• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Setelah melakukan dan menyelesaikan tindakan pada setiap putaran/siklus diperoleh peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation sebagai berikut:

l

1. Aktivitas murid selama proses pembelajaran IPA pada siklus I

a. Pada pertemuan 1 disampaikan sifat-sifat cahaya yaitu sifat cahaya merambat lurus, sifat cahaya mengenai berbagai benda, sifat cahaya mengenai permukaan benda yang rata atau tidak rata.

Untuk awal pembelajaran dalam pembentukan kelompok yang didasarkan pada hasil tes penjajagan peneliti mengalami kerepotan karena menyita banyak waktu sehingga suasana kelas agak gaduh. Pada pelaksanaan percobaan siswa terlihat sangat antusias atau senang namun observer dan peneliti merasa repot dalam mengamati aktivitas siswa karena masing-masing kelompok melakukan percobaan yang berbeda-beda sesuai dengan materi yang ditugaskan.

Pada percobaan sifat cahaya merambat lurus semua siswa paham terbukti hasil kerja kelompoknya bagus dengan nilai 90. Pada percobaan cahaya mengenai berbagai benda hasil kerja kelompok 100. Namun pada percobaan cahaya memantul pada bidang yang tidak rata siswa kurang paham karena sulit mencari contoh berda tidak rata yang dapat memantulkan sinar dengan jelas maka hasilnya tidak bagus 40. Hasil tes formatif pada pertemuan 1 yaitu siswa yang mendapat nilai 40 ada 5, nilai 50 ada 1, nilai 60 ada 8, nilai 80 ada 7, dan nilai 100 ada 6. Nilai rata-rata keseluruhan 70. Siswa yang mendapat nilai kurang dari 67 ada 14 ( 51,85%) belum tuntas dan yang mendapat nilai lebih dari 67 ada 13 siswa (48,15%) sudah tuntas.

b. Pada pertemuan kedua disampaikan sifat cahaya memantul pada cermin datar dan cermin lengkung, siswa sulit membedakan sifat bayangan nyata dan semu. Pada pembiasan cahaya, karena kulah atau bak mandi kurang bersih (berkarat) dan airnya tidak begitu jernih maka pembiasan kurang jelas. Namun diganti dengan bak mandi dari bahan plastik. Tetapi siswa ada yang belum paham juga terlihat dari

li

laporan kerja kelompok yang menyatakan benda kelihatan dalam, seharusnya benda kelihatan lebih dangkal.

Hasil tes formatif pada pertemuan yaitu jumlah siswa yang mendapat nilai kurang dari 67 ada 9 (33%) belum tuntas, yang mendapat nilai nilai 67-100 ada 18(67%) sudah tuntas. Nilai rata-rata keseluruhan yaitu 72.

c. Pada pertemuan ketiga untuk percobaan terjadinya pelangi mengalami kendala suasana agak mendung maka harus menunggu beberapa saat untuk munculnya sinar matahari yang terang.

Hasil tes formatif pada pertemuan 3 adalah jumlah siswa yang mendapat nilai 40-66 ada 7 (26%) belum tuntas, nilai 67-100 ada 20(74%) sudah tuntas dan nilai rata-rata 78. Setelah digabung hasil tes formatif I+II+III ternyata siswa yang mendapat nilai kurang dari 67 ada 10 siswa ( 37,03%) belum tuntas dan siswa yang mendapat nilai 67 atau lebih ada 17 (62,97%) sudah tuntas, dan hasil rata-rata 73. 2. Dari hasil observasi siklus 1 ditemukan hal-hal sebagai berikut :

a. Pada umumnya siswa memperhatikan penjelasan guru tetapi ada beberapa siswa yang belum mau memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

b. Siswa belum berani bertanya walaupun kenyataannya mereka belum jelas betul.

c. Guru telah memberi umpan balik kepada siswa dan memberi kesempatan untuk bertanya.

d. Siswa aktif dalam proses pembelajaran dengan mencoba untuk membuktikan sifat-sifat cahaya, tetapi ada juga yang tidak serius mengerjakan tugas justru mengganggu teman yang lain.

e. Selama mengerjakan tes siswa mengerjakan dengan tertib dan tenang. 3. Hasil refleksi pelaksanaan siklus 1 sebagai berikut:

a. Suasana kelas kurang begitu tertib.

b. Siswa masih kurang dalam menyampaikan ide atau tanggapan. c. Keterampilan bertanya siswa masih kurang.

lii

d. Minat dan motivasi siswa masih cukup maka perlu ditingkatkan. e. Sebagian siswa masih kurang terampil dalam menyelesaikan tugas dan

soal.

f. Pada pertemuan pertama dan kedua tidak semua kelompok mempraktikan( mencoba) karena tugasnya berlainan sehingga kurang menguasai materi yang tidak dipraktikkan sendiri.

Berdasarkan hasil observasi dan refleksi pada siklus pertama maka dipandang masih perlu diadakan siklus II.

4. Rancangan strategi penyelesaian masalah dan langkah implementasi strategi penyelesaian masalah dalam siklus 1.

Apabila dilihat dari pengolahan data hasil belajar siswa pada siklus 1 rata-rata nilainya 73 nilai tersebut belum cukup karena banyak siswa yang nilainya di atas nilai KKM (67) yaitu sebanyak 17 siswa, berarti dalam kelas tersebut baru 62,97% yang menguasai materi. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada siklus I belum menunjukkan hasil adanya suatu peningkatan yang signifikan. Padahal menurut teori belajar tuntas setiap proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila setiap kelas menguasai materi pembelajaran antara 70% - 75% (J.Blok dalam Lukman 2000; 29). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu siswa, guru, dan pelaksanaan proses pembelajaran.

Dilihat dari faktor siswa dapat dikumpulkan hal-hal sebagai berikut:

a. Siswa masih belum berani bertanya walaupun kenyataannya mereka belum jelas betul.

b. Masih ada sebagian siswa yang tidak mau bekerja kelompok. c. Motivasi siswa masih kurang.

d. Sebagian siswa masih kurang terampil dalam menyelesaikan tugas dan soal.

Faktor dari guru yaitu dalam menyediakan alat peraga kurang optimal. Dalam memfasilitasi pembelajaran kurang optimal. Dilihat dari proses pembelajaran kurangnya interaksi antara guru dan siswa sehingga

liii

suasana kelas kurang hidup. Ketiga faktor di atas masih terdapat beberapa yang perlu ditingkatkan baik siswa, guru, dan proses pembelajaran pada siklus II.

Pada siklus II ini masih membahas tentang materi “Sifat-Sifat Cahaya”, namun sudah menunjukkan situasi pembelajaran yang kondusif, tidak begitu mengalami hambatan dan kesulitan. Karena dalam penyampaian materi telah dipersiapkan secara matang media atau alat peraga telah dipersiapkan seoptimal mungkin. Siswa-siswa yang belum memahami konsep diberikan bimbingan secara khusus sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran seperti teman-teman yang lain. Di samping itu siswa dilatih gemar bertanya sehingga mereka tidak pasif, dan bila kurang jelas mengenai materi yang dijelaskan siswa dapat bertanya secara pribadi. Dengan demikian materi yang diserap dapat lebih mantap dan tepat pada sasaran.

Setelah siswa mengetahui dan mendapat komentar terhadap nilainya, yang mendapat nilai bagus akan senang. Selanjutnya siswa akan lebih senang untuk melakukan belajar secara kelompok dengan melakukan percobaan-percobaan sehingga siswa dapat menghayati, mengamati, dan melaksanakan sendiri apa yang dipelajari sehingga ilmu yang mereka pelajari bersifat lestari dan tidak mudah hilang, ternyata hal ini sesuai dengan pendapat Edgar Dale dalam SBM II yang dikutip tim pengembang PGSD (1998.16), bahwa: bila siswa mengambil manfaat dari kegiatan pembelajaran yang mempunyai nilai relevansi dengan pengalaman langsung, akan memberi makna pada pembelajaran yang diikutinya. Hal ini ditandai dengan semakin besar peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dengan dioptimalkan strategi pembelajaran yang tepat.

Dokumen terkait