil Pemilu nasional e) pengendalian informasi dan

f) pengelolaan dan pengolahan data hasil Pemilu dan PemilihaN

d. Divisi Perencanaan dan Logistik

Divisi Perencanaan dan Logistik mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan

a) penyusunan program dan anggaran

b) perencanaan, pengadaan barang dan jasa, serta distribusi logistic

c) monitoring, evaluasi, dan pengendalian program dan anggaran.

e. Divisi Teknis Penyelenggaraan

Divisi Teknis Penyelenggaraan mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan

a) pengusulan daerah pemilihan dan alokasi kursi b) verifikasi partai politik dan anggota DPD c) pencalonan Peserta Pemilu dan Pemilihan

d) pemungutan, penghitungan suara, dan rekapitulasi penghitungan suara e) penetapan hasil dan pendokumentasian hasil Pemilu dan Pemilihan f) pelaporan dana kampanye

g) penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi.

f. Divisi Hukum dan Pengawasan

Divisi Hukum dan Pengawasan mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan

a) penyusunan rancangan Keputusan KPU Provinsi dan advokasi hukum b) penyelesaian sengketa proses, tahapan, hasil Pemilu dan Pemilihan, serta

non tahapan Pemilu dan Pemilihan c) dokumentasi dan publikasi hokum d) pengawasan dan pengendalian internal

e) penanganan pelanggaran administrasi, Kode Etik, dan Kode Perilaku a. Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian, dan Pengembangan

Divisi Sumber Daya Manusia dan Litbang mempunyai tugas untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan

a) pengusulan penggantian antar waktu anggota KPU Kabupaten/Kota b) pengawasan proses rekrutmen anggota PPK, PPS, dan KPPS c) pembinaan etika dan evaluasi kinerja sumber daya manusia d) pengembangan budaya kerja, tata laksana dan organisasi

e) pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia f) penelitian dan pengembangan kepemiluan.

B. Hasil Penelitian

Efektivitas KPU Kabupaten Gowa dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 dalam setiap organisasi, efektivitas dinilai sebagai unsur pokok aktivitas dalam mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disebut KPU, adalah lembaga penyelenggara pemilu yang bersifat Nasional, Tetap, dan Mandiri yang bertugas melaksanakan pemilu.

Wilayah kerja KPU adalah meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari KPU Pusat yang berkedudukan di ibu kota Negara Republik Indonesia, KPU Provinsi yang berkedudukan di ibu kota provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota yang berkedudukan di Kabupaten/Kota.

KPU Kabupaten Gowa merupakan lembaga yang bertugas menyelenggarakan pemilihan umum di wilayah Kabupaten Gowa sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Sebagai suatu lembaga yang independen, komitmen dari KPU sendiri sangat dibutuhkan agar pelaksanaan penyelenggaraan pemilu dapat berjalan maksimal. Terkait hal tersebut, efektivitas lembaga atau dalam hal ini efektivitas KPU Kabupaten Gowa sangat mempengaruhi bagaimana lembaga tersebut dapat menjalankan tugas dan wewenangnya secara optimal dalam menyelenggarakan pemilu di wilayahnya.

Kabupaten Gowa sendiri merupakan salah satu wilayah yang baru saja melaksanakan pemilu di daerahnya dalam rangka memilih Bupati dan Wakil Bupati, tepatnya pada tahun kemarin tepatnya pada tahun 2020. Kegiatan pemilu

merupakan ajang demokrasi yang dilaksanakan oleh KPU selaku lembaga penyelenggara dalam rangka memilih Bupati serta Wakil Bupati Kabupaten Gowa sesuai dengan aspirasi dan pilihan dari warganya. Adapun salah satu tolak ukur yang dapat mengukur sukses tidaknya penyelenggaraan pemilu yaitu tinggi rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu tersebut. Dalam negara yang menganut paham demokrasi, bentuk partisipasi politik masyarakat yang paling mudah diukur adalah ketika pemilihan umum berlangsung.

Sesuai dengan hipotesis kerja, untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini maka penulis menggunakan teori Duncan dalam Steers (2016:53).

Duncan dalam Steers (2016:53) mengemukakan bahwa dalam mengkaji/mengukur efektivitas diperlukan tiga indikator di dalamnya. Adapun ketiga indikator dalam mengkaji efektivitas yaitu, Pencapaian Tujuan, Integrasi, dan Adaptasi.

1. Pencapaian Tujuan

Pencapaian tujuan adalah keseluruhan upaya pencapaian tujuan yang harus dipandang sebagai suatu proses. Oleh karena itu agar pencapaian tujuan akhir semakin terjamin diperlukan pentahapan, baik dalam arti pentahapan pencapaian bagian-bagiannya maupun pentahapan dalam arti periodisasinya. Ketika sebuah lembaga dibangun atau dibuat, setiap lembaga atau instansi tersebut tentu memiliki tujuan yang telah ditetapkan untuk dapat dicapai. Tujuan tersebut dapat termuat dalam bentuk gagasan tertulis maupun tidak tertulis. Adapun terkait hal diatas, KPU Kabupaten Gowa sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum di

Kabupaten Gowa juga memiliki tujuan-tujuan yang hendak dicapainya. Tujuan tersebut termuat dalam bentuk gagasan tertulis yang selanjutnya disebut visi dan misi KPU. Visi dapat diartikan sebagai sebuah gagasan tertulis mengenai tujuan utama pendirian instansi atau lembaga.

Sedangkan misi diartikan sebagai penjabaran-penjabaran dari sebuah visi dalam rangka pencapaian visi tersebut. Sebagaimana dimaksud dalam hal di atas, tujuan KPU sebagaimana yang termuat dalam visi KPU adalah “Terwujudnya Komisi pemilihan umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan, dan akuntabel demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia”. Dalam pernyataan di atas, termuat kalimat untuk terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas.

Salah satu aspek terwujudnya demokrasi yang berkualitas adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan demokrasi, dimana dalam hal ini adalah partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum. Sejalan dengan visi tersebut, KPU juga memiliki beberapa misi terkait penjabaran dari visi KPU. Salah satu misinya yaitu meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demi terwujudnya citacita masyarakat Indonesia yang demokratis. Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa salah satu tujuan dari KPU adalah meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum. KPU Kabupaten Gowa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut yakni terkait meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam

pemilihan umum telah melakukan upaya-upaya guna mewujudkan hal tersebut.

Dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh KPU, maka pada penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Gowa tahun 2020 terdapat peningkatan partisipasi pemilih jika dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Ketua KPU yang mengatakan bahwa:

“KPU Gowa sendiri sebagai lembaga penyelenggara telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, diantarnya PKPU No 2 tahun 2017 tentang Tahapan program dan jadwal pemilihan,PKPU no 4 dan PKPU No 5 tahun 2020 tentang pemilihan umum. Jadi KPU dalam hal ini menjalankan setiap program maupun kegiatan tentang pemilihan umum sesuai dengan PKPU yang ditetapkan.

Dalam menjalankan tugasnya, salah satu program yang dilakukan KPU dalam pemilihan Bupati ini ialah tentu saja meningkatkan partisipasi masyarakat agar ikut langsung dalam penyelenggaraan pemilihan Bupati dan wakil Bupati nantinya. Meski belum signifikan, tetapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi sedikit peningkatan persentase pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada tahun 2020 ini.”( Wawancara MM, 26 juni 2021)

Selanjutnya pernyataan serupa turut disampaikan oleh Koordinator Divisi SDM yang mengatakan bahwa:

“Komisi Pemilihan Umum atau KPU adalah lembaga yang memang dibentuk untuk menyelenggarakan pemilihan umum sehingga dalam kaitannya dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Gowa, KPU Kabupaten ini telah siap untuk melaksanakannya secara maksimal.

Hal ini ditandai dengan beberapa hal, salah satunya adalah regulasi yang jelas mengenai pelaksanaan pemilihan ini yakni PKPU No 5 Tahun 2018 dan PKPU No 8 Tahun 2018. Oleh karenanya salah satu program yang dilakukan KPU ialah meningkatkan pertisipasi politik masyarakat pada pemilihan Bupati ini. Salah satu kegiatan dalam program meningkatkan partisipasi politik masyarakat, salah satunya yaitu memberikan sosialisasi/pemahaman kepada kelompok atau segmen masyarakat. Artinya semua segmen dan elemen diberdayakan dalam program peningkatan pasrtisipasi masyarakat dalam pendidikan politik dan pendidikan pemilih.

Salah satu penekanan dalam hal itu adalah bagaimana memastikan masyarakat benar benar mengerti beberapa hal yaitu masyarakat

memahami tentang tahapan dan program serta jadwal penyelenggaraan

memahami tentang tahapan dan program serta jadwal penyelenggaraan

Dokumen terkait