BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
C. Deskripsi Fokus Penelitian
Fokus penelitian merupakan penjelasan dari kerangka pikir. Adapun dalam penelitian ini pengawasan pemerintah dalam menertibkan penyelenggara umroh dapat di lihat dari pengawasan yang di berikan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar kepada travel-travel umroh dengan melihat berbagai macam teknik-teknik pengawasan oleh Situmorang Situmorang dan Juhir (1994:27), yaitu pengawasan langsung dan tidak langsung, pengawasan preventif, dan represif, pengawasan internal, dan eksternal.
Adapun penjelasan dari teknik-teknik pengawasan yang merupakan focus penelitian adalah sebagai berikut:
1. Pengawasan langsung, adalah pengawasan yang dilakukan secara pribadi oleh pimpinan atau pengawas dengan mengamati, meneliti, memeriksa, mengecek sendiri secara “on the spot” di tempat pekerjaan, dan menerima laporan-laporan secara langsung pula dari pelaksana. Hal ini dilakukan dengan inspeksi. Sedangkan pengawasan tidak langsung, diadakan dengan mempelajari laporan-laporan yang diterima dari pelaksana baik lisan maupun tertulis, mempelajari pendapat-pendapat masyarakat dan sebagainya tanpa pengawasan “on the spot”.
2. Pengawasan preventif, dilakukan melalui pre audit sebelum pekerjaan dimulai. Misalnya dengan mengadakan pengawasan terhadap persiapan-persiapan, rencana kerja, rencana anggaran, rencana penggunaan tenaga dan
sumber-sumber lain. Sedangkan pengawasan represif, dilakukan melalui post-audit, dengan pemeriksaan terhadap pelaksanaan di tempat (inspeksi), meminta laporan pelaksanaan dan sebagainya.
3. Pengawasan internal, adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dalam organisasi itu sendiri. Pada dasarnya pengawasan harus dilakukan oleh pucuk pimpinan sendiri. Setiap pimpinan unit dalam organisasi pada dasarnya berkewajiban membantu pucuk pimpinan mengadakan pengawasan secara fungsional sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Sedangkan pengawasan eksternal, adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dari luar organisasi sendiri, seperti halnya pengawasan dibidang keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sepanjang meliputi seluruh Aparatur Negara dan Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara terhadap departemen dan instansi pemerintah lain.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan dan penelitian ini di lakukan di Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, lembaga yang mengurus dan mengatur mengenai pelayanan di bidang ibadah haji dan umroh.
B. Jenis dan Tipe Penelitian Jenis Penelitian
Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Kualitatif, suatu penelitian yang tidak dapat di nyatakan dalam angka-angka melainkan penelitian yang dapat di nyatakan melalui kalimat.
Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang di gunakan penulis dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif (penggambaran) suatu penelitian yang mendeskripsikan apa yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian.
C. Sumber Data 1. Data Primer
Data primer adalah data yang di peroleh langsung oleh pengumpul data (peneliti) dari objek penelitiannya.jadi data primer yaitu data yang di kumpulkan dan di olah sendiri, data yang di dapatkan dari informan yang
bersangkutan dengan cara wawancara dan pengamatan (observasi) pada informan.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah semua data yang di peroleh secara tidak langsung dari objek penelitian, data yang diperoleh dari buku-buku, dokumen/catatan, tulisan-tulisan karya ilmiah dari berbagai media, arsip-arsip resmi yang dapat mendukung kelengkapan data primer.
D. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi tentang masalah yang akan di teliti. adapun informan dalam penelitian ini adalah:Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar 1 orang, Kepala Bidang Penyelengaraan haji dan umroh 1 orang, penyelenggara travel umroh 6 travel, dan masyarakat peserta umroh 2 orang.
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan proses pengadaan data primer untuk kebutuhan suatu penelitian, pengumpulan data yaitu merupakan suatu langkah yang sangat penting dalam metode ilmiah karena pada umumnya data yang terkumpul di gunakan dalam rangka analisis penelitian kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk pengujian hipotesa. pengumpulan data harus menggunakan prosedur yang sistematik dan terstandar untuk memperoleh data yang di perlukan dalam suatu penelitian.
Oleh karena itu selalu ada hubungan antara teknik pengumpulan data dengan masalah penelitian yang akan di jawab, masalah penelitian memeberikan
petunjuk atau arah dan mempengaruhi teknik pengumpulan data yang akan di gunakan. permasalahan penelitian tidak akan terpecahkan jika teknik pengumpulan data yang di gunakan kurang sesuai, dan menghasilkan data yang tidak di butuhkan dalam memecahkan masalah permasalahan penelitian tersebut .
Pada dasarnya teknik pengumpulan data dalam suatu penelitian dapat di lakukan berbagai cara dan berbagai sumber. dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik penelitian wawancara, observasi dan documenter.
1. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab yang di lakukan peneliti dengan orang – orang tertentu yang di anggap mampu memberikan jawaban yang valid mengenai penelitian tersebut.
2. Observasi
Observasi merupakan suatu pengamatan secara langsung dengan sistematis terhadap gejala-gejala yang hendak di teliti. Oleh karena observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data jika sesuai dengan tujuan penelitian,di rencanakan,dan di catat secara sistematis, dan di control reliabilitasnya dan validitasnya.
3. Dokumenter
Dokumenter yaitu melacak sumber-sumber tertulis yang berhubungan dengan masalah – masalah penelitian. Sumber ini berupa literatur yang me muat data yang relevan dengan masalah penelitian.
F. Teknik Analisis Data
Untuk menghasilkan dan memeperoleh data yang akurat dan objektif sesuai dengan-apa yang menjadi tujuan dalam penelitian ini, maka analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan cara analisis konteks dari telaah pustaka dan analisis pernyataan dari hasil wawancara dari informan. Dalam melakukan análisis data peneliti mengacu pada beberapa tahapan yang terdiri dari beberapa tahapan antara lain:
1. Pengumpulan informasi melalui wawancara terhadap key informan yang compatible terhadap penelitian kemudian observasi langsung ke lapangan untuk menunjang penelitian yang dilakukan agar mendapatkan sumber data yang diharapkan.
2. Reduksi data (data reduction) yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, tranformasi data kasar yang munculdari catatan-catatan di lapangan selama meneliti.
3. Penyajian data (data display) yaitu kegiatansekumpulan informasi dalam bentuk teks naratif,grafik jaringan, table dan bagan yang bertujuan mempertajam pemahaman penelitian terhadap informasi yang di pilih kemudian di sajikan dengan table ataupun uraian penjelasan .
Pada tahap akhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclution drawing/ verification), yang mencari arti pola-pola penjelasan,konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi. Penarikan kesimpulan dilakukan secara
cermat dengan melakukan verifikasi berupatinjauan ulang pada catatancatatan di lapangan sehingga data-data di ujivaliditasnya.
G. Pengabsahan Data
Data penelitian yang dikumpul diharapkan dapat mengahasilkan penelitian yang bermutu atau tidak kredibel, oleh karena itu peneliti melakukan keabsahan data dengan hal-hal sebagai berikut:
a. Perpanjangan Masa Pengamatan
Peneliti akan melakukan perpanjangan masa pengamatan jika yang dikumpulkan dianggap belum cukup sehingga dilakukan perpanjangan dengan melakukan pengumpulan data, pengamatan dan wawancara kepada informan baik dalam bentuk pengecekan data maupun mendapatkan data yang diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti menghubungi kembali pada informan untuk mengumpulkan data sekunder yang di perlukan.
b. Triangulasi
Triangulasi bermakna silang yakni mengadakan pengecekan akan kebenaran data yang dikumpulkan dari berbagai sumber data, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang lain, serta pengecekan pada waktu yang berbeda.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Profil Kota Makassar
Secara geografis, Kota Makassar pada koordinat 119 derajat bujur timur dan 5,8 derajat lintang selatan, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkajene Kepulauan.
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Takalar.
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar.
Wilayah Kota Makassar yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar mempunyai garis pantai sepanjang 32 km yang membentang dari arah Selatan ke Utara, membujur ke arah Timur Laut. Wilayahnya mencakup beberapa pulau, diantaranya Pulau Kayangan, Pulau Lae- Lae, Pulau Lanjukang, Pulau Langkai, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Bone Batang, Pulau Barang Lompo, Pulau Barangkeke, Pulau Kodingarenglompo, Pulau Samalona dan pulau-pulau kecil lainnya.
a. Luas Wilayah Kota Makassar
Luas Wilayah Kota Makassar adalah 175,77 km2. Secara umum konfigurasi bentuk wilayah Kota Makassar termasuk datar dan menurut morfologi regional merupakan deretan pegunungan Lompobattang yang berelief rendah. Keadaan topogratifinya datar hingga berombak dengan ketinggian berkisar antara 1 – 25 meter di atas permukaan laut Satuan relief di daerah ini pada umumnya ditutupi aluvium
hasil sedimentasi rawa, pantai dan sungai serta material hasil gunung api, dengan kemiringan lereng 0-2 %. Bentuk lahan adalah hasil bentukan asal aluvial di beberapa tempat mempunyai ketinggian yang sangat rendah dari permukaan laut sehingga sering tergenang dan merupakan rawa-rawa. Bentuk lahan ini dijumpai disekitar muara Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang yang secara geomorfologi dikategorikan sebagai dataran banjir sungai. Selanjutnya daerah yang mempunyai bentuk topografi berombak sebagai bagian terkecil dari wilayah Kota Makassar hanya dijumpai di wilayah utara dan timur yang secara administratif termasuk Kecamatan Biringkanaya.
Secara administratif Kota Makassar sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, mempunyai luas wilayah 175,77 km2 atau 0,28 % dari luas wilayah Sulawesi Selatan, terdiri dari 14 Kecamatan 143 Kelurahan. Dari 14 Wilayah Kecamatan, Kecamatan Biringkanaya yang merupakan wilayah terluas yaitu : 48,22 km2 atau 27,43 persen luas Kota Makassar dan Kecamatan Mariso yang merupakan wilayah kecamatan terkecil dengan luas wilayah : 0, 182 Ha.
b. Kependudukan Kota Makassar
Jumlah penduduk Kota Makassar menurut hasil sensus penduduk yang diadakan pada tahun 2011 tercatat sekitar 1.352.136 jiwa. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah penduduk KotaMakassar kian bertambah. Hal ini diakibatkan besarnya mobilitas penduduk masuk kota setiap harinya.
2. Profil Kantor Kementerian Agama Kota Makassar
Kantor Kementerian Agama Kota Makassar merupakan salah satu lembaga yang berperan penting mengurusi masalah ibadah umroh, di bentuknya
Kementerian Agama merupakan refleksi dari undang-undang dasar 1945 khususnya pasal 29 yang mengatur dan mengayomi warga negaranya dalam ibadahnya.dan keputusan menteri agama nomor 224 tahun 1999 tentang penyelangaraan ibadah haji dan umroh sebagaimana telah di sempurnakan terakhir dengan keputusan menteri agama nomor 375 tahun 2001 untuk itu konsep organisasi pemerintahan ini pembentukannya dapat di lihat dari dua sudut yakni dari sudut sejarah pembentukannya dan kedua sudut sistematik (system berbasis). Kantor Kementerian Agama Kota Makassar jika di lihat dari batas wilayah Sebelah barat Kantor Dinas Disperindang. Sebelah Selatan Warung Nyoto, Sebelah timur warkop nusa, Sebelah utara Masjid H.M. ASYIK teletak di Jalan Rappocini Raya No.223 Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
a. Visi dan Misi Kantor Kementerian Agama Visi Kantor Kementerian Agama
“Terwujudnya masyarakat Indonesia yang TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS, MANDIRI DAN SEJAHTERA LAHIR BATIN .”
(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010) Misi Kantor Kementerian Agama
1. Menigkatkan Kualitas kehidupan beragama
2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama
3. Meningkatkan kualitas raudhatul atfhal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan
4. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa
b. Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kantor Kementerian Agama 1. Kedudukan
Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ kota adalah instansi vertical Kementerian Agama yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi .
2. Tugas Pokok
Kementerian Agama menpunyai tugas melaksanakan tugas poko dan fungsi Kementerian Agama dalam wilayah Kabupaten/Kota berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimanadi maksud di atas, Kantor Kementerian Agama menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan Visi,Misi serta kebijakan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan kehidupan beragama di Kabupaten/ Kota.
b. Pembinaan, pelayanan, dan bimbingan di bidang bimbingan masyarakat islam, pelayanan haji dan umroh, pengembangan zakat dan wakaf, pendidikan agama dan keagamaan, pondok pesantren, pendidikan agama islam pada masyarakat dan pemberdayaan masjid, urusan agama, pendidikan agama, bimbingan masyarakat Kristen, katholik, hindu serta budha sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku.
c. Pelaksaan kebijakan teknis di bidang pengelolaan administrasi dan informasi keagamaan.
d. Pelayanan dan bimbingan di bidang kerukunan umat beragama
e. Pengkoordinasian perncanaan, pengendalian, dan pengawasan program.
c. Keadaan Jumlah Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Makassar dapat di ketahui berdasarkan table sebagai berikut :
1.Bagian Umum
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1. DRS.JAMIL 196211151992031002 IV/ A
2. H.MUH.BASRI N,S.Sos 197105071993031002 III/A 3. MARLINA AKIB, S.AG 196508141989032002 IV/A 4. EMIL SUYUTI NURDIN 197406052011011001 II/C 5. HASAN PINANG, S.Ag 19731212007011174 III/C
6. ANDI ABDUL MUNIM 197404032002121001 II/C
7. RAHMAT RIFAI 198010072009101002 III/A
8. WAHYU 198503222009101001 III/A
9. RINA FIRDAUS 198110182009012012 III/B
10. ROSTINA, S.Ag 10197702062009912201 III/B
11. JASRI 107801052009011013 III/A
12. M.IKHSAN, S.Ag 1969121112005011002 III/A
13. SULAEHA, S.PD 197993152009102001 III/A
Tabel 01.
2.Bagian Kepegawaian
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1. H.ISMAN NURDIN,
S.Ag,MH
197007111994031005 IV/A
2. DRS.H.ARIF B 19580110198603016 III/D
3. HJ.MASTINWALANGADI 196107051986032002 III/D 4. DRA.TENRI SANGIANG 196712311961032009 IV/A
5. SUHARTINA,SH 196605211987032001 III/D
6. HJ.RUSNAH SE 196704041996102001 III/D
7. SYAHRUDDIN 1962080819860310004 III/B
8. BUNGAEDAH,S.Pdi 195912311987032010 III/C
9. WAHIDA,SE 197004272006042003 III/C
10. MUH.YUNUS,SE 196505052005011007 III/B
11. MUH.FADLI, SE 198105072006041014 III/B
12. NURSIDAH 197207102005012000 III/A
Tabel 02.
3.Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1.
DRS.H.ALIMUDDIN
196312312003021001 III/C
AKIB, M.ag
2. MAHYUDDIN, SE 196202032000121001 III/D
3. H. HAJIRUDDIN,SE 196306121988031006 III/B 4. HJ. DARNA NELA,S.Pd i 196401091989032001 III/B 5. HJ.DANA ROHANIAH 196401241985032001 III/B
8. AYU WAHYUNI,SE 198810142011012010 III/A
9. H. SARRO BADDU 196511121990021001 III/B
10. APRIYADI NAHRA,SE 150339901 III/B
11. H. MUH SLAMAT 19840313200212004 III/A
12. SARTIKA TAHIR 198308312009102003 III/A
Tabel 03.
4.Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Penyelenggara Syariah
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1. H.ABD.WAHAB SH,MH 196012311986031038 III/D
2. DRA.HJ.ZAMRAH RAFIE 150217836 III/D
3. DARMAWATI,SE 197304232006042002 III/D
4. HJ.ARFIAH,SP.IP 196406091987032000 III/C 5. IRDA INDRAWATI,S.Ag 197108282009012004 III/A
6. DRS.SAJARUDDIN 196712312006041005 III/C
7. JUNAIDI,SE.I 150378587000000000 III/B
8. BAHARUDDIN 197307032009011006 III/B
Tabel 04.
5.Bagian Keuangan
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1. MASTANG,SE 196412311991032009 IV/A
2. USMAN DP, S.IP 1965062919930310001 III/C 3. IMRAN SIRI, SM.HK 195805131981031004 III/C
4. SULWARDATI 195812081986032001 III/C
5. H.SAIDMAN, S. Sos. I 197705062002122002 III/C 6. HJ.SUMINARTI, S.Sos. I 197804062011012002 III/A 7. INDAH SUSANTI,SE 197804062011012002 III/A
8. ARMAN S.Sos 197811092009101002 III/B
9. SUTEJO RAHMAN 196807172007011052 III/A
10. IRWAN,SE 198201262009011015 III/A
11. RIZKAN FAJAR, S.HI 198607022005011001 III/A
Tabel 05.
6.Ditjen Bimbingan Mayarakat Islam Pendidikan Agama Islam
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1.
MUHAMMAD
NURHALIK,S.Sos.,MA 198612121988011001 IV/A 2. DRA.RAMLAYANUARTI 196501141986032003 III/A
3. MUHAMMAD SURUR 150310501000000000 III/B
4. HJ.A FARIDAH.M 196212311982032012 III/B
5. SUKMA 196804082005012003 III/B
6. KHAERUDDIN 197805072005011004 III/B
7. ASRIADY,SE.,MM 197309102002121001 III/B
8. ABD.AZIS MONE 1971010820009011002 III/B
Tabel 06.
7.Ditjen Pendidikan Islam,Pendidikan Madrasah
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1. DRS.SYARIFUDDIN,S.Pd 196101291989031002 IV/A
2. MUSKAMAL 196712311997931020 IV/A
3. DRA.NUR HILAL 196012311989032007 III/D
4. HJ.FATMAWATI,S.Ag 196212311987932008 III/D
5. DRS.SUKRI 196503131993031001 III/D
6. DRS.SUMARDIN 1986120111999031004 III/C
7. MUHAMMADKHISBULLAH 196906131991031010 III/C
8. MURSYIDAH, S.Ag 197207082003122003 III/A
9. YUYUN MISCASHANTI,SE 197909292011012011 III/A
10. FATMAWATI ARIF 197408172009012009 III/A
11. AHMAD MALIK THAHA 198407312009011004 III/A
Tabel 07.
8.Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Seksi Pendidikan Dinaiyah dan Pondok Pesantren
NO. NAMA PEGAWAI NIP GOLONGAN
1. AMBO SAKKA AMBO,
M.AG 197303022000031001 IV/A
2. DRA.KARTINI SABANG 195812311987932002 III/D
3. HJ.ST RUSNAWIAH, S.PDI
1959020219811032002 III/D
4. MULIANI S.Ag 197001201993032004 III/C
5. HJ. NURAIDAH, SE 196712022003122001 III/B
6. SYAHRULLAH
THAMRIN, S.Ag 19032052300000000 III/B
7. IRMAN AGUS,SE 197908102005011006 III/B
8. HJ.UFIA AVIATY,SP,SHI 197912202003122004 III/A
9. HJ.ARIYANTI 196604301987032001 III/B
Tabel 08.
d. Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kota Makassar
Pembentukan suatu organisasi di maksudkan sebagai sarana bagi kelompok orang-orang yang bekerja samaberdasarkan tugas wewenang dan tanggung jawab dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tentukan sebelumnya. Sebagai upaya
pencapaian tujuan organisasi maka harus ada keterkaitan dan saling mendukung antara beberapa komponen yang ada dalam kegiatan organisasi, baik antara pegawai yang satu dengan pegawai lainnya, maupun antara pegawai pada satuan unit lainnya, termasuk juga antara pegawai dengan fasilitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Susunan organisasi Kantor Kementerian Agama Kota Makassar terdiri dari:
1. Kepala Kantor Kementerian Agama: H. Isman Nurdin, S.Ag .,MH
2. Sub bagian Tata Usaha: Drs.H.M.Arif B
3. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah: Drs. H.Syarifuddin.,Ma
4. Kepala Seksi Pendidikan Dinayah dan Pontren:H. Ambo Sakka, S.Ag. M.,Ag
5. Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam: Muhammad Nur khalik, S.Sos.,Ma
6. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah:Drs. H. Alimuddin Akib, M.,Ag
7. Kepala Seksi Bimas Islam: Drs.Tompo,M,HI
8. Penyelenggara syariah: H.Abdul Wahab .,SH.,MH
Adapun tugas dan fungsi Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kota Makassar adalah:
1. Sub bagian tata usaha
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan pelayanan teknis administrasi, perencanaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, ketatausahaan dan rumah tangga kepada seluruh satuan organisasi atau satuan kerja di lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.
2. Kasi Pendidikan Madrasah
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan pelayanan dan bimbingan di bidang kurikulum, ketenagaan dan kesiswaan, sarana kelembagaan dan ketatausahaan serta supervisi dan evaluasi pada Raudatul Athfal, Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum tingkat dasar dan menengah serta sekolah luar biasa.
3. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan pelayanan dan bimbingan di bidang pendidikan keagamaan dan pendidikan Dinaiyah, pendidikan Salatiyah, kerjasama kelembagaan, pengembangan santri dan pelayanan pondok pesantren pada masyarakat.
4. Kasi Pendidikan Agama Islam
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan pelayanan dan bimbingan serta pembinaan lembaga dan pemberdayaan zakat dan wakaf.
5. Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan penyuluhan dalam bidang pelayanan haji dan umrah, bimbingan jamaah dan petugas perjalanan haji, serta pembinaan.
6. Kasi Bimbingan Masyarakat Islam
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan pelayanan dan bimbingan bidang kepenghuluan, keluarga sakinah, pasangan kekal, ibadah social serta pengembangan kemitraan umat , produk halal, pengukuran arah kiblat, penetapan awal bulan hijriah dan perhitungan waktu sholat.
7. Kasi Penyelenggara Syariah
Mempunyai tugas dan fungsi melakukan pelayanan dan bimbingan di bidang pendidikan Al- Quran dan MTQ, penyuluhan dan lembaga Dakwah, Siaran Tamaddum,dan publikasi dakwah dan hari besar islam serta pemberdayaan Masjid.
e. Daftar nama- nama Penyelenggara Ibadah Umroh (Travel )di Kota Makassar yang memiliki izin dari Kantor Kementerian Agama sebagai berikut :
Nama Travel Nomor Izin
PT. Makassar Toraja (Maktor) D/31/2011
PT. Anmar Bina Wisata D/294/2011
PT. Sisi Utama D/620/2011
PT. Maharani Sejahtera D/84/2012
PT. Zam Zam Utama D/710/2012
PT. Mauraga D/44/2013
PT. Ananda Nurul Ramadhani D/158/2013
PT. Hikmah Perdana Tour D/444/2013
PT. Wisata Ibadah Amha Tour D/456/2013
PT. Albayan Permata Ujas D/465/2013
PT. Mubina Fifa Mandiri D/467/2013
PT. Tazkiyah Global Mandiri D/608/2013 PT. Dua Ribu Wisata (Kantor Cab) D/627/2013
PT. Darmawan D/633/2013
PT. Zafari Wisata D/756/2013
PT. Diva Sakinah D/40/2014
Tabel 09.
f. Daftar Nama-Nama Penyelanggara Umroh di Kota Makassar yang masih dalam Proses Izin sebagai berikut :
Nama Travel Keterangan
PT. Arrashed Tours & Travel Dalam Proses Izin PT. Zakiyah Dina Tayyibah Dalam Proses Izin
PT. Mahabbul Karim Dalam Proses Izin
PT. Tiga Mandiri Assa’adah Wisata Dalam Proses Izin PT. Salsabila Tour & Travel Dalam Proses Izin PT. Armina Sari Tours & Travel Dalam Proses Izin
PT. Lante Travel Dalam Proses Izin
PT. Amanah Bersama Ummat Dalam Proses Izin
PT. Rayyan Menara Travel Dalam Proses Izin PT. Cahaya Madinah Mandiri Tour Dalam Proses Izin
PT. Tama Tours Dalam Proses Izin
Tabel 10.
B. Pengawasan Pemerintah Terhadap penyelenggara Umroh (Travel Berizin) Perjalanan ibadah Umroh merupakan salah satu ibadah umat islam yang sering kali di laksanakan oleh masyarakat di luar perjalanan ibadah haji dan melalui penyelenggara ibadah umroh (Travel Berizin).
Tentunya penyelenggara Ibadah Umroh (Travel Berizin) tersebut sudah sepantasnya mendapat izin dari Kantor Kementerian Agama Kota Makassar sebagai salah satu instansi pemerintah yang bergerak dalam hal bidang pengurusan Ibadah Haji dan Umroh khususnya dalam hal ini ibadah Umroh, hal tersebut di karenakan munculnya berbagai persoalan di masyarakat dalam hal ini maraknya Travel –Travel yang tidak berizin, yang kemudian dapat meresahkan masyarakat dan pihak pemerintah, bukan hanya hal itu oknum-oknum yang berada di bawah travel tersebut tidak bertanggung jawab sehingga terjadi berbagai penyimpangan yang tidak inginkan. Banyaknya keluhan masyarakat terkait hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah yang bersangkutan menangani masalah tersebut, dalam ini Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. Pemerintah harusnya sudah melirik persoalan tersebut dengan adanya berbagai penyimpangan dalam perjalanan ibadah Umroh, karena mengingat bahwa perjalanan ibadah Umroh merupakan ibadah umat islam.
Kantor Kementerian Agama dalam hal ini tentunya memiliki peran penting dalam hal ini, bagaimana mengambil kebijakan efektif untuk menghentikan langkah oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini Travel –Travel penyelenggara perjalanan ibadah umroh yang banyak melakukan penipuan terhadap masyarakat pengguna jasa travel, maka dalam hal inilah di butuhkan pengawasan pemerintah dalam berbagai hal termasuk dalam pemberian izin tersebut kepada penyelanggara perjalanan ibadah Umroh agar tidak terjadi secara menerus hal yang tidak diharapkan.
Berdirinya travel harus sesuai dengan izin pemerintah Kantor Kementerian Agama karena sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 79 tahun 2012 bahwa tentang pelaksanaan undang- undang nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah Haji dan Umroh bahwa travel telah memperoleh izin sebagai biro perjalanan wisata dari kementerian/instansi yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya. Di kaitkan dengan peraturan pemerintah tersebut tentunya harus dan wajib adanya izin dari Kantor Kementerian Agama sebagai lingkup pemerintah yang tugas dan tanggung jawabnya berada pada rana itu.
Perlunya pengawasan pemerintah terhadap travel biro perjalanan ibadah
Perlunya pengawasan pemerintah terhadap travel biro perjalanan ibadah