BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Deskripsi Fokus Penelitian…
1. PNPM Mandiri Perkotaan merupakan upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan dan evaluasi.
2. BKM/LKM adalah lembaga pimpinan kolektif dari suatu himpunan masyarakat warga ditingkat Kelurahan Maricaya dengan peran utama sebagai dewan PNPM Mandiri di
2. Faktor Penghambat :b) Pelaksanaan peran dan fungsi dalam jangka
pengambilan keputusan yang dalam proses pengambilan keputusan dilakukan secara partisipatif, yang dibentuk oleh unit-unit Pengelola Lingkungan (UPL), Unit Pengelola Sosial (UPS), dan Unit Pengelola Ekonomi (UPE).
3. Peran BKM dalam pemberdayaan fisik lingkungan dengan melaksanakan program kegiatan perbaikan jalan, penyaluran dana bantuan bagi masayarakat yang kurang mampu.
4. Peran BKM dalam pemberdayaan bidang sosial dengan melaksanakan program/kegiatan pelatihan servis HP dengan tujuan agar warga mempunyai pengetahuan dalam hal bongkar pasang HP, dan juga ada pelatihan pembuatan Kue untuk ibu-ibu, dan juga diprogramkan Bedah Rumah.
5. Peran BKM dalam Pemberdayaan Ekonomi yaitu melaksanakan program/kegiatan penyaluran pinjaman dana bergulir.
6. Faktor yang mempengaruhi Peran BKM adalah Ketersediannya Sumber Daya Manusia dalam BKM diantaranya pelatihan pembuatan kue, pelatihan sopir, dan juga pelatihan servis hp. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat belum berhasilnya pelaksanaan Peran dan Fungsi BKM di Kelurahan Maricaya cenderung mengarah pada kegiatan yang bertujuan jangka pendek.
7. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana jika dari kegiatan program BKM dapat berhasil, baik itu dari bidang pemberdayaan fisik lingkungan, pemberdayaan sosial dan juga pemberdayaan ekonomi, maka dapat dikatakan telah terjadi peningkatan kesajahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan selama dua bulan sesudah seminar proposal dan berlokasi di Kelurahan Maricaya Kecamatan Mamajang Kota Makassar di Sekretariat Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), yang terletak di jalan Anuang kota Makassar. Dari Kelurahan Maricaya terdapat 5 RW dan 20 RT.
Alasan pemilihan lokasi penelitian karena ingin lebih mengetahui secara mendalam seberapa besar Peran BKM terhadap masyarakat yang tergolong kurang mampu yang perlu diberdayakan karena keterbatasan ekonomi yang dimiliki masyarakat masih kurang.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan yang bersifat ilmiah, melalui prosedur yang telah ditetapkan
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu.
2. Tipe Penelitian Studi Kasus
Merupakan bentuk penelitian yang meneliti fenomena khusus yang hadir dalam suatu konteks yang terbatasi (bounded context), meskipun batas-batas antara fenomena dan konteks tidak sepenuhnya jelas.Kasus tersebut dapat berupa individu,
organisasi, karakteristik atau atribut dari individu-individu, peristiwa atau insiden tertentu, dan sebagainya. Studi kasus terbagi menjadi 3 tipe, yaitu:
1. Studi kasus intrinsik, penelitian dilakukan karena ketertarikan atau kepedulian pada suatu kasus khusus guna memahami secara utuh kasus tersebut tanpa harus dimaksudkan untuk menghasilkan konsep-konsep/teori ataupun tanpa ada upaya menggeneralisasi.
2. Studi kasus instrumental, penelitian pada suatu kasus unik tertentu guna memahami isu dengan lebih baik, dan juga guna mengembangkan dan memperhalus teori.
3. Studi kasus kolektif/majemuk/komparatif, suatu studi kasus instrumental yang diperluas sehingga mencakup beberapa kasus. Tujuannya adalah untuk mempelajari fenomena/populasi/kondisi umum dengan lebih mendalam.
C. Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini adalah orang yang dianggap layak dan mengetahui tentang Badan Keswadayaan Masyarakat di Kelurahan MaricayaKecamatan Mamajang Kota Makassar. Adapun rincian informan penelitian sebagai berikut :
Daftar informan Badan Keswadayaan Masyarakat Kelurahan Maricaya Ibu lurah : 1 Orang
Koordinator BKM : 1 Orang Sekretaris BKM : 1 Orang Anggota BKM : 2 Orang faskel : 1 Orang KSM : 1 Orang RT : 1 Orang RW : 1 Orang Jumlah : 9 Orang
Dari table diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah informan keseluruhan adalah 9 (Sembilan) orang.
D. Jenis dan Sumber Data 1) Jenis Data
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituang dalam catatan lapangan ( transkip).
2) Sumber Data
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka diperluka data primer dan data sekunder, dimana:
1) Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya, teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi dan wawancara.
2) Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber bahan-bahan bacaan, dokumen-dokumen, jurnal dan laporan yang relevan dengan penelitian, dan lain-lain
2) Data Tersier
Data tersier yaitu bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap data primer maupun data sekunder seperti kamus hukum, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ensiklopedia dan lain-lain. Data tersebut sebagai pedoman dan petunjuk apabila ada hal yang tidak di ketahui sebelumnya.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1) Observasi, merupakan metode penelitian yang digunakan dengan cara mengamati secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan mengenai peran badan keswadayaan masyarakat dalam menangani kemiskinan di kelurahan maricaya kecamatan mamajang kota Makassar.
2) Wawancara, wawancara mendalam (indepth interviews), yaitu teknik memperoleh data melalui proses Tanya jawab, wawancara dilakukan terhadap informan untuk mendapatkan data yang valid dan relevan. Untuk mendapatkan
data yang valid dan relevan maka alat yang mendukung proses wawancara adalah alat perekam, pulpen, buku, dan dilengkapi dengan foto dokumentasi.
3) Dokumen, data skunder diperoleh dari BKM melalui catatan-catatan, notulen rapat, buku, dan petunjuk penanggulangan kemiskinan yang digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap dari data primer yang ada relevansinya dengan keperluan penelitian ini.
F. Teknik Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk reduksi data, sajian data serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan proses siklus serta pengambilan kesimpulan akhir dengan menggunakan penalaran sistematik metode analisis yang dipergunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kualitatif. Hasil analisis data tersebut di jadikan kesimpulan akhir dalam penelitian. Teknik analisis data mempunyai beberapa proses yaitu: mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelesuri.
1. Mengumpulkan, memilih-milih, mengaplikasikan, mensintesisiskan, membuat ikhtisar, dan membuat indeksnya.
2. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum.
G. Keabsahan Data
Setelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa peneliti menentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lain member checking, triangulasi dan auditing (Sugiyono, 2012 : 42).
1. Member checking, adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini juga dilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan pada mereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaan dapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsi data telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpa kecenderungan.
2. Triangulasi merupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi data yang telah dilakukan peneliti yang berasal dari:
1) individu (informan) yang berbeda (guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).
3. External Audit, yaitu untuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian,
peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian.
Seseorang tersebut dapat berupa pakar yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akura
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian
1. Gambaran umum Kelurahan Maricaya
Guna mengetahui lebih jauh mengenai daerah penelitian, penulis kemudian memberikan gambaran umum daerah penelitian, dimana sangat memberikan andil dalam pelaksanaan penelitian terutama pada saat pengambilan data, dalam hal ini untuk menentukan teknik pengambilan data yang digunakan terhadap suatu masalah yang diteliti. Di sisi lain pentingnya mengetahui daerah penelitian, agar dalam pengambilan data dapat memudahkan pelaksanaan penelitian dengan mengetahui situasi baik dari segi kondisi wilaya, jarak tempuh
dan karakteristik masyarakat sebagai objek penelitian.
a). Keadaan dan Luas Wilayah
Kelurahan Maricaya merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Mamajang Kota Makassar yang terletak 1 km kearah barat kantor kecamatan mamajang. Kelurahan Maricaya Mempunyai luas ± 9 hektar.
b). Keadaan wilayah administratif
Letak wilayah administrasi berbatasan dengan:
1) Sebelah Timur : Kelurahan Rappocini 2) Sebelah Utara : Kelurahan Maricaya Baru 3) Sebelah Barat : Kelurahan Kunjung Nae 4) Sebelah Selatan: Kelurahan Mandala
C) Keadaan Penduduk
Kelurahan Maricaya mempunyai jumlah penduduk 1.432 jiwa. Dengan jumlah penduduk laki-laki 1.213 jiwa dan jumlah penduuk perempuan 2.645 jiwa.
2. Profil Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Maricaya Selatan
LKM Kemas berkedudukan di Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan. LKM Kemas telah didirikan dan berkegiatan sejak tanggal tiga bulan Desember tahun dua ribu delapan (03-12-2008) dan berlaku dalam jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya. LKM Kemas didirikan atas persetujuan dan keputusan dari segenap lapisan masyarakat yang berdomisili di kelurahan melalui musyawara secara berjenjang mulai tingkat Rukun Tetangngga (RT) sampai kelurahan.yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan kewenangannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
a. Tugas pokok BKM/LKM
1) Merumuskan dan menetapkan kebijakan serta aturan main (temasuk sanksi) secara demokratis dan partisipatif mengenai hal-hal yang bermanfaat untuk meningkatkan kesajahteraan masyarakat warga kelurahan/desa setempat termasuk penggunaan Dana BLM;
2) Mengorganisasi masyarakat bersama-sama merumuskan visi, misi, rencana strategis, dan rencana program peningkatan kesejahteraan masyarakat tahunan;
3) Memonitir, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan keputusan-keputasan yang telah diambil BKM/LKM termasuk penggunaan dana-dana bantuan program pemberdayaan yang diterima;
4) Mendorong berlangsungnya proses pembangunan partisipatif sejak tahap penggalian ide dan aspirasi, pemetaan swadaya atau penilaian kebutuhan, perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemeliharaan hingga monitoring dan evaluasi;
5) Melaksanakan Rembug Warga Tahunan dengan dihadiri masyarakat luas dan memberi pertanggungjawaban atas segala keputusan kebijakan yang diambil BKM/LKM kepada masyarakat;
6) Membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melakukan kontrol terhadap kebijakan, keputasan, kegiatan dan keuangan yang di bawah kendali BKM/LKM;
7) Memfasilitasi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam perumusan kebutuhan dan usulan program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan wilayah kulurahan/perdesaan setempat, untuk dapat dikomunikasikan, dikoordinasikan dan diintegrasikan dengan program serta kebijakan pemerintah kelurahan/desa, Kecamatan dan Kota/Kabupaten;
8) Menghidupkan serta menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai luhur dalam menghidupkan masyarakat, pada saat tahapan pada proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan kegiatan pembangunan keluraha/desa dengan bertumpu pada kondisi budaya masyarakat setempat (kearifan lokal);
9) Menjamin dan mendorong peran berbagai unsur masyarakat, khususnya masyarakat miskin laki-laki dan perempuan di wilayahnya, melalui proses pengambilan keputusan serta hasil keputusan yang adil dan demokratis;
b). fungsi BKM
1) Merumuskan dan menetapkan kebijakan serta aturan (termasuk sanksi) secara demokratis dan partisipatif mengenai hal yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelurrahan termasuk pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di wilayah;
2) Penggerak dan penumbuh kembali nilai-nilai luhur kemanusiaan dan prinsip kemasyarakatan;
3) Tempat pengembangan aturan dank kode etik dalam urusan penanggulangan kemiskinan;
4) Pengambilan keputusan dan kebijakan yang adil, jujur, transparan, akuntabel, dan demokrasi ;
5) Media dan aspirasi dan partisipasi masyarakat;
7) Pusat informasi dan komunikasi bagi masyarakat kelurahan;
8) Advokasi integrasi kebutuhan dan program masyarakat dengan kebijakan pemerintah setempat;
C) Visi dan Misi BKM Kelurahan Maricaya 1) Visi
Berkarya untuk membangun kebersamaan secara mandiri guna mewujudkan LKM sebagai lembaga masyarakat Kelurahan Maricaya Selatan yang terpercaya dan mandiri dalam penanggulangan kemiskinan
2) Misi
a) Menjaga kebersamaan melalui musayawara dan mufakat.
b) Mendahulukan kepentingan masyarakat miskin dari pada kepentingan pribadi dan kelompok.
c) Menjunjung tinggi dan menghormati segala keputusan berdasrkan hasil musyawara mufakat
d) Menjalin hubungan kemitraan yang saling menguntungkan.
e) Memanfaatkan potensi sumber daya untuk dikembangkan dalam persaingan.
f) Mengembangkan sikap terbuka, jujur dan bertanggungjawab
Dalam pencapaian Visi dan Misi yang telah tetapkan, maka dirumuskan strategi sebagai berikut:
Memberdayakan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan di kelurahan maricaya dan memperjuangkan kebutuhan dasar, sosial, ekonomi dan sarana prasarana dasar serta lingkungan bagi masyarakat miskin. Selanjutnya dirumuskan kebijakan peran BKM Kelurahan Maricaya tahun 2008-2011 yang menjadi acuan dalam menetapkan program dan kegiatan proritas dalam penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat di kelurahan maricaya sebagai berikut:
a) Membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melakukan kontrol terhadap kebijakan, keputusan dan kegiatan UP-UP, termasuk penggunaan keuangan
b) Memfasilitasi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam perumusan kebutuhan dan usulan program penanggulangan kemiskinan serta pembangunan wilayah desa/kelurahan untuk dikoordinasikan dan diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah kelurahan/desa, kecamatan dan Pemkot/Kab
c) Mengawal penerapan nilai-nilai universal dalam setiap keputusan maupun pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa/kelurahan
d) Menghidupkan serta menumbuhkembangkan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat, pada setiap tahan dan proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan
d) Tujuan
Adapun tujuan dan sasaran BKM Kelurahan Maricaya adalah sebagai berikut:
1) Untuk memimpin warga masyarakat desa dalam melakukan upaya penanggulangan kemiskinan agar lebih terorganisir, terarah dan berkelanjutan.
2) Sebagai wadah bagi masyarakat dalam mengelola berbagi program dan dana bantuan penanggulangan kemiskinan baik dari pemerintah, swasta dan kelompok yang peduli terhadap penanggulangan kemiskinan
3) Sebagai sumber energi dan inspirasi untuk membangun prakarsa dan kemandirian masyarakat, yang secara damai berupaya memenuhi kebutuhan atau
kepentinga bersama, memecahkan persoalan dan/atau menyatakan kepedulian bersama utamanya di kaitkan dengan kemiskinan.
4) Terpenuhinya kebutuhan dasar, sosial, ekonomi dan sarana prasarana dasar serta lingkungan bagi masyarakat miskin.
e) Sasaran
Adapun sasaran BKM Kelurahan Maricaya sebagai berikut:
1) Meningkatkan penyelenggara pemerintah dan lembaga sosial di tingkat kelurahan serta bertumbuhnya dan berdayagunanya segenap potensi lembaga dan masyarakat secara bersama membangun kemandirian;
2) Meningkatkan peran masyarakat dalam penataan dan pendayagunaan Ruang Kawasan Terpadu;
3) Meningkatkan pemantauan, pengendalian dan evaluasi Program Nasianal Pemberdayaan Masyarakat;
4) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong masyarakat, serta meningkatkan peran dan fungsi Pemberdayaan Masyarakat dalam pembangunan kelurahan;
5) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyediaan rumah layak huni dan lingkungan.;
6) Meningkatkan akses bagi masyarakat miskin perkotaan ke pelayanan sosial, prasarana dan sarana serta pendanaan modal, termasuk membangun kerjasama dan kemitraan sinergi ke berbagai pihak;
3. Tata cara pembangunan dan pemilihan anggota LKM/BKM
Proses pemilihan anggota BKM Maricaya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan teknis pasal 24 yang menegaskan bahwa:
(a) Seluruh warga masyarakat kelurahan mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk memilih dan dipilih sebagai anggota LKM Kemas
(b) Anggota LKM Kemas dipilih dari utusan masyarakat yang hadir dalam musyawara masyarakat di tingkat kelurahan sebanyak 11 (sebelas) orang.
(c) Syarat untuk dapat dipilih sebagai anggota LKM Kemas adalah:
a. Berdomisili tetap di Kelurahan Maricaya Selatan b. Ikhlas.
c. Pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA).
d. Amanah/bertanggung jawab.
e. Berdedikasi tinggi.
f. Mampu mengakomodir keterwakilan perempuan dan masyarakat miskin.
Sementara proses pemilihan Koordinator BKM Maricaya dilaksanakan sesuai pasal 24, sebagai berikut:
(1) Dalam organisasi LKM Kemas tidak terdapat hierarki atau susunan keanggotaa, tiap anggota memiliki kedudukan yang setara, hak dan kewajiban yang sama dan proses pengambilan keputusan/kebijakan secara kolektif melalui rapat anggota sesuai quorum sahnya pengambilan keputusan
(2) Untuk memudahkan pengkoordinasian, anggota LKM Kemas dapat memilih dan mengangkat salah seorang di antara anggota LKM Kemas itu sendiri
sebagai koordinator atau sebutan lain sepanjang sebutan tersebut tidak mencerminkan hubungan structural antara anggota LKM Kemas.
(3) Apabila koordinator tidak berada di tempat karena berhalangan, sakit atau sebab lainnya maka LKM Kemas tetap melaksanakan kegiatan dengan cara memilih koordinator sementara sampai coordinator definitive dapat kembali melaksanakan tugasnya.
(4) Apabila koordinator berhalangan tetap sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas sebagaimana mestinya maka 2/3 (dua per tiga) atau sekurang-kurangya ½ (seperdua) ditambah 1 (satu) dari anggota LKM Kemas mamilih salah seorang anggota LKM Kemas sebagai koordinator baru.
Perangkat Organisasi dalam BKM adalah sebagai berikut:
(1) Sekretariat adalah unit pelaksanaan harian yang bertugas mengelola administrasi dan keuangan, bekerja paru waktu dan tidak diperkenankan merangkap sebagai anggota dan/atau unit pengelola LKM Kemas.
(2) Unit Pengelola Keuangan (UPK) adalah unit kerja yang terdiri dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang dan sebanyak-banyaknya 4 (empat) orang, bertugas mengelola kegiatan keuangan termasuk pinjaman bergulir LKM Kemas.
(3) Unit pengelola lainnya yang dibentuk sesuai kebutuhan LKM Kemas untuk mengelola kegiatan-kegiatan khusus antara lain:
a. Unit Pengelola Lingkungan (UPL) adalah unit kerja yang mengelola kegiatan pembangunan fisi/infrastruktur lingkungan.
b. Unit Pengelola Sosial (UPS) adalah unit kerja yang mengelola berbagai kegiatan sosial dalam rangka optimalisasi kemanfaatan bagi masyarakat miskin, kerelawanan dan solidaritas sosial.
(4) Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) adalah unit kerja yang menangani pengaduan masyarakat berkaiatan dengan penanggulangan kemiskinan di wilayah kelurahan LKM Kemas.
(5) Pengawas UPK adalah unit kerja yang untuk mengawasi pemanfaatan dana bergulir.
(6) Perangkat organisasi dibentuk, dibubarkan, diangkat dan diberhentikan sesuai kebutuhan dalam rapat khusus oleh LKM Kemas, di umumkan kepada masyarakat melalui berbagai media sekurang-kurangnya ditempel pada 5 (lima) tempat strategis dengan masa sanggah 17 (tujuh belas) hari..
C. Karakteristik Informan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari wawancara Informan mengenai tingkat umur, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin yang dapat dijadikan masukan bagi beberapa variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Data informan ini diperoleh dari data primer yang dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Tingkat Umur
Berdasarkan data yang dihimpu dari informan meenunjukkan bahwa terdapat beberapa tingkat umur. Diatas 35 tahun sebanyak 7 orang, tingkat umur 40 sampai 50 tahun sebanyak 7 orang, diatas 50 tahun sebanyak 4 orang. Kondisi ini menunjukkan kondisi informan didominasi 35 sampai 50 tahun yaitu sebanyak 9 orang.
2. Tingkat Pendidikan
Data yang dihimpun dari informan diperoleh tingkat pendidikan, berdasarkan data yang di himpun dari hasil wawancara informan menunjukkan terdapat tingkat pendidikan SMU sebanyak 5 orang, dan tingkat pendidikan S1 sebanyak 4 orang.
Kondisi ini menunjukkan tingkat pendidikan didominasi oleh tingkat pendidikan SMU sebanyak 5 orang.
3. Jenis Kelamin
Data yang dihimpun dari informan melalui hasil wawancara di perole jenis kelamin.Berdasarkan data yang dIhimpun dari informan menunjukkan terdapat jenis kelamin laki-laki 7 orang, dan terdapat jemis kelamin perempuan sebanyak 2 orang.
Kondisi ini menunjukkan jenis kelamin informan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 7 orang.
b. Peran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam menanggulangi kemiskinan.
1. Peran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di Wilayah Kelurahan Maricaya adalah sebagai berikut:
a. Pemberdayaan fisik lingkungan
Dalam melaksanakan pemberdayaan fisik lingkungan kordinator BKM telah menyusun rencana kerja bersama anggotanya dalam rangka mengsukseskan program tersebut, berikut wawancara yang dilakukan pada informan BKM.
“Sebagi koordinator BKM saya telah melakukan sosialisasi dengan warga setempat sehubungan dengan akan dilaksanakannya perbaikan jalan, saya dan anggota BKM lainnya telah sepakat untuk perbaikan jalan ini menggunakan pavin blok, inipun kami sosialisasikan dengan warga agar mereka setuju
dengan pelaksaan perbaikan jalan dengan menggunakan pavin blok, kami pun menjelaskan kegunaan pavin blok dengan bersosialisasi kepada karena dengan sosialisasi warga dapat mengetahui banyak tentang kegunaan pavin blok, walaupun dengan susah kami ajak warga untuk bersosialisasi karena kesibukan mereka sehari-hari namunhasil sosialisasi ini warga menyetujuiuntuk menggunakan pavin blok untuk perbaikan jalan di kelurahan kami, kegunaan pavin blok baik untuk kekerasan jalan yang terbuat dari campuran semen, pavin blok adalah batu cetak yang berasal dari campuran bahan bangunan berupa pasir, dan semen yang memepunyai beberapa bentuk (Hasil wawancara, ZU, 27 September 2014).
“Karena kesalahan sistem kami dalam penyaluran dana bantuan di kelurahan maricaya yang bertujuan untuk di salurkan kepada warga yang kurang mampu masih terkendala, sehingga pembagian dana bantuan ini belum merata kepada masyarakat kelurahan maricaya,karena penyaluran yang tidak merata sehingga sampai sekarang penanggulangan kemiskinan belum maksimal karena dalam hal ini masih kurangnya sosialisasi (Hasil wawancara, JA ,27 September 2014).
Anggota BKM sudah bekerja untuk rakyat dengan sebaik mungkin, namun karena sistem yang berjalan tidak begitu baik dan juga kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat sehingga terjadi penyaluran yang lambat dalam pinjaman dana bergulir, namun jika sosialisasi dan sistem ini berjalan dengan baik mungkin dapat mempermudah mengetahui dengan baik kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat, dengan bagitu mungkin lebih mudah dalam penyaluran dana bergulir.
“Kami merasa dengan adanya draenase jalan di lingkungan kami akan berfungsi untuk membuang air berlebihan pada permukaan jalan, mencengah kerusakan jalan dan mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi banjir ini sangat membantu warga tapi meski demikian ada saja yang menjadi kendala dari segi sarana prasarana yaitu dari tenaga kerja (Hasil wawancara, LA, 29 September 2014).
Peran BKM menunjukkan bahwa sangat besar bagi masyarakat, dimana BKM
Peran BKM menunjukkan bahwa sangat besar bagi masyarakat, dimana BKM