BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan di SD Negeri Bekasi Jaya IX, Bekasi Timur. Subjek yang menjadi penelitian adalah siswa kelas 5A yang berjumlah 48 siswa, terdiri dari 19 siswa dan 29 siswi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dideskripsikan data hasil penelitian untuk melihat pengaruh pemberian tindakan melalui penggunaan media apron terhadap hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Penelitian tindakan kelas ini mulai disusun sebagai berikut :
1. Data Pra Siklus
Sebelum peneliti melakukan kegiatan siklus, peneliti melakukan persiapan-persiapan pra siklus yaitu mencari dan mengumpulkan data siswa kelas 5 melalui observasi langsung dan wawancara dengan guru kelas pada hari rabu, tanggal 30 Januari 2018. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru, dari 3 kelas yang ada, kelas 5A dipilih dalam penelitian ini. Pemilihan ini, berdasarkan wawancara dengan guru kelas 5, bahwa di kelas 5A hasil belajar IPS siswa dibawah KKM. Setelah
46
mengetahui kelas mana yang memiliki masalah, selanjutnya peneliti melakukan kegiatan pra siklus pada hari selasa, 7 Februari 2018 . 2. Kegiatan pra siklus ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk
mendapatkan data mengenai karakteristik kelas, suasana kelas, dan prestasi hasil belajar IPS pada materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Data yang diperoleh di kelas 5A SD Negeri Bekasi Jaya IX, masih menggunakan metode ceramah pada materi tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Selain itu bahan ajar yang digunakan oleh siswa tidak menarik, siswa lebih mudah bosan dengan metode pembelajaran langsung, sehingga perolehan hasil belajar siswa mengenai IPS pada materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia masih rendah. Berdasarkan data pengamatan pra siklus inilah yang akan dijadikan sebagai acuan untuk menentukan tindakan perbaikan pembelajaran, seperti media pembelajarannya. Deskripsi hasil pra siklus adalah sebagai berikut : a. Tahap Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan ini, peneliti dan kolaborator merancang dan mendesain kegiatan pembelajaran IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, peneliti membuat indikator-indikator yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran IPS di kelas 5A yang berjumlah 45 siswa. Indikator hasil belajar IPS dalam penelitian ini, yaitu : (1) menjelaskan awal penjajahan di Indonesia, (2) menyebutkan
47
tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Belanda, (3) medeskripsikan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Belanda, (4) menyebutkan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Jepang, (5) mendeskripsikan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Jepang.
b. Tahap Tindakan (Action)
Pada tahap tindakan ini, proses pembelajaran diawali dengan berdo‟a bersama dan mengucapkan salam. Kemudian guru memerintahkan seluruh siswa untuk menghafal tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia secara bersama-sama, guru menjelaskan awal penjajahan di Indonesia, setelah itu peneliti memberikan tugas berupa soal tentang awal penjajahan di Indonesia dan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia sebanyak 10 soal yang harus dikerjakan siswa di lembar yang sudah disediakan. Alasan pemberian soal ditujukan untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa pada materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang akan digunakan sebagi data acuan dalam penelitian ini. c. Tahap Pengamatan (Observasi)
Setelah melakukan tindakan, peneliti dan guru mendiskusikan kegiatan yang telah diberikan. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh gambaran bahwa belum semua siswa
48
kelas 5 A memiliki hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dengan hasil yang baik, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
1) Siswa hanya menghafal tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.
2) Siswa belum mengetahui dan memahami awal penjajahan di Indonesia.
3) Kurang kreatifnya guru dalam membuat media pembelajaran, sehingga pembelajaran IPS berlangsung membosankan, siswa terlihat pasif dan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi tersebut.
d. Tahap Refleksi (Reflection)
Tahap refleksi dilakukan sebagai tahapan terakhir dari serangkaian tahapan yang dilakukan peneliti dan guru untuk mengkaji ketercapaian hasil belajar IPS siswa kelas 5A sebelum menggunakan media Apron sebagai media pembelajaran. Setelah peneliti melaksanakan pra siklus ternyata belum semua siswa kelas 5A memiliki hasil belajar IPS materi kemerdekaan Indonesia . Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada saat pra siklus didapat rata-rata nilai siswa 53,2, dengan presentase siswa yang mencapai KKM secara keseluruhan sebesar 17%, dan siswa yang belum mencapai KKM yaitu sebesar 83%. Untuk data lengkap hasil pra siklus siswa dapat
49
dilihat pada lampiran 4 data nilai siswa materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia Pra siklus pada halaman 138
Hasil observasi pada pra siklus menunjukkan kurangnya persentase hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada siswa. Hal ini dikarenakan belum diberikannya kegiatan pembelajaran melalui media Apron. Diharapkan dengan menggunakan media Apron hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas 5A dapat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pada observasi pra siklus juga ditemukan beberapa temuan yang harus diperbaiki pada siklus l. Temuan-temuan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini :
Tabel 4.1
Temuan – temuan yang harus diperbaiki pada Siklus l No Temuan Pada Pra-Siklus Rencana Perbaikan
1 Sebagian besar siswa belum memiliki hasil belajar IPS materi pejuang kemerdekaan Indonesia dengan baik
Peneliti dan guru memberikan motivasi sehingga aspek ini menjadi lebih baik
2 Dari 48 siswa baru 8 siswa yang memiliki hasil belajar IPS tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dengan baik (mencapai KKM yang ditentukan)
Peneliti dan guru lebih intensif membantu dan membimbing anak-anak yang mengalami kesulitan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan
Indonesia dengan
membahas kembali soal yang sulit
50 3 Sebelum peneliti dan guru
menggunakan media Apron siswa belum begitu memahami materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia , siswa hanya menghafal saja
Peneliti dan guru memberikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Apron untuk memaksimalkan
pembelajaran tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia
2. Data Siklus l
Pada pelaksanaan siklus l dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Adapun satuan perencanaan pelaksanaan tindakan pada siklus l adalah sebagai berikut :
a. Tahapan Perencanaan (Planing)
Pelaksanaan siklus I dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan pada tanggal 9, 14, 21, dan 23 Februari 2018. Peneliti mengadakan penelitian dengan perencanaan sebagai berikut: 1) Pertemuan 1
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia
Materi pokok : Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda
Media : Apron
Kegiatan : Menjelaskan awal penjajahan Belanda di Indonesia
51 2) Pertemuan 2
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia
Materi pokok : Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda
Media : Apron
Kegiatan : Menyebutkan tokoh-tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Belanda.
Waktu : 35 menit 3) Pertemuan 3
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia
Materi pokok : Perjuangan bangsa Indonesia melawan Penjajah Belanda
Media : Apron
Kegiatan : Mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda
Waktu : 35 menit 4) Pertemuan 4
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh Pejuang kemerdekaan Indonesia
52
Penjajah Belanda Media : Apron
Kegiatan : Pemberian tes evaluasi siklus I Waktu : 35 menit
Selain perencanaan tindakan diatas, peneliti juga membuat rencana tindakan dengan menyiapkan :
a) Menyiapkan media yang disesuaikan dengan tindakan yang akan diberikan kepada siswa, yaitu media Apron. Media tersebut berupa Apron yang terdapat gambar tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia kemudian gambar tokoh pejuang tersebut ditempelkan ke Apron. Untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yaitu menggunakan kartu pertanyaan yang sudah disediakan.
b) Menyiapkan alat pengumpul data berupa catatan lapangan, lembar observasi, lembar soal dan dokumentasi (kamera).
b. Tahap Tindakan (Action)
Tindakan yang diberikan pada siklus l adalah sebagai berikut : 1) Pertemuan Pertama
Pelaksanaan pertemuan pertama pada hari Jumat, tanggal 9 Februari 2018, pertemuan ini merupakan pemberian perlakuan yang pertama pada siklus l. Pertemuan ini adalah hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekan Indonesia melalui media Apron. Sebelum kegiatan dimulai, siswa membaca do‟a bersama, setelah
53
itu guru memberikan pengarahan kepada siswa, kemudian menyerahkan kepada peneliti untuk melakukan proses pembelajaran yang sudah dirancang sebelumnya. Pada pertemuan ini, peneliti menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari pembelajaran materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, selanjutnya peneliti menjelaskan awal sejarah penjajahan Belanda di Indonesia serta menyebutkan tokoh-tokoh penjajah Belanda untuk memicu terjadinya proses tanya jawab. Setelah itu, peneliti memperkenalan media Apron dan memberikan penjelasan materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia menggunakan media Apron
2) Pertemuan Kedua
Pelaksanaan pertemuan kedua pada hari rabu, tanggal 14 Februari 2018. Pada pertemuan ini, peneliti menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari pembelajaran materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, selanjutnya peneliti menyebutkan contoh-contoh tokoh-tokoh pejuang untuk memicu terjadinya proses tanya jawab. Setelah itu, peneliti memperkenalan media Apron dan memberikan penjelasan materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia menggunakan media Apron. Siswa secara bergantian menunjukan gambar tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada media Apron yang sudah peneliti siapkan. Peneliti melakukan pengamatan dan membimbing siswa selama kegiatan berlangsung.
54 3) Pertemuan Ketiga
Pelaksanaan pertemua ketiga pada hari jum‟at, tanggal 21 Februari 2018. Pada pertemuan ini adalah peneliti masih memberikan penjelasan materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, setelah itu peneliti memberikan penguatan materi dengan memberikan latihan praktek untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Belanda. Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih aktif, siswa terlibat secara langsung pada proses pembelajaran, sehingga siswa akan lebih dapat memahami materi yang sedang dipelajari. Siswa mengawali kegiatan belajar dengan do‟a bersama yang dipimpin oleh ketua kelas, setelah itu peneliti menanyakan kabar dan mengabsen siswa. Kemudian peneliti, mengingatkan kembali materi pada pertemuan pertama dengan menyebutkan kembali tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Belanda dengan menggunakan media Apron. Setelah peneliti menjelaskan kembali materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia , kemudian peneliti membagikan lembar kerja kepada siswa. Setelah itu, peneliti melakukan pengamatan dan membimbing siswa selama kegiatan berlangsung.
4) Pertemuan Keempat
Pelaksanaan pertemuan keempat pada hari rabu, tanggal 23 Februari 2018. Pada pertemuan ini adalah peneliti memberikan
55
soal tes evaluasi siklus l. Dipimpin oleh ketua kelas, siswa mengawali kegiatan belajar dengan do‟a bersama. Setelah itu, peneliti menanyakan kabar dan mengabsen siswa, kemudian peneliti mengingatkan kembali materi pada pertemuan ketiga dengan melakukan tanya jawab dengan menggunakan media Apron. Kemudian peneliti memberikan soal tes evaluasi siklus l dengan waktu yang di tentukan yaitu 15 menit. Peneliti bersama kolaborator melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung.
c. Tahap Pengamatan (Observasi)
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran pemahaman matematis materi tokoh pejuang kemerdekaan ndonesia, maka terdapat beberapa hal yang menjadi catatan untuk peneliti, antara lain :
1) Pengamatan Siklus l Pertemuan Pertama
a) Peneliti belum sepenuhnya mampu mengkondisikan siswa dengan baik, karena ada beberapa siswa yang berisik saat peneliti sedang menjelaskan materi.
b) Beberapa siswa merasa malu dan tidak percaya diri ketika diminta untuk mencoba media Apron di depan kelas.
56
2) Pengamatan Siklus l Pertemuan Kedua
a) Pada saat siswa diminta untuk memainkan media Apron, peneliti belum sepenuhnya mampu mengkondisikan siswa dengan baik, karena ada beberapa siswa yang berisik.
b) Waktu yang diperlukan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Belanda, pada saat jam pelajaran habis ada beberapa siswa yang belum selesai.
c) Siswa masih malu-malu untuk bertanya kepada peneliti jika ada hal yang belum dimengerti.
3) Pengamatan Siklus l Pertemuan Ketiga
a) Peneliti belum sepenuhnya mampu mengkondisikan siswa dengan baik, karena ada beberapa siswa yang berisik ketika siswa sudah selesai mengerjakan soal evaluasi siklus l.
Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung, setelah peneliti menggunakan media pembelajaran Apron terjadi peningkatan hasil belajar IPS pada materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, dibandingkan pada saat sebelum/peneliti menggunakan media Apron. Hasil observasi yang didapat pada siklus l, diketahui bahwa hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia secara keseluruhan didapat nilai rata-rata sebesar 75,6, dengan presentase siswa yang mencapai KKM secara keseluruhan sebesar 52,1%, dan siswa yang belum mencapai KKM yaitu sebesar
57
47,9%. Adapun gambaran pencapaian hasil belajar IPS tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dalam diagram adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1 Grafik Hasil Observasi Pra Siklus dan Siklus I
Berdasarkan gambar grafik di atas, dapat dideskripsikan bahwa hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia terdapat peningkatan yang signifikan. Dimana data dari hasil pra siklus ke siklus I rata-rata persentase kenaikan mencapai 35,1%, ini menunjukkan adanya peningkatan tetapi masih kurang dari target yang ingin dicapai oleh peneliti yakni sebesar 75%. Jadi, hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas 5A di SD Negeri Bekasi Jaya IX Bekasi Timur belum optimal, sehingga perlu dilanjutkan ke siklus II. Untuk data lengkap hasil observasi siklus l siswa dapat dilihat pada lampiran 5 data nilai siswa materi tokoh
58
pejuang kemerdekaan Indonesia siklus l halaman 139 dan lampiran 6 tabel analisis perbandingan hasil pra siklus dan siklus l pada halaman 140.
Kurangnya persentase hasil belajar IPS materi tokoh pejuang
kemerdekaan Indonesia melalui media Apron pada siklus l, diduga karena ada beberapa siswa yang masih belum jelas awal penjajahan di Indonesia, kebiasaan siswa yang menggunakan metode menghafal sehingga masih ada beberapa siswa yang belum benar-benar mengetahui awal penjajahan di Indonesia dan sebagian besar siswa masih kesulitan pada saat menjawab soal tes evaluasi. Oleh sebab itu, banyak siswa yang belum mencapai KKM yang sudah ditentukan. Pemberian motivasi dan arahan-arahan yang baik diperlukan sehingga hasil belajar IPS materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
d. Tahap Refleksi (Reflecting)
Refleksi merupakan tahapan terakhir pada setiap siklus. Tahapan ini dilakukan sebagai tahap evaluasi kegiatan selama penelitian dilaksanakan, refleksi dilakukan oleh peneliti bersama kolaborator untuk mengkaji sejauh mana ketercapaian hasil belajar IPS materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melalui media Apron. Inti dari tahap ini adalah untuk membahas kelemahan dan kelebihan kegiatan
59
yang dilaksanakan pada pertemuan pertama sampai dengan pertemuan ketiga pada siklus I.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, terdapat beberapa hal yang ditemukan pada pelaksanaan tindakan, baik pada pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga pada siklus I. Temuan itu diantaranya terdapat dalam tabel di bawah ini :
Tabel 4.2
Temuan – temuan yang Harus Diperbaiki pada Siklus II No Temuan Pada Siklus I Rencana Perbaikan
1
Pada pertemuan kedua, siswa masih kebingungan untuk mengerjakan soal mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan.
Peneliti menerangkan kembali dengan jelas dan mencotohkan terlebih dahulu .
2 Sebagian besar siswa yang masih kesulitan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan
Peneliti menjelaskan kepada siswa mengenai tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan menggunakan media apron untuk mempermudah siswa dalam mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan
Berdasarkan hasil refleksi tersebut, dapat diketahui pada siklus I persentase hasil belajar IPS materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melalui media Apron pada siswa kelas 5A secara keseluruhan sebesar 52,1%, sehingga masih belum mencapai target yang ditetapkan, maka perlu diadakan perbaikan pada siklus berikutnya.
60 3. Data Siklus II
Adapun pelaksanaan siklus II dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, yaitu sebagai berikut :
1) Pertemuan 5
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.
Materi pokok : Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Jepang
Media : Media Apron
Kegiatan : Menjelaskan awal penjajahan Jepang Di Indonesia
Waktu : 35 menit
2) Pertemuan 6
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.
Materi pokok : Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Jepang
Media : Media Apron
Kegiatan : Menyebutkan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Jepang
61 3) Pertemuan 7
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia
Materi pokok : Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Jepang
Media : Media Apron
Kegiatan : Mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang menggunakan media Apron
Waktu : 35 menit 8) Pertemuan 8
Tujuan : Meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia
Materi pokok : Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Jepang
Media : Apron
Kegiatan : Pemberian tes evaluasi siklus 2 Waktu : 35 menit
a. Tahap Perencanaan (Planning)
Perencanaan tindakan pada siklus II disusun berdasarkan hasil analisis dan refleksi pada siklus I, diketahui bahwa ada 47,9% siswa yang belum memiliki hasil belajar IPS materi tokoh pejuang
62
kemerdekaan Indonesia. Lebih lanjut, motivasi dan pembelajaran dengan media Apron belum sepenuhnya dilakukan oleh peneliti dengan baik, sehingga pada siklus II peneliti diharapkan dapat membenahi kualitas dalam memberikan pembelajaran IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia melalui media Apron agar lebih menarik serta dapat mengkondisikan pembelajaran yang kondusif serta hasil belajar IPS materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dapat tercapai. Adapun perencanaan pada siklus II ini adalah sebagai berikut :
1) Membuat satuan perencanaan siklus II dan terlebih dahulu didiskusikan dengan kolaborator. Pemberian tindakan ditekankan pada hail belajar IPS berbagai macam tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Menyiapkan media Apron untuk menjelaskan materi menyebutkan tokoh-tokoh perrjuangan pada masa penjajahan Jepang
2) Menyiapkan alat pengumpul data berupa catatan lapangan, lembar observasi dan dokumentasi (kamera).
b. Tahap Tindakan (Action)
Pada siklus II ini terdiri dari tiga kali pertemuan, dengan tindakan yang diberikan sebagai berikut :
1) Pertemuan Keempat
Pertemuan ini merupakan pemberian perlakuan pertama pada siklus II, pada hari senin, tanggal 23 Februari 2018. Sebelum kegiatan
63
pembelajaran dimulai, siswa berdo‟a bersama dengan di pimpin oleh ketua kelas. Peneliti menanyakan kabar dan mengabsen siswa, setelah itu peneliti mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan melakukan tanya jawab seputar awal penjajahan di Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Jepang, kemudian peneliti menuliskan beberapa contoh soal dipapan tulis dan meminta beberapa siswa untuk maju mengerjakan soal tersebut, setelah itu melakukan konfirmasi jawaban yang diberikan siswa. Setelah kegiatan tanya jawab, peneliti menanyakan kesediaan siswa untuk memulai materi selanjutnya, kemudian tanpa diperintah siswa membuka buku paket materi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Jepang .
Peneliti menjelaskan materi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Jepang menggunakan media Apron, kemudian beberapa siswa diminta maju kedepan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan media Apron, siswa yang lain memperhatikan dengan tertib. Lebih lanjut, terlihat siswa sangat antusias dalam menggunakan media Apron, sehingga pada pertemuan kali ini siswa lebih dapat memahami materi yang sudah disampaikan oleh peneliti.
2) Pertemuan Kelima
Pertemuan ini merupakan pemberian perlakuan yang kedua pada siklus II, pada hari selasa, tanggal 23 Februari 2018. Siswa
64
berdo‟a bersama dan mengucapkan salam sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Peneliti menanyakan kabar, mengabsen dan memberikan motivasi kepada siswa agar suasana kelas menjadi menyenangkan, kemudian melakukan kegiatan tanya jawab tentang materi pada pertemuan sebelumnya, dengan memberikan contoh soal berbagai tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Jepang, siswa diminta kembali untuk mengerjakan contoh soal yang diberikan dipapan tulis dan peneliti melakukan konfirmasi jawaban siswa. Setelah kegiatan tanya jawab, peneliti menanyakan kesediaan siswa untuk bermain apron. Setelah kegiatan tanya jawab, peneliti menanyakan kesediaan siswa untuk mengerjakan soal tes yang sudah disediakan, kemudian secara bersama-sama siswa mengerjakan soal tersebut.
3) Pertemuan Keenam
Pertemuan ini merupakan pemberian perlakuan yang ketiga pada siklus II, pada hari jumat, tanggal 28 Februari 2018. Pada pertemuan ini, peneliti memberikan soal tes evaluasi siklus ll. Dipimpin oleh ketua kelas, siswa mengawali kegiatan belajar dengan do‟a bersama. Setelah itu, peneliti menanyakan kabar dan mengabsen siswa, kemudian peneliti mengingatkan kembali materi pada pertemuan ke 5 dengan melakukan tanya jawab dengan menggunakan media Apron. Kemudian peneliti memberikan soal tes evaluasi siklus ll dengan waktu yang di tentukan yaitu 15 menit.
65
Sebelum siswa memulai mengerjakan soal, peneliti memberikan motivasi dan arahan agar siswa lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam mengerjakan soal, agar hasil yang di dapat sesuai dengan target KKM yang sudah di tentukan. Peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat tenang dan tertib saat mengerjakan soal evaluasi siklus ll.
Pelaksanaan pada tiap pertemuan berlangsung selama 35 menit. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai guru dan observer, sedangkan guru kelas sebagai kolaborator. Adapun proses kegiatan pengajaran mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Observasi yang dilakukan pada saat kegiatan proses pembelajaran berlangsung menghasilkan data siklus II sebagai berikut :
a) Pelaksanaan pembelajaran IPS melalui media Apron lebih mengarah kepada hasil belajar materi tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia tanpa menghafal.
b) Hampir semua siswa merasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran ini karena didukung dengan media Apron dan pada pertemuan kelima siswa membentuk kelompok, sehingga siswa belajar untuk berdiskusi, saling kerjasama, dan melatih keberanian.
c) Suasana pembelajaran yang menyenangkan sudah lebih tercipta dan kondusif.
66 c. Tahap Pengamatan (Observing)
Hasil pengamatan peneliti, seperti yang dilakukan pada siklus