BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA
2. Deskripsi Kegiatan Penelitian
semester akhir. Dalam segala keterbatasan ini komunitas SMU Budi Mulia yang terdiri dari siswa, guru dan karyawan bersama-sama bangkit dengan semangat belajar yang tinggi untuk kecerdasan siswa.
2. Deskripsi Kegiatan Penelitian
Desain pembelajaran yang digunakan oleh peneliti adalah eksperimen-discovery. Siswa melakukan percobaan, mengamati, mencatat data dan selanjutnya membuat kesimpulan. Masing-masing siswa melakukan setiap kegiatan yang terdapat di dalam LKS. Alat yang digunakan adalah satu set untuk semua siswa, sehingga dilakukan bergantian. Pada saat satu siswa melakukan praktek, siswa lain ikut memperhatikan dan mengamati sambil menunggu gilirannya melakukan praktikum. Dalam praktek ini juga terjadi diskusi kecil dan sanggahan-sanggahan untuk siswa yang sedang melakukan praktikum dari siswa lain. Sanggahan-sanggahan paling sering terjadi pada saat membuat rangkaian, mentransfer gambar rangkaian menjadi rangkaian nyata dan juga pada saat pembacaan skala pada multimeter.
Kegiatan penelitian terbagi dalam tiga kelompok kegiatan. Kegiatan yang pertama adalah perkenalan dan pengamatan awal. Tujuan diadakannya perkenalan adalah agar pada saat penelitian siswa sudah tidak asing lagi kepada peneliti sehingga para siswa tidak merasa canggung serta malu kepada peneliti di saat para siswa harus menyampaikan ide atau pendapat tentang materi yang akan diajarkan oleh peneliti. Bentuk
42
kongkrit kegiatan pertama ini adalah peneliti masuk pada kelas penelitian (kelas X) bersama dengan guru mata pelajaran fisika. Guru mata pelajaran memperkenalkan peneliti kepada para siswa, lengkap dengan tujuan dan misi yang dibawa oleh peneliti datang ke sekolah tersebut. Selanjutnya guru mata pelajaran membuat penjadwalan bahwa dua pertemuan yang akan datang akan digunakan untuk mengadakan penelitian. Kegiatan perkenalan dan pengamatan ini dilaksanakan pada hari senin, 25 Januari 2010. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh informasi apakah alat-alat dan bahan yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran sudah tersedia atau belum di sekolah tersebut.
Kegiatan yang berikutnya diadakan pada hari selasa, 2 Februari 2010. Kegiatan yang diadakan adalah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode eksperimen-discovery. Lama waktu yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tiga kali jam mata pelajaran atau 3 x @45 menit yaitu pada jam pelajaran keempat sampai dengan jam pelajaran keenam. Kegiatan awal yang dilakukan adalah mengenali alat ukur dan fungsinya. Pada bagian ini peneliti memberikan sedikit informasi tentang besaran-besaran listrik. Peneliti juga menanyakan satuan dari tegangan dan satuan dari besaran kuat arus. Para siswa ternyata masih sedikit ingat konsep-konsep yang dulu sudah pernah dipelajari pada waktu SMP.
Selanjutnya peneliti memberikan penjelasan cara mengkalibrasikan alat ukur sebelum digunakan untuk mengukur besaran tertentu. Tujuan pengkalibrasian alat ukur adalah agar hasil pengukuran menggunakan alat
43
ukur tersebut valid atau akurat. Selanjutnya masing-masing siswa secara bergantian mengkalibrasikan alat ukur. Sebelum alat ukur dikalibrasikan oleh siswa, alat ukur tersebut dikacaukaan dulu akurasinya oleh peneliti. Sehingga pelan-pelan siswa mengkalibrasikan alat ukur tersebut hingga keadaan yang presisi. Pada kegiatan ini pun siswa diminta menunjukkan syarat ketika multimeter dikalibrasi. Syarat tersebut adalah selector fungsi diarahkan pada pilihan ohmmeter ( ).
Kegiatan selanjutnya adalah penggunaan multimeter untuk berbagai keperluan pengukuran besaran-besaran listrik. Secara khusus multimeter difungsikan untuk mengukur tegangan dan kuat arus yang mengalir pada rangkaian listrik yang tertutup. Pertama-tama dinyatakan dulu kepada siswa bahwa besaran tegangan dan kuat arus yang akan diukur adalah tegangan dan kuat arus untuk arus searah DC (Direct Curent), sehingga selector pada multimeter diarahkan pada pilihan arus searah. Untuk mengukur tegangan arus searah digunakan DCV dan untuk mengukur kuat arus pada arus searah digunakan pilihan DCA. Setelah peneliti memberikan pengarahan tentang cara mengfungsikan multimeter, peneliti langsung meminta siswa untuk melakukan aktifitas penggunaan multimeter untuk berbagai keperluan. Pada saat siswa melakukan aktifitas ini secara bergantian, peneliti meminta mereka menunjukkan batas ukur tertentu. Misalnya untuk satu siswa peneliti meminta siswa tersebut untuk menunjukkan bagaimanakah cara mengatur multimeter yang difungsikan untuk mengukur tegangan dan sekaligus dengan menggunakan batas ukur
44
50 volt. Untuk siswa lain peneliti meminta multimeter difungsikan sebagai voltmeter ataupun ampermeter dengan batas ukur tertentu.
Kegiatan diskusi dan saling mempertahankan argument mendominasi kegiatan praktikum. Pada saat satu siswa membuat rangkaian, siswa lain memperhatikan sambil melihat LKS yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Tiba-tiba satu siswa memberikan sanggahan “….kui ora ngono, iki lo gambare….” (itu tidak begitu, ini gambarnya) sambil menunjukkan gambar rangkaian di LKS pada siswa yang sedang melakukan percobaan dan juga kepada siswa lain seolah ingin mencari dukungan pembenaran.
Kegiatan pembuatan rangkaian dilakukan oleh siswa tanpa diberi contoh oleh peneliti. Peneliti hanya memberikan panduan pembuatan rangkaian melalui gambar rangkaian pada LKS. Sehingga pada kegiatan ini siswa sungguh-sungguh mengubah rangkaian dari gambar menjadi rangkaian nyata. Pada kegiatan ini terjadi proses transformasi gambar ke dalam bentuk nyata dan juga pemikiran tentang prosedur pemasangan kabel. Di sini terlihat jelas langkah demi langkah proses yang dilakukan oleh siswa. Satu siswa melakukan aktifitas ini, siswa lain menyimak sambil membandingkan dengan gambar yang terdapat pada LKS. Begitu dilakukan oleh setiap siswa secara bergantian. Pada kegiatan ini peneliti hanya memantau dan memperhatikan segala yang dilakukan oleh para siswa. Pada saat seorang siswa selesai membuat satu rangkaian dan ia bertanya apa sudah benar. Jika rangkaian memang sudah benar peneliti
45
akan meng-iyakan, namun apabila rangkainnya masih salah peneliti memberikan kesempatan untuk mengulanginya lagi sampai benar.
Kegiatan yang selanjutnya adalah memasang alat ukur pada rangkaian yang baru saja dibuat. Pada kegiatan ini pun peneliti membiarkan siswa melakukan aktifitas itu sendiri hanya dengan panduan LKS dan monitoring dari siswa lain. Ada dua tahap pengukuran yang dilakukan dalam kegiatan ini. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah mengukur tegangan dan kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian yang tertutup. Sesuai dengan petunjuk gambar pada LKS multimeter dirangkai paralel dengan beban ketika akan mengukur tegangan pada beban tersebut dan dirangkai seri terhadap beban ketika hendak mengukur kuat arus yang mengalir pada beban tersebut. Pada kegiatan ini masing-msing siswa mendapat kesempatan untuk melakukan setiap kegiatan pengukuran, baik mengukur tegangan maupun kuat arus, pada rangkaian seri dan juga rangkain paralel.
Sanggahan-sanggahan yang terjadi adalah terkait angka yang ditunjukkan oleh jarum pada multimeter. Para siswa masih sering keliru dalam membaca angka mana yang harus digunakan, walaupun pada awalnya sudah disepakati digunakan batas ukur tertentu.
Kegiatan praktek yang paling akhir adalah membuat kesimpulan dari apa yang sudah dipelajari. Proses penyimpulan ini lebih nampak seperti sebuah diskusi. Masing-masing siswa menyumbangkan idea atau
46
usulan. Semua pendapat itu ditampung oleh semua siswa dan ditulis sebagai sebuah kesimpulan bersama. Sistematika penyimpulan dilakukan setiap selesai melakukan percoban untuk satu jenis rangkaian. Contohnya setelah selesai melakukan percobaan untuk rangkaian yang tersusun seri langsung diadakan penyimpulan definisi rangkaian seri. Setelah menyimpulkan baru dilanjutkan pada materi berikutnya yaitu rangkaian paralel. Setelah selesai melakukan urutan rangkaian kegiatan untuk memahami rangkaian paralel pun para siswa kembali megadakan diskusi untuk menyimpulkan definisi rangkaian paralel. Data yang diperoleh dari kegiatan yang kedua ini adalah lembar kerja siswa yang dikumpulkan oleh masing-masing siswa dan data proses yang dilakukan oleh siswa dalam menggunakan alat ukur listrik. Data proses ini dicatat dalam lembar observasi.
Pada pertemuan berikutnya yaitu pada hari senin, 8 Februari 2010 peneliti kembali mengadakan penelitian. Kali ini data yang diambil adalah pemahaman yang berhasil dibangun oleh siswa melalui kegiatan eksperimen-discovery yang sudah dilakukan. Peneliti menggunakan test akhir (posttest). Posttest berisi soal-soal yang harus dijawab secara individu oleh setiap siswa. Dalam mengerjakan soal posttest tidak boleh saling berdiskusi. Alasan paling mendasar yang digunakan oleh peneliti dengan tidak diperbolehkannya kerjasama di antara siswa adalah supaya apa yang tertulis dalam jawaban masing-masing siswa sungguh-sungguh pemahaman pribadi yang dibangun oleh masing-masing siswa. Sehingga
47
akan terlihat bagaimana kualitas pemahaman yang dibangun oleh setiap siswa melalui semua kegiatan eksperimen-discovery yang sudah dilakukan.