HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil
Deskripsi hasil penelitian ini digunakan untuk memberikan gambaran
secara umum tentang pengumpulan data yang diperoleh di lapangan selama
melakukan penelitian.
1. Gambaran Evaluasi Kinerja Pegawai di Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan UIN Alauddin Makassar
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap seluruh
pegawai yang terdiri dari18 orang, penulis memperoleh data melalui angket yang
diisi oleh peserta pegawai, yang kemudian diberikan skor pada masing-masing
item soal. Adapun hasil analisis deskriptif manajemen kelas dapat diuraikan di
bawah ini:
a. Rentang Kelas
R = NT-NR
= 98 β 76 = 22
b. Banyak Kelas Interval
i = 1 + (3,33) log n
= 1 + (3,33) log 18
= 1 + (3,33) 1,26
= 5,95 dibulatkan menjadi 6 c. Panjang Kelas R = π π = 22 6 = 3,67 dibulatkan menjadi 4
d. Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Evaluasi Kinerja Pegawai di
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Gambaran Evaluasi Kinerja Pegawai di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Interval Tabulasi Frekuensi
76 β 79 ll 2 80 β 83 lll 3 84 β 87 llll ll 7 88 β 91 llll 4 92 β 95 1 1 96β98 1 1 Jumlah 18
Distribusi frekuensi merupakan susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Pada tabel diatas dijelaskan bahwa interval didapatkan dari banyak kelas dan panjang kelas yang masing-masing berjumlah 6 dan 4, kemudian frekuensi didapatkan berdasarkan nilai dari interval hingga jumlahnya sesuai dengan responden yaitu 18
e. Menghitung Nilai Rata-Rata
Tabel 4.2
Tabel Penolong untuk Menghitung Nilai Mean
Interval Fi Xi fi.xi 76 β 79 2 77,5 155 80 β 83 3 81,5 244,5 84 β 87 7 85,5 598,5 88 β 91 4 89,5 358 92 β 95 1 93,5 93,5
96 β 98 1 97,5 97,5 Jumlah 18 1547 π₯Μ = βππ. π₯π βππ = 1547 18
Tabel penolong diperlukan untuk mengitung nilai rata-rata yang akan
dipergunakan untuk mengkategorikan skor agar diketahui gambar variabel
pada kategori apa
= 85,94
Histogram dibutuhkan untuk memperjelas jumlah frekuensi berdasarkan
interval yang digunakan sebagai responden dengan menggunakan angka batas
bawah dari masing-masing interval.
Melihat data diagram batang yang disusun dari tabel distribusi frekuensi
yang ada pada tabel 4.3 (nilai statistik 18 pegawai), dari gambar tersebut kelas 0 1 2 3 4 5 6 7 8
HISTOGRAM
interval ditempatkan dibawah batang. Grafik yang disusun berdasarkan kelompok
data interval atau rasio.1
f. Menghitung Nilai Standar Deviasi
Tabel 4.3
Penolong untuk Menghitung Standar Deviasi
Interval ππ πΏπ ππ. πΏπ ππ β πΜ (ππ β π Μ )2 ππ ( ππ β πΜ )2 76 β 79 2 77,5 155 -8,44 71,23 142,26 80 β 83 3 81,5 244,5 -4,44 19,71 59,13 84 β 87 7 85,5 598,5 -0,44 0,19 1,33 88 β 91 4 89,5 358 3,56 12,67 50,68 92 β 95 1 93,5 93,5 7,56 57,15 57,15 96 β 98 1 97,5 97,5 11,56 133,63 133,63 Jumlah 18 1547 444,18 SD = β ( β ππ (π₯πβ π₯Μ )πβ1 2) = β444,1818β1 = β26,13 = 5,11
Taber diatas diperlukan untuk menghitung standar deviasi, dimana standar
deviasi tersebut digunakan untuk mengkategorikan skor sehingga dapat diketahui
variabel tersebut berada dalam kategori apa.
Berasarkan rumus untuk menghitung standar deviasi data bergolong, maka
standar deviasi/simpangan bakunya adalah 5,11. Hasil tersebut menunjukkan
besarnya kesalahan baku pada angket evaluasi kinerja karyawan pada Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
g. Mengkategorikan Skor
Angket penelitian ini berjumlah 24 item soal dengan menggunakan 4
alternatif jawaban dan 4 kriteria penelitian, sehingga rentang skor diperoleh
rentangan skor 76 sampai 98. Data ini diperoleh dari 18pegawai yang menjadi
responden.
Berdasarkan data skor evaluasi kinerja di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Alauddin Makassar, skor terendah 76 dan skor tertinggi 98, dengan nilai
rata-rata 85,94, standar deviasi sebesar 5,11
Kategori Evaluasi Kinerja di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Alauddin Makassar, dapat diketahui dengan mengkategorikan skor responden.
Adapun interval penilaian Evaluasi Kinerjadi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Alauddin Makassar yang digolongan kedalam 3 kategori2, dengan perhitungan dapat dilihat pada tabel 4.4.
Tabel 4.4
Kategori Skor Evaluasi Kinerja Karyawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Batas Kategori Interval Frekuensi Kategori Persentase
X β₯ (ΞΌ + 1,0Ο) X β₯ 91,05 2 Tinggi 11,11 % (ΞΌ β 1,0Ο)β€ X <(ΞΌ +1,0Ο) 80,83 β€ X <91,05 14 Sedang 77,78 % X < (ΞΌ β 1,0Ο) X <80,83 2 Rendah 11,11 % Jumlah 18 100 % Keterangan: ΞΌ = mean (rata-rata)
Ο = standar deviasi.yang berada pada kategori tinggi,sedang, maupun rendah.
Tabel diatas digunakan untuk mengetahui batas-batas kategori skor suatu
variabel, berapakah jumlah responden
Berdasarkan hasil analisis deskriptif tersebut dengan memperhatikan 18
pegawai sebagai sampel, 2atau 11,11% pegawai yang berada dalam kategori
tinggi, 14 atau 77,78% pegawai yang berada dalam kategori sedang, 2 atau
11,11% pegawai yang berada dalam kategori rendah. Hal tersebut
menggambarkan bahwa, evaluasi kinerja di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Alauddin Makassar berada dalam kategori sedang.
2. GambaranMotivasi Kerja Pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Alauddin Makassar
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap seluruh
pegawai yang terdiri dari 18, penulis memperoleh data melalui angket yang diisi
oleh pegawai, yang kemudian diberikan skor pada masing-masing item soal.
Adapun hasil analisis deskriptif keaktifan belajar peserta didik dapat diuraikan di
bawah ini:
a. Rentang Kelas
R = NT β NR = 98 β 77 = 21
b. Banyaknya Kelas Interval
= 1 + (3,33) log 18 = 1 + (3,33) 1,26 = 1 + 4,19 = 5,19 dibulatkan menjadi 5 c. Panjang Kelas π =π π = 21 5 = 4,2 dibulatkan menjadi 4
d. Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Motivasi Kerja Pegawai Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Tabel. 4.5
Tabel Distribusi Frekuensi Gambaran Motivasi Kerja Pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Interval Tabulasi Frekuensi
77 β 80 lll 3 81β 84 lll 3 85 β 89 llll 1 6 90 β 93 ll 2 94 β98 lllll 4 Jumlah 18
Distribusi frekuensi merupakan susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Pada tabel diatas dijelaskan bahwa interval didapatkan dari banyak kelas dan panjang kelas yang masing-masing berjumlah 5,19 dan 4,2 kemudian frekuensi didapatkan
berdasarkan nilai dari interval hingga jumlahnya sesuai dengan responden yaitu 18
e. Menghitung Nilai Rata-Rata Tabel 4.6
Tabel Penolog untuk Menghitung Nilai Rata-Rata
Interval ππ πΏπ ππ. πΏπ 77 β 80 4 78,5 314 81β 84 3 82,5 247,5 85 β 89 3 87 261 90 β 93 4 91,5 366 94 β98 2 96 192 Jumlah 18 1380,5
Tabel penolong diperlukan untuk mengitung nilai rata-rata yang akan
dipergunakan untuk mengkategorkan skor agar diketahui gambar variabel
pada kategori apa
π₯Μ = βππ.π₯πβππ
= 1380,5 18
= 76,69
Histogram dibutuhkan untuk memperjelas jumlah frekuensi berdasarkan
interval yang digunakan sebagai responden dengan menggunakan angka batas
bawah dari masing-masing interval. 0 1 2 3 4 5 6 7
HISTOGRAM
f. Menghitung Nilai Standar Deviasi
Tabel. 4.c7
Tabel Penolog untuk Menghitung Standar Deviasi
Interval ππ ππ ππ. ππ ππ β πΜ (ππ β πΜ )2 ππ (ππ β πΜ )2 77 β 80 3 78,5 314 1,81 3,28 9,84 81β 84 3 82,5 247,5 5,81 33,76 101,28 85 β 89 6 87 261 10,31 106,30 637,8 90 β 93 2 91,5 366 14,81 219,34 438,68 94 β98 4 96 192 19,31 372,88 1491,52 Jumlah 18 1522 2679,12 SD = β ( β ππ (π₯πβ π₯Μ )πβ1 2) = β2679,1218β1 = β157,60 = 12,56
Taber diatas diperlukan untuk menghitung standar deviasi, dimana standar deviasi
tersebut digunakan untuk mengkategorikan skor sehingga dapat diketahui variabel
tersebut berada dalam kategori apa.
Berdasarkan rumus untuk menghitung standar deviasi data penolong,
maka standar deviasi/simpangan bakunya adalah 12,56. Hasil tersebut
menunjukkan besarnya kesalahan baku pada skor nilai motivasi kerja pegawai
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Angket penelitian ini berjumlah 32 item soal dengan 4 alternatif jawaban,
dan 4 kriteria penilaian, sehingga diperoleh rentangan skor 77 sampai 98. Data ini
diperoleh dari 18 pegawai yang menjadi responden.
Berdasarkan data skor motivasi kerja pegawai Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan UIN Alauddin Makassar, skor terendah 77dan skor tertinggi 98, dengan
nilai rata-rata 76,69 standar deviasi 12,56.
Untuk mengetahuai kategori motivasi kerja pegawai Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN Aalauddin Makassar, dapat diketahui dengan
mengkategorikan skor responden. Adapun interval penilaian motivasi kerja
pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Aalauddin Makassar digolongan
kedalam 3 kategori3 dengan perhitungan dapat dilihat pada tabel 4.8 Tabel 4.8
Kategori Skor Motivasi kerja pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Aalauddin Makassar
Batas Kategori Interval Frekuensi Kategori Persentase
X β₯ (ΞΌ + 1,0Ο) X β₯ 89,25 6 Tinggi 33,33 %
(ΞΌ β 1,0Ο)β€ X <(ΞΌ + 1,0Ο) 64,13 β€ X <89,25 12 Sedang 66,67 %
X < (ΞΌ β 1,0Ο) X <64,13 0 Rendah 0 %
Jumlah 18 100 %
Tabel diatas digunakan untuk mengetahui batas-batas kategori skor suatu variabel,
berapakah jumlah responden
Keterangan:
ΞΌ = mean (rata-rata)
Ο = standar deviasi.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif tersebut, dengan memperhatikan 18
pegawaisebagai sampel 6 atau 33,33 % pegawai yang berada dalam kategori
tinggi, 12 atau 66,67% pegawai berada dalam kategori sedang, 0 atau 0% pegawai
berada dalam kategori rendah. Hal tersebut menggambarkan bahwa, motivasi
kerja pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar berada
dalam kategori sedang.
3. Analisis Pengaruh Evaluasi Kinerja Terhadap Motivasi Kerja
Pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Analisis dalam penelitian ini, diduga adanya pengaruh evaluasi kinerja
terhadap motivasi kerja pegawai. Untuk keperluan itu dari populasi 18 pegawai,
diambil sampelnya sebanyak 18 pegawai, untuk dijadikan responden. Untuk
melihat adanya Pengaruh Evaluasi Kinerja Terhadap Motivasi Kerja Pegawai
Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Alauddin Makassardapat dilihat pada hasil
analisis inferensial diuraikan di bawah ini:
a. Analisis Regresi Sederhana
1) Y = πΌ + ππ₯ π = (β π)(βπ2) β (β π)(β ππ) πβπ2β (β π)2 =(1571)(132874) β (1554)(134969) (18)(132874) β (1554)2 = 218745054 β 2097418262491732 β 2414916 = 900322876816
= 117,21
Koefisien arah regresi yaitu:
s π =π β ππβ(β π)(β π)π β π2β (β π)2 = (18)(134969)β(1571)(1554) (18)(132874)β(1554)2 = 2449442β2441334 2491732β2414916 = 8108 76816 = 0,11 Jika X = 18, maka Y = 117,21 + (0,11)(18) = 117,21+ 1,98 = 119,19
b. Uji Signifikansi (Uji t)
1) Regresi, kesalahan bakunya dirumuskan :
Se = βΖ©π2β(πΖ©π)β(π.Ζ©ππ)πβ2
=β137770β(117,21)(1571)β(0,11)(134969)18β2
= β137770β123136,91β14596,5916
= β 2,28 = 1,51
2) Regresi b (penduga b), kesalahan baku akan dirumuskan:
ππ = ππ βπ2β (Ζ©π)π 2 = 1,51 β132874 β (1554)18 2 = 1,51 β132874 β 241491618 = 1,51 β134874 β 134,162 = 1,51 β712 =26,681,51 = 0,06 3) Menguji Hipotesis
Menentukan Formulasi Hipotesis
Ho : π½π π½π = 0
Ha : π½ β π½π
Menentukan Taraf nyata (πΌ) dan nilai ttabel
Ξ± = 5 % = 0,05
ttabel = t0,05(18) = 1,7341 Menentukan nilai uji statistik
t = π ππ
= 0,110,06
= 1,8333
Karena thitung = 1,8333> t0,05(18) = 1,7341, maka H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pengaruh EvaluasiKinerja
Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin
Makassar.
Pembahasan
Berdasarkan hasil statistik inferensial pengujian hipotesis yang
menunjukkan bahwa nilai (t) yang diperoleh dari hasil perhitungan (thitung)=1,8333 lebih besar daripada nilai (t) yang diperoleh dari tabel distribusi (ttabel)= 0,05 dengan taraf signifikansi sebesar 5% (thitung>ttabel)= (1,8333>0,05) membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif sebesar 1,8333 antaraEvaluasi Kinerja
Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin
Makassar.
Motivasi kerja adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara
sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan terntentu, memotivasi
pegawai atau karyawan mengembangkan inisiatif, rasa tanggung jawab sehingga
mereka terdorong untuk meningkatkan kinerjanya. Motivasi kerja dipengaruhi
oleh beberapa faktor salah satunya adalah evaluasi kinerja. Tindakan
menampilkan atau melaksanakan suatu kegiatan yang diperlihatkan oleh seorang
pegawai untuk memperoleh hasil yang optimal . Manfaatnya adalah untuk
perbaikan prestasi kerja, penyesuaian kompensasi, keputusan penempatan,
kebutuhan latihan dan pengembangan, perencanaan dan pengembangan karir,
informasi, memperbaiki kesalahan desain pekerjaan, kesempatan kerja yang adil,
dan membantu menghadapi tantangan eksternal.
Evaluasi kinerja yang mempengaruhi Motivasi kerja dalam penelitian ini
dilihat dariPentingnya evaluasi kinerja (penilaian kinerja), memberikan
kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan perbaikan
untuk meningkatkan kinerja melalu feedback yang diberikan oleh organisasi/ lembaga pendidikan dan penyesuaian gaji, dan penilaian kinerja dapat dipakai
sebagai informasi dalam menentukan kompensasi secara layak sehingga dapat
memotivasi pegawai/karyawan menurut Robbinsterdapat 4 kegiatan inti yang harus
dikuasai oleh pegawai dalam penerapan evaluasi kinerja yaitu sikap, perilaku,
hasil, dan kontigensi.4
Pendekatan sikap ini menyangkut penilaian terhadap sifat atau kriteria
individu. Sifat biasanya diukur dalam bentuk inisatif, kecepatan membuat
keputusan, dan ketergantungan. Dengan pendekatan sikap dapat mendorong/
memotivasi pegawai untuk bekerja lebih giat guna tercapainya tujuan yang
diinginkan
Selain pendekatan sikap, seorang pegawai juga harus menjaga perilakunya
dalam hal ketetapan watu pada saat jam kerja, dalam hal ini adanya inisiatif untuk
tepat waktu dalam bekerja agar dapat menunjang kedisplinaan dan kemampuan
untuk bertahan pada perusahaan/organisasi tersebut
Dengan adanya perilaku yang baik yang dijunjung tinggi oleh pegawai
maka dapat meciptakan hasil yang baik dan rasa tanggung jawab terhadap
tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan.
Hal terakhir yaitu kontigensi dala hal ini kebutuhan terhadap situasi
dimana Semangat kerja pegawai muncul dan dapat menyelesaikan tugasnya
4
walaupun suasana di kantor tidak kondusif dalam arti lain terdorong untuk bekerja
keras demi tercapainya tujuan yang efektif dan efesien.
Keempat kegiatan inti dalam dalam penerapan evaluasi kinerja tersebut
apabila dikuasai dan diaplikasikan oleh pendidik maka mempengaruhi motivasi
kerja pegawai. Makin baik seorang pegawai dalam mengaplikasikan evaluasi
kinerja maka makin tinggi pula motivasi kerjanya dalam bekerja , sebaliknya
makin buruk seorang pegawai dalam penguasaan dan penerapan evaluasi kinerja
maka makin rendah pula semangat motivasinya dalam bekerja.
Peneliti terdahulu membuktikan bahwa bukan hanya Evaluasi kinerja yang
mempengaruhi motivasi kerja pegawai seperti yang diungkapkan Ilham Mawardi
Siswedi, yang mengatakan bahwa gaya kepemimpinanjuga sangat mempunyai
pengaruh yang kuat terhadap Motivasi kerja pegawai . Berdasarkan hasil
koefisiendeterminasi sebesar 42,38%, sedang sisanya sebesar 57,62% dipengaruhi
faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji
signifikan yang telah dilakukan diperoleh hasil thitungsebesar4,538 dan ttabel sebesar 1.701, ini berarti thitung>ttabel maka terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Dengan demikian hipotesis yang diajukan, yaitu β Jika Gaya Kepemimpinan dilakukan dengan tepat maka Motivasi kerja pegawai akan tinggiβ dapat diterima.5
5Ilham Mawardi Siswedi βPengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karywan pada dinas pendidikan provinsi jawa baratβ (2007): h. 3.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uarain tentang Evaluasi Kinerja Terhadap Motivasi Kerja Pegawai
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Berdasarkan hasil analisis deskriptif tersebut dengan memperhatikan 18 pegawai sebagai
sampel, 2 atau 11,11% pegawai yang berada dalam kategori tinggi, 14 atau 77,78%
pegawai yang berada dalam kategori sedang, 2 atau 11,11% pegawai yang berada dalam
kategori rendah. Hal tersebut menggambarkan bahwa, evaluasi kinerja di Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar berada dalam kategori sedang.
2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif tersebut, dengan memperhatikan 18 pegawai sebagai
sampel 6 atau 33,33 % pegawai yang berada dalam kategori tinggi, 12 atau 66,67% pegawai
berada dalam kategori sedang, 0 atau 0% pegawai berada dalam kategori rendah. Hal
tersebut menggambarkan bahwa, motivasi kerja pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Alauddin Makassar berada dalam kategori sedang.
3. Berdasarkan hasil statistik inferensial pengujian hipotesis yang menunjukkan bahwa nilai
(t) yang diperoleh dari hasil perhitungan (thitung) = 1,8333 lebih besar daripada nilai (t) yang diperoleh dari tabel distribusi (ttabel)= 0,05 dengan taraf signifikansi sebesar 5% (thitung > ttabel) = (1,8333 > 0,05) membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif sebesar 1,8333 antaraEvaluasi Kinerja Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Fakultas Tarbiyah dan
B. Saran
Sehubungan dengan hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas dan berbagai
keterbatasan yang dimiliki penulis dalam penelitian ini, maka penulis memberikan
rekomendasi bagi pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Maassar ,yaitu:
C. Implikasi
1). bagi pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Maassar.
Hasil penilitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pimpinan fakultas dalam
mengembangkan dan meningkatkan motivasi kerjanya.
2) Bagi pegawai
ο· Dalam hubungan kerjasama dengan antar karyawan harus lebih diperhatikan agar dapat bekerja lebih baik.
ο· Karyawan yang mempunyai prestasi perlu menjadi pertimbangan pemimpin karena kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunakan kemampuan,
keterampilan, dan potensi optimal bisa menjadi motivator guna mencapai prestasi
Mangkunegara, AA. Anwar Prabu. Evaluasi Kinerja SDM, (Bandung : Refika Aditama, 2005)
Al-Qurβan dan Terjemahannya (jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia, 2015),
Ananda Amalia Rusfsa, βMotivasi Kerja Pegawai Kantor Kecamatan Panakkukang Dalam Melayani Administrasi Kepada Masyarakatβ, Skripsi (Universitas Hasanuddin Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik, 2014)
Suharsimi,1Arikunto. Manajemen Penelitian Edisi Baru. Jakarta: Rineka Cipta. 2000
Syukur,Fatah. Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2002)
Fatah Syukur, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2002)
Fatah Syukur, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2002)
Hasibuan, S.P. Malayu. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Husein Umar, Evaluasi Kinerja Perusahaan, (Jakarta : Gramedia, 2005)
Ike Kusdyah Rachmawati, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Andi, 2008) Mangkunegara, Anwar Prabu. 2010. Perilaku dan Budaya Organisasi. Bandung: Refika
Aditama.
Muhammad Arif Tiro, Dasar-Dasar Statistik edisi ketiga, (Makassar: Andira Publisher, 2008) Reksohadiprodjo, Sukanto dan Handoko, Hani. 2003. Organisasi Perusahaan Teori, Struktur,
dan perilaku. Yogyakarta: BFFE.
Siswanto B. Sastrohadiwiryo, Manajemen Tenaga Kerja
Sondang P. Siagian, Manajemen Internasional, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006)
Suharti, Kinerja Pegawai Suatu Kajian dengan Pendekatan Analisis Beban Kerja. Cet. I; Makassar: Alauddin University Press, 2012.
Sukadi. βHubungan Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Al Huda 1 Karangpandanβ, Tesis, Surakarta : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri, 2016, h. 96.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologis Proses Pendidikan. Jakarta: Remaja Rosda, 2003.
Supardi, Kinerja Guru. Cet. II; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014.
Supratikno, Hendrawan, dkk. Manajemen Kinerja Untuk Menciptakan Keunggulan Bersaing. Cet. I; Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
Syarifuddin, Tatang. Landasan Pendidikan. Jakarta: Departemen Agama, 2009
Wenty, Cici Syafri. βHubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatanβ, Jurnal Administrasi Pendidikan, vol. 3 no. 2 (2015) h. 941. (Diakses 3 Maret 2017).
Wibowo. Manajemen Kinerja.
Widoyoko, S. Eko Putro. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Cet, III; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.
Wirawan, Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat, 2009.
Yusmiar, A. Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Kinerja Pegawai.Cet. 1; Makassar: Alauddin University Press, 2014.
Lampiran I
A. Gambaran Lokasi Penelitian