HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Penerapan model Quantum Learning dalam penelitian ini hanya dikhususkan dalam penciptaan suasana pembelajaran saja. Kerangka rancangan belajar dalam model Quantum Learning yang dikenal dengan istilah TANDUR tetap diterapkan dalam pelaksanaan penelitian ini yang secara implisit dimasukkan ke dalam skenario pembelajaran. Suasana belajar yang menyenangkan dilaksanakan dengan penataan kelas yang dibuat santai dan sesuai dengan keinginan siswa seperti:
5) Letak tempat duduk siswa yang ditata sesuai dengan keinginan siswa agar siswa merasa nyaman dalam belajar
6) Pemberian tanaman hias di setiap sudut ruangan agar kelas terasa asri dan dapat memberikan kesegaran dalam belajar
7) Pemberian pengharum ruangan pada AC yang telah tersedia
8) Pemberian poster-poster motivasi yang ditempel pada dinding kelas agar lebih memotivasi siswa dalam belajar.
Peneliti menggunakan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping). Penggunaan metode ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi. Pelajaran ekonomi identik dengan materi yang sifatnya hafalan sehingga terkadang membuat siswa jenuh dan malas untuk membaca. Kejenuhan ini timbul karena penggunaan buku-buku teks dan catatan yang guru berikan yang berisi tulisan-tulisan yang banyak dan kurang adanya unsur-unsur yang bersifat pembeda sehingga sumber belajar cenderung monoton.
Dengan penerapan metode pembelajaran peta pikiran (mind mapping), siswa diminta membuat ringkasan-ringkasan dari materi yang dipelajari ke dalam bentuk peta pikiran yang berisi simbol-simbol beranekaragam warna sehingga dapat mempermudah belajar dan membantu mempercepat siswa dalam mengingat dan memahami pelajaran.
Penggunaan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) juga diisi dengan kegiatan diskusi, presentasi, dan pengerjaan latihan soal dalam bentuk permainan (games). Kegiatan diskusi dilakukan untuk melatih kerjasama di antara siswa, keberanian mengeluarkan pendapat, kemampuan memecahkan masalah, dan dapat membantu siswa lain yang mengalami kesulitan belajar. Kegiatan presentasi perlu dilakukan untuk melatih keberanian siswa tampil di muka umum dan mengemukakan pendapat baik melalui kemampuan bertanya maupun menjelaskan. Sedangkan pemberian latihan soal dalam bentuk permainan (games) dilakukan untuk memberikan sedikit penyegaran kepada siswa sehingga belajar seperti suasana bermain yang edukatif dan menyenangkan. Pada beberapa kegiatan dalam proses pembelajaran seperti pada saat diskusi dan permainan (games) dilakukan dengan memasukkan iringan musik klasik di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk membuat suasana belajar menjadi lebih santai dan menambah daya konsentrasi siswa dalam belajar.
Model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) memiliki beberapa kelebihan meliputi:
1. Lingkungan belajar yang ditata sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga suasana belajar menjadi nyaman dan menyenangkan untuk belajar.
2. Pembelajaran berpusat pada siswa sehingga siswa dapat secara aktif mengembangkan segala potensi yang dimilikinya.
3. Penggunaan musik klasik dan peta pikiran dalam ringkasan materi dapat menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak kanan siswa sehingga dapat menambah daya konsentrasi dan mempermudah pemahaman siswa terhadap materi.
4. Diskusi dan presentasi dapat dijadikan sebagai sarana siswa untuk melatih keberanian dan kemampuan berfikir kritis.
5. Permainan (games) sebagai penyegaran siswa dalam proses belajar sehingga belajar terasa menyenangkan.
Penilaian terhadap siswa pada model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) dilakukan dengan menilai kerja sama dalam diskusi pembuatan materi dalam bentuk peta pikiran, ketepatan hasil peta pikiran yang telah dibuat, kemampuan menjelaskan dalam presentasi materi yang dibuat dengan peta pikiran, kemampuan bertanya/mengeluarkan pendapat, dan kemampuan dalam menjawab soal permainan (games). Setelah pembelajaran selesai, guru memberikan penilaian dengan menggunakan tes formatif berupa soal objektif dan uraian.
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu Siklus I dan Siklus II dengan menerapkan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping). Pengukuran peningkatan hasil belajar siswa melalui tes hasil belajar berupa tes objektif dan uraian.
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
Kegiatan perencanaan tindakan I dilaksanakan pada hari Senin, 7 Desember 2009 di ruang guru SMA Negeri 1 Surakarta. Guru bersama peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Peneliti dan guru sepakat bahwa pelaksanaan tindakan pada
siklus I akan dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, yakni tiap hari Rabu dan Sabtu, mulai tanggal 16 Desember 2009 hingga 26 Desember 2009.
Tahap perencanaan tindakan I meliputi kegiatan sebagai berikut : 1) Menyiapkan perangkat pembelajaran
Peneliti dibantu guru menyiapkan silabus mata pelajaran ekonomi kelas X, kemudian guru bersama peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan mendiskusikan skenario pembelajaran ekonomi menggunakan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping). Skenario pembelajaran yang direncanakan sebagai berikut:
Pertemuan 1 (Rabu, 16 Desember 2009) Alokasi waktu : 1 x 45 menit
a) Sosialisasi model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) dan materi yang akan dipelajari kepada siswa.
b) Penyajian materi pengantar dengan menggunakan peta pikiran.
c) Pembentukan kelompok diskusi, dari 28 siswa dibagi kedalam 7 kelompok sehingga masing-masing kelompok beranggotakan 4 siswa.
d) Diskusi kelompok membahas materi dan membuat ringkasan materi dalam bentuk peta pikiran.
e) Guru menginformasikan bahwa pertemuan yang akan datang akan diadakan presentasi dari masing-masing kelompok, siswa diminta mempersiapkan diri.
Pertemuan 2 (Sabtu, 19 Desember 2009) Alokasi waktu : 1 x 45 menit
a) Presentasi materi oleh kelompok 1 - kelompok 4.
b) Diskusi melalui sistematika tanya jawab pada kelompok yang presentasi.
c) Tanggapan dari guru baik pelurusan maupun tambahan materi dari apa yang sudah dijelaskan siswa.
Pertemuan 3 (Rabu, 23 Desember 2009)
Alokasi waktu : 1 x 45 menit
a) Presentasi materi oleh kelompok 5 - kelompok 7.
b) Diskusi melalui sistematika tanya jawab pada kelompok yang presentasi.
c) Tanggapan dari guru baik pelurusan maupun tambahan materi dari apa yang sudah dijelaskan siswa.
d) Pelaksanaan Permainan Acak Kata (Games Word Square).
Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Guru membagikan lembaran kegiatan berupa soal dan kotak jawaban yang berisi huruf acak.
(2) Siswa secara berkelompok menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban.
(3) Berikan poin setiap jawaban dalam kotak.
e) Pemberitahuan bahwa pertemuan yang akan datang akan diadakan tes hasil belajar, siswa diminta mempersiapkan diri..
Pertemuan 4 (Sabtu, 26 Desember 2009) Alokasi waktu : 1 x 45 menit a) Pelaksanaan tes hasil belajar.
b) Pengumuman kelompok terbaik
c) Pemberian penghargaan kepada kelompok terbaik 2) Menyiapkan instrumen penelitian
Peneliti menyusun instrumen penelitian, yaitu berupa pedoman wawancara dan lembar observasi tentang penerapan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping).
3) Menyiapkan materi sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pokok yang digunakan dalam penerapan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) pada siklus I adalah uang.
Standar Kompetensi : Memahami konsep uang, jumlah uang beredar, serta permintaan dan penawaran uang.
Kompetensi Dasar:
a) Menyimpulkan konsep uang
b) Menjelaskan jumlah uang yang beredar c) Menjelaskan permintaan dan penawaran uang
4) Mendesain alat evaluasi berupa soal tes formatif untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa setelah penerapan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping).
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan dan masing-masing pertemuan selama 45 menit. Namun, karena pada kalender terdapat libur perayan Natal, maka waktu pelaksanaan tindakan kurang berjalan sesuai rencana. Pelaksanaan tindakan I dilaksanakan pada tanggal 16, 19, 23, dan 30 Desember 2009.
Materi pada pelaksanaan tindakan I ini adalah uang. Pada awal pelaksanaan tindakan diberikan suatu pengarahan tentang model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) kepada siswa. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan model pembelajaran tersebut berjalan lancar.
Pengarahan tersebut berisi langkah-langkah model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping), yang meliputi : mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan guru, diskusi kelompok membahas materi dan merangkum materi dalam bentuk peta pikiran, prsesentasi dan tanya jawab, serta pengerjaan soal dalam games word square secara berkelompok. Dengan adanya pengarahan tersebut maka siswa akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping), sehingga siswa dapat melaksanakan dengan baik kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada masing-masing tahapannya. Selain itu, guru juga memberikan penjelasan tentang aspek-aspek yang dinilai selama model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) dilaksanakan, yaitu:
kerja sama dalam diskusi pembuatan materi dalam bentuk peta pikiran, ketepatan hasil peta pikiran yang telah dibuat, kemampuan menjelaskan
dalam presentasi materi yang dibuat dengan peta pikiran, kemampuan bertanya/mengeluarkan pendapat, kemampuan dalam menjawab soal dalam permainan (games) dan terakhir nilai dari tes hasil belajar siswa. Guru juga menjelaskan bahwa akan ada penghargaan bagi kelompok terbaik sehingga akan menambah antusiasme siswa untuk bekerja sama dalam kelompok.
Pertemuan pertama, guru mempresentasikan materi pengantar dengan menggunakan peta pikiran kemudian menempatkan siswa kedalam kelompok yang telah dibentuk untuk mendiskusikan materi pelajaran dan merangkumnya dalam bentuk peta pikiran. Pertemuan kedua dilaksanakan dengan mengadakan presentasi dan tanya jawab dari masing-masing kelompok siswa. Pertemuan ketiga dilaksanakan dengan melanjutkan presentasi dan tanya jawab yang belum terselesaikan pada pertemuan sebelumnya dan dilanjutkan dengan pengerjaan soal pada games word square secara berkelompok. Pertemuan keempat dilaksanakan dengan memberikan tes hasil belajar untuk mengetahui keberhasilan pencapaian belajar siswa.
Tabel 4. Urutan pelaksanaan tindakan pada Siklus I
No. Uraian Kegiatan Keterangan
Pertemuan Pertama (Rabu, 16 Desember 2009)
1) Guru membuka kelas dengan memberi salam dan siswa menjawab salam
2) Guru menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kehadiran dan kondisi siswa. Siswa yang tidak masuk berjumlah dua orang yaitu Annisa Nurhafika dan Diniar Putri Santosa dikarenakan sakit dan ada kepentingan lain.
3) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa mulai hari ini proses belajar mengajar dilakukan
dengan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping). Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan seksama karena ini merupakan hal baru bagi mereka.
4) Guru meminta siswa untuk mengeluarkan contoh uang yang mereka bawa dan mengamatinya.
Tumbuhkan
5) Guru bertanya kepada siswa apa pendapat mereka tentang definisi uang. Siswa secara aktif merespon pertanyaan yang guru ajukan dengan berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan baik. Pertanyaan tersebut dijawab oleh tiga siswa yaitu Aulia Desy Parwati, Amira Hanan Humaira, dan Miko Hadi Wijaya.
Tumbuhkan
6) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.
Tumbuhkan
7) Guru menjelaskan materi tentang pengertian uang dan fungsi uang melalui peta pikiran (mind mapping) yang ditayangkan dalam slide.
Materi yang disampaikan sebagai penjelasan kepada siswa sebagai tindak lanjut dari pertanyaan pra pembelajaran yang dilakukan di awal pembelajaran. Pada saat guru menyampaikan materi, hanya sebagian besar siswa saja yang memperhatikan, sebagian kecil siswa khususnya enam siswa yang duduk di deretan kursi paling belakang kurang memperhatikan penjelasan yang guru
Tumbuhkan
sampaikan. Mereka tidak fokus sehingga terkadang ngobrol dengan teman sebangku dan menggambar di buku tulis mereka.
8) Guru membagi siswa ke dalam kelompok dimana satu kelompok terdiri dari 4 orang.
Jumlah siswa dalam satu kelas berjumlah 28 orang sehingga kelompok yang ada berjumlah 7 kelompok. Pembagian siswa dilakukan secara acak berdasarkan posisi tempat duduk karena pada dasarnya semua kemampuan siswa sama dan masing-masing siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri.
9) Siswa diminta duduk bergabung dengan anggota kelompoknya masing-masing. Posisi duduk siswa dirubah sesuai dengan keinginan siswa untuk mempermudah diskusi kelompok yang berlangsung dan tercipta kenyamanan dalam belajar.
10) Guru membagikan kertas HVS dan petunjuk pembuatan peta pikiran pada masing-masing kelompok.
11) Guru meminta siswa secara berkelompok untuk membuat peta pikiran pada kertas yang sudah dibagikan dengan materi kelompok meliputi:
Kelompok 1 : Jenis Uang
Kelompok 2 : Definisi Jumlah Uang yang Beredar
Kelompok 3 : Faktor-faktor yang
Amati Namai
Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar
Kelompok 4 : Hubungan antara Jumlah Uang yang Beredar dan Inflasi
Kelompok 5: Definisi Permintaan dan Penawaran Uang serta Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Uang
Kelompok 6 : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Uang
Kelompok 7 : Skedul Penawaran Uang 12) Selama proses pembelajaran kelompok ini
berlangsung, pembelajaran dilakukan dengan iringan musik klasik. Secara keseluruhan, proses diskusi berjalan dengan lancar.
Sebagian besar kelompok aktif berdiskusi tentang materi dan peta pikiran yang mereka buat. Namun, ada satu kelompok yaitu kelompok 4 yang kurang antusias dalam proses diskusi sehingga yang bekerja hanya sebagian dari anggota kelompok saja sementara sebagian anggota kelompoknya lagi bersikap acuh.
Amati Namai
13) Guru memantau masing-masing kelompok dan memberikan bimbingan kepada siswa mengenai peta pikiran yang mereka buat.
14) Guru memberi tugas (pekerjaan rumah) kepada masing-masing kelompok untuk memindahkan peta pikiran yang mereka buat di kertas ke
Amati Namai
dalam bentuk slide yang pada pertemuan selanjutnya akan dipresentasikan.
15) Guru menutup pelajaran.
Pertemuan Kedua (Sabtu, 19 Desember 2009)
1) Guru membuka kelas dengan memberi salam dan siswa menjawab salam.
2) Guru menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kehadiran dan kondisi siswa. Semua siswa hadir dalam proses pembelajaran.
3) Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran.
4) Guru bersama peneliti menjelaskan tata cara presentasi kelompok dimana masing-masing kelompok mempunyai waktu presentasi dan tanya jawab selama 10 menit.
5) Masing-masing kelompok melalui perwakilannya diminta mempresentasikan peta pikiran yang mereka buat.
Demonstrasikan
6) Presentasi kelompok dari kelompok 1 – kelompok 4. Namun, karena ternyata kelompok 4 belum siap maka presentasi kelompok 4 digantikan oleh kelompok 5.
Siswa sangat antusias dalam bertanya kepada masing-masing kelompok yang presentasi.
Namun, karena terbatasnya waktu hanya lima orang siswa yang mendapat kesempatan bertanya yaitu Aulia Desy Parwati, Diniar Putri Santosa, Elisabeth Dea Resitarani, Dyah
Demonstrasikan
Rizky Pratiwi, dan Naomi Ratna Sari.
7) Guru memberikan tanggapan terhadap presentasi siswa, tanggapan bisa berupa pelurusan dari penjelasan siswa yang kurang tepat dan tambahan materi dari apa yang siswa belum jelaskan.
8) Guru menginformasikan bahwa presentasi akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.
9) Guru menutup pelajaran.
Pertemuan Ketiga (Rabu, 23 Desember 2009)
1) Guru membuka kelas dengan memberi salam dan siswa menjawab salam.
2) Guru menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kehadiran dan kondisi siswa. Semua siswa hadir dalam proses pembelajaran.
3) Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran.
4) Presentasi kelompok dari kelompok 4, 6, dan 7. Presentasi berjalan lancar, tidak jauh berbeda dengan presentasi pada pertemuan sebelumnya. Siswa cukup aktif mengikuti proses diskusi, dengan waktu yang terbatas maka jumlah siswa yang memiliki kesempatan bertanya sebanyak tiga orang yaitu Aulia Desy Parwati, Dyah Rizky Pratiwi, dan Diona Ayu Melinda.
Demonstrasikan
5) Guru memberikan tanggapan terhadap presentasi siswa, tanggapan bisa berupa
pelurusan dari penjelasan siswa yang kurang tepat dan tambahan materi dari apa yang siswa belum jelaskan.
6) Guru memberikan permainan (games) berupa permainan acak kata (word square) sebagai evaluasi awal dan penyegaran (refresh) untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Pelaksanaan permainan (games) ini pun dengan diiringi musik klasik. Dalam pelaksanaan permainan ( games) ini siswa sangat antusias, hal ini terlihat dari kekompakan mereka dalam kerjasama kelompok untuk menyelesaikan soal-soal yang ada.
Demonstrasikan
7) Guru dan siswa secara bersama menyimpulkan pelajaran pada bab ini.
8) Siswa sesuai dengan kelompoknya masing-masing diberi pekerjaan rumah untuk merangkum materi Bab Uang dalam bentuk peta pikiran berupa hasil ketikan (print out).
Ulangi
9) Guru meminta soft file peta pikiran (tugas 1 dan tugas 2) yang dibuat oleh semua kelompok dikumpulkan dalam satu keping CD.
10) Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan tes formatif.
11) Guru menutup pelajaran
Pertemuan Keempat (Rabu, 30 Desember 2009) 1) Guru membuka kelas dengan memberi salam
dan siswa menjawab salam.
2) Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kehadiran dan kondisi siswa. Semua siswa hadir dalam proses pembelajaran.
3) Guru meminta siswa mengumpulkan tugas yang telah diberikan.
4) Guru menyampaikan aturan pengerjaan soal dalam tes formatif.
5) Guru bersama peneliti membagikan soal dan meminta agar siswa mengerjakan secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama proses pembelajaran berlangsung.
6) Guru bersama peneliti mengawasi dengan baik agar tes hasil belajar dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang.
Selama tes berlangsung, siswa mengerjakan soal tersebut secara mandiri.
7) Guru bersama peneliti meminta lembar jawab siswa.
8) Guru mengumumkan dan memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik.
Penghargaan yang diberikan oleh guru berupa ucapan selamat dan sertifikat kepada kelompok yang berhasil menjadi kelompok terbaik. Kelompok dengan predikat terbaik
Rayakan
diberikan kepada kelompok 7 dengan anggota kelompoknya yang terdiri dari Annisa Nurhafika, Diniar Putri Santosa, Miko Hadi Wijaya, dan Setiya Wahyu Nugraha.
9) Guru meminta siswa mempersiapkan diri untuk materi selanjutnya.
10) Guru menutup pelajaran
c. Observasi dan Evaluasi
Pelaksanaan tindakan penelitian ini bersamaan dengan dilakukannya observasi selama pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan oleh peneliti, mengacu pada lembar observasi yang telah disusun.
Observasi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penerapan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) dan untuk mengetahui kemampuan siswa menerima materi pembelajaran dengan adanya model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping). Pada saat observasi berlangsung, kegiatan peneliti adalah memantau pelaksanaan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping). Guru melakukan penyajian kelas tentang pelaksanaan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) dan penjelasan konsep materi tentang uang. Guru juga melakukan penilaian terhadap peran serta siswa selama kegiatan pembelajaran, yang meliputi kerja sama dalam diskusi pembuatan materi dalam bentuk peta pikiran, ketepatan hasil peta pikiran yang telah dibuat, kemampuan menjelaskan dalam presentasi materi yang dibuat dengan peta pikiran, kemampuan bertanya/mengeluarkan pendapat, kemampuan menjawab soal dalam permainan (games) dan terakhir nilai dari tes hasil belajar siswa.
Awal pembelajaran atau pertemuan pertama, pada saat guru menjelaskan, sebagian besar siswa sudah fokus memperhatikan, hanya beberapa siswa pada bagian belakang kelas yang terlihat kurang
memperhatikan. Mereka cenderung acuh pada penjelasan guru dan sibuk mengobrol dengan teman sebelah. Ketika diskusi kelompok mulai dijalankan siswa terlihat antusias dalam belajar, hal ini terlihat dari kerjasama mereka di masing-masing kelompok dalam menyelesaikan peta pikiran yang dibuat. Namun, masih ada pula satu kelompok yang kurang aktif dalam diskusi. Hal ini terlihat dari tidak semua anggota kelompok turut berpartisipasi dalam diskusi yang berlangsung. Pada pertemuan kedua dan ketiga, keaktifan siswa semakin meningkat dalam presentasi dan tanya jawab. Meskipun masih ada satu kelompok yang bersikap tidak koperatif dalam mekanisme diskusi. Pada pertemuan keempat, semua siswa mengerjakan soal tes dengan baik dan mandiri.
d. Analisis dan Refleksi
Hasil observasi yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa penerapan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping) mampu meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas. Sebelum penerapan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping), rata-rata kelas adalah 64 namun setelah diterapkannya metode ini, rata-rata kelas menjadi 91. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas standar ketuntasan 75 sebanyak 27 siswa dari jumlah keseluruhan 28 siswa. Dengan kata lain, indikator ketercapaian pada siklus I telah tercapai, yaitu 96,43 % siswa telah memperoleh nilai diatas 75 dari 80%
target yang direncanakan.
Berdasarkan hasil observasi dan interpretasi tindakan pada siklus I, peneliti melakukan analisis sebagai berikut:
1) Guru kurang menguasai kelas, hal ini terlihat dari posisi guru menjelaskan yang selalu berada di depan kelas sehingga siswa yang
bagian belakang kurang diperhatikan. Hal ini berdampak pada siswa yang duduk di bagian belakang kelas kurang memperhatikan penjelasan guru dan cenderung mengobrol dengan teman sebelah.
2) Masih terdapat kelompok yang bersikap tidak koperatif baik dalam diskusi maupun presentasi.
Berdasarkan observasi dan analisis di atas, maka tindakan refleksi yang dapat dilakukan adalah :
1) Ketika sedang mengajar, guru harus menguasai kelas dengan baik sehingga pengajaran dan perhatian guru tidak berfokus pada satu posisi saja namun bisa merata kepada seluruh siswa baik yang di depan, tengah, maupun belakang. Dengan demikian fokus dan konsentrasi siswa bisa terkontrol dengan baik.
2) Guru harus bersikap tegas dan melakukan pendekatan kepada kelompok siswa yang kurang koperatif. Pendekatan dilakukan dengan memotivasi dan memberikan perhatian dalam proses pembelajaran sehingga siswa terpacu semangatnya dalam belajar.
Berdasarkan hasil refleksi tersebut, untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi dan lebih memantapkan hasil yang diperoleh pada siklus I maka dilaksanakan siklus II.
2. Siklus II
a.Perencanaan Tindakan
Kegiatan perencanaan tindakan Siklus II dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Desember 2009 di ruang guru SMA Negeri 1 Surakarta. Guru bersama peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Peneliti dan guru sepakat bahwa pelaksanaan tindakan pada Siklus II akan dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, yakni pada tanggal 31 Desember 2009, 6, 7, dan 9 Januari 2010. Tahap perencanaan tindakan II meliputi kegiatan sebagai berikut :
1) Menyiapkan perangkat pembelajaran
Peneliti dibantu guru menyiapkan silabus mata pelajaran ekonomi kelas X, guru bersama peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan mendiskusikan skenario pembelajaran ekonomi menggunakan model Quantum Learning dengan metode Peta Pikiran (Mind Mapping).
Skenario pembelajaran yang direncanakan sebagai berikut:
Pertemuan 1 (Kamis, 31 Desember 2009) Alokasi waktu : 1 x 45 menit
Pertemuan 1 (Kamis, 31 Desember 2009) Alokasi waktu : 1 x 45 menit