BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
G. Deskripsi Jabatan
Deskripsi tugas dan tanggung jawab seorang direktur utama agar tetap suses dalam tugasnya dalam mengevaluasi perusahaan maka direktur utama memiliki tugas pokok yakni:
a. Memimpin seluruh dewan atau komite dan para manajer
b. Memimpin rapat umum dalam hal untuk memastikan pelaksanaan SOP serta menjelaskan menyimpulkan tindakan dan kebijakan c. Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya
dengan dunia luar
d. Memainkan peran terkemuka serta menentukan visi sehingga tercapai keselarasan dan efektifitas
e. Mengambil keputusan pada situasi tertentu yang dianggap perlu yang sebelumnya perlu ditetapkan dalam miting
f. Menjalankan tanggung jawab sesuai dengan standar etika dan hukum
g. Memantau atau mengawasi kinerja para manager 2. Manager keuangan
Manager keuangan memiliki tugas pokok yaitu sebagai berikut :
a. Menetapakan struktur keuangan entitas, yaitu menetapkan kebutuhan entitas akan data untuk sekarang ( modal kerja jangka pendek) dan masa depan ( keperluan investasi jangka panjang) dan menetapkan sumber dana yang dfapat menutup
kebutuhan-kebutuhan itu secara sehat,didalam prinsipnya, kebutuhan-kebutuhan dana jangka pendek dibiayai oleh sumber jangka pendek, dan kebutuhan dana jangka panjang dibiayai dari sumber jangka panjang.
b. Mengalokasikan dana sedemikian rupa agar dapat memperoleh tingkat efisiensi atau profitabilitas yang oftimal.
c. Mengemndalikan keuangan perusahaan dengan mengandakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah penyimpangan dan pengambilan langka perbaikan jika terjadi penyimpangan didalam pelaksanaan usaha dan memengaruhi struktur keuangan dan alokasi dana.
3. Manager pemasaran
Tugas pokok manager pemasaran yaitu pekerjaan manager pemasaran memiliki benerapa dimensi, dia mampu menciptakan dan memelihara kenyataan untuk memutuskan organisasi pasar, manager harus mengurus kepemimpinan secara langsung pada tim pemasarannya., bertanggung jawab untuk berkreasi, memperhatiakn dan menganalisa pelanggan, pasar, pesaing dan hubungan relasi mereka, memiliki keterampilan menganalisa, menempatkan perkembangan dan kemampuan untuk memamhami secara sistem.
a. Pelanggan dan lingkunagnnya b. Struktur pasar, ukuran dan trin
c. Kebutuhan penelitian pemasaran dan struktur penelitian d. Pesaing, kekuatan dan kelemahan seperti lingkungan
e. Struktur industri dan kekuatan pasar terdampar persaingan lingkungan
f. Sumber-sumber perusahaan dan kompetensi, kekuatan dan kelemahan
4. Manager teknik
Manager teknik memiliki tugas pokok yaitu
a. Mengkoordinasiakan dan mengendalikan kegiatan dibidang perencanaan teknik, produksi, distribusi dan perawatan teknik.
b. Mengkoordinasikan dan mengendalikan pemeliharaan instalasi, produksi, sumber mata air dan sumber mata air tanah.
c. Mengkoordinasiakan kegiatan-kegiatan pengujian peralatan teknik dan bahan-bahan kimia.
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh direktur utama.
e. Dalam menjalankan tugasnya, direktur teknik bertanggung jawab kepada direktur utama.
BAB V
HASIL DAN PENELITIAN
A. Kebijakan Akuntansi yang berlaku pada PT.CITRA ROMAN
Kebijakan akuntansi yang berlaku pada PT. Citra Roman yaitu kebijakan yang merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi termasuk identifikasi yang berbagai alternatif.
Kebijakan-kebijakan itu terdiri dari prioritas program pengeluaran, prioritas program pemilihan, prioritas mekanisme politik, untuk mencapai suatu tujuan eksplisit perusahaan.
Kebijakan akuntansi pada perusahaan tersebut dapat mempengaruhi prinsip-prinsip akuntansi yang sfesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip akuntansi pada PT.Citra Roman.secara umum kebijakan akuntansi yang diterapkan pada PT. Citra Roman meliputi pilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. Pertimbangan dan atau pemilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Sasaran pilihan kebijakan yang paling tepat akan menggambarkan realitas ekonomi perusahaan secara tepat dalam bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi.
B. Penanaman investasi dalam rangka peningkatan laba usaha
Penanaman investasi pada PT.Citra Roman Makassar dapat mempengaruhi laba usaha yang terjadi pasa perusahaan tersebut, pada PT.Citra Roman Makassar untuk melakukan proses investasi, sebagai investor perlu memiliki berbagai strategi dalam melakukan investasi agar sebagai investor tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang salah, kurang menguntungkan atau bahkan tidak menguntungkan.
Keputusan investasi dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut:
a. Metode Net Present Value
Net Present value adalah selisih antara nilai sekarang dari cash flow
dengan nilai sekarang dari investasi. Dengan metode ini pertama yang harus dilakukan adalah menghitung present value dari penerimaan dengan tingkat discount rate tertentu, kemudian dibandingkan dengan present value dari investasi. Keputusan dari penilaian dengan metode
ini bila selisih antara PV dari cash flow lebih besar berarti nilai NPV bernilai posotif, artinya investasi yang dijalankan layak, dan sebaliknya apabila selisih PV dari cash flow lebih kecil dibanding dengan PV investasi, maka investasi dipandang tidak layak.
Rumus untuk mencari metode Net Present Value:
2011 ROA = EBIT
= 16,189
b. Metode Payback Period
Payback period adalah suatu metode yang diperlukan untuk menutup
kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas yang diterima, atau dengan kata lain bahwa payback period digunakan untuk mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan kembali seperti semula.
Rumus untuk mencari metode payback period:
2011 ROE = EAT
4.460.000.000
= 24,7555
c. Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara present value dari penerimaan dengan present value dari investasi. Bila Profitability Index lebih besar dari 1 maka proyek investasi layak untuk dijalankan.
Rumus untuk mencari metode Profitability Index:
2011 Profit Margin = Penjualan bersih – HPP
C. Laporan keuangan PT.CITRA ROMAN
Dalam menguraikan hasil penelitian agar terlihat besar kecilnya laba yang diperoleh PT.Citra Roman, dapat diuraikan dalam bentuk tabel seperti berikut:
Keterangan 31-Des-2010 31-Des-2011 KETERANGAN 31-DES 2010 31-DES 2011
1 Aktiva Lancar 1 Passiva lancar - -
a. Kas dan bank 300.000000 375.000.000 a. Hutang dagang - -
b. Piutang/tagihan 249.000.000 249.000.000 b. Hutang lain-lain b. Persediaaan 850.000.000 850.000.000
Total passiva lancar - -
2 Hutang jangka panjang a. Hutangbank/BUMN
(kredit)
900.000.000 950.000.000 Total aktiva lancar 1.399.000.000 1.689.000.000 b. Hutang lain-lain 160.000.000 165.000.000
Total hutang jangka panjang
1.060.000.000 1.115.000.000
2 Aktiva tetap 3 Modal
a. tanah dan bangunan 4.500.000.000 5.300.000.000 a.modal 3.754.000.000 4.460.000.000 b. kendaraan 166.000.000 140.000.000 b.laba bersih 1.501.600.000 1.784.000.000 c. peralatan/inventaris 250.000.000 230.000.000
Total aktiva tetap 4.916.000.000 5.670.000.000 Total modal 5.255.600.000 6.244.000.000 Total aktiva 6.315.000.000 7.359.000.000 Total passiva 6.315.600.000 7.359.000.000
Sumber Data : Laporan Neraca PT.Citra Roman, 2014
Pada data tabel 5.1 neraca PT.Citra Roman Dari tahun 2010-2011 mengalami peningkatan. Dapat dilihat dari laba bersihnya yaitu tahun 2010 sebesar Rp. 1.501.600.000 dan tahun 2011 sebesar Rp 1.784. 000.000 atau sebesar 0,8%
Tabel 5.2 Total pengeluaran Rp. 270.000.000 Rp. 324.000.000 Laba sebelum pajak Laba bersih Rp. 920.081.250 Rp. 1.104.097.500 Laba bersih per bulan Rp. 76.673.437 Rp. 92.008.125,00 Sumber Data : Laporan Laba Rugi PT.Citra Roman, 2014
Pada tahun 5.2 laporan laba/rugi PT. Citra Romandari periode 2011-2012 mengalami peningkatan sebesar
0,8% dimana tahun 2011 laba bersih pertahun sebesar Rp. 920.081.250 dan tahun 2012 sebesar Rp 1.104.097.500.
Tabel 5.3
PT.CITRA ROMAN REKAP OMZET
NO BULAN OMZET
1 JANUARI 115.000.000.00
2 FEBRUARI 138.000.000.00
3 MARET 172.500.000.00
4 APRIL 215.531.250.00
5 MEI 269.531.250.00
6 JUNI 323.437.500.00
7 JULI 388.125.000.00
8 AGUSTUS 465.750.000.00
9 SEPTEMBER 465.750.000.00
10 OKTOBER 323.437.500.00
11 NOVEMBER 215.625.000.00
12 DESEMBER 138.000.000.00
TOTAL 3.230.781.250.00
RATA-RATA 269.231.770.83
Sumber Data : Rekap Omzet PT. Citra Roman, 2014
Pada tabel diatas omzet PT.CITRA ROMAN selama tahun 2012 nilai tidak menetap seperti pada bulan Januari hingga bulan Agustus mengalami kenaikan yakni dari Rp. 115.000.000 sampai Rp. 465.750.000 selanjutnya pada bulan september tidak mengalami perubahan yakni sebesar Rp.
465.750.000 namun pada bulan oktober mengalami penurunan omzet dan jika di jumlahkan keseluruhan omzet pada tahun 2012 mencapai Rp.3.320.781.250 dan jika di rata-ratakan berkisar Rp. 269.231.770,83, Kualitas yang menurun
1. Penurunan komisi penjualan
2. Turunnya kegiatan sales atau pemasaran 3. Standarnisasi harga jual yang tinggi
Faktor eksternal :
1. Perubahan selerah investor 2. Hadirnya saingan baru
3. Hadiran terobosan-terobosan baru dari pesaing
D. Hasil Wawancara
1. Bagaimana kebijakan yang dilakukan PT. CITRA ROAMAN dalam meningkatkan laba usaha?
Jawaban : kebijakan-kebijakan yang dilakukan PT. CITRA ROMAN yakni mengoptimalkan di bidang pemasaran karena kita ketahui dasar keuangan bersumber dari hasil penjualan.
2. Apakah dengan cara menanamkan investasi pada PT. CITRA ROAMAN dapat meningkatkan laba?
Jawaban : terlihat jelas hubungan antara investasi dan peningkatan laba perusahaan, sebab latar belakang PT. CITRA ROMAN merupakan perusahaan property yang ditujukan kepada investor, maka dari situ
kebijakan investasi oleh investor dalam artian transaksi jual beli baik itu perumahan maupun tanah kapling sehingga PT. CITRA ROMAN dapat meningkatkan laba usahanya.
3. Dari mana sumber informasi yang diketahui masyarakat utamanya penjualan pada PT. CITRA ROMAN?
Jawaban : para investor yang biasa diketahui sebagai investor sendiri memperoleh informasi tentang hal yang di pasarkan oleh PT. CITRA ROMAN dapat diperoleh dari liputan media, jejaring sosial, penyebaran brosur, pameran, hingga mulut kemulut (word of mouth).
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan
Kebijakan Akuntansi dari suatu entitas pelaporan adalah prinsip akuntansi yang spesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen dari entitas tersebut sebagai yang paling sesuai dengan kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan karena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan.
Investasi dalam bidang property, selain mendapat keuntungan dari harga property yang makin menanjak, juga mendapat cashflow yang bisa mendapat sumber pendapatan tetap anda apabila disewakan, perubahan omzet yang terjadi diduga dipengaruhi oleh faktor internal seperti:
1. Kualitas yang menurun 2. Penurunan komisi penjualan
3. Turunnya kegiatan sales atau pemasaran 4. Standarnisasi harga jual yang tinggi
Faktor eksternal :
1. Perubahan selerah investor 2. Hadirnya saingan baru
3. Hadiran terobosan-terobosan baru dari pesaing
B. Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan penigkatan laba usaha, adalah sebagai berikut:
1. Jadikan setiap orang staf penjualan
Memberikan ruang gerak kepada semua staff untuk memasarkan dalam artian pengembangan karier yang bersifat kontra prestasi yang dinilai dengan reward hasil penjualan.
2. Memaksimalkan arus kas
Salah satu cara terbaik untuk membuat arus kas menjadi stabil ialah memberikan retainer pra bayar atau rencana pembayaran berjalan. Kontrak pemeliharaan ialah cara lain untuk menciptakan sumber pemasukan baru. Pertimbangan biaya pembaruan kontrak setiap bulan atau tahun dan aturlah pembayaran kredit untuk hindari biaya atau manfaatkan diskon dan persyaratan yang lebih baik.
3. Perbaikan pemasaran
Dalam pemasaran diharapkan agar tim pemasaran mengupayakan meningkatkan strategi-strategi serta lihai dalam menerawang kondisi pasar maupun pesaing demi mengalihkan perhatian-perhatian para calon investor.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim, (2005:4). Analisis investasi. Salemba Empat. Jakarta
Choliq, Abdul dkk, (2004:33,41,59). Evaluasi Proyek, suatu pengantar, cetakan keempat, cetakan kedua. Bandung
Djawanto, (2003:51) Pokok-pokok Analisis Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Jakarta
Fahmi Irham,( 2006:22) Analisis Investasi, Dalam Persfektif Ekonomi dan Politik.
Harahap Sofyan S. (2011:5) Teori Akuntansi,Edisi revisi cetakan 11,Jakarta
Kartinata, Abbas, (2013:112) Analisis Belanja, edisi ke 7, PT. Bina Aksara, Jakarta
Manullang, M, 2013. Pokok-pokok Pembelanjaan, Manajemen Keuangan, edisi ke tiga, Liberty, Jakarta.
Marsis Adi S (2003:17). Rahasia Terbesar Investasi.cetakan pertama,penerbit Second Hope,Yogyakarta
Riyanto, Bambang, (2004:124) Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi ke tujuh, cetakan kedelapan, Fakultas Ekonomi Gadjahmada. Yogyakarta Sarwedi, 2002. Investasi Asing Langsung di Indonesiadan Faktor yang
Mempengaruhina. Vol. 4no. 1 mei 2002.
Van Horne, James C. 2000. Manajemen dan Kebijakan keuangan perusahaan, edisi ketujuh, penerbit Intermedia Jakarta.
WEB
http://arissusetyo.blogspot.com/2012/12/keputusan-investasi.html
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laba_usaha&action=edit§ion=1