• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus 1

Analisis deskriptif yang dilakukan adalah untuk mengetahui hasil penelitian pada masing-masing siklus penelitian.

a. Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:

1) Menelaah kurikulum sebagai pedoman untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran matematika kelas III SD Inpres Buttatianang

3) Menyiapkan wacana atau materi yaitu tentang materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Pada pertemuan pertama materinya pengenalan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Pada pertemuan kedua membahas tentang materi operasi hitung bilangan penjumlahan. Pada pertemuan ketiga yaitu materi operasi hitung bilangan pengurangan dan dilanjutkan evaluasi siklus I.

4) Membuat format observasi untuk mengamati kondisi pelajaran seperti absensi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.

5) Membuat instrumen penelitian berupa tes hasil belajar untuk melakukan evaluasi di siklus I.

6) Menyediakan media sempoa yang diperlukan dalam pembelajaran.

b. Tahap Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada pertemuan pertama yaitu pada tanggal 03 Agustus 2020 kegiatan dimulai dengan pemberian antiseptik hand sanitizer kepada masing-masing siswa, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan, menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan tentang materi yang akan diajarkan pada pertemuan pertama yaitu pengenalan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan

ribuan dengan menggunakan media sempoa. Sebelum menunjukkan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan pada sempoa, terlebih dahulu siswa diberikan pengenalan media sempoa seperti pengertian sempoa, tujuan dan manfaat penggunaan media sempoa, bentuk dan bagian-bagian media sempoa.

Pada pertemuan kedua yaitu pada tanggal 04 Agustus 2020 kegiatan dimulai dengan pemberian antiseptik hand sanitizer kepada masing-masing siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan menjelaskan tentang materi yang akan diajarkan pada pertemuan kedua yaitu materi operasi hitung bilangan penjumlahan dengan menggunakan media sempoa. Setelah siswa telah mengetahui nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan pada sempoa. Peneliti kemudian mengajarkan kepada siswa bagaimana cara pembacaan bilangan pada media sempoa. Kemudian siswa mempraktekkan cara pembacaan bilangan pada media sempoa.

Dalam mempraktekkan pembacaan bilangan pada media sempoa siswa mendapatkan kendala dalam pembacaan bilangannya yang sering kali tertukar. Hal ini juga sama pada saat peneliti memberikan rumus penggunaan media sempoa. Dalam mempraktekkan penggunaan rumus media sempoa, terkadang siswa masih sering lupa rumus apa yang digunakan untuk menyelesaikan soal penjumlahan tersebut. Kemudian peneliti mencoba memberikan contoh soal penjumlahan bilangan satuan terlebih dahulu dengan

menggunakan media sempoa, setelah itu dilanjutkan dengan penjumlahan bilangan puluhan, ratusan, dan ribuan.

Pertemuan ketiga pada tanggal 06 Agustus 2020. Seperti biasa, kegiatan dimulai dengan pemberian antiseptik hand sanitizer kepada masing-masing siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan tentang materi yang akan diajarkan pada pertemuan ketiga yaitu materi operasi hitung bilangan pengurangan. Sebelum melakukan pengurangan, peneliti mengetes siswa materi sebelumnya tentang operasi hitung bilangan penjumlahan dengan menggunakan media sempoa.

Kemudian peneliti juga memantapkan penguasaan rumus penggunaan media sempoa. Kemudian peneliti mencoba memberikan contoh soal pengurangan bilangan satuan terlebih dahulu dengan menggunakan media sempoa, setelah itu dilanjutkan dengan pengurangan bilangan puluhan, ratusan, dan ribuan, dan diadakan tes evaluasi siklus I.

c. Hasil Evaluasi Siklus I

Pada akhir siklus I diadakan tes hasil belajar setelah diberi materi-materi pelajaran. Berdasarkan hasil analisis deskripsi diperoleh data skor hasil tes siswa kelas III SD Inpres Buttatianang setelah diberlakukan pembelajaran matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa Kelas III SD Inpres Buttatianang

Jumlah Siswa yang Tuntas 1

Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas 2 Presentase Ketuntasan Belajar 33,33%

Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat dikemukakan bahwa dengan diterapkannya penggunaan media sempoa pada pembelajaran matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pada siklus I diperoleh nilai Al Faiz sebesar 30 jauh di bawah nilai KKM yaitu 75 sehingga berada pada kategori tidak tuntas. Sama halnya dengan subjek kedua yaitu Afiqah Nur Qolbi Isbar yang memperoleh nilai 50 belum dapat mencapai nilai KKM 75 sehingga berada pada kategori tidak tuntas. Berbeda dengan Nur Aliqa Ramadhani yang memperoleh nilai 75 yang mencapai nilai KKM yaitu 75 sehingga berada pada kategori tuntas. Sehingga, dari 3 siswa, sebanyak 2 siswa yang tidak tuntas karena nilai yang diperoleh belum mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu

75. Hal ini masih jauh dari kriteria yang diharapkan dan berada pada kategori sangat rendah.

d. Tahap Pengamatan Tindakan (Observasi)

Observasi penelitian dilakukan pada setiap pelaksanaan tindakan. Pada siklus I tercatat aktivitas siswa yang diperoleh dari lembar observasi yang digunakan untuk mengetahui perubahan keaktifan yang dilakukan siswa setelah diterapkannya penggunaan media sempoa dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Adapun data tentang keaktifan siswa dalam setiap pertemuan pada siklus I dapat dilihat tabel berikut ini:

Tabel 4.2 Hasil Observasi Siklus I

No. Nama Siswa L/P Nilai Kriteria

1. Al Faiz L 44% Sedang

2. Afiqah Nur Qolbi Isbar P 33% Sedang 3. Nur Aliqa Ramadhani P 55% Tinggi

Pada tabel 4.2 terlihat hasil observasi pada siklus I diperoleh nilai keaktifan Al Faiz sebesar 44% berada pada kategori sedang.

Sama halnya dengan subjek kedua yaitu Afiqah Nur Qolbi Isbar yang memperoleh nilai keaktifan 33% yang berada pada kategori sedang. Berbeda dengan Nur Aliqa Ramadhani yang memperoleh nilai keaktifan sebesar 55% yang berada pada kategori tinggi.

e. Tahap Refleksi

Refleksi bertujuan melakukan evaluasi hasil tindakan penelitian yang telah dilakukan siklus I. Hasil evaluasi ini kemudian

dipergunakan sebagai acuan perbaikan dalam menyusun rencana tindakan pada siklus selanjutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap masalah-masalah selama pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I, hasil observasi siswa, serta hasil tes belajar siswa diperoleh hasil sebagai berikut:

1) Berdasarkan nilai rata-rata hasil tes belajar siswa yaitu 51,67.

Dari 3 siswa, sebanyak 2 siswa yang tidak tuntas karena nilai yang diperoleh belum mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75 sehingga presentase ketuntasan belajar siswa 33,33%. Hal ini masih jauh dari kriteria yang diharapkan dan berada pada kategori sangat rendah.

2) Berdasarkan hasil observasi, dari pertemuan awal siswa masih terlihat ragu-ragu dalam bertanya dan terlihat bahwa rata-rata siswa masih belum memahami benar tatacara penggunaan media sempoa ketika telah diaplikasikan dengan menggunakan rumus berhitung sempoa. Sehingga siswa dalam mengerjakan soal berhitung dengan menggunakan media sempoa kebanyakan mengalami kesalahan dalam menjawab soal.

Dokumen terkait