• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HasilPenelitian

2. Deskripsi Hasil Penelitian

a. Pelaksanaan Siklus 1

Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakn pada tanggal 03 November

2015 dan 05 November 2015 di kelas IIIB SDN Perumnas Condongcatur tahun

pelajaran 2015/2016. Pelaksanaan siklus I dilakukan sebanyak dua kali

pertemuan, dengan alokasi waktu di setiap pertemunanya 3x35 menit.

1) Perencanaan

Pada tahap perencanaan yang dilakukan peneliti adalah meminta ijin untuk

melaksanakan penelitian di SD Negeri Perumnas Condongcatur. Setelah

mendapat ijin, peneliti menemui guru kelas IIIB untuk meminta ijin wawancara

dan observasi kelas. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di kelas IIIB,

peneliti menemukan masalah yang perlu diatasi dalam proses belajar di kelas.

Peneliti juga mengkaji Kompetensi Dasar, indikator, dan materi pokok

penelitian terlebih dahulu. Peneliti menyusun instrumen pembelajaran yang

terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja

Siswa (LKS), lembar soal evalusi, rubrik penilaian, dan media pembelajaran

2) Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, kegiatan pembelajaran dilakukan sebanyak dua kali

pertemuan dengan alokasi waktu setiap pertemuannya 3x35 menit atau 3 jam

pelajaran menyesuaikan jam pelajaran di SDN Perumnas Condongcatur.

Pertemuan I

Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, 03

November 2015 dengan alokasi waktu 3x35 menit atau 3 jam pelajaran.

Pertemuan pertama membahas tentang operasi hitung campuran (penjumlahan

dan pengurangan) dengan menggunakan kacang sebagai media pembelajaran.

Pelaksanaan pertemuan pertama siklus I memuat komponen-komponen

pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)

Relating

Pada kegiatan awal, pertama guru membuka pembelajaran dengan berdoa,

memberikan salam, presensi dan memberikan motivasi kepada siswa dengan mengajak siswa bernyanyi “suka berhitung”. Guru juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa mengenai operasi hitung campuran (penjumlahan dan

pengurangan) sebagai pengantar sebelum masuk ke dalam materi. Guru

menyampaikan tujuan pembelajaran

Cooperating

Pada kegiatan inti, guru menjelaskan operasi hitung campuran (penjumlahan

dan pengurangan). Kemudian guru juga meminta dua anak maju kedepan untuk

dengan menggunakan media pembelajaran berupa kacang. Guru bertanya kepada

siswa : Ayu mempunyai 12 kacang. Kacang tersebut diberikan kepada Amar

sebanyak 4 buah. Kemudian Ayu diberi 7 kacang kepada Pak Ibnu. Berapa

jumlah kacang yang dimiliki Ayu sekarang? (Contructivism, Modeling,

Eksplorasi). Kegiatan tersebut termasuk ke dalam komponen konstruktivisme.

Kegiatan konstruktivisme dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa ketika

mereka berusaha untuk memecahkan masalah (indikator berpikir kritis).

Setelah itu, siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi operasi

hitung campuran (penjumlahan dan pengurangan) (Questioning, Eksplorasi,

Elaborasi). Kegiatan bertanya ini bertujuan untuk menggali pengetahuan siswa

agar dapat menemukan sendiri konsep operasi hitung campuran dan apabila

siswa belum paham dengan sebuah jawaban, maka siswa tersebut akan bertanya

sampai mendapatkan jawaban yang membuat siswa paham.

Experiencing

Selanjutnya, siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing masing kelompok

terdiri 4-5 siswa (Community learning). Kegiatan selanjutnya guru membagikan

lembar kerja siswa yang berisikan soal-soal operasi hitung campuran

(penjumlahan dan pengurangan) dan membagikan media berupa kacang

(Elaborasi). Kemudian siswa memperagakan media yang telah di sediakan oleh

guru (Modelling). Setelah siswa mengetahui cara menghitung operasi hitung

campuran, siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal tentang materi operasi

hitung campuran pada LKS (Elaborasi). Selanjutnya siswa berdiskusi untuk

Elaborasi). Melalui kegiatan inkuiri tersebut, siswa berlatih untuk berpikir kritis

yaitu menganalisis argumen, memecahkan masalah, membuat kesimpulan, dan

keterampilan mengevaluasi dan menilai hasil dari pengamatan.

Siswa dapat menganalisis argumen ketika siswa mendiskusikan pendapat

yang berbeda dari teman kelompok agar mendapatkan jawaban yang tepat.

Siswa dapat memecahkan masalah ketika mereka menyelesaikan operasi hitung

campuran dengan menggunakan berbagai cara sampai mendapatkan jawaban

yang benar . Siswa juga dapat menarik sebuah kesimpulan dari materi yang telah

dipelajari dengan tepat. Siswa juga mengevaluasi pekerjaannya, dengan

menghitung kembali kesesuaian jawaban dengan data yang diperoleh.

Applying

Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, Guru meminta salah satu kelompok

untuk mempresentasikan hasil diskusinya kemudian membahas hasil pekerjaan

siswa secara bersama-sama (Konfirmasi). Guru dan siswa melakukan tanya

jawab tentang materi yang belum dipahami (Questioning, Konfirmasi). Guru

meluruskan pemahaman siswa yang kurang tepat dengan cara memberikan

penguatan kepada siswa (Konfirmasi).

Transfering

Diakhir kegiatan, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang

telah di pelajari mengenai operasi hitung campuran beserta cara menyelesaikan

soal (penjumlahan dan pengurangan). Indikator berpikir kritis juga nampak

untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan hari ini di

lembar refleksi (Reflection). Siswa juga dibebaskan untuk menuliskan perasaan

mereka ketika mengikuti pembelajaran. Guru mengajak siswa berdoa

bersama-sama. Guru mengucapkan salam

Pertemuan II

Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 05 November

2016 dengan alokasi waktu 3x35 menit atau 3 jam pelajaran. Pertemuan kedua

membahas tentang operasi hitung campuran (perkalian dan pembagian) dengan

menggunakan lidi sebagai media pembelajaran. Pelaksanaan pertemuan pertama

siklus I memuat komponen-komponen pembelajaran kontekstual atau

Contextual Teaching and Learning.

Relating

Pada awal kegiatan, guru membuka pembelajaran dengan berdoa,

memberikan salam, presensi dan memberikan motivasi kepada siswa dengan

mengajak siswa bernyanyi “Ayo kita belajar”. Guru juga mengajukan beberapa

pertanyaan kepada siswa mengenai operasi hitung campuran (perkalian dan

pembagian) sebagai pengantar sebelum masuk ke dalam materi.

Cooperating

Pada kegiatan inti guru menjelaskan operasi hitung campuran (perkalian dan

pembagian). Kemudian Guru menjelaskan operasi hitung campuran (perkalian

dan pembagian) dengan meminta siswa maju ke depan kelas untuk

(Construktivism , Eksplorasi). Kegiatan tersebut termasuk ke dalam komponen

konstruktivisme. Kegiatan konstruktivisme dapat melatih kemampuan berpikir

kritis siswa ketika mereka berusaha untuk memecahkan masalah (indikator

berpikir kritis). Setelah itu, siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang

materi operasi hitung campuran (perkalian dan pembagian) (Questioning,

Eksplorasi, Elaborasi). Kegiatan bertanya ini bertujuan untuk menggali

pengetahuan siswa agar dapat menemukan sendiri konsep operasi hitung

campuran dan apabila siswa belum puas dengan sebuah jawaban, maka siswa

tersebut akan bertanya sampai mendapatkan jawaban yang membuat siswa

paham.

Experiencing

Selanjutnya, siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing masing kelompok

terdiri 4-5 siswa dengan anggota yang heterogen (Community learning).

Pembagian kelompok secara heterogen dapat saling membelajarkan antar

anggota kelompok. Kegiatan selanjutnya guru membagikan lembar kerja siswa

yang berisikan soal-soal operasi hitung campuran (perkalian dan pembagian) dan

membagikan media berupa lidi (Elaborasi). Kemudian siswa memperagakan

media yang telah di sediakan oleh guru (Modelling). Setelah siswa mengetahui

cara menghitung operasi hitung campuran, siswa diminta untuk mengerjakan

soal-soal tentang materi operasi hitung campuran pada LKS (Elaborasi).

Selanjutnya siswa berdiskusi untuk memecahkan soal cerita yang ada di LKS

bersama kelompoknya (Inquiry, Elaborasi). Melalui kegiatan inkuiri tersebut,

masalah, membuat kesimpulan, dan keterampilan mengevaluasi dan menilai

hasil dari pengamatan. Siswa dapat menganalisis argumen ketika siswa

mendiskusikan pendapat yang berbeda dari teman kelompok agar mendapatkan

jawaban yang tepat. Siswa dapat memecahkan masalah ketika mereka

menyelesaikan operasi hitung campuran dengan menggunakan berbagai cara

sampai mendapatkan jawaban yang benar . Siswa juga dapat menarik sebuah

kesimpulan dari materi yang telah dipelajari dengan tepat. Siswa juga

mengevaluasi pekerjaannya, dengan menghitung kembali kesesuaian jawaban

dengan data yang diperoleh.

Applying

Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, Guru meminta salah satu kelompok

untuk mempresentasikan hasil diskusinya kemudian membahas hasil pekerjaan

siswa secara bersama-sama (Konfirmasi). Guru dan siswa melakukan tanya

jawab tentang materi yang belum dipahami (Questioning, Konfirmasi). Guru

meluruskan pemahaman siswa yang kurang tepat dengan cara memberikan

penguatan kepada siswa (Konfirmasi).

Transfering

Di akhir kegiatan, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang

telah di pelajari mengenai operasi hitung campuran beserta cara menyelesaikan

soal (perkalian dan pembagian). Indikator berpikir kritis juga nampak ketika

siswa membuat kesimpulan. Sebagai kegiatan akhir guru mengajak siswa untuk

refleksi (Reflection). Selanjutnya mengerjakan soal evaluasi akhir siklus I secara

Individu. Kemudian siswa juga dibebaskan untuk menuliskan perasaan mereka

ketika mengikuti pembelajaran. Guru mengajak siswa berdoa bersama-sama.

Guru mengucapkan salam.

3) Pengamatan

Pengamatan ini dilakukan bersamaan dengan tindakan siklus. Pengamatan

ini dilakukan dengan bantuan teman sejawat menggunakan lembar observasi

yang telah disusun sebelumnya. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui

perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa dan proses pembelajaran

berlangsung selama pelaksanaan tindakan selanjutnya. Hasil belajar siswa dapat

diketahui dari nilai evaluasi pada siklus I. Sedangkan perkembangan

kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran matematika dapat

diketahui dari data hasil observasi selama proses pembelajaran pada siklus I.

Berikut ini adalah data hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada

siklus I :

4) Hasil Belajar

Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil nilai evaluasi yang dilakukan di

akhir siklus I dengan Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) 69. Berikut ini data

Tabel 4.11 Hasil Nilai Evaluasi Siklus I Jumlah Siswa 26 Jumlah Nilai 1852 Rata-rata 71,23 Nilai Tertinggi 88 Nilai Terendah 50

Persentase Siswa Tuntas 69,23% (18 siswa) Persentase Siswa Tidak Tuntas 30,76% (8 siswa)

Berdasarkan tabel 4.11 jumlah keseluruhan siswa sebanyak 26 siswa

didapatkan jumlah nilai siswa pada materi operasi hitung campuran adalah 1.852

dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 71,23. Pada evaluasi siklus 1 nilai

tertinggi 88,00 dan nilai terendah 50. Pada evaluasi siklus 1 ini ada 18 siswa dari

26 siswa (69,23%) yang mendapatkan nilai di atas KKM dan 8 siswa dari 26

siswa (30,76%) yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Data hasil nilai evaluasi

siklus I secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 7

5) Kemampuan Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh melalui kegiatan observasi yang

dilakukan selama proses pembelajaran disetiap pertemuannya. Berikut ini data

Tabel 4.12 Data Hasil Pengamatan Kemampuan Berpikir Kritis Siklus I Indikator Pertemuan Rata-rata Kategori 1 2

Skor Kriteria Skor Kriteria

1. Menganalisis

argumen 51

Cukup

Kritis 53

Cukup

Kritis 52,00 Cukup kritis

2. Mampu

bertanya 43

Tidak

Kritis 46

Tidak

Kritis 44,50 Tidak kritis

3. Mampu menjawab pertanyaan 46 Tidak Kritis 51 Cukup

Kritis 48,50 Tidak kritis

4. Memecahkan

masalah 46

Tidak

Kritis 53

Cukup

Kritis 49,00 Tidak kritis

5. Membuat

kesimpulan 53

Cukup

Kritis 54

Cukup

Kritis 53,50 Cukup kritis

6. Keterampilan mengevaluasi dan menilai hasil dari pengamatan 48 Tidak Kritis 53 Cukup Kritis 50,50 Tidak kritis 7. Keseluruhan 47,83 Tidak Kritis 51,66 Cukup

Kritis 49,66 Cukup Kritis

Berdasarkan tabel 4.12 terdapat rata-rata yang diperoleh dari hasil

pertemuan 1 dan pertemuan 2 disetiap indikatornya. Pada Indikator pertama

pertemuan 1 didapatkan skor 51 termasuk kedalam kriteria cukup kritis dan pada

pertemuan 2 didapatkan skor 53 termasuk kedalam kriteria tidak kritis. Rata-rata

untuk indikator pertama didapatkan hasil 52,00 termasuk kategori cukup kritis.

Indikator kedua pertemuan 1 didapatkan skor 43 termasuk kedalam kriteria tidak

kritis dan pada pertemuan 2 didapatkan skor 46 termasuk kedalam kriteria tidak

kritis. Rata-rata untuk indikator kedua didapatkan hasil 44,50 dengan kategori

tidak kritis. Indikator ketiga pertemuan 1 didapatkan skor 46 termasuk kedalam

kriteria tidak kritis dan pada pertemuan 2 didapatkan skor 51 termasuk kedalam

dengan kategori tidak kritis. Indikator keempat pertemuan 1 didapatkan skor 46

termasuk kedalam kriteria tidak kritis dan pada pertemuan 2 didapatkan skor 53

termasuk kedalam kriteria cukup kritis. Rata-rata untuk indikator keempat

didapatkan hasil 49,50 dengan kategori tidak kritis. Indikator kelima pertemuan 1

didapatkan skor 53 termsuk kedalam kriteria cukup kritis dan pada pertemuan 2

didapatkan skor 54 termsuk kedalam kriteria cukup kritis. Rata-rata untuk

indikator kelima didapatkan hasil 53,50 dengan kategori cukup kritis. Indikator

keenam pertemuan 1 didapatkan skor 48 termsuk kedalam kriteria tidak kritis dan

pada pertemuan 2 didapatkan skor 53 termsuk kedalam kriteria cukup kritis.

Rata-rata untuk indikator keenam didapatkan hasil 50,5 dengan kategori tidak kritis.

Rata-rata untuk indikator secara keseluruhan didapatkan hasil 49,66 dengan

katagori (cukup kritis) Data hasil pengamatan kemampuan berpikir kritis suklus 1

dapat dilihat pada lampiran 22

6) Refleksi

Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi dengan tujuan untuk menganalisis

hasil pengamatan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Refleksi

ini berguna untuk memperbaiki kendala atau kekurangan yang terjadi di siklus 1.

Peneliti melakukan refleksi yang mencakup dua aspek yaitu proses

pembelajaran, refleksi hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa.

a. Proses Pembelajaran

Siklus I dilaksanakan selama dua pertemuan yaitu tanggal 03 dan 05

November 2015 dengan alokasi waktu 3 x 35 menit (3 jam pelajaran)

Pertemuan pertama membahas tentang operasi hitung campuran

(penjumlahan dan pengurangan) dengan menggunakan media pembelajaran

berupa kacang. Kegiatan pembelajaran secara keseluruhan sudah sesuai dengan

RPP dan berjalan dengan baik. Namun masih ada beberapa kendala yang timbul

dalam proses pembelajaran. Pada saat pelaksanaan pembelajaran peneliti

mengalami kendala, ketika peneliti membagi siswa ke dalam beberapa

kelompok. Para siswa menginginkan untuk memilih sendiri anggota kelompok,

namun setelah peneliti memberikan arahan dan bimbingan akhirnya para siswa

mau dibagi menjadi beberapa kelompok secara acak.

Siklus 1 pertemuan kedua membahas tentang operasi hitung campuran

(perkalian dan pembagian). Pada pertemuan ini siswa belajar dengan

menggunakan media pembelajaran berupa lidi beserta soal cerita dan masih

bekerjasama dalam kelompok. Kondisi siswa pada pertemuan kedua sudah mulai

mudah diatur dan kegiatan yang ada di dalam RPP dapat tercapai. Kendala pada

pertemuan kedua adalah siswa masih ragu dalam mengeluarkan pendapat. Perlu

adanya motivasi atau reward kepada siswa agar berani dalam mengemukan

pendapat.

b. Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Peneliti ingin meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis

siswa. Dari hasil belajar yang diperoleh pada siklus 1 terjadi peningkatan dari

kondisi awal sebelum penelitian dan hasil yang diperoleh setelah siklus I.

Selanjutnya perolehan rata-rata hasil belajar dan persentase ketuntasan yang

dilakukan perbaikan pembelajaran baik itu dalam proses pembelajaran ataupun

hasil yang didapatkan. Kemudian, hasil pengamatan kemampuan berpikir kritis

siswa pada siklus I akan menjadi patokan apakah terjadi peningkatan pada siklus

II atau tidak. Kekurangan - kekurangan yang terjadi pada siklus I dapat

diperbaiki pada siklus II .

b. Pelaksanaan siklus 2

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 09

November 2015 dan 10 November 2016 di kelas IIIB SDN Perumnas

Condongcatur tahun ajaran 2015/2016. Pelaksanaan siklus II dilakukan sebanyak

dua kali pertemuan, dengan alokasi waktu di setiap pertemuannya 3x35menit (3

jam pelajaran) sesuai dengan alokasi waktu yang sudah di terapkan di tempat

penelitian.

1) Perencanaan

Perencanaan pada siklus II sama pada siklus I yaitu peneliti mempersiapkan

semua yang dibutuhkan di siklus II serta peneliti mengkaji kembali Kompetensi

Dasar, indikator, dan materi pokok yang akan diajarkan di siklus II. Dan

mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja

Siswa (LKS), lembar soal evalusi, rubrik penilaian, dan media pembelajaran

yang mendukung pembelajaran siswa.

2) Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, dilakukan sebanyak dua kali pertemuan dengan

alokasi waktu setiap pertemuannya 3x35 menit menyesuaikan jam pelajaran di

Pertemuan I

Pertemuan pertama pada siklus II dilaksanakan pada hari Senin, 09

November 2015. Pertemuan pertama membahas tentang operasi hitung

campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) dengan

menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

Relating

Pada kegiatan awal, guru membuka pembelajaran dengan berdoa,

memberikan salam, presensi dan memberikan motivasi dengan memberikan

semangat kepada kepada para siswa untuk mengikuti pelajaran dengan cara

memberi tahu manfaat dari meteri yang akan dipelajari. Guru juga mengajukan

beberapa pertanyaan kepada siswa mengenai operasi hitung campuran

(penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) sebagai pengantar

sebelum masuk ke dalam materi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Cooperating

Pada kegiatan inti, guru mulai menjelaskan pemahaman operasi hitung

campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). kemudian

guru meminta salah satu anak maju kedepan untuk memperagakan media

pembelajaran berupa batang korek. (Contructivism, Eksplorasi). Kegiatan

tersebut termasuk ke dalam komponen konstruktivisme. Kegiatan

konstruktivisme dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa ketika mereka

berusaha untuk memecahkan masalah (indikator berpikir kritis). Setelah itu,

siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi operasi hitung campuran

Eksplorasi, Elaborasi). Kegiatan bertanya ini bertujuan untuk menggali

penegtahuan siswa agar dapat menemukan sendiri konsep operasi hitung

campuran dan apabila siswa belum paham dengan sebuah jawaban, maka siswa

tersebut akan bertanya sampai mendapatkan jawaban yang membuat siswa

paham.

Experiencing

Selanjutnya, siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing masing kelompok

terdiri 4-5 siswa (Community learning). Kegiatan selanjutnya guru membagikan

lembar kerja siswa yang berisikan soal-soal operasi hitung campuran

(penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) dan membagikan media

berupa batang korek (Elaborasi). Kemudian siswa memperagakan media yang

telah di sediakan oleh guru (Modelling). Setelah siswa mengetahui cara

menghitung operasi hitung campuran, siswa diminta untuk mengerjakan

soal-soal tentang materi operasi hitung campuran pada LKS (Elaborasi). Selanjutnya

siswa berdiskusi untuk memecahkan soal yang ada di LKS bersama

kelompoknya (Inquiry, Elaborasi). Melalui kegiatan inkuiri tersebut, siswa

berlatih untuk berpikir kritis yaitu menganalisis argumen, memecahkan masalah,

membuat kesimpulan, dan keterampilan mengevaluasi dan menilai hasil dari

pengamatan.

Siswa dapat menganalisis argumen ketika siswa mendiskusikan pendapat

yang berbeda dari teman kelompok agar mendapatkan jawaban yang tepat.

Siswa dapat memecahkan masalah ketika mereka menyelesaikan operasi hitung

yang benar . Siswa juga dapat menarik sebuah kesimpulan dari materi yang telah

dipelajari dengan tepat. Siswa juga mengevaluasi pekerjaannya, dengan

menghitung kembali kesesuaian jawaban dengan data yang diperoleh.

Applying

Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, Guru meminta salah satu kelompok

untuk mempresentasikan hasil diskusinya kemudian membahas hasil pekerjaan

siswa secara bersama-sama (Konfirmasi). Guru dan siswa melakukan tanya

jawab tentang materi yang belum dipahami (Questioning, Konfirmasi). Guru

meluruskan pemahaman siswa yang kurang tepat dengan cara memberikan

penguatan kepada siswa (Konfirmasi).

Transfering

Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah di pelajari

mengenai operasi hitung campuran beserta cara menyelesaikan soal

(penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Indikator berpikir kritis

juga nampak ketika siswa membuat kesimpulan. Sebagai kegiatan akhir guru

mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah

dilaksanakan hari ini di lembar refleksi (Reflection). Siswa juga dibebaskan

untuk menuliskan perasaan mereka ketika mengikuti pembelajaran. Guru

mengajak siswa berdoa bersama-sama. Guru mengucapkan salam

Pertemuan II

Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, 10 November

2015 dengan alokasi waktu 3 x 35 menit (3 jp). Pertemuan kedua membahas

pembagian) dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and

Learning.

Relating

Pada kegiatan awal, guru membuka pembelajaran dengan berdoa,

memberikan salam, presensi dan memberikan motivasi dengan memberikan jargon “Aku Hebat” kepada para siswa. Guru juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa mengenai operasi hitung campuran (penjumlahan,

pengurangan, perkalian dan pembagian) sebagai pengantar sebelum masuk ke

dalam materi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Cooperating

Pada kegiatan inti, guru mulai menjelaskan pemahaman operasi hitung

campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). kemudian

guru meminta salah satu anak maju kedepan untuk memperagakan media

pembelajaran berupa sedotan. (Contructivism, Eksplorasi). Kegiatan tersebut

termasuk ke dalam komponen konstruktivisme. Kegiatan konstruktivisme dapat

melatih kemampuan berpikir kritis siswa ketika mereka berusaha untuk

memecahkan masalah (indikator berpikir kritis). Setelah itu, siswa dan guru

melakukan tanya jawab tentang materi operasi hitung campuran (penjumlahan,

pengurangan, perkalian, dan pembagian) (Questioning, Eksplorasi, Elaborasi).

Kegiatan bertanya ini bertujuan untuk memancing siswa agar dapat menemukan

sendiri konsep operasi hitung campuran dan apabila siswa belum puas dengan

sebuah jawaban, maka siswa tersebut akan bertanya sampai mendapatkan

Experiencing

Selanjutnya, siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing masing kelompok

terdiri 4-5 siswa (Community learning). Kegiatan selanjutnya guru membagikan

lembar kerja siswa yang berisikan soal cerita operasi hitung campuran

(penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) dan membagikan media

berupa sedotan (Elaborasi). Kemudian siswa memperagakan media yang telah

di sediakan oleh guru (Modelling). Setelah siswa mengetahui cara menghitung

operasi hitung campuran, siswa diminta untuk mengerjakan soal cerita tentang

materi operasi hitung campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan

pembagian) pada LKS (Elaborasi). Selanjutnya siswa berdiskusi untuk

memecahkan soal yang ada di LKS bersama kelompoknya (Inquiry, Elaborasi).

Melalui kegiatan inkuiri tersebut, siswa berlatih untuk berpikir kritis yaitu

menganalisis argumen, memecahkan masalah, membuat kesimpulan, dan

keterampilan mengevaluasi dan menilai hasil dari pengamatan.

Siswa dapat menganalisis argumen ketika siswa mendiskusikan pendapat

yang berbeda dari teman kelompok agar mendapatkan jawaban yang tepat.

Siswa dapat memecahkan masalah ketika mereka menyelesaikan operasi hitung

campuran dengan menggunakan berbagai cara sampai mendapatkan jawaban

yang benar . Siswa juga dapat menarik sebuah kesimpulan dari materi yang telah

dipelajari dengan tepat. Siswa juga mengevaluasi pekerjaannya, dengan

Applying

Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, Guru meminta salah satu kelompok

untuk mempresentasikan hasil diskusinya kemudian membahas hasil pekerjaan

siswa secara bersama-sama (Konfirmasi). Guru dan siswa melakukan tanya

jawab tentang materi yang belum dipahami (Questioning, Konfirmasi). Guru

meluruskan pemahaman siswa yang kurang tepat dengan cara memberikan

penguatan kepada siswa (Konfirmasi).

Transfering

Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah di pelajari

mengenai operasi hitung campuran beserta cara menyelesaikan soal cerita

Dokumen terkait