BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan media logico piccolo terhadap kemampuan penguasaan kosakata bahasa Prancis siswa kelas XI SMA Angkasa Adisutjipto Yogyakarta. Adapun hasil data dari pre-test dan post-test baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dapat dilihat pada uraian di bawah ini.
1. Deskripsi Data Skor Pre-test Kemampuan Penguasaan Kosakata Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
a. Pre-test Kelompok Eksperimen
Analisis deskriptif pada pre-test kelas eksperimen memperoleh skor maksimum 24, skor minimum 10, mean 18,78, median 19, modus 19 dan standar deviasi 3,381. Dalam penyusunan tabel distribusi, penulis menggunakan tabel distribusi tunggal. Distribusi tunggal digunakan karena jarak sebaran yang relatif kecil. Berikut adalah tabel distribusi tunggal skor pre-test eksperimen.
Tabel 13 . Distribusi Frekuensi Skor Pre-test Kelas Eksperimen
T
Tabel di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 24 sedangkan skor terendah adalah 10. Nilai yang paling sering muncul adalah pada skor 19 dan 21, sedangkan nilai yang frekuensi kemunculannya jarang adalah pada skor 10. Tabel di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang seperti sebagai berikut.
Skor Frekuensi Frekuensi relatif Frekuensi komulatif 1 10 1 3,6% 3,6 % 2 14 2 7,1% 10,7% 3 15 2 7,1% 17,9% 4 16 2 7,1% 25,0% 5 17 2 7,1% 32,1% 6 18 3 10,7% 42,9% 7 19 4 14.3% 57,1% 8 20 2 7,1% 64,3% 9 21 4 14,3% 78,6% 10 22 2 7,1% 85,7% 11 23 2 7,1% 92,9% 12 24 2 7,1% 100% Jumlah 28 100%
Gambar 6. Histogram Distribusi Frekuensi Skor Pre-test Kelas Eksperimen b. Pre-test Kelompok Kontrol
Analisis deskriptif pada pre-test kelas kontrol yaitu skor maksimum 24, skor minimum 16, mean 18,71, median 18,5, modus 16 dan standar deviasi 2,477. Dalam penyusunan tabel distribusi, penulis menggunakan tabel distribusi tunggal karena jarak sebaran skor yang ada relatif kecil. Berikut adalah tabel distribusi tunggal dari skor pre-test kelas kontrol.
Tabel 14. Distribusi Frekuensi Skor Pre-test Kelas Kontrol
Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa skor tertinggi adalah 24 dan skor terendah adalah 16. Skor yang paling sering muncul adalah skor 16, sedangkan skor yang memiliki frekuensi kemunculannya jarang adalah skor 18, 22, dan 24. Tabel di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang seperti di bawah ini.
Gambar 7. Histogram Distribusi Frekuensi Skor Pre-test Kelas Kontrol No Skor Frekuensi Frekuensi relatif Frekuensi
komulatif 1 16 7 25% 25,0% 2 17 5 17,9% 42,9% 3 18 2 7,1% 50,0% 4 19 4 14,3% 64,3% 5 20 3 10,7% 75,0% 6 21 3 10,7% 85,7% 7 22 2 7,1% 92,9% 8 24 2 7,1% 100,0% Jumlah 28 100%
2. Data Uji-T Pre-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Teknik analisis data ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat prestasi penguasaan kosakata pada tahap awal. Hasil penghitungan uji-t pre-test
kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan bantuan program SPSS versi 22 dapat dilihat pada halaman lampiran. Sedangkan ringkasan hasil penghintungan uji-t pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol tercantum dalam tabel di bawah ini.
Tabel 15. Ringkasan Hasil Penghitungan Uji-t Prestest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Keterangan:
db : derajat kebebasan (degree of freedom) P : probabilitas
Dari hasil penghitungan diperoleh thitung (Th) sebesar 0,90. Setelah dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan db 54 sebesar 2,0057 ternyata thitung lebih kecil dari ttabel (0,90 < 2,0057) artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol.
3. Deskripsi Data Skor Post-test Kemampuan Penguasaan Kosakata Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
a. Post-test Kelompok Eksperimen
Analisis deskriptif pada post-test kelas eksperimen yaitu skor maksimum 33, skor minimum 23, mean 28,21, median 28,5, modus 28 dan standar deviasi 2,572. Dalam penyusunan tabel distribusi, penulis menggunakan tabel distribusi
Kelas Rata-rata Thitung Ttabel Db P
Eksperimen 18,78
0,90 2,0057 54 0,122
tunggak karena jarak sebaran skor yang ada relatif kecil. Berikut adalah tabel distribusi tunggal skor post-test kelas eksperimen.
Tabel 16. Distribusi Frekuensi Skor Post-test Kelas Eksperimen No Skor Frekuensi Frekuensi
relatif Frekuensi komulatif
1 23 1 3,6% 3,6% 2 24 2 7,1% 10,7% 3 25 3 10,7% 21,4% 4 27 3 10,7% 32,1% 5 28 5 17,9% 50,0% 6 29 5 17,9% 67,9% 7 30 5 17,9% 85,7% 8 31 2 7,1% 92,9% 9 33 2 7,1% 100% Jumlah 28 100%
Dari tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 33, sedangkan skor terendah adalah 23. Skor yang sering muncul adalah pada skor 28, 29, dan 30, sedangkan skor yang frekuensi kemunculannya jarang adalah skor 23. Tabel di atas dapat digambarkan dengan diagram batang seperti dibawah ini.
b. Post-test Kelompok Kontrol
Analisis deskriptif pada post-test kelas kontrol yaitu skor maksimum 31, skor minimum 17, mean 21,10, median 20, modus 20 dan standar deviasi 3,603. Dalam penyusunan tabel distribusi, penulis menggunakan tabel distribusi tunggal karena jarak sebaran skor yang relatif kecil. Berikut adalah tabel distribusi tunggal skor post-test kelas kontrol.
Tabel 17. Distribusi Frekuensi Skor Post-test Kelas Kontrol No Skor Frekuensi Frekuensi
relatif Frekuensi komulatif 1 17 1 10,7% 10,7% 2 18 3 10,7% 21,4% 3 19 3 107% 32,1% 4 20 3 25,0% 57,1% 5 21 4 14,3% 71,4% 6 22 1 3,6% 75,0% 7 23 2 7,1% 82,1% 8 24 2 7,1% 89,3% 9 28 1 3,6% 92,9% 10 30 1 3,6% 96,4% 11 31 1 3,6% 100% Jumlah 28 100%
Dari tabel distribusi skor post-test kelas kontrol di atas dapat diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 31 sedangkan skor terendah adalah 17. Skor yang paling sering muncul adalah skor 20 sedangkan skor yang frekuensi kemunculannya jarang adalah skor 22, 28, 30, dan 31. Tabel distribusi di atas dapat digambarkan dengan diagram batang sebagai berikut.
Gambar 9. Histogram Distribusi Frekuensi Skor Post-test Kelas Kontrol 4. Data Uji-T Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Teknik analisis ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat prestasi keterampilan membaca bahasa Prancis pada tahap akhir. Hasil penghitungan uji-t
post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan bantuan program SPSS versi 22 dapat dilihat di halaman lampiran, sedangkan hasil ringkasan penghitungan uji-t post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tebel di bawah ini.
Tabel 18. Ringkasan Hasil Penghitungan Uji-t Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Kelas Rata-rata Thitung Ttabel Db P Eksperimen 28,21 8,493 2,0057 54 0,021
Keterangan:
db : derajat kebebasan (degree of freedom) P : probabilitas
Dari hasil penghitungan diperoleh thitung (th) sebesar 8,493. Setelah dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan db 54 sebesar 2,0057 ternyata thitung lebih besar dari ttabel (8,493 > 2,0057) artinya terdapat perbedaan yang signifikansi pada post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol.
5. Gain score
Untuk menguji tingkat keefektifan media logico piccolo terhadap penguasaan kosakata bahasa Prancis siswa kelas XI dilakukan dengan cara membandingkan nilai gain (gain score) kelas eksperimen dengan nilai gain kelas kontrol. Dari hasil penghitungan diperoleh nilai gain kelas eksperimen sebesar 0,6 yang termasuk pada taraf (sedang). Sedangkan nilai gain pada kelas kontrol sebesar 0,19 yang termasuk pada taraf (rendah). Dapat diartikan bahwa media
logico piccolo lebih efektif dalam pembelajaran kemampuan penguasaan kosakata bahasa Prancis.
6. Pengujian Hipotesis a. Pengujian Hipotesis I
Hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan yang signifikan dalam penguasaan kosakata bahasa Prancis antara kelompok siswa yang diajar dengan media logico piccolo dengan kelompok kontrol yang diajar tanpa menggunakan media logico piccolo. Untuk kepentingan pengujian, hipotesis altenatif diubah menjadi hipotesis nol (H0) menjadi tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam penguasaan kosakata bahasa Prancis
antara siswa yang diajar dengan menggunakan media logico piccolo dengan kelompok siswa yang diajar tanpa media logico piccolo. Apabila harga thitung (th) lebih besar daripada ttabel (tt) dengan taraf kesalahan tertentu yang digunakan yaitu 5% dan db terkait (54) maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Tabel 19. Uji-T Skor Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Dari hasil penghitungan diperoleh thitung (th) sebesar 8,493 setelah dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan db 54 sebesar 2,0057 ternyata thitung lebih besar dari ttabel (8,493 > 2,0057) sehingga H0 yang menyatakan tidak ada perbedaan penguasaan kosakata bahasa Prancis antara kelompok eksperimen yang diajar dengan media logico piccolo dengan kelompok kontrol yang diajar tanpa menggunakan media logico piccolo berhasil ditolak. Dengan demikian, Ha yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan kemampuan penguasaan kosakata bahasa Prancis antara kelompok eksperimen yang diajar dengan media logico piccolo dengan kelompok kontrol yang diajar tanpa media logico piccolo diterima.
b. Pengujian HipotesisII
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah penggunaan media logico piccolo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Prancis lebih efektif daripada tanpa menggunakan media logico piccolo. Hai ini dibuktikan dengan penghitungan gain score. Berdasarkan penghitungan nilai gain score diperoleh
Data thitung ttabel db P Keterangan Post-test 8,493 2,0057 54 0,021 th > tt = signifikan
hasil sebesar 0,6 yang termasuk dalam taraf sedang, maka dapat disimpulkan bahwa media logico piccolo efektif dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Prancis. Jadi H0 yang menyatakan penggunaan media logico piccolo
dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Prancis sama efektifnya daripada tanpa menggunakan media logico piccolo ditolak. Dengan demikian Ha
yang menyatakan penggunaan media logico piccolo pada pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Prancis lebih efektif daripada tanpa menggunakan media logico piccolo diterima.