• Tidak ada hasil yang ditemukan

PU : Drs. Titi

C. Deskripsi Hasil Penelitian

Proses penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi tindakan. 1. Siklus 1

Penerapan pembelajaran akuntansi pada siklus I melalui metode direct instruction (pengajaran langsung) adalah:

a. Perencanaan Tindakan Siklus I

Kegiatan perencanaan Tindakan I dilaksanakan pada hari Senin, 19 April 2010 di ruang guru SMA Negeri 4 Surakarta. Guru bersama peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Peneliti mengungkapkan bahwa siswa menemui permasalahan dalam memahami materi dan masih rendahnya tingkat keaktifan siswa serta kurangnya minat mengikuti pelajaran akuntansi. Kemudian disepakati bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus I akan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, yakni pada 28 April 2010 , 5 Mei 2010, dan 10 Mei 2010. Tahap perencanaan tindakan I meliputi kegiatan sebagai berikut:

commit to user

1) Peneliti sebagai guru membuat skenario pembelajaran akuntansi menggunakan metode Direct Instruction, dengan skenario pembelajaran sebagai berikut:

a) Pertemuan pertama (2×45 menit)

(1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

(2) Menciptakan suasana kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik siswa maupun kelas. (3) Memberi pengarahan tentang model pembelajaran direct

instruction yang akan diterapkan.

(4) Memberikan handout materi yang akan dibahas.

(5) Guru menjelaskan materi jurnal umum untuk perusahaan dagang.

(6) Siswa diberi kesempatan untuk memahami materi yang telah disampaikan dan membuka kesempatan untuk tanya jawab. Kegiatan ini disebut asimilasi, dimana siswa diharapkan mampu mengintegrasikan antara konsep atau pengalaman baru yang mereka lihat saat guru mendemonstrasikan materi ke dalam skema atau pola yang sudah ada di pikirannya. (7) Guru memberikan latihan soal secara terbimbing kepada

siswa. Guru melakukan pendekatan kepada siswa, dan membantu memberikan penjelasan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan latihan soal.

(8) Guru memonitoring semua pekerjaan siswa. Guru membantu siswa yang belum paham sepenuhnya materi yang diberikan. (9) Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan mendatang. (10) Salam penutup

b) Pertemuan Kedua (2×45 menit)

(1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

(2) Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran.

commit to user

(3) Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab kepada siswa untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada pada diri siswa.

(4) Guru memberikan latihan soal secara mandiri tentang materi yang telah diberikan. Siswa dapat mengerjakan soal melalui diskusi dengan teman agar terjadi interaksi dapat terjalin. (5) Siswa diminta untuk mempresentasikan tugas yakni dengan

mengerjakan latihan serta menjelaskan perhitungan dari jawaban soal tersebut di depan kelas.

(6) Guru memberikan kontrol bimbingan dalam pembahasan latihan soal dengan menyempurnakan penjelasan siswa dalam mempresentasikan tugas.

(7) Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan mendatang. (8) Salam penutup

c) Pertemuan Ketiga (1×45menit)

(1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

(2) Guru menyampaikan mengenai rencana kegiatan yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya.

(3) Guru membagikan soal untuk evaluasi akhir berupa seatwork, yakni soal latihan untuk materi jurnal umum untuk perusahaan dagang, dan meminta siswa agar mengerjakan secara mandiri serta tidak saling bekerja sama.

(4) Guru mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang.

(5) Guru meminta lembar jawab soal

(6) Guru bertanya soal yang masih sulit bagi siswa dan membahasnya.

commit to user

2) Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk materi jurnal umum untuk perusahaan dagang dengan metode Direct Instruction

3) Guru menyusun instrumen penelitian, yang berupa tes dan nontes. Instrumen tes dari hasil pekerjaan siswa (evaluasi akhir siklus). Sedangkan instrumen nontes dinilai berdasarkan pedoman observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Pelaksanaan tindakan I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, seperti yang telah direncanakan, yaitu tanggal 28 April 2010 , 5 Mei 2010, dan 10 Mei 2010di ruang kelas XI IPS 4. Pertemuan dilaksanakan selama 5 x 45 menit sesuai dengan skenario pembelajaran dan RPP. Materi pada pelaksanaan tindakan I ini adalah jurnal umum untuk perusahaan dagang. Pada pertemuan pertama, guru menjelaskan konsep materi jurnal umum untuk perusahaan dagang. Pertemuan kedua diisi dengan melanjutkan materi jurnal umum untuk perusahaan dagang dan memberikan latihan terbimbing untuk siswa, kemudian meminta beberapa siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama (Rabu, 28 April 2010)

a) Guru mengawali pembelajaran dengan salam, kemudian melakukan presensi siswa yang mengikuti pelajaran, seluruh siswa masuk semua. Guru mengkondisikan kelas untuk mengecek apakah siswa sudah siap untuk mengikuti proses pembelajaran.

b) Siswa diberi motivasi oleh guru sebelum memulai pelajaran. Siswa memperlihatkan perhatian mereka kepada setiap kalimat yang guru ucapkan.

c) Guru mendemonstrasikan jurnal umum untuk perusahaan dagang. Namun sebelumnya guru mendemonstrasikan tentang konsep akuntansi perusahaan dagang.

commit to user

d) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang mereka rasa belum jelas.

e) Guru memberikan latihan soal secara terbimbing kepada siswa. Guru berkeliling untuk mengecek pekerjaan siswa. Guru memberikan bimbingan kepada siswa yang bertanya pada saat guru berkeliling. Beberapa siswa mau bertanya pada guru mengenai kesulitan dalam pengerjaan latihan soal tersebut.

f) Guru memonitoring semua pekerjaan siswa. Guru membantu siswa yang belum paham sepenuhnya materi yang diberikan.

g) Guru menutup pembelajaran hari ini dengan memberikan kesimpulan dan menyuruh siswa untuk mempelajari lagi tentang materi yang sudah di ajarkan.

2) Pertemuan Kedua ( Rabu,5 Mei 2010)

a) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

b) Guru menyampaikan mengenai rencana kegiatan yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya.

c) Guru melanjutkan penyampaian materi jurnal umum perusahaan dagang kepada siswa.

d) Siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal secara mandiri mengenai konsep akuntansi perusahaan dagang serta jurnal umum untuk perusahaan dagang.

e) Siswa dapat berdiskusi dengan teman dalam mengerjakan soal. Sebagian besar siswa sudah mengerjakan dengan benar meskipun ada beberapa siswa yang mengerjakan tetapi masih kurang lengkap dan kurang teliti dalam pengerjaan soal.

f) Guru meminta siswa secara sukarela untuk maju ke depan kelas mempresentasikan hasil pekerjaannya yakni dengan menjawab soal dan menjelaskan cara perhitungannya di depan kelas.

g) Pada saat demonstrasi berlangsung, banyak dari siswa bertanya dan guru memberikan stimulus serta umpan kepada siswa.

commit to user

h) Guru melanjutkan demonstrasi soal pada pertemuan sebelumnya sampai soal yang diberikan kepada siswa habis.

i) Guru menutup pembelajaran hari ini dengan memberikan kesimpulan dan memberitahukan kepada siswa untuk pertemuan berikutnya diadakan evaluasi atau ulangan untuk jurnal umum untuk perusahaan dagang.

3) Pertemuan Ketiga ( Senin,10 Mei 2010)

a) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

b) Guru menyampaikan mengenai rencana kegiatan yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya.

c) Guru memberikan waktu kepada siswa untuk mempersiapkan alat tulis yang diperlukan untuk post tes.

d) Guru membagikan soal untuk evaluasi akhir berupa soal pilihan ganda materi jurnal umum perusahaan dagang, dan meminta siswa agar mengerjakan secara mandiri serta tidak saling bekerja sama. e) Guru mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi dapat

mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang. f) Masih ada beberapa siswa yang mencoba bekerjasama. Guru

menegur satu per-satu siswa yang kedapatan bekerjasama. g) Guru meminta lembar jawab soal

h) Guru bertanya soal yang masih sulit bagi siswa dan membahasnya. i) Salam penutup.

c. Observasi dan Interpretasi

Pelaksanaan tindakan penelitian ini bersamaan dengan dilakukannya observasi selama pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan oleh peneliti mengacu pada lembar observasi yang telah disusun. Observasi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penerapan model pembelajaran direct instruction di kelas XI IPS 4. Peneliti mengambil posisi di dalam kelas sebagai guru kelas dan berkolaborasi dengan Drs. Hariyanto, S.Pd, M.Pd selaku guru akuntansi di XI IPS 4 agar peneliti dan

commit to user

guru dapat bersama-sama mengamati langsung proses belajar mengajar akuntansi. Pada pertemuan pertama dan kedua, yaitu 28 April 2010 dan 5 Mei 2010 guru menyampaikan materi akuntansi jurnal umum untuk perusahaan dagang dengan model pembelajaran direct instruction secara jelas dan mengadakan presentasi hasil latihan soal (latihan secara terbimbing) yang diberikan kepada siswa. Pada pertemuan ketiga yaitu 10 Mei 2010, peneliti sebagai guru melakukan evaluasi akhir dari siklus I agar hasil belajar dari siklus I dapat segera diketahui. Dari kegiatan tersebut, deskripsi tentang jalannya proses pembelajaran akuntansi dengan menggunakan model direct instruction sudah dijelaskan secara rinci dalam pelaksanaan tindakan I.

Berikut ini adalah hasil observasi penerapan model pembelajaran direct instruction:

1) Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan atau ide pada saat pembelajaran sebesar 67,65%, sedangkan 32,35% lainnya masih belum berani mengemukakan ide dan pertanyaan dikarenakan siswa terbiasa mendengarkan dan sedikit bertanya maupun menjawab pertanyaan pada saat pembelajaran dengan model konvensional.

2) Siswa yang aktif menjawab pertanyaan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung sebesar 70,59%, sedangkan 29,41% lainnya kurang memperhatikan penjelasan dari guru. Hal ini disebabkan karena sebagian siswa masih merasa malu dan tidak percaya diri dalam mengajukan pendapatnya. Siswa juga masih takut mengajukan pendapatnya karena takut dinilai salah oleh guru.

3) Siswa yang aktif dalam mendemonstrasikan tugas dari guru ke depan kelas sebesar 67,65%, sedangkan yang 32,35% hanya menunggu dan melihat temannya menyelesaikan tugas. Hal ini dikarenakan beberapa siswa masih merasa malu dan tidak percaya diri dalam menjawab pertanyaan dari guru.

4) Berdasarkan hasil evaluasi tes akhir siklus I dapat diidentifikasi bahwa siswa yang sudah mampu mengerjakan soal jurnal umum untuk

commit to user

perusahaan dagang dan memenuhi SKM sebesar 86,3%, sedangkan 14,7% siswa lainnya belum memenuhi SKM. Hal ini disebabkan mereka masih kesulitan dalam memahami materi dan kurang teliti dalam pengerjaan soal. Nilai rata-rata kelas 79,9 atau 80.

d. Analisis Refleksi Tindakan Siklus I

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa penerapan model pembelajaran direct instruction mampu meningkatkan prestasi dan keaktifan siswa.

Sebelum penerapan model pembelajaran direct instruction (DI), rata-rata kelas adalah 72,06. Namun setelah diterapkannya model pembelajaran ini, rata-rata kelas naik menjadi 80. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas standar ketuntasan 68 sebanyak 85,29% atau 29 siswa dari jumlah keseluruhan 34 siswa. Dengan kata lain, salah satu indikator ketercapaian pada siklus I telah tercapai, yaitu 85,29% atau 29 siswa telah memperoleh nilai diatas 68 dari 80% target yang direncanakan. Tetapi pada siklus I ini keaktifan siswa belum mancapai target yang direncanakan yaitu 70%, sehingga peneliti ingin menerapkan lagi model pembelajaran direct instruction (DI) agar model pembelajaran ini terbukti dapat membantu meningkatkan prestasi siswa serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi dan interpretasi tindakan pada siklus I, peneliti melakukan analisis sebagai berikut:

1) Beberapa kelemahan guru yang ditemukan dalam siklus I ini adalah sebagai berikut:

a) Kontrol guru dalam pembelajaran masih kurang maksimal sehingga masih banyak siswa yang ramai di dalam kelas.

b) Guru belum dapat memonitoring tugas semua siswa.

c) Guru dalam menyampaikan materi dan mendemontrasikan jawaban atas tugasnya terlalu cepat sehingga banyak siswa yang belum sepenuhnya mengerti.

commit to user

d) Guru belum memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu menyelesaikan tugas dengan benar, teliti, dan lebih cepat daripada siswa yang lain.

2) Beberapa kekurangan dari segi siswa dalam siklus I adalah sebagai berikut:

a) Beberapa siswa belum berani mendemonstrasikan hasil pekerjaannya di depan kelas karena kurang percaya diri.

b) Beberapa siswa yang hanya mau bertanya pada saat guru melakukan pendekatan.

Berdasarkan observasi dan analisis di atas, maka tindakan refleksi yang dapat dilakukan adalah:

1) Guru lebih banyak melakukan pendekatan dan monitoring yang merata kepada semua siswa, selain sebagai pengawasan juga agar tidak ada siswa yang merasa kurang diperhatikan.

2) Guru harus lebih mengatur alokasi waktu untuk setiap tahap-tahap pembelajaran.

3) Guru harus lebih tegas untuk menegur siswa yang ramai atau yang kurang disiplin.

4) Guru harus memberikan penghargaan kepada siswa yang bisa bekerjasama dan menyelesaikan tugas dengan baik. Penghargaan ini bertujuan agar untuk memacu semangat setiap siswa untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan rapi.

2. Siklus 2

Penerapan pembelajaran akuntansi pada siklus II melalui metode Direct Instruction adalah:

a. Perencanaan Tindakan Siklus II

Kegiatan perencanaan Tindakan II dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Mei 2010 di ruang guru SMA Negeri 4 Surakarta. Guru bersama peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Peneliti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil analisis dan refleksi dari siklus I terdapat beberapa kekurangan, kemudian disepakati bahwa

commit to user

pelaksanaan tindakan pada siklus II akan dilaksanakan selama 2 kali pertemuan, yakni pada hari Senin tanggal 17 Mei 2010 dan hari Rabu 19 Mei 2010 dengan rancangan sebagi berikut:

1) Peneliti sebagai guru membuat skenario pembelajaran akuntansi dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction, skenario pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Pertemuan Pertama (1x45 menit)

(1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

(2) Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik siswa maupun kelas.

(3) Guru merefleksi kegiatan pembelajaran sebelumnya dan memberitahukan rencana pembelajaran untuk hari ini.

(4) Mengulang sedikit materi tentang jurnal umum perusahaan dagang.

(5) Guru memberikan kesempatan siswa untuk menanyakan materi yang belum jelas.

(6) Guru memberikan latihan soal berupa seatwork dari materi jurnal umum perusahaan dagang kepada siswa untuk dikerjakan secara terbimbing.

(7) Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan.

(8) Guru berkeliling untuk mengecek pekerjaan siswa. Guru memberikan bimbingan kepada siswa yang bertanya pada saat guru berkeliling.

(9) Guru meminta siswa secara sukarela untuk maju ke depan kelas mempresentasikan hasil pekerjaannya yakni dengan menjawab soal dan menjelaskan cara perhitungannya di depan kelas.

(10)Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang soal latihan yang belum dipahami.

commit to user

(11)Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa sebagai latihan mandiri siswa dengan materi jurnal umum perusahaan dagang untuk dikumpulkan di pertemuan berikutnya.

(12)Guru menutup pembelajaran hari ini dengan memberikan kesimpulan dan menyuruh siswa untuk mempelajari lagi tentang materi yang sudah di ajarkan.

(13)Guru menyampaikan salam penutup dan memberitahu untuk pertemuan berikutnya diadakan evaluasi atau ulangan terakhir. b) Pertemuan Kedua (2x45 menit)

(1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

(2) Guru menyampaikan indikator tentang kegiatan yang akan dilakukan

(3) Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas mandiri yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.

(4) Siswa mempersiapkan diri untuk mengerjakan evaluasi akhir atas materi yang telah dibahas.

(5) Guru membagikan soal untuk evaluasi akhir berupa soal esai dan meminta siswa agar dalam mengerjakan tidak saling bekerja sama.

(6) Guru mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang.

(7) Guru meminta lembar jawab soal.

(8) Guru membuat kesimpulan dari soal yang sudah berikan agar siswa mengetahui letak kesalahannya.

(9) Salam penutup.

2) Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk materi jurnal umum perusahaan dagang dengan model pembelajaran Direct Instruction.

commit to user

3) Peneliti sebagai guru menyusun instrumen penelitian, yang berupa tes dan nontes. Instrumen tes dari hasil pekerjaan siswa (evaluasi akhir siklus). Sedangkan instrumen nontes dinilai berdasarkan pedoman observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati keaktifan dan sikap siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Pelaksanaan tindakan II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan, seperti yang telah direncanakan, yaitu pada hari Senin tanggal 17 Mei 2010 dan hari Rabu tanggal 19 Mei 2010 di ruang kelas XI IPS 4. Pertemuan dilaksanakan selama 3×45 menit sesuai dengan skenario pembelajaran dan RPP. Materi pada pelaksanaan tindakan I ini adalah jurnal umum untuk perusahaan dagang. Pada pertemuan pertama, guru menjelaskan konsep materi jurnal umum untuk perusahaan dagang. Pertemuan kedua diisi dengan melanjutkan materi jurnal umum untuk perusahaan dagang dan memberikan latihan terbimbing untuk siswa, kemudian meminta beberapa siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut:

Pada pertemuan pertama guru mengulang sekilas materi yang disampaikan pada siklus I, kemudian guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa berupa seatwork dari materi jurnal umum pada perusahaan dagang. Pada pertemuan kedua, guru melakukan tes evaluasi akhir siklus II dengan materi jurnal umum perusahaan dagang.

Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Pertama (Senin, 17 Mei 2010)

a) Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa

b) Guru menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik siswa maupun kelas.

commit to user

d) Guru memberikan kesempatan siswa untuk menanyakan materi yang belum jelas.

e) Guru merefleksi kegiatan pembelajaran sebelumnya dan memberitahukan rencana pembelajaran untuk hari ini.

f) Guru memberikan latihan soal berupa seatwork dari materi jurnal umum perusahaan dagang kepada siswa untuk dikerjakan secara terbimbing.

g) Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan.

h) Guru berkeliling untuk mengecek pekerjaan siswa. Guru memberikan bimbingan kepada siswa yang bertanya pada saat guru berkeliling.

i) Guru meminta siswa secara sukarela untuk maju ke depan kelas mempresentasikan hasil pekerjaannya yakni dengan menjawab soal dan menjelaskan cara perhitungannya di depan kelas.

j) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang soal latihan yang belum dipahami.

k) Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa sebagai latihan mandiri siswa dengan materi jurnal umum perusahaan dagang untuk dikumpulkan di pertemuan berikutnya.

l) Guru menyampaikan salam penutup dan memberitahu untuk pertemuan berikutnya diadakan evaluasi atau ulangan terakhir. 2) Pertemuan Kedua (Rabu, 19 Mei 2010)

a) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa

b) Guru menyampaikan indikator tentang kegiatan yang akan dilakukan

c) Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas mandiri yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.

d) Siswa mempersiapkan diri untuk mengerjakan evaluasi akhir atas materi yang telah dibahas.

e) Guru membagikan soal untuk evaluasi akhir berupa soal esai dan meminta siswa agar dalam mengerjakan tidak saling bekerja sama.

commit to user

f) Guru mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang. g) Guru meminta lembar jawab soal.

h) Guru membuat kesimpulan dari soal yang sudah berikan agar siswa mengetahui letak kesalahannya.

i) Salam penutup. c. Observasi dan Interpretasi

Pelaksanaan tindakan penelitian ini bersamaan dengan dilakukannya observasi selama pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan oleh peneliti mengacu pada lembar observasi yang telah disusun. Observasi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penerapan model pembelajaran direct instruction di kelas XI IPS 4. Peneliti mengambil posisi di dalam kelas sebagai guru kelas dan berkolaborasi dengan Drs. Hariyanto, S.Pd, M.Pd selaku guru akuntansi di XI IPS 4 agar peneliti dan guru dapat bersama-sama mengamati langsung proses belajar mengajar akuntansi.

Pada pertemuan pertama guru mengulang sekilas materi yang disampaikan pada siklus I, kemudian guru memberikan latihan terbimbing kepada siswa berupa seatwork dari materi jurnal umum pada perusahaan dagang. Pada pertemuan kedua, guru melakukan tes evaluasi akhir siklus II dengan materi jurnal umum perusahaan dagang. Dari kegiatan tersebut, diperoleh deskripsi tentang jalannya proses pembelajaran akuntansi dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction seperti yang telah diungkapkan dalam pelaksanaan tindakan II.

Berikut ini adalah hasil observasi penerapan model pembelajaran direct instruction:

1) Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan atau ide pada saat pembelajaran sebesar 76,47%, sedangkan 23,53% lainnya masih belum berani mengemukakan ide dan pertanyaan dikarenakan siswa terbiasa

commit to user

mendengarkan dan sedikit bertanya maupun menjawab pertanyaan pada saat pembelajaran dengan model konvensional.

2) Siswa yang aktif menjawab pertanyaan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung sebesar 82,35%, sedangkan 17,65% lainnya kurang memperhatikan penjelasan dari guru. Hal ini disebabkan karena sebagian siswa masih merasa malu dan tidak percaya diri dalam mengajukan pendapatnya. Siswa juga masih takut mengajukan pendapatnya karena takut dinilai salah oleh guru.

3) Siswa yang aktif dalam mendemonstrasikan tugas dari guru ke depan kelas sebesar 73,53%, sedangkan yang 26,47% hanya menunggu dan melihat temannya menyelesaikan tugas. Hal ini dikarenakan beberapa siswa masih merasa malu dan tidak percaya diri dalam menjawab pertanyaan dari guru.

4) Berdasarkan hasil evaluasi tes akhir siklus II dapat diidentifikasi bahwa siswa yang sudah mampu mengerjakan soal jurnal umum untuk perusahaan dagang dan memenuhi SKM sebesar 100% atau sebanyak 34 siswa. Nilai rata-rata kelas naik dari 80 menjadi 86,62.

d. Analisis Refleksi Tindakan Siklus II

Pada tahap ini hasil observasi dikumpulkan dan dianalisis oleh peneliti, untuk kemudian dilakukan refleksi untuk melihat kekurangan dan kelemahan yang terjadi. Penerapan model pembelajaran direct instruction pada siklus II lebih baik daripada siklus I. Prestasi belajar yang dicapai siswa mengalami peningkatan yang cukup berarti. Sebelum penerapan model pembelajaran direct instruction, nilai rata-rata kelas naik menjadi 80 pada siklus I dan 85 pada siklus II. Pada siklus II 100% siswa nilainya sudah mencapai batas tuntas keberhasilan belajar. Dengan kata lain, salah satu indikator ketercapaian pada siklus II telah tercapai, yaitu 100 % siswa telah memperoleh nilai diatas 68 dari 80% target yang direncanakan. Kondisi ini lebih baik dari siklus I yang hanya 86,3% siswa yang

Dokumen terkait