• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Lukisan “Jauh”

BAB II KAJIAN SUMBER DAN METODE PENCIPTAAN

A. Konsep dan Tema Lukisan

7. Deskripsi Lukisan “Jauh”

Gambar XV: “Jauh” Pastel dan akrilik di atas kertas

Lukisan berjudul “Jauh” di atas merupakan penggambaran seorang anak Down Syndrome yang sedang memandang jauh. Penggambaran tersebut dapat dilihat dari sorot mata anak yang memandang jauh, ekspresi dan mimik wajah yang ada pada anak. Selain itu lukisan di atas memiliki daya tarik yang berbeda dari lukisan sebelumnya, yaitu dari gerak gigi yang menggigit bibir, gerak alis ke atas pada wajah anak, sehingga menambah keunikan anak dari gerak dan ekspresi, hal ini menunjukkan bahwa anak pada lukisan ini memiliki tingkat intelegensi (IQ) tingi. Anak yang memiliki intelegensi (IQ) tinggi, cenderung memiliki gerak dan ekspresi yang aktif, seperti anak pada lukisan ini, sehingga penulis merasa tertarik untuk memilih anak ini sebagai objek lukisan, selain itu terdapat pula daya tarik lainnya pada pencahayaan serta warna lukisan yang menggunakan warna cerah.

Lukisan pada gambar di atas dibuat dengan komposisi asimetris. Komposisi asimetris digambarkan pada objek anak yang terletak di bidang sebelah kanan dengan format landscape. Penggunaan format landscape sendiri bertujuan untuk menampilkan ruang yang luas dalam menggambarkan ekspresi dan gerak objek lukisan, sehingga mencapai kesesuaian atau integrasi antara unsur-unsur seni rupa dengan susunan yang dinamis, dan termasuk agar tercapainya proporsi yang menarik serta artisitik.

Objek di sebelah kanan bidang kertas merupakan Point of Interest pada lukisan. Dimana penggambaran objek lebih menekankan pada bentuk wajah dan ekspresi wajah anak. Sedangkan dalam proses penggambaran bentuk wajah, dan ekpresi wajah objek, penulis menggunakan foto untuk mendapatkan kemiripan

bentuk maupun warna secara realistik. Proses visualisasi objek pada lukisan ini dibuat dengan menggunakan Proporsi wajah manusia melalui sketsa yang dapat dilihat dari letak maupun proporsi mata, hidung, bibir dan telinga. Selain itu penggunaan Proporsi dimaksudkan untuk mendapatkan suatu keseimbangan (Balance) pada lukisan ini.

Warna-warna yang medominasi lukisan ini adalah warna Orange kekuningan sehingga cenderung terlihat lebih terang. Hal itu dikarenakan warna Orange kekuningan banyak terdapat pada objek lukisan maupun pada latar belakang objek. Namun pada bagian objek anak Down Syndrome terdapat warna lain yang digunakan, seperti warna kulit pada objek anak Down Syndrome yang menggunakan warna merah muda kekuningan (Pale Orange) sebagai warna penyeimbang antara warna-warna gelap seperti coklat kemerahan (Brown), merah tua (Bronze), coklat, dan hitam, serta warna-warna terang, seperti warna kuning, Yellow Ochre serta warna putih (White).

Pada bagian wajah dibuat dengan mengguakan warna-warna gelap serta kontras untuk memberikan kesan cahaya, seperti warna hitam (Black), biru gelap/biru tua (Prussian),biru laut (Pale Blue), warna dari background Orange kekuningan dan warna putih (White). Adapun pemilihan warna lain yang digunakan seperti warna pada topi yang menggunakan warna abu-abu untuk bagian gelap atau bagian yang tidak terkena sinar matahari, dan warna putih sebagai Aksentuasi cahaya yang ada pada topi serta pemberian warna biru pada List topi. Sedangkan pewarnaan pada bagian-bagian detail seperti rambut, alis, mata, hidung, bibir, dan telinga, menggunakan warna netral seperti pada lukisan-

lukisan sebelumnya. Penggunaan warna tersebut antara lain adalah warna putih, abu-abu dan hitam, serta warna-warna pendukung lainnya. Pemilihan warna Orange pada background dimaksudkan sebagai penyeimbang (Balance) antara objek dan Background yang flat. Sedangkan secara sifat, warna Orange memiliki karakter ceria, sehingga memiliki kedekatan karakter melalui ekspresi pada objek.

Warna-warna yang dominan seperti, Orange, putih, merah muda kekuningan, kuning kecoklatan, hitam dan putih pada objek dalam lukisan ini berfungsi sebagai perwujudan dari karakter objek anak Down Syndrome serta atribut yang dikenakan, dan warna yang berfungsi sebagai kesatuan (Unity) pada lukisan ini.

Secara keseluruhan, teknik yang digunakan pada lukisan ini sama dengan lukisan-lukisan sebelumnya, yaitu menggunakan perpaduan antara teknik kering dengan membuat tumpukan garis atau arsir dari pastel dan teknik basah dengan cat akrilik pada media kertas. Namun bentuk arsir yang terdapat pada objek lukisan ini memiliki perbedaan dari bentuk dan ukuran garis. Pada bagian wajah anak banyak menggunakan garis melengkung dan bentuk garis yang sedikt lebih panjang. Hal itu dapat dilihat dari garis yang terdapat pada pipi, dagu, leher, rambut dan kelopak mata. Bagian detail wajah pada objek, seperti garis kelopak mata, garis kerutan mata, hidung, bibir dan garis daun telinga banyak menggunakan garis yang cenderung padat dan berukuran pendek. Selain itu pada bagian detail wajah, penulis banyak menggunakan pensil wana untuk mendapatkan detail yang maksimal. yang tidak terjangkau bila menggunakan pastel. Hal itu dikarenakan ukuran ujung pastel yang digunakan sedkit lebih besar,

dibandingkan pensil warna. Sedangkan pada bagian atribut topi, garis cenderung padat dan berukuran panjang. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan karakter kain tebal yang terdapat pada topi.

Pembuatan latar belakang atau Background pada lukisan ini dilakukan setelah pewarnaan dasar objek secara menyeluruh, dengan menggunakan bantuan kuas berukuran sedang. Setelah membuat background kemudian penulis melakukan proses pewarnaan keseluruhan objek serta membuat detail pada objek dengan menggunakan pensil warna untuk mencapai hasil yang diinginkan, serta agar tercapainya kemiripan dengan objek sesunguhnya. Setelah semuanya dirasa memiliki komposisi dan kesatuan yang seimbang, barulah proses akhir atau Finishing dengan melihat ulang keseluruhan lukisan.

Secara keseluruhan lukisan di atas merupakan penggambarkan seorang anak Dowwn Syndrome melalui karakter wajah, dan ekspresi wajah anak Down Syndrome yang ditampilkan kedalam sebuah lukisan. Penggambaran tersebut kemudian divisualisasikan ke dalam bentuk lukisan potret dengan pendekatan realistik dalam format landscape. Pada lukisan berjudul “Jauh” di atas penggambaran seorang anak Down Syndrome ditampilkan dengan ekspresi wajah yang sedang memandang jauh. Penggambaran tersebut dapat dilihat dari sorot mata anak, ekspresi dan mimik wajah yang ada pada anak. Selain itu lukisan di atas memiliki daya tarik yang berbeda dengan lukisan sebelumnya. Perbedaan itu terdapat dari gerak gigi yang menggigit bibir, gerak alis ke atas pada wajah anak, sehingga menambah keunikan anak dari gerak dan ekspresi. Daya tarik yang

lainnya juga terdapat dari pencahayaan dan warna lukisan yang cenderung menggunakan warna cerah.

Dokumen terkait