• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Hasil Tes dan Pembahasan

Tabel 4.1 berikut menyajikan hasil tes subjek penelitian. Nilai total adalah 100 poin. Tabel 4.1 berikut juga menyajikan peroleh skor untuk setiap nomor.

Tabel 4.1 Nilai Tes Siswa Subjek

Subjek

Dari hasil tes tersebut, terdapat 34 siswa yang mendapat nilai kurang dari 74. Nilai terbesar adalah 100, sedangkan nilai terkecil adalah 8. Nilai rata-rata dari 50 siswa tersebut adalah 55,1. Pada soal nomor 1 terdapat 24 siswa yang menjawab dengan benar. Hal ini menunjukan bahwa hampir setengah dari jumlah keseluruhan subjek dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan baik dan memperoleh skor maksimal. Akan tetapi terdapat salah satu siswa yang tidak mengerjakan soal nomor 1 sehingga tidak memperoleh skor sama sekali.

Dari 8 soal yang ada, soal nomor 2 merupakan soal yang paling banyak dijawab dengan tepat oleh siswa. Jumlah siswa yang menjawab dengan benar dan memperoleh skor maksimal pada soal nomor 2 adalah 32 orang. Jumlah tersebut lebih dari setengah total subjek yang mengerjakan soal tes. Selain itu, pada soal nomor 6 terdapat 26 siswa yang memperoleh skor maksimal. Jumlah tersebut juga lebih dari setengah total subjek yang dapat menjawab soal dengan tepat.

Sedangkan pada soal nomor 8 hanya ada 4 orang siswa yang mampu menjawab dengan benar dan memperoleh skor maksimal yaitu 20. Dari tabel 4.1 menunjukkan bahwa soal nomor 8 ini paling sedikit siswa yang menjawab dengan benar diantara soal - soal lainnya. Terdapat juga 8 orang siswa yang tidak mengerjakan soal nomor 8 sama sekali sehingga memperoleh skor 0.

Dari tabel 4.1 peneliti mengelompokkan nilai siswa menjadi beberapa rentang nilai. Tabel 4.2 berikut menyajikan ringkasan nilai tes yang telah dikelompokkan.

Peneliti juga melakukan pengelompokan terhadap nilai-nilai siswa ke dalam kategori tuntas dan tidak tuntas. Berikut tabel 4.3 menyajikan kategori nilai siswa yang tuntas dan tidak tuntas.

Dari tabel 4.3 diperoleh hasil bahwa terdapat 16 siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 74 ≤ � ≤ 100 . Artinya 16 siswa tersebut mendapat nilai tuntas. Kemudian terdapat 34 siswa yang mendapatkan nilai dalam rentang 0 ≤

� ≤ 73, berarti 34 siswa tersebut mendapat nilai tidak tuntas. Jumlah siswa yang mendapat nilai tidak tuntas lebih banyak dari pada jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas.

Tabel 4.2 Tabel Ringkasan Nilai Tes Rentang Total Nilai Banyak siswa

90 ≤ � ≤ 100 3

Tabel 4.3 Tabel Kategori Tuntas dan Tidak Tuntas Rentang Total Nilai Banyak siswa Keterangan

74 ≤ � ≤ 100 16 Tuntas

0 ≤ � ≤ 73 34 Tidak Tuntas

Total 50

Gambar 4.1 Diagram Batang Hasil Tes Siswa

Berdasarkan diagram pada gambar 4.1, dapat dilihat bahwa banyak siswa yang memperoleh nilai pada rentang 90 - 100 adalah 3 orang. Siswa yang memperoleh nilai pada rentang 80 - 89 cukup banyak yaitu 8 orang. Siswa yang memperoleh nilai 60 - 69 jumlahnya juga cukup banyak yaitu 7 orang. Pada rentang nilai 70 - 79 dan juga 20 - 29, siswa yang memperoleh pada kedua rentang tersebut sama yaitu sebanyak 6 orang. Untuk siswa yang memperoleh nilai diantara 40 - 49 dan 50 - 59 jumlahnya juga sama dan terhitung cukup sedikit yaitu 2 orang. Siswa yang memperoleh nilai pada rentang 30 - 39 merupakan jumlah yang paling banyak diantara rentang nilai yang lain yaitu 9 orang. Siswa yang memperoleh nilai pada rentang nilai 0 - 9 yaitu 1 orang, jumlah ini merupakan jumlah yang paling sedikit.

Analisis hasil tes selanjutnya adalah untuk mengetahui jenis - jenis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal. Seperti telah didiskusikan pada Bab 2, Newman mengusulkan analisis kesalahan dalam lima tahap seperti dalam Tabel 4.4. Misalnya siswa melakukan kesalahan pada tahap transformasi dan ketrampilan, maka siswa tersebut melakukan kesalahan pada tahap 3 dan 4.

Tabel 4.4 Kesalahan-Kesalahan Siswa Menurut Prosedur Newman.

Tabel 4.5 berikut menyajikan kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian untuk setiap nomor. Jika tertulis “3,4”, subjek tersebut melakukan kesalahan untuk tahap 3 dan tahap 4. Jika subjek tidak melakukan kesalahan maka ditulis dengan lambang “-“. Indikator kesalahan menurut prosedur Newman ini merujuk pada halaman 10.

Tabel 4.5 Kesalahan Siswa Menurut Newman untuk Setiap Nomor No Subyek Kesalahan Menurut Prosedur Newman

Soal1 Soal

No Subyek Kesalahan Menurut Prosedur Newman

No Subyek Kesalahan Menurut Prosedur Newman

Keterangan: 1. Tanda “-” berarti siswa tersebut tidak melakukan kesalahan sama sekali.

2. Tanda “NA” berarti siswa tidak menuliskan jawaban sama sekali.

Berdasarkan tabel 4.5, nomor soal yang siswa paling banyak melakukan kesalahan adalah nomor 8. Hanya ada 4 siswa yang tidak melakukan kesalahan sama sekali. Sebagian besar siswa hanya benar pada tahap 1, yaitu tahap membaca soal. Beberapa siswa melakukan kesalahan pada proses transformasi dan keterampilan. Dari tabel tersebut, bisa dilihat pada beberapa nomor tertentu sebagian siswa tidak mengerjakan soal sama sekali sehingga peneliti tidak dapat melakukan analisis terhadap hasil pekerjaan siswa tersebut.

Pada tabel 4.6 berikut menyajikan total skor berdasarkan jenis kesalahan yang dituliskan persubjek.

Tabel 4.6 Banyaknya Kesalahan yang Dilakukan Siswa untuk Setiap Tahap Menurut Newman

No Subyek Total Kesalahan Berdasarkan jenis kesalahan Kesalahan

No Subyek Total Kesalahan Berdasarkan jenis kesalahan

Dari tabel 4.6, total kesalahan membaca yang dilakukan oleh siswa adalah 10 kali dilakukan. Kesalahan membaca soal merupakan kesalahan yang paling sedikit dilakukan oleh siswa dibandingkan dengan kesalahan pada tahap yang lain. Kesalahan pada tahap memahami soal juga termasuk sedikit, yaitu sebanyak 45 kali. Kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa adalah kesalahan dalam proses keterampilan, total 214 kali dilakukan. Selanjutnya, kesalahan pada tahap transformasi tidak jauh beda dengan kesalahan pada tahap keterampilan.

Kesalahan pada tahap transformasi dilakukan sebanyak 185 kali. Kemudian, kesalahan pada penarikan kesimpulan yaitu sebanyak 80 kali dilakukan. Total kesalahan keseluruhannya adalah 534.

Tabel 4.7 berikut menyajikan persentase total kesalahan untuk setiap tahap.

Tabel 4.7 Persentase Kesalahan untuk Setiap Tahap

Tahap Uraian Banyaknya

Kesalahan Persentase

1 Membaca soal 10 1,87 %

2 Memahami soal 45 8,43%

3 Transformasi 185 34,64 %

4 Ketrampilan 214 40,08 %

5 Penarikan kesimpulan 80 14,98 %

Total Kesalahan 534 100%

Jika Tabel 4.6 dan 4.7 menyajikan analisis kesalahan secara keseluruhan, Tabel 4.8 berikut menyajikan analisis jenis kesalahan untuk setiap nomor.

Tabel 4.8 Banyak Kesalahan untuk Setiap Soal

Soal

Total Kesalahan Berdasarkan Tahapan Newman Kesalahan

Berdasarkan Tabel 4.8, kesalahan yang seringkali dilakukan siswa untuk tahap membaca soal terdapat pada nomor 5 dan 8 yaitu sebanyak 3 kesalahan.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan nomor 6, yaitu terdapat 2 kesalahan pada tahap membaca soal. Untuk soal nomor 1, 2 dan 4 tidak terdapat kesalahan membaca soal yang dilakukan oleh siswa.

Pada tahap memahami soal, terdapat paling banyak kesalahan pada nomor 8, yaitu sebanyak 12 kesalahan. Untuk soal nomor 5 terdapat juga kesalahan yang cukup banyak, yaitu 8 kesalahan. Selanjutnya terdapat 6 kesalahan yang dilakukan siswa pada soal nomor 6. Untuk kesalahan yang paling sedikit terjadi yaitu pada soal nomor 1 sebanyak 3 kesalahan. Hal ini tak jauh berbeda dengan soal nomor 2, 3, 4, dan 7 yaitu terdapat 4 kesalahan pada masing - masing nomornya.

Pada tahap penarikan kesimpulan terdapat paling banyak kesalahan pada nomor 5, yaitu sebanyak 12 kesalahan. Nomor 8 juga terdapat kesalahan yang cukup banyak yaitu 11 kesalahan. Jumlah kesalahan tersebut tidak jauh berbeda dengan nomor 4 dan 7 yaitu terdapat 10 kesalahan yang dilakukan siswa.

Kemudian pada nomor 2 terdapat paling sedikit kesalahan diantara soal yang lainnya, yaitu 6 kesalahan.

Tabel 4.9 menyajikan tahap menurut prosedur Newman yang berhasil dicapai oleh subjek untuk setiap nomor. Jika subjek berhasil mengerjakan soal dengan benar, maka subjek tersebut telah melakukan kelima tahap dalam prosedur Newman dengan benar. Jika subjek penelitian benar mengerjakan soal sampai tahap transformasi, maka subjek tersebut hanya berhasil melakukan prosedur Newman dengan benar sampai tahap ketiga.

Tabel 4.9 Tahap Menurut Prosedur Newman yang Berhasil Dicapai oleh Siswa No Subyek Tahapan Berdasarkan Prosedur Newman

Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Soal 6 Soal 7 Soal 8

1. S01 5 5 5 5 2 5 5 2

2. S02 5 5 5 2 2 5 3 2

3. S03 5 5 5 5 2 5 5 2

4. S04 1 1 1 1 - - -

-No Subyek Tahapan Berdasarkan Prosedur Newman

-Keterangan: isian “-“ artinya tahapan Newman tidak dapat diidentifikasi karena siswa tidak menuliskan jawaban.

Data yang ditampilkan dalam Tabel 4.9 diolah menjadi Tabel 4.10, yaitu tabel yang menyajikan banyaknya subjek yang berhasil mencapai tahap tertentu untuk setiap nomor.

Tabel 4.10 Rekapitulasi Pencapaian Tahapan Newman oleh Siswa untuk Setiap Nomor.

Berdasarkan Tabel 4.10, dapat dilihat bahwa untuk soal 1, yang berkaitan dengan keliling lingkaran, sebagian besar siswa sudah berhasil mencapai tahap kelima yaitu 24 siswa. Kemudian terdapat sebagian besar siswa yang berhasil mencapai pada tahap kedua yaitu 17 siswa. Selanjutnya untuk soal 2, yang berkaitan dengan keliling lingkaran terdapat paling banyak siswa yang berhasil mencapai pada tahap kelima yaitu ada 32 siswa. Pada soal nomor 2 ini, persentase pencapaian siswa yang berhasil sampai pada tahap 5 jumlahnya paling banyak dibandingkan soal nomor lainnya. Siswa yang mampu mencapai pada tahap kedua juga cukup banyak yakni 12 siswa.

Pada soal nomor 3 yang berkaitan dengan luas lingkaran, siswa yang mampu mencapai pada tahap kelima jumlahnya cukup banyak yaitu 18 siswa.

Tidak jauh berbeda dengan siswa yang mampu mencapai pada tahap kedua jumlahnya cukup banyak juga yaitu 14 siswa. Kemudian untuk soal nomor 4 yang berkaitan dengan luas, terdapat sedikit siswa yang mampu melewati semua tahap hingga tahap kelima. Siswa yang mampu mencapai pada tahap kelima adalah sebanyak 8 siswa. Pada soal nomor 4 ini, paling banyak siswa mampu mencapai pada tahap kedua yaitu 28 siswa.

Pada soal nomor 5, siswa yang berhasil mencapai pada tahap kelima adalah 8 siswa. Soal ini berkaitan dengan luas lingkaran dan paling banyak siswa berhasil mencapai pada tahap kedua yaitu 19 siswa. Pada soal ini siswa yang mencapai tahap keempat hanya sedikit siswa yaitu 6 siswa. Kemudian pada soal nomor 6 yang berkaitan dengan jari - jari lingkaran, cukup banyak siswa yang dapat berhasil mencapai tahap kelima, yaitu 26 siswa. Namun pada tahap ketiga dan keempat tidak ada siswa yang berhasil mencapai pada tahapan tersebut.

Pada soal nomor 7 yang berkaitan dengan soal aplikasi keliling lingkaran, siswa yang mencapai tahap kelima adalah 14 siswa. Persentase tersebut cukup banyak dibandingkan persentase pada tahap-tahap yang lainnya. Selanjutnya pada soal nomor 8, yang berkaitan dengan aplikasi luas lingkaran hanya ada sedikit siswa yang berhasil mencapai tahap kelima yaitu 4 siswa. Terdapat paling banyak siswa yang mampu berhasil pada nomer ini yaitu pada tahap kedua 23 siswa.

Secara umum dari kelima tahap tersebut, paling banyak siswa mampu melalui tahap kedua yakni tahap memahami soal yang jumlahnya sebanyak 137 total jawaban siswa. Tidak jauh berbeda dengan tahap kedua, pada tahap kelima siswa yang mampu menyelesaikan hingga tahap kelima cukup banyak yakni 134 total jawaban siswa. Kemudian terdapat 10 jawaban siswa yang belum dapat melalui tahap apapun sehingga disebut tahap ke-nol. Tidak jauh berbeda dengan jumlah pada tahap ke-nol, siswa yang mampu melalui tahap keempat yaitu sebanyak 23 total jawaban siswa. Selanjutnya, pada tahap pertama dan kedua jumlahnya tidak jauh berbeda yaitu sebanyak 36 dan 31.

Setelah peneliti memaparkan hasil berupa tabel-tabel diatas, peneliti akan menampilkan beberapa contoh pekerjaan siswa yang sudah tepat dan yang masih salah sebagai ilustrasi. Berikut beberapa ilustrasi jawaban siswa.

Gambar 4.2 Ilustrasi Jawaban Siswa yang Tepat no 1

Gambar 4.2 memberikan ilustrasi siswa yang bisa menjawab soal dengan benar dan memperoleh skor maksimal pada soal nomor 1. Pada gambar 4.2 terlihat bahwa siswa dapat menyelesaikan soal dengan tepat dan lengkap.

Gambar 4.3 Ilustrasi Jawaban Siswa yang Tepat no 3

Gambar 4.3 yang menampilkan pekerjaan siswa dengan jawaban yang tepat juga. Siswa mampu mengerjakan soal dengan lengkap dan sesuai dengan jawaban yang diminta oleh soal.

Gambar 4.4 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Membaca Soal no 3

Gambar 4.4 merupakan suatu ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam proses membaca soal pada nomor 3. Siswa menuliskan diameter dari karpet adalah 210 m, akan tetapi diameter yang benar adalah 210 cm. Sehingga siswa tersebut melakukan kesalahan pada tahap pertama yaitu tahap membaca soal.

Gambar 4.5 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Membaca Soal no 8

Gambar 4.5 memberikan ilustrasi lain mengenai kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam proses membaca soal pada nomor 8. Siswa menuliskan diameter dari lubang donat adalah 14 cm. Padahal dalam soal diameter lubang donat hanyalah 1,4 cm.

Gambar 4.6 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Memahami Soal no 2

Ilustrasi untuk tahap memahami soal terdapat pada gambar 4.6. Gambar tersebut menyajikan kesalahan pada nomor 2. Siswa melakukan kesalahan pada saat memahami pertanyaan yang ditanyakan dalam soal. Siswa tersebut menulis yang ditanyakan pada soal adalah luas taman. Seharusnya yang ditanyakan pada soal adalah jarak tempuh selama 5 kali putaran. Hal tersebut berkaitan dengan konsep keliling taman bukan luas taman.

Gambar 4.7 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Memahami Soal no 4

Gambar 4.7 memberikan ilustrasi mengenai kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam proses memahami soal pada nomor 4. Siswa menuliskan yang ditanyakan pada soal adalah luas kolam. Padahal seharusnya yang ditanyakan pada soal adalah luas jalan setapak.

Gambar 4.8 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Transformasi no 1

Gambar 4.8 memberikan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam proses transformasi untuk soal nomor 1. Siswa sudah dapat menuliskan informasi - informasi yang terdapat pada soal dengan benar, tetapi melakukan kesalahan dalam memodelkan permasalahan ke dalam bentuk matematika.

Gambar 4.9 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Transformasi no 2 Ilustrasi lain diberikan pada Gambar 4.9 yang menampilkan pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap transformasi untuk soal nomor 2.

Terlihat bahwa siswa tersebut mampu menuliskan informasi - informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan sesuai, akan tetapi siswa tidak dapat memodelkan ke dalam bentuk matematika. Siswa juga melakukan kesalahan pada tahap memahami soal karena siswa tidak mengetahui apa yang sebenarnya ditanyakan pada soal. Siswa tersebut tidak menghitung keliling lingkaran namun mencari luas lingkaran. Akan tetapi rumus luas lingkaran yang siswa tulis juga tidak tepat.

Gambar 4.10 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Keterampilan no 3 Pada gambar 4.10 terdapat ilustrasi kesalahan siswa pada tahap keterampilan untuk soal nomor 3. Siswa tersebut salah saat menghitung perkalian 3,14 dan juga 105. Siswa menuliskan hasilnya adalah 129,70 padahal hasil yang benar adalah 329,7. Hasil penghitungan ini sangat mempengaruhi penghitungan pada tahap berikutnya sehingga hasil akhir yang didapatkan oleh siswa juga mengalami kesalahan.

Gambar 4.11 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Ketrampilan no 7 Ilustrasi pada Gambar 4.11 menampilkan pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap keterampilan untuk soal nomor 7. Terlihat

bahwa siswa tersebut melakukan mampu menuliskan informasi - informasi yang terdapat pada soal dengan sesuai dan benar, siswa juga sudah dapat memodelkan kedalam bentuk matematika. Akan tetapi siswa melakukan kesalahan dalam penghitungan yaitu pada saat siswa menghitung harga pita. Satuan yang digunakan masih dalam bentuk centimeter (cm) akan tetapi seharusnya diubah ke meter terlebih dahulu sebelum dikali dengan harga pita tersebut.

Gambar 4.12 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Penarikan Kesimpulan no 3

Pada gambar 4.12 menunjukkan bahwa terdapat kesalahan siswa pada tahap terakhir yaitu saat menuliskan kesimpulan. Pada proses pengerjaan siswa sudah menjawab soal dengan cukup lengkap dan sudah menggunakan konsep yang sesuai yaitu luas lingkaran. Akan tetapi siswa melakukan kesalahan pada soal nomor 3. Siswa menuliskan luas permukaan karpet adalah 346,5m.

Seharusnya satuan yang benar adalah m2 karena yang ditanyakan pada soal berupa luas permukaan.

Gambar 4.13 Ilustrasi Kesalahan Siswa pada Tahap Penarikan Kesimpulan no 5 Dari ilustrasi lain yang ditunjukkan pada gambar 4.13 siswa melakukan kesalahan pada tahap penarikan kesimpulan untuk soal nomor 5. Siswa menuliskan kesimpulan luas taplak meja tersebut adalah 6368,5 cm. Hal tersebut salah karena seharusnya satuan untuk luas taplak meja tersebut adalah 6368,5 cm2.

Berdasarkan tabel - tabel dan ilustrasi yang telah dipaparkan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat 1,87% siswa melakukan kesalahan pada tahap membaca soal. Persentase kesalahan pada tahap membaca soal merupakan presentase terkecil dibandingkan dengan presentase pada tahap lainnya. Kemudian pada tahap kedua yaitu pada tahap memahami soal terdapat 8,43% kesalahan. Tahap ketiga yaitu tahap transformasi terdapat 34,64%

kesalahan. Tahap keempat merupakan tahapan yang paling banyak siswa melakukan kesalahan yaitu tahap ketrampilan sebesar 40,08%. Pada tahap terakhir yaitu tahap penarikan kesimpulan terdapat 14,98% siswa melakukan kesalahan.

Dokumen terkait