• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Data

Pada bagian ini akan ditampilkan nilai dari seluruh variabel penelitian dalam bentuk tabel dan grafik sehingga akan terlihat perkembangan variabel penelitian tersebut selama periode penelitian.

4.1.1. Ekspor Karet Indonesia ke Jepang

Perkembangan ekspor karet Indonesia ke Jepang selama periode penelitian secara umum memperlihatkan perkembangan yang positif. Ekspor karet ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu sektor yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari industri impor ke industri ekspor.

Adapun tabel perkembangan volume ekspor karet Indonesia tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1. Perkembangan Volume Ekspor Karet Indonesia

No. Tahun Vol Ekspor

Sumber : Gabungan Pengusaha Karet Indonesia

   

Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa volume ekspor karet Indonesia ke Jepang dari secara umum terus mengalami peningkatan walaupun secara total ekspor karet Indonesia ke seluruh dunia sempat mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 2.95 (juta ton). Hal ini disebabkan oleh krisis global menurunnya permintaan di beberapa negara mitra dagang Indonesia dikarenakan kondisi perekonomian Eropa dan Amerika Serikat yang sempat terpuruk akibat krisis finansial, selain itu menurunnya harga karet juga menyebabkan volume ekspor karet Indonesia keseluruh dunia menurun.

Pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat pada sepuluh tahun terakhir, terutama China dan beberapa negara kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin seperti India, Korea Selatan dan Brazil, memberi dampak pertumbuhan permintaan karet alam yang cukup tinggi, walaupun pertumbuhan permintaan karet di negara-negara industri maju seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang relatif stagnan.

4.1.2. Produksi Karet Alam Indonesia

Perkembangan produksi karet Indonesia selama periode penelitian secara umum mengalami peningkatan. Peningkatan ini merupakan implementasi kebijakan dan program terobosan Kementan yang memangkas sejumlah regulasi ekspor dan mempermudah proses perizinan. Getah karet Indonesia terus menunjukan nilai yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Produksi getah karet diprediksi akan semakin meningkat produksi dan kualitasnya seiiring dengan dilaksanakannya program peremajaan kebun karet rakyat melalui program BUN500.

Adapun tabel perkembangan produksi karet Indonesia tahun 2008-2018 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2. Produksi karet alam Indonesia Tahun 2009 – 2018

Sumber : Gabungan Pengusaha Karet Indonesia

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan saat ini tengah memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan dengan meluncurkan program BUN500. Program tersebut dibuat untuk mengembalikan kejayaan komoditas perlebunan Indonesia dalam menopang perekonomian rakyat secara nasional. Ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi berdaya saing tinggi, juga sebagai solusi bagi kendala yang dihadapi masyarakat. Sebab, ketersediaan benih unggul dipastikan mampu memenuhi kebutuhan, terutama untuk perkebunan rakyat.

Kegiatan dukungan perbenihan perkebunan ini melalui APBN-P 2017 dan 2018, menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan. Di mana dilaksanakan secara nonswakelola dan swakelola dengan melibatkan UPT Pusat lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, UPTD Perbenihan, maupun kelompok masyarakat. Selain itu, pemerintah akan membangun kebun sumber benih dalam bentuk kebun entres maupun kebun induk penghasil biji selama kurun waktu 2020-2024. Diharapkan program ini dapat dicapai dengan baik, mulai dari mutu teknik maupun mutu genetik.

4.1.3. Harga Karet Dunia

Perkembangan harga karet dunia selama periode penelitian di pasar internasional sangat berfluktuasi. Adapun tabel perkembangan harga karet dunia tahun 2009-2018 dapat dilihat pada Tabel 4.3 sebagai berikut.

Tabel 4.3. Harga Karet Dunia Tahun 2009 – 2018

No. Tahun Harga Karet Dunia

Melemahnya permintaan dari negara konsumen utama dan ditambah oversupply atau peningkatan stok membuat harga karet terus menurun. Perbaikan ekonomi global juga belum tampak cukup berpengaruh terhadap harga karet. Selain itu dampak krisis politik Thailand juga memberikan pengaruh buruk yaitu anjloknya harga karet dunia. Thailand merupakan salah satu negara produsen karet terbesar di dunia. Ditambah lagi dengan Vietnam yang kini mulai campur tangan mengenai kebijakan karet yang awalnya hanya diintervensi oleh 3 negara yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia di dalam International Tripartit Rubber Corporation (ITRC). Alasannya, Vietnam kini menjadi salah satu produsen karet terbesar ketiga di dunia menggeser Malaysia.

4.1.4. Nilai Kurs

 Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar selama periode penelitian

secara umum menunjukkan nilai tukar rupiah berada di antara Rp 7.000 – Rp 10.000. Adapun tabel perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar tahun

2009-2013 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4. Perkembangan Nilai Kurs (Rupiah)

No. Tahun Kurs

Mata uang Rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang Dolar tahun 2017. Ekspektasi penguatan ekonomi Amerika Seirkat dan kebijakan menurunkan suku bunga oleh Bank Indonesia pada bulan September 2017 memberikan dampak terhadap pelemahan mata uang Rupiah. Namun demikian, tingkat inflasi yang masih terjaga, masih dapat mempertahankan posisi Rupiah terhadap Dolar.

4.1.5. Gross Domestic Product (PDB) Jepang

Pada tahun 2013 PDB Jepang mengalami penurunan dari US$ 593.777 pada tahun 2012 menjadi US$ 490.153 pada tahun 2013. Salah satu penyebab penuruan ini adalah gempa bumi yang terjadi di Jepangan pada tahun 2011 silam, sejak saat itu perekonomian Jepang mengalami kontraksi, sejalan dengan konsumsi dan investasi yang menurun setelah adanya kenaikan pajak yang ditetapkan oleh

perdana menteri Jepang Shinzo Abe dimana pajak penjualan Jepang meningkat drastis dari 5% ke 8% pada April 2013 padahal konsumsi tersebut berkontribusi 60% terhadap perputaran roda ekonomi Jepang.

Perkembangan PDB Jepang selama periode penelitian secara umum cukup berfluktuasi. Adapun tabel perkembangan Gross Domestic Product (PDB) tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5. Perkembangan PDB Jepang

No. Tahun PDB Jepang

Sektor industri Jepang merupakan yang terbesar ke-3 di dunia dalam pasar perdagangan bebas. Jepang dikenal sebagai industri elektronik terbesar dan industri otomotif terbesar ketiga di dunia. Seharusnya, penurunan PDB Jepang tersebut tidak memberikan sentimen negatif yang terlalu lama bagi investor mengingat potensi kuat atas perekonomian negara tersebut masih sangat besar, dan tentunya diharapkan Jepang sebagai salah satu mitra dagang Indonesia masih dapat memberikan sumbangan yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Dokumen terkait