• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

4.2.1 Deskripsi Modul

Menurut Sanjaya (2012:257), yang dimaksud dengan modul merupakan salah satu sumber belajar berbentuk cetak yang memiliki program lengkap, mulai dari rumusan tujuan, materi pembelajaran, cara mempelajarinya, tugas, hingga soal evaluasi yang harus dikerjakan siswa untuk mengukur keberhasilan dalam belajar. Modul diharpkaan mampu menuntun pembelajar secara mandiri dalam menguasai sebuah materi. Modul digital Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Keindonesiaan dengan Metode Active

Learning disusun berdasarkan tujuan yang akan dicapai.

Bagian inti terdiri dari dua kegiatan belajar atau bab. Modul digital ini disusun menyesuaikan dengan Kompetensi Dasar 3.7 Mengdentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulis dan Kompetensi Dasar 4.7 Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang telah dibaca. Kegiatan belajar satu berisikan materi karakteristik cerita rakyat dan unsur

dalam kegiatan belajar satu. Aktivitas pertama yakni memahami karakteristik dan unsur intrinsik cerita rakyat yang dilengkapi dengan soal-soal tingkat pemahaman literal. Aktivitas kedua yaitu menentukan isi, karakteristik, dan unsur intrinsik cerita rakyat yang dilengkapi dengan soal-soal tingkat pemahaman interpretasi.

Kegiatan belajar dua berisikan materi nilai-nilai cerita rakyat, nilai-nilai karakter keindonesiaan dalam cerita rakyat, dan langkah langkah menceritakan kembali isi cerita rakyat. Bagian kegiatan belajar dua juga terdiri dari dua aktivitas utama. Aktivitas pertama yakni menilai relevansi nilai-nilai cerita rakyat dengan kehidupan sehari-hari yang disertai dengan soal-soal tingkat pemahaman kritis. Aktivitas kedua yaitu menceritakan kembali isi cerita rakyat yang disertai dengan soal-soal tingkat pemahaman kreatif.

Kegiatan membaca yang terdapat dalam modul menerapkan teori membaca pemahaman. Smith dalam Somadayo (2011:9) menyebutkan bahwa membaca pemahaman adalah proses yang dilakukan pembaca untuk menghubungkan informasi yang lama dengan yang baru. Penggabungan informasi lama dengan yang baru bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan baru. Setiap aktivitas membaca terdiri dari tahap prabaca, saat baca, dan pasca baca yang kemudian disajikan soal-soal sesuai dengan tingkat pemahaman. Soal-soal tersebut terdiri dari tingkat literal, interpretasi, kritis, dan keratif yang mengacu pada tingkat pemahaman Smith (dalam Ampuni, 1998).

Modul pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Keindonesiaan dengan Metode Active Learning

sebagai aktivitas instruksional yang melibatkan pembelajar secara aktif dalam mengerjakan sesuatu dan berpikir tentang apa yang mereka lakukan. Keaktifan siswa dalam berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi hal utama yang diperhatikan dalam metode active learning. Modul Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Keindonesiaan dengan Metode

Active Learning menuntut siswa untuk mampu berdinamika kelompok secara

aktif, mencari informasi secara aktif, dan memecahkan masalah secara mandiri ataupun berkelompok.

Modul pembelajaran yang peneliti susun ini menggunakan cerita rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta. Suhita dan Purwahida (2018:39) mendefinisikan cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang dalam masyarakat tradisional yang disebarkan secara lisan dari generasi ke generasi. Cerita rakyat yang digunakan yaitu Kyai Bodho, Ki Ageng Paker, Goa Kiskenda, dan Raksasa Penjaga Gunung Merapi dalam buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa

Yogyakarta karya Dhani Priyo Prabowo. Cerita rakyat yang digunakan dipilih

berdasarkan nilai-nilai yang memuat nilai karakter keindonesiaan, sehingga sesuai dengan kebutuhan.

Aspek penyajian modul Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Keindonesiaan dengan Metode Active Learning

mengacu pada Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:21-25) yang terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan terdiri dari halaman judul, kata pengantar, deskripsi modul, petunjuk penggunaan, daftar isi, dan kompetensi inti. Bagian isi atau inti terdiri dari dua kegiatan belajar/bab yaitu

dari tujuan kompetensi, peta konsep, pengantar, materi pokok, contoh, aktivitas membaca, soal latihan, rangkuman, tes formatif, dan refleksi.

Bagian penutup terdiri dari tes evaluasi, daftar pustaka, kunci jawaban, dan glosarium. Tes evaluasi bertujuan untuk mengkukur kemampuan siswa dalam mempelajari modul. Daftar pustaka disajikan agar siswa mampu menemukan sumber referensi yang terdapat dalam modul. Kunci jawaban berfungsi untuk mencocokan hasil tes formatif dan tes evaluasi. Glosarium merupakan daftar kata-kata operasional yang terdapat di dalam modul.

Aspek bahasa yang digunakan dalam modul Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Keindonesiaan dengan Metode

Active Learning adalah sederhana dan komunikatif. Hal tersebut bertujuan agar

siswa dapat memahami setiap materi dan perintah yang terdapat di dalam modul dengan mudah. Selain itu juga agar tidak membuat siswa bingung dalam memaknai setiap kata atau kalimat.

dengan standar yang ada. Ukuran kertas yang digunakan adalah A4 (21cm x 29,7cm). Bagian sampul menggunakan beberapa jenis huruf yaitu League Spartan, Berkshire Swash, Advent Pro Bold, dan Roboto.. Pada bagian isi,

peneliti menggunakan tiga jenis huruf yaitu Times New Roman, STZhongsong, Rockwell Extra Bold, Calibri, dan Forte. Materi ditulis dengan huruf Time New

Roman dengan ukuran 14 spasi 1,5 dan cerita rakyat ditulis dengan huruf

STZhongsong dengan ukuran 14 spasi 1. Tujuan dari perbedaan spasi antara

materi dengan bahan bacaan adalah untuk membedakan keduanya.

Dalam aspek media, peneliti menggunakan video dan audio untuk menambah variasi. Video yang disajikan berada pada bagian materi ataupun aktivitas membaca, sedangkan audio digunakan untuk bagian pendahuluan modul dan beberapa perintah dalam isi modul. Terdapat pula tombol-tombol navigasi yang berguna untuk perintah tertentu. Seperti tombol play untuk memutar video, tombol anak panah untuk membuka slide, dan sebagainya.

Modul Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Keindonesiaan dengan Metode Active Learning ini disusun dengan

memberikan daya tarik tersendiri. Pertama, modul Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat ini belum banyak ditemukan. Dalam kenyataannya kemampuan membaca pemahaman sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Sebab kegiatan membaca pemahaman menuntut siswa untuk mampu berpikir dari hal yang mudah ke hal yang lebih rumit. Kedua, modul pembelajaran ini bukan dalam bentuk konvensional atau cetak, melainkan dalam bentuk digital. Kebutuhan saat ini mendorong perubahan dari bentuk konvensional ke digital sesuai dengan

mempermudah dan menarik siswa dalam belajar. Selain itu dengan adanya audio dan video yang digunakan akan menambah inovasi dalam sebuah modul pembelajaran. Ketiga, cerita rakyat yang digunakan berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Penggunaan cerita yang berasal dari daerah lingkungan/tempat tertentu diharapkan mampu menambah wawasan siswa. Selain itu juga untuk menanamkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut.

Dokumen terkait