• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Hasil Observasi

Langkah awal dari penelitian ini adalah observasi kegiatan pembelajaran mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B. Obsevasi ini bertujuan untuk melihat proses pembelajaran yang berlangsung serta pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terkait materi operasi bilangan bulat. Berikut adalah deskripsi hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti:

1. Deskripsi Hasil Observasi Langsung

a.

Rabu, 13 Februari 2019

Proses pembelajaran berlangsung selama 2 jam, berawal dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran ini adalah operasi bilangan bulat khususnya operasi penjumlahan bilangan bulat. Materi operasi bilangan bulat

ini telah dibahas sebelumnya pada proses matrikulasi semester pertama, namun masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi terkait operasi bilangan bulat khususnya operasi penjumlahan.

Pembelajaran dimulai dengan memberikan soal kepada mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terkait materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Soal yang diberikan meliputi penjumlahan terhadap sesama bilangan bulat positif, penjumlahan antara bilangan bulat positif dengan bilangan negatif, serta penjumlahan terhadap sesama bilangan bulat negatif.

Pemberian soal ini dimaksudkan agar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B dapat mengingat kembali materi-materi operasi bilangan bulat, khususnya operasi penjumlahan bilangan bulat yang sebelumnya telah dipelajari di semester pertama program matrikulasi. Melalui observasi ini, dapat diketahui bahwa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B masih kebingungan saat dihadapkan dengan soal terkait materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Hampir seluruh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B menyelesaikan persoalan mengenai materi operasi penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan cara penjumlahan bersusun. Walaupun sudah dapat menyelesaikan persoalan yang diberikan, namun masih ditemui beberapa mahasiswa dari Kabupaten Mappi

Papua program matrikulasi kelas B yang kesulitan dalam menyelesaikan persoalan terkait materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Kesulitan yang dialami disebabkan karena mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B lupa konsep penjumlahan bilangan bulat, yang paling banyak ditemui adalah kesalahan-kesalahan saat menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, serta menjumlahkan antara sesama bilangan bulat negatif. Dari observasi tersebut peneliti dapat mengetahui bahwa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B masih kurang memahami konsep mengenai operasi penjumlahan bilangan bulat, hal tersebut dilihat dari kesalahan-kesalahan mereka saat mengerjakan soal yang diberikan terkait operasi penjumlahan bilangan bulat.

Namun secara keseluruhan, proses belajar yang berlangsung sudah cukup kondusif dibandingkan dengan proses belajar program matrikulasi pada semester pertama. Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada perubahan baik dalam diri mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B untuk memperoleh pengetahuan yang maksimal selama proses pembelajaran berlangsung.

b.

Kamis, 14 Februari 2019

Proses pembelajaran berlangsung selama 2 jam, berawal dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran ini adalah operasi bilangan bulat khususnya operasi pengurangan bilangan bulat. Kegiatan pembelajaran pada kesempatan ini tidak jauh berbeda dengan proses pembelajaran sebelumnya. Namun pada kesempatan ini mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diajak untuk mempelajari kembali mengenai materi operasi pengurangan bilangan bulat yang juga telah mereka pelajari saat program matrikulasi semester pertama.

Alasan kembali dipelajarinya materi operasi bilangan bulat adalah masih banyak ditemui kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua saat menyelesaikan persoalan mengenai materi terkait. Oleh sebab itu, materi operasi bilangan bulat perlu dipelajari kembali agar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B memiliki pemahaman yang kuat mengenai materi tersebut, karena operasi bilangan bulat merupakan materi dasar yang akan menghantarkan mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B menuju materi pembelajaran lain yang tingkatannya lebih sukar.

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan selama pembelajaran terkait materi operasi pengurangan bilangan bulat ini, masih ada beberapa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang kesulitan menyelesaikan persoalan mengenai materi tersebut, kesalahan yang paling banyak ditemui adalah ketika mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diberikan suatu persoalan mengenai selisih yang disajikan dalam bentuk soal cerita. Berdasarkan hal tersebut, tutor pendamping dengan cekatan memberikan pengertian yang mendasar mengenai arti selisih. Mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B akhirnya dapat memahami bahwa selisih itu adalah perbedaan yang dimiliki oleh suatu hal dengan hal lain.

Mahasiswa telah diberikan banyak latihan soal dan tugas mandiri untuk lebih memahami materi operasi pengurangan bilangan bulat, namun masih ditemui beberapa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang melakukan kesalahan-kesalahan saat menyelesaikan persoalan terhadap materi terkait. Secara keseluruhan, pembelajaran yang berlangsung cukup kondusif dan mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B mulai menunjukkan sikap antusias saat pembelajaran berlangsung. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa

dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terutama dalam memahami konsep terkait materi operasi bilangan bulat.

c.

Rabu, 20 Februari 2019

Proses pembelajaran berlangsung selama 2 jam, berawal dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran ini adalah operasi bilangan bulat khususnya operasi perkalian bilangan bulat.

Sebelum mulai mempelajari materi operasi perkalian bilangan bulat, mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diajak untuk kembali mengingat mengenai materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Tutor pendamping memberikan pengertian bahwa operasi perkalian bilangan bulat merupakan operasi penjumlahan bilangan bulat yang dilakukan secara berulang. Tutor pendamping memang tidak memberikan penjelasan yang mendalam karena materi ini sebelumnya telah dibahas saat program matrikulasi semester pertama.

Mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diminta untuk mengingat kembali materi ini melalui persoalan-persoalan yang diberikan oleh tutor pendamping. Sebagian besar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B menyelesaikan soal terkait materi operasi perkalian bilangan bulat dengan cara perkalian

bersusun, namun masih peneliti dapati beberapa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang belum dapat menguasai penyelesaian operasi perkalian bilangan bulat menggunakan cara perkalian bersusun.

Setelah peneliti amati lebih dalam, beberapa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang kesulitan dalam menyelesaikan soal mengenai materi terkait menggunakan cara perkalian bersusun dikarenakan pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua terhadap penjumlahan masih sangat kurang, sehingga berakibat pada pemahaman konsep mahasiswa terkait materi operasi perkalian bilangan bulat.

Kesalahan-kesalahan juga sangat sering dilakukan mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B dalam menyelesaikan persoalan terkait materi operasi perkalian bilangan bulat terutama operasi perkalian bilangan bulat yang mengandung bilangan negatif. Masih banyak ditemui, mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang kebingungan saat mengerjakan suatu soal terkait perkalian antara bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, serta perkalian antar bilangan negatif.

Secara keseluruhan proses belajar berjalan dengan kondusif dan antusias mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program

matrikulasi kelas B dalam mengikuti pembelajaran semakin hari semakin meningkat.

d.

Kamis, 21 Februari 2019

Proses pembelajaran berlangsung selama 2 jam, berawal dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran ini adalah operasi pembagian bilangan bulat.

Sebelum masuk dalam materi operasi pembagian bilangan bulat, mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diajak untuk kembali mengingat mengenai materi operasi pengurangan bilangan bulat. Tutor pendamping memberikan pengertian bahwa operasi pembagian bilangan bulat merupakan operasi pengurangan bilangan bulat yang dilakukan secara berulang. Tutor pendamping tidak memberikan penjelasan yang mendetail karena materi ini telah dibahas saat program matrikulasi semester pertama.

Mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diajak untuk kembali mengingat mengenai materi operasi pembagian bilangan bulat dengan diberikan beberapa persoalan sederhana terkait materi tersebut. Melalui persoalan sederhana tersebut, mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B juga diajak untuk kembali mengingat mengenai operasi pembagian bilangan bulat yang

memuat bilangan negatif. Selama proses pembelajaran berlangsung, antusiasme mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B sangat tinggi dalam hal bertanya, sehingga ketika mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan, tutor pendamping dibantu oleh peneliti dengan cekatan menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan, dengan demikian kesulitan yang mereka alami tidak akan berlangsung lama, karena sudah diberikan penjelasan terkait permasalahan yang dialami. Selama proses pembelajaran berlangsung, keadaan yang kondusif juga berpengaruh pada pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terkait materi operasi pembagian bilangan bulat.

e. Rabu, 27 Maret 2019

Pada kesempatan ini, peneliti mengobservasi kegiatan mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B selama mengerjakan Ujian Sisipan 1 yang berlangsung selama 2 jam. Ujian dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB.

Ujian sisipan 1 ini hanya diikuti oleh 10 mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B dikarenakan ada 1 mahasiswa yang sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif karena

memiliki riwayat sakit pada bagian lambung. Walaupun terdapat mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian tersebut, ujian sisipan 1 tetap berjalan dengan lancar dan kondusif.

Hal lain yang peneliti amati adalah sikap-sikap mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B selama mengerjakan ujian. Meskipun mengerjakan dengan jujur, namun masih terdapat beberapa mahasiswa yang terlihat sangat mengalami kesulitan, hal tersebut terlihat ketika mahasiswa yang bersangkutan mulai melakukan kegiatan menepuk-nepuk kepala, menggaruk rambut dengan cepat, serta menggerutu. Hal-hal yang mengakibatkan mahasiswa mengalami kesulitan diantaranya adalah rendahnya pemahaman konsep terhadap materi pembelajaran yang diujikan.

f.

Kamis, 28 Maret 2019

Pada kegiatan observasi ini, peneliti ingin melihat kemampuan mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B saat mempresentasikan hasil belajar mereka terkait materi operasi bilangan desimal. Meskipun materi yang dibahas adalah operasi bilangan desimal, namun peneliti ingin mengetahui sejauh mana pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terhadap operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, serta pembagian.

Proses pembelajaran berlangsung selama 2 jam, dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB. Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti masih mendapati mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang ragu-ragu ketika mempresentasikan hasil belajar mereka. Keragu-raguan itu dapat di indikasikan sebagai bentuk kurangnya pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terhadap operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, serta pembagian. Akibat rendahnya pemahaman konsep terhadap materi operasi bilangan bulat tersebut maka berakibat juga terhadap pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terhadap materi-materi lain seperti operasi bilangan pecahan, serta operasi pada bilangan desimal.

Pada pembelajaran kali ini, kondisi kelas masih kondusif namun minat bertanya mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B tidak lagi tampak, hal tersebut peneliti lihat ketika beberapa dari mereka mengalami kesulitan namun mereka enggan untuk bertanya kepada tutor pendamping maupun kepada peneliti.

g. Rabu, 10 April 2019

Pada kegiatan observasi yang berlangsung selama 2 jam, dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga 21.00 WIB ini, peneliti hanya ingin mengetahui antusias mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam kesempatan ini, peneliti juga menyampaikan bahwa peneliti akan memberikan beberapa soal tes hasil belajar terkait materi operasi bilangan bulat. Namun sebelum tes tersebut dilaksanakan, peneliti sedikit menjelaskan ulang materi operasi bilangan bulat, agar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B sedikit terbantu untuk mengingat materi tersebut kembali.

Proses pembelajaran kali ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B. Antusiasme belajar mahasiswa cukup tinggi kembali, hal ini peneliti lihat dari respon-respon mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B ketika tutor pendamping menjelaskan materi pembelajaran.

h.

Rabu, 24 April 2019

Kegiatan observasi kali ini berjalan tidak seperti biasanya, karena hanya berlangsung selama 1,5 jam. Hal tersebut dikarenakan seluruh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B datang terlambat. Sehingga pembelajaran baru dapat dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Meskipun pembelajaran dilaksanakan sedikit terlambat, antusiasme belajar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B cukup tinggi, dengan demikian materi-materi pembelajaran dapat disampaikan oleh tutor pendamping dengan maksimal. Setelah penyampaian materi dari tutor selesai dilakukan, peneliti mengingatkan kembali bahwa pada pertemuan yang akan datang, akan diadakan tes hasil belajar terkait materi operasi bilangan bulat. Selanjutnya peneliti mengajak mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B untuk mengingat kembali materi-materi terkait operasi bilangan bulat, terutama beberapa materi yang mereka sempat mengalami kesulitan untuk memahami, diantaranya adalah terkait materi selisih. Peneliti juga memberitahukan bahwa dalam soal tes hasil belajar yang diberikan, terdapat soal dalam bentuk soal cerita, hal ini peneliti sampaikan agar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program

matrikulasi kelas B memiliki persiapan yang cukup matang untuk menyelesaikan soal tes hasil belajar yang diberikan.

2. Deskripsi Hasil Observasi Berdasarkan Dokumen Refleksi Tutor Pendamping Program Matrikulasi Kelas B.

Observasi melalui dokumen refleksi yang dibuat oleh tutor pendamping ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B dalam mengikuti proses pembelajaran. Melalui dokumen refleksi ini, peneliti dapat mengetahui pemahaman konsep mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh tutor pendamping, dokumen refleksi tutor ini juga memberikan informasi mengenai capaian materi yang telah dipelajari oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B.

Berdasarkan dokumen refleksi tutor pendamping mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B, Tutor pendamping mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B yang belum dapat memahami cara membandingkan dua buah bilangan, akibat dari hal tersebut adalah mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B sering melakukan kesalahan-kesalahan saat mengerjakan suatu persoalan yang diberikan oleh tutor pendamping.

Lemahnya pemahaman konsep yang dimiliki oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B mengenai materi bilangan bulat serta operasi bilangan bulat mengakibatkan terjadinya kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan suatu persoalan yang erat kaitannya dengan materi operasi bilangan bulat. Kurangnya pemahaman konsep yang dimiliki oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B ini juga mengakibatkan terhambatnya tutor pendamping dalam penyampaian materi, hal ini disebabkan karena tutor pendamping harus terus menerus menjelaskan ulang materi yang sama hingga seluruh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B benar-benar paham.

Pada dokumen refleksi yang dibuat langsung oleh tutor pendamping ini, terdapat beberapa pernyataan yang diungkapkan oleh tutor pendamping terkait proses pembelajaran yang telah berlangsung. Diantaranya, tutor pendamping mengatakan bahwa “Saya sudah mulai kehilangan kesabaran dalam menjelaskan materi berulang-ulang kepada mahasiswa, karena yang dijelaskan adalah hal yang sama. Ketika dijelaskan mereka mengerti baik bimbingan secara keseluruhan maupun secara personal, tetapi ketika diminta untuk menyelesaikan soal lain, mereka kembali kebingungan”. Pada beberapa kesempatan, tutor pendamping juga menyampaikan kalimat-kalimat motivasi kepada mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua

program matrikulasi kelas B agar mereka tergerak untuk terus belajar dan mengingat setiap materi yang telah diajarkan, hal tersebut juga disampaikan oleh tutor pendamping dalam dokumen refleksinya yang mengatakan bahwa “Daya ingat dan kemampuan memahami suatu masalah dari mahasiswa berbeda-beda, Mahasiswa harus dingatkan secara terus menerus untuk belajar dan belajar”.

Melalui dokumen refleksi tutor pendamping tersebut, peneliti dapat mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B. Beberapa kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B adalah menyelesaikan suatu persoalan dalam bentuk soal cerita. Kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B diakibatkan karena keterbatasan bahasa yang mereka miliki seperti yang diungkapkan oleh tutor pendamping bahwa “Mahasiswa sulit sekali mengerti bahasa dalam soal cerita seperti: (… bagian dari …, sisa dari …, bagian yang diperoleh masing-masing adalah …)” hal tersebut mengakibatkan terdapat informasi-informasi penting dalam soal yang tidak dimengerti oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B. Kesulitan lain yang dialami oleh mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B adalah belum dapat memahami cara menerjemahkan soal cerita ke dalam kalimat matematika.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, tutor pendamping selalu berupaya maksimal untuk meningkatkan kemampuan matematis mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B. Tutor pendamping selalu memberikan dukungan serta motivasi agar mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B tergerak untuk terus belajar dan menumbuhkan sikap percaya diri untuk bertanya kepada tutor saat mereka mengalami kesulitan dalam belajar. Hal lain yang dilakukan oleh tutor untuk meningkatkan kemampuan matematis mahasiswa dari Kabupaten Mappi Papua program matrikulasi kelas B adalah dengan banyak berlatih soal serta pemberian tugas-tugas mandiri kepada mahasiswa agar mereka memiliki rasa tanggung jawab atas materi yang telah mereka pelajari saat program matrikulasi ini berlangsung.

Dokumen terkait