HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Setelah peneliti melakukan penelitian di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam. Data penulis kumpulkan melalui observasi dan wawancara. Wawancara penulis lakukan terhadap siswa yang mengalami kondisi sosial anak berbakat intelektual terganggu di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam.
Untuk mengungkap data tentang kondisi sosial siswa anak berbakat intelektual yang mengalami kondisi sosial terganggu, penulis melakukan wawancara langsung dengan siswa anak berbakat intelektual, siswa sebagai informan utama dan guru Bk dan guru mata pelajaran sebagai data pendukung, sedangkan observasi penulis lakukan terhadap siswa anak berbakat intelektual di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam dengan cara mengamatinya, observasi ini sebagai data pendukung dari wawancara.
Berikut ini adalah hasil wawancara yang penulis lakukan dengan siswa anak berbakat intelektual di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam. Berdasarkan dari anak berbakat intelektual yang ada di dalam tiap kelas XII IPA dan XII IPS anak berbakat intelektual sebanyak 21 orang dan dalam informan penelitian di ambil 7 orang siswa anak berbakat intelektual yang juara umum dan rangking 1, dan informan pendukung sebanyak dua orang yaitu guru BK dan guru mata pelajaran.
66
1. Kondisi Sosial Siswa Anak Berbakat Intelektual di kelas XII IPA dan XII IPS di SMAN 1 Ampek Nagari Kab Agam
a. Faktor Penyebab Keadaan Kondisi Sosial Siswa 1) faktor Alam
Tentang bagaimana hubungan Ananda dengan teman dan guru di sekolah. Dan lingkungan kumuh di kelas bisa belajar dengan baik
Berdasarkan hasil wawancara yang penelitian lakukan di mana adanya hubungan Siswa yang belum baik hal ini dapat lihat dalam wawancara Suci Permata Sari mengatakan bahwa :
Hubungan saya dengan teman tidak begitu baik karena saya lebih senang untuk sendiri dari pada berkumpul dengan teman lain, dengan ibu guru hubungan saya baik tidak ada masalah. Dan dengan keadaan lokal yang kumuh itu saya sangat risih dengan keadaan tersebut, membuat saya tidak nyaman untuk melakukan proses belajar dan kadang apabila saya melihat lokal dengan keadaan kumuh saya berinisiatif untuk membersihkan lokal tersebut atau bertanya sama teman dulu, ada yang piket untuk hari ini karena kami sudah ada jadwal untuk piket setiap hari. 44 Hal ini juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Desi Susanti menyatakan bahwa :
Desi dengan guru di sekolah hubungannya baik saja tidak ada masalah dan dengan teman Desi hanya berteman dengan satu teman saja dan dengan yang lain tidak ada masalah karena Desi tidak begitu dekat dengan yang lai.
Dan soal lokal yang kumuh Desi hanya melihat saja karena setiap hari sudah ada jadwal piket dan dalam proses
44 Suci Permata Sari, Siswa Kelas XII IPS 3, Wawancara Pribadi , 6 September 2019
67
belajar Desi kurang nyaman dalam belajar dengan lokal yang kumuh. 45
Hal di atas juga sama dengan Wela Anggraini mengatakan bahwa :
Hubungan berteman baik-baik saja tidak ada masalah begitu juga dengan guru di sekolah hubungan saya baik saja. Dan lokal yang kumuh saya bertanya siapa yang piket hari ini dan kalau dalam proses belajar dengan keadaan lokal yang kumuh kurang nyaman. 46
Erni Rahmadiah juga menyatakan bahwa :47
Hubungan saya dengan teman baik dan begitu juga guru baik-baik saja. Dan dengan lokal yang kumuh saat proses belajar itu sangat menganggu sekali proses belajar karna tidak nyaman.
Hasil wawamcara Mira Santika menyatakan bahwa : 48
Kalau hubungan saya dengan teman di kelas kurang baik karena saya tidak suka untuk berteman saya lebih suka sendiri dan kalau dengan guru hubungan saya baik saja tidak ada masalah. Dan untuk kelas yang kumuh saat proses belajar saya hanya diam saja dan perasahaan saya kurang senang melihatnya dan agak sedikit risih tapi harus gimana bukan jadwal saya untuk piket saat itu saya hanya melihat saja
45 Desi Susanti , Siswa Kelas XII IPS 4, Wawancara Pribadi, 6 September 2019.
46 Wela Anggraini, Siswa Kelas XII IPA 3, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
47 Erniati Rahmadiah, Siswa Kelas XII IPA 2, Wawancara Pribadi, 9 September 2019
48 Mira Santika, Siswa Kelas XII IPS 1, Wawancara Pribadi , 10 September 2019 ,
68
Sebagaimana yang di katakan oleh Apriliya Preesti Utami mengatakan bahwa :
Hubungan dengan teman saya baik saja dari sejak awal sekolah sampai sekarang baik saja dengan satu teman, itu pun tidak di lokal ini beda lokal dan dengan guru baik saja tapi ada juga guru yang tidak saya suka. Dan untuk lokal yang kumuh saya membiarkannya saat proses belajar saya biasa saja karena saya tidak ambil pusing soal hal yang lain.49
Melalui wawancara dengan Rini Yulia Sari menyatakan bahwa :
Hubungan saya dengan teman tidak ada masalah baik-baik saja begitu juga dengan guru yang ada di sekolah saya tidak ada masalah. Dan untuk lokal yang kumuh kalau tidak ada yang piket saya membersihkannya dengan keadaan lokal yang kumuh saat proses belajar itu menganggu bagi saya tidak nyaman untuk belajar.50
Wawancara dengan Ibuk Eli Asni di mana Ibuk El mengatakan :51
Kalau saya melihat secara menyeluruh hubungan berteman siswa baik-baik saja hanya saja ada sebagian yang tidak sesuai dengan perilaku temannya dan dengan guru siswa pun berhubungan dengan baik. Dan untuk lokal yang kumuh saat saya memantau setiap pagi saya menginggatkan siswa untuk melaksanakan piket sebelum proses pembelajaran berlangsung dan dengan lokal yang kumuh itu sangat menganggu proses pembelajaran di dalam kelas.
49 Apriliya Preesti Utami , Siswa Kelas XII IPS 2, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
50 Rini Yulia Sari , Siswa Kelas XII IPA 1, Wawancara Pribadi, 10 September 2019
51 Ibuk Eli Asni, Guru Bk di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam, Wawancara Pribadi , 11 September 2019
69
Peneliti juga mewawancara Bapak Mardis menyatakan bahwa :
Hubungan siswa dengan teman sekelas kalau menurut saya kurang baik karena masih banyak siswa yang cowok bertengkar di dalam kelas dan dengan guru siswa kurang sopan dan kurang disiplin kepada guru. Dan soal kelas yang kumuh saya melihat kurang nyaman untuk melakukan proses belajar dengan baik itu sangat menganggu proses pembelajaran52
Dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada 7 siswa anak berbakat intelektual di mana kebanyakan siswa tersebut menjali hubungan berteman kurang baik dan tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya dan kepada guru siswa menjalin hubungan baik dari keterangan dari guru itu sendiri siswa menjalin hubungan kurang baik
2) Faktor Biologis
Tentang bagaimana beradaptasi dengan teman beda kelas dan menyesuikan diri dengan lingkungan baru
Berdasarkan hasil wawancara bahwa beradaptasi siswa dan menyesuikan diri di lingkungan baru yang belum baik bisa di lihat wawancara dengan Suci Permata Sari mengatakan bahwa :
Beradaptasi dengan beda kelas iya mengajak mengobrol mengenal diri secara pribadi dan menjalin komunikasi yang baik mungkin itu aja caranya. Dan untuk menyesuikan dengan lingkungan baru menyesuaikan keadaan atau kondisi yang baru dan ramah dan sopan53
52 Bapak Mardis, Guru Bahasa Indonsia di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam , Wawancara Pribadi , 11 September 2019
53 Suci Permata Sari, Siswa Kelas XII IPS 3, Wawancara Pribadi , 6 September 2019
70
Di mana hasil wawancara dengan Desi Susanti menyatakan bahwa :
Cara beradaptasi dengan beda kelas mungkin menjalin komunikasi yang baik dan tidak ada masalah dengan beda kelas tapi kalau Desi hanya berteman di dalam kelas saja dan tidak ada berhubungan langsung dengan teman beda kelas. Dan untuk menyesuikan diri dengan lingkungan baru itu Desi agak sulit untuk memasukinya karena Desi tidak bisa untuk mengawali pembicaran dengan teman baru54 Wawancara dengan Wela Anggrani mengatakan bahwa :
Cara saya beradaptasi dengan teman beda kelas mungkin dengan sopan santun dan komunikasi baik itu saja karena saya tidak begitu peduli dengan teman beda kelas. Dan untuk menyesuikan diri di lingkungan baru saya kurang tau karena saya sulit menyesuaikan diri di lingkungan baru tersebut55
Hal ini juga sama dengan Erniati Rahmadiah menyatakan :
Cara beradaptasi dengan teman beda kelas yaitu dengan komunikasi yang baik, berprilaku sopan santun dan sebagainya. Dan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru itu kalau saya pribadi mungkin melihat gerak-gerik orang lain dan menyesuikan diri dengan keadaan kondisi lingkungan tersebut.56
Melalui wawancara yang penulis lakukan dengan Mira Santika bahwa Mira menyatakan :
54 Desi Susanti, Siswa Kelas XII IPS 4 , Wawancara Pribadi , 6 September 2019
55 Wela Anggrani, Siswa Kelas IPA 3, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
56 Erniati Rahmadiah, Siswa Kelas XII IPA 2, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
71
Cara beradaptasi dengan teman beda kelas saya hanya tersenyum , sopan santun dan komunikasi yang baik tapi bagi saya berdaptasi dengan teman beda kelas itu kurang menyenangkan dan tidak suka saya. Dan untuk menyesuikan dengan lingkungan baru itu melihat keadaan kondisi lingkungan itu saja57
Sama dengan di atas Apriliya Preesti Utami mengatakan bahwa :
Menurut saya beradaptasi itu butuh kesabaran dan ketabahan untuk menerima keadaan teman kita yang baru. Dan begitu juga dengan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru karena kalau tidak sesuai dengan diri kita dan lingkungan itu membuat saya sakit hati karena itu saya tidak begitu menarik dengan beradaptasi dengan teman baru atau di lingkungan baru 58
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Rini Yulia Sari mengatakan bahwa :
Saya beradaptasi dengan teman beda kelas itu biasa saja karena saya hanya tersenyum dan menyapa dan cukup itu saja karena saya tidak begitu baik beradaptasi dengan teman beda kelas. Dan begitu juga dengan menyesuaikan dengan lingkungan baru yang saya tempuh 59
Hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Ibuk Eli Asni mengatakan :
Cara siswa untuk beradaptasi ada sebagian yang bisa beradaptasi dengan baik dan ada pula sebagian menghiraukan temannya dan tidak peduli dengan teman sekelilingnya. Dan begitu juga dengan menyesuaikan dirinya dengan lingkugan baru itu sangat susah bagi siswa
57 Mira Santika , Siswa Kelas XII IPS 1, Wawancara Pribadi, 10 September 2019
58 Apriliya Preesti Utami, Siswa Kelas XII IPS 2, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
59 Rini Yulia Sari, Siswa Kelas XII IPA 1, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
72
apa lagi di depan umum siswa hanya berteman dengan lingkungan itu saja hanya menonton tidak berkembang 60 Hasil di mana Bapak Mardis menyatakan bahwa :
Cara beradaptasi bersangkutan dengan anak berbakat intelektual dengan cara berkomunikasi dengan baik antara mereka dan menjalin hubungan yang baik dan kebanyak dari siswa intelektual itu kurang untuk melakuakan beradaptasi dengan temannya beda kelas. Dan begitu juga dengan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru itu agak susah untuk memulainya dan hanya diam saja tidak ada interaksi yang baik dengan lingkungan baru. 61
Berdasarkan dari hasil wawanacra yang dilakukan kepada informan di mana semua informan cara beradaptasinya tidak begitu lancar dan tidak ada berjalan baik karena kebanykan di antara anak berbakat intelektual menyepelekan beradaptasi dengan lingkungan lain dan tidak pula beradaptasi dengan lingkungan baru itu pengaruh yang sangat sulit dalam bersosialisai dengan teman lain maupun lingkungan baru.
3) Faktor Budaya
Tentang bagaimana menyikapi teman yang memiliki perbedaan budaya dan pengaruh budaya yang di alami
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bahwa menyikapi teman yang memiliki perbeda budaya dan pengaruh budaya yang di alaminya oleh siswa dengan ini Suci Permata Sari mengatakan bahwa :
60 Ibuk Eli Asni, Guru Bk di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam, Wawancara Pribadi , 11 September 2019
61 Bapak Mardis , Guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Ampek Nagari Kaba Agam, Wawancara Pribadi , 11 September 2019
73
Cara saya menyikapi beda budaya dengan teman yaitu dengan
- menghargai budaya yang di milikinya - berpartisipasi untuk melihat
- tidak bermasalah dengan adanya budaya yang di tampilkannya
Kalau pengaruh terhadap diri saya itu tidak ada karena budaya tersebut tidak begitu tertarik bagi saya karena orang yang beda budaya tidak terlalu banyak.62
Di mana hasil wawancara dengan Desi Susanti menyatakan bahwa :
Cara menyikapi beda budaya dengan kita menghargai budaya yang di anutnya dan tidak ikut campur dalam budaya tersebut. Dan kalau pengaruh dari budaya itu sendiri tidak ada pengaruh sama sekali dengan menyesuikan diri saja 63
Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dengan Wela Anggraini mengatakan :64
Budaya yang berbeda dalam lingkungan tak terlalu mempengaruhi karena bisa menerima dan tidak ambil sulit soal beda budaya tersebut kalau pengaruh tidak ada, tapi sedikit tertarik untuk budaya yang di tampilkan dan dengan perbedaan budaya mereka atau pun yang lain berusaha menyelaraskan budayanya dengan budaya orang di sekitar lingkungan maka mereka lebih bertoleransi akan hal itu begitu juga dengan kita.
62 Suci Permata Sari , Siswa Kelas XII IPS 3, Wawancara Pribadi , 6 September 2019
63 Desi Susanti, Siswa Kelas XII IPS 4, Wawancara Pribadi, 6 September 2019
64 Wela Anggraini, Siswa Kelas XII IPA 3, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
74
Hasil wawancara dengan Erniati Rahmadiah menyatakan :
Menyikapi teman beda budaya itu unik buk karena kita bisa mengetahui budaya selain budaya kita cara menyikapinya menerima budayanya. Dan tidak terpengaruh dengan budaya yang di tampilkan dan tidak ada pengaruh budaya yang saya alami selama di sekolah ini 65
Dimana hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Mira Santika mengatakan bahwa :
Kalau dengan menyikapi teman yang memiliki perbedaan budaya hanya menerima dengan apa adanya dan tidak tidak ada biasa saja tidak ada yang pengaruh 67
Di mana hasil wawancara dengan Rini Yulia Sari menagtakan bahwa :
Dengan adanya budaya yang berbeda dengan kita saya hanya menerima dengan apa adanya dan tidak ikut campur dengan budaya yang di tampilkanya dan membiarkannya.
65 Erniati Rahmadiah, Siswa Kelas XII IPA 2, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
66 Mira Santika, Siswa Kelas XII IPS 1, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
67 Apriliya Preesti Utami, Siswa Kelas XII IPS 2, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
75
Dan untuk terpengaruh dengan budaya dengan diri saya tidak ada pengaruh sama sekali. 68
Di mana hasil wawancara dengan Ibuk Eli Asni mengatakan bahwa:
Cara siswa unutk menyikapi berbeda budaya dengan temanya siswa menerima dengan baik dan tidak membeda-bedakan teman yang berbeda budaya. Dan untuk siswa yang terpengaruh oleh budaya tersebut tidak ada siswa bisa membedakan dan membiarkan begitu saja.69
Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dengan Bapak Mardis mengatakan bahwa :
Secara menyeluruh yang saya melihat siswa untuk menyikapi dengan teman beda budaya hanya menerima secara baik dan menjalin hubungan yang baik dengan teman yang beda budaya. Dan untuk terpengaruh yang di alami oleh siswa tidak ada siswa bisa menerima dengan apa adanya tidak ikuit serta dengan dirinya.70
Berdasarkan hasil wawancara dengan 7 informan dan 2 pendukung menjelaskan bahwa informa/siswa itu sendiri menyikapi budaya yang berbeda itu saling menghargai dan menghormati apa yang budaya yang lain ada di lingkunganya dan dengan budaya tersebut siswa tidak ada pengaruh bagi siswa karna siswa tidak terlalu ikut campur dengan budaya yang ada di lingkungan sekolahnya dan menerima dengan apa adanya.
68 Rini Yulia Sari, Siswa Kelas XII IPA 1, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
69 Ibuk Eli Asni, Guru Bk di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam, Wawancara Pribadi , 11 September 2019
70 Bapak Mardis, Guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam , Wawancara Pribadi , 11 September 2019
76 4) Faktor Sosial
Tentang bagaimana tanggapan Tentangga Ananda anak berbakat intelektual dan hubungan berteman di sekolah berjalan dengan baik
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan tanggapan tentangga dan hubungan berteman di sekolah dengan Suci Permata Sari mengatakan bahwa :
Tanggapan tentang atau respon dari tentangga itu baik terhadap saya karena bisa membanggakan orang tua dengan prestasi yang di miliki. Dan di sekolah pun berteman baik tidak ada masalah tapi saya berteman dengan satu teman saja.71
Hal ini juga di sama di sampaikan oleh Desi Susanti mengatakan bahwa :
Respon tentangga akan bakat Desi mereka menghargai Desi dan percaya pada Desi bahwa Desi dapat membantu orang-orang sekitar Desi, jadi tentangga Desi bangga akan apa yang Desi miliki dengan cara menyuruh anak belajar bersama Desi. Dan berteman pun Desi di sekolah berjalan dengan baik tidak ada permasalahan.72
Wawancara yang lakukan dengan Wela Anggraini mengatakan :
Tanggapan tentangga sekeliling rumah iya baik, bangga dan kagum karena saya anak berbakat intelektual secara terus-menurus sejak masuk sekolah SMA dan bisa membanggakan orang tua yang sederhana. Dan hubungan dengan teman kurang baik karena saya tidak
71 Suci Permata Sari , Siswa Kelas XII IPS 3, Wawancara Pribadi , 6 September 2019
72 Desi Susanti, Siswa Kelas XII IPS 4, Wawancara Pribadi , 6 September 2019
77
peduli soal teman karena saya lebih senang untuk sendiri melakukan hal apa saja.73
Hasil wawancara dengan Erniati Rahmadiah menyatakan :
Tanggaapan tentangga baik kepada saya bersyukur bahwa saya memiliki bakat intelektual dan untuk mempertahakan dan bisa membaggakan orang tua saya.
Dan hubungan dengan teman biasa saja74
Wawancara yang dilakukan dengan Mira Santika mengatakan bahwa :
Tanggapannya baik saja dan bisa membanggakan orang tua dan bisa untuk di contoh dan di sanjung-sanjung dalam keluarga. Dan untuk berteman hubungan tidak ada masalah karena tidak ada persoalan yang untuk di buwat masalah 75
Menurut Apriliya Preesti Utami mengatakan bahwa : 76
Bahwa tanggapan tentangga tentang saya bangga memiliki anak yang berbakat intelektual dan bisa membangga kan orang tua. Dan untuk hubungan dengan teman sekelas baik saja tidak ada masalah dengan teman tapi kalau dengan teman lain saya tidak tahu karna saya tidak begitu dekat dengan mereka
Hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Rini Yulia Sari memgatakan bahwa :
Tentangga lebih kepada memuji dan memberikan saran untuk terus mempertahankan dan meningkatkan supaya lebih baik untuk kedepanya. Dan hubungan dengan teman
73 Wela Anggraini, Siswa Kelas XII IPA 3, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
74 Erniati Rahmadiah, Siswa Kelas XII IPA 2, Wawancara Pribadi , 9 September 2019
75 Mira Santika, Siswa Kelas XII IPS 1, Wawancara P ribadi , 10 September 2019
76 Apriliya Preesti Utami, Siswa Kelas XII IPS 2, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
78 kepada siswa yang saya dengar dan ketahui dari orang tua siswa itu cukup baik dan bangga memiliki anak berbakat intelektual bisa untuk di contoh dan di pantut di tiru. Dan kalau untuk berteman ada sebagian dari anak berbakat intelektual ini hanya sendirian tidak begitu bergaul atau bersosialisasi dengan baik karena siswa tersebut tidak mau diatur dan dimanfaatkan oleh teman.78
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Bapak Mardis mengatakah bahwa.79
Siswa anak berbakat intelektual bagaimana tanggapan tentangga kepada siswa begitu sempurna dan di jujung tinggi bahwa anak memilikik bakat intelektual yang bagus untuk di banggakan dan patut di contoh untuk anak-anak di bawahnya dan bisa di amabil contoh yang baik. Dan hubungan dengan teman anak berbakat ini kurang baik karna kebanyakan lebih mempentingkan diri sendiri dari pada lingkungan sekitarnya dan tidak mau tahu soal yang lain.
Berdasarkan hasil wawancara dengan kesimpulan bahwa siswa dengan tanggapan dari tentangga positif tidak ada masalah dan bisa di berjuangan untuk pendidikan yang di peroleh oleh informan dan bisa membanggakan orang tua siswa masing-masing dan untuk berhubungan berteman di mana yang telah di jelaskan
77 Rini Yulia Sari, Siswa Kelas XII IPA 1, Wawancara Pribadi , 10 September 2019
78Ibuk Eli Asni, Guru Bk di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam, Wawancara Pribadi , 11 September 2019
79 Bapak Mardis, Guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Ampek Nagari Kab Agam, Wawancara Pribadi , 11 September 2019
79
bahwa siswa anak berbakat intelektual tidak ada hubungan yang baik dengan teman dan menghiraukan teman yang ada di sekelilingnya dan tidak mau tau soal perteman.
2. Karakteristik Siswa Anak Berbakat Intelektual di kelas XII IPA dan XII IPS di SMAN 1 Ampek Nagari Kab Agam
a. Ciri-ciri Anak Bebakat Intektual
1) Memberikan jawaban-jawaban yang baik
Tentang bagaimana Ananda dapat menjawab pertanyaan dari guru dengan baik dan memberikan gagasan/ ide dalam proses belajar
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bahwa siswa anak berbkat intelektual bisa menjawab pertanyaan dan memberikan gagasan / ide dalam proses belajar dalam hal ini bisa di lihat oleh Suci Permata Sari mengatakan bahwa :
iya saya bisa menjawab pertanyaan dari guru saat proses pelajar dengan baik. Dan saat proses pembelajaran di kelas saya bisa memberikan ide-ide atau gagasan yang baru kepada guru saat proses pembelajaran berlangsung.80 Di mana hasil wawancara dengan Desi Susanti menyatakan bahwa :
Desi bisa menjawab pertanyaan dari guru dengan baik dan
Desi bisa menjawab pertanyaan dari guru dengan baik dan