• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek penelitian

Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa terletak di Jalan

Masjid Raya No.30 Sungguminasa merupakan salah satu lembaga Pemerintah

bertugas sebagai pengelola, pengatur perkembangan pendidikan di lingkup daerah di Kabupaten Gowa. Dengan jumlah pegawai 322 orang yang terbagi atas 4 satuan kerja, yaitu 88 orang pegawai kantor dinas, 25 penilik PNS, Pegawai SMP, SMA, dan SMK sebanyak 150 orang dan Pengawas SD, SMP, SMA, dan SMK sebanyak 59 orang. Hal ini sangat berpengaruh dalam terlaksananya program Kelas Tuntas Berkelanjutan secara teknis.

Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa Kota mempunyai bangunan seluas 740 m², yang berdiri di atas tanah pemerintah seluas tanah 1.604 m² dengan jumlah ruangan sebanyak 12 ruangan. Yang masing-masing ruangan digunakan sesuai dengan bagian dan bidangnya.

1. Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa

a. Susunan Organisasi Sesuai dengan Keputusan Bupati Gowa Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Pedoman Uraian Tugas Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa maka Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa terdiri atas :

1) Kepala Dinas 2) Sekretaris :

a) Sub Bagian Umum Kepegawaian; b) Sub Bagian Kepegawaian; c) Sub Bagian Keuangan.

3) Sub Dinas Bina Program, terdiri dari : a) Seksi Perencanaan;

b) Seksi Pengendalian Evaluasi dan Pelaporan. 4) Sub Dinas TK/SD, terdiri dari :

a) Seksi Pendidikan;

b) Seksi Sarana dan Prasarana;

c) Seksi Tenaga Tehnis dan Non Tehnis. 5) Sub Dinas SLTP, terdiri dari :

a) Seksi Pendidikan.

b) Seksi Sarana dan Prasarana;

c) Seksi Tenaga Tehnis dan Non Tehnis. 6) Sub Dinas Sekolah Menengah, terdiri dari :

a) Seksi Pendidikan;

b) Seksi Sarana dan Prasarana;

c) Seksi Tenaga Tehnis dan Non Tehnis.

7) Sub Dinas Pendidikan Masyarakat Pemuda dan Olahraga, terdiri dari a) Seksi Pembinaan kepemudaan

b) Seksi Pengembangan Olahraga

c) Seksi Pengembangan Bakat dan Minat 8) Sub Dinas Kebudayaan, terdiri dari :

a) Seksi Kesenian;

b) Seksi Pengembangan Bahasa dan Budaya; c) Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan.

b. Kelompok Jabatan Fungsional.

Tugas pokok Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa adalah melaksanakan sebagian tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di bidang pendidikan dan olahraga kabupaten Gowa, Dengan uraian tugas sebagai berikut :

1) Kepala Dinas

Mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan pemuda dan olahraga.

2) Bagian Skretaris, terdiri dari :

Mempunyai tugas melaksanakan administrasi umum, perijinan, kepegawaian, dan keuangan sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

3) Sub Dinas Bina Program, terdiri dari :

Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana strategis dan program kerja tahunan Dinas, mengadakan monitoring dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

Mempunyai tugas melaksanakan urusan pendidikan, sarana prasarana serta tenaga tehnis dan non tehnis pada pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan pendidikan luar biasa sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

5) Sub Dinas SLTP, terdiri dari :

Mempunyai tugas melaksanakan urusan pendidikan, sarana prasarana serta tenaga tehnis dan non tehnis pada sekolah lanjutan tingkat pertama sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

6) Sub Dinas Sekolah Menengah, terdiri dari :

Mempunyai tugas melaksanakan urusan pendidikan, sarana prasarana serta tenaga tehnis dan non tehnis pada sekolah menengah sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. 7) Sub Dinas Pendidikan Masyarakat Pemuda dan Olahraga yaitu :

Mempunyai tugas melaksanakan urusan di bidang pendidikan pengetahuan dasar, pemuda, pramuka dan olah raga sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

8) Sub Dinas Kebudayaan, terdiri dari :

Mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pendidikan di bidang kesenian, pengembangan bahasa, dan budaya, serta sejarah,

dan kepurbakalaan sesuai dengan kebijakan tehnis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

9) Kelompok Jabatan Fungsional.

Kelompok jabatan fungsional di lingkungan dnas terdiri dari : a) Pranata Komputer.

b) Arsiparis. c) Pustakawan d) Guru Ahli.

B. Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan Program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan

Kinerja organisasi publik sebagai gambaran hasil kerja suatu instansi pemerintah dalam bidang tertentu dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu instansi dalam bidang tersebut. Kinerja organisasi publik sangat penting untuk mengetahui/mengukur tingkat pencapaian hasi suatu instansi publik sehingga dapat diketahui sejauh mana pemerintah telah bekerja untuk masyarakat. Penilaian kinerja organisasi publik dapat membantu mengetahui seberapa jauh keberhasilan suatu organisasi public dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, khususnya juga dapat digunakan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan perbaikan kinerja selanjutnya. Adanya penilaian kinerja organisasi publik dapat membantu dalam membentuk pencitraan diri/image pemerintah di hadapan publik. Karena jika kualitas pelayanan publik semakin baik tingkat kepuasan masyarakat (publik) dapat meningkat dan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa merupakan instansi/dinas yang bertugas mengadakan sosialisasi pelaksanaan Program Kelas Tuntas Berkelenjutan yang berada di setiap wilayahnya. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gowa sebagai bagian dari departemen pendidikan nasional yang melaksanakan tugas, fungsi, dan kewajibannya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan pendidikan baik formal maupun nonformal di Kabupaten Gowa. Dinas inilah yang melaksanakan peran departemen pendidikan dalam merealisasikan Program Kelas Tuntas Berkelenjutan guru di Kabupaten Gowa yang telah terlaksana selama kurang lebih 4 tahun tarakhir ini.

1. Peran Pemerintah Sebagai Pelopor

Pemerintah kabupaten Gowa mengembangkan kebijakan pendidikan yang disebut dengan istilah Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan yang disingkat dengan SKTB. Kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan untuk memajukan kualitas pendidikan dan memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkulitas. Kebijakan pemerintah Kabupaten Gowa tersebut telah dituangkan dalam buku yang dinamakan Naskah Akademik Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan.

Berikut hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa terkait pemerintah sebagai pelopor SKTB di Indonesia.

“… SKTB merupakan program yang sangat inovatif dan tidak perna ada di Kabupaten Gowa sebelumnya, yang kita tahu selama ini, jika siswa tidak mencapai nilai KKM maka siswa tersebut harus mengulang atau tinggal kelas, hingga siswa tersebut mampu mencapai standar nilai yang telah ditentukan, SKTB telah membawa dampak psikologis yang positif kepada siswa. SKTB telah

menyusun beberapa tahapan yang bisa membuat siswa mencapai nilai KKM sebelum penaikan kelas…”(wawancara IF, 15 Juni 2015)

Sesuai hasil wawancara diatas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa program SKTB akan membawa dampak psikologis yang positif kepada siswa, sebelum adanya program inovatif SKTB, siswa dihadapkan pada kenyataan harus tinggal kelas jika nilai peserta didik tidak mencapai KKM, tentunya ini akan menjadi beban mental yang berat bukan hanya bagi siswa tapi orang tua peserta didik.

Berikut ini hasil wawancara dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kab.Gowa mengenai peran pemerintah sebagai pelopor SKTB.

“..ini merupakan hasil pemikiran mendalam Pemerintah Gowa melihat sistem pendidikan di kabupaten Gowa yang belum menunjukkan dampak signifikan yang mampu menjawab tantangan global, maka lahirlah SKTB sebagai jawaban dalam globalisasi pendidikan yang tidak mengenal sistem tinggal kelas, SKTB telah berjalan kurang lebih 4 tahun dan menunjukkan hasil yang lebih baik dari sistem pendidikan sebelumnya, ini terlihat dari banyaknya lulusan SMP yang mampu melanjutkan kebangku SMA..” (wawancara SM, 16 Juni 2015)

Sesuai hasil wawancara diatas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa selama program SKTB yang telah berjalan kurang lebih 4 tahun. Ini terbukti dengan banyaknya peserta didik lulusan SMP yang melanjtkan pendidikan ke bangku SMA di kabupaten Gowa. Hal ini juga terkait dengan tidak adanya sistem tinggal kelas yang dapat menunda atau menghalangi siswa dalam melanjutka pendidikan ketingkat yang lebih tinggi.

Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan merupakan program unggulan pemerintah Kabupaten Gowa dalam dunia pendidikan dan merupakan program pertama di Indonesia, pemerintah telah melakukan beberapa langkah

awal untuk memperkenalkan SKTB kepada tokoh pendidik dan masyarakat sebagai berikut:

a. Mengadakan Workshop SKTB

Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) merupakan program unggulan bidang pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Gowa sejak tahun 2011. Agar program ini terus berjalan dengan baik maka dilakukan penguatan kapasitas bagi tenaga pengajar di Kabupaten Gowa melalui kegiatan workshop angkatan. Kegiatan workshop seperti ini perna berlangsung di Hotel Yasmin sebagai workshop kedua promosi SKTB.

Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda terus mempersiapkan diri mensukseskan Sistem Pembelajaran Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB). “Kesuksesan ini menjadi tanggung jawab bersama baik sebagai cabang dinas, pengawas maupun sebagai kepala sekolah, dan guru yang menjadi garda terdepan pelaksanaan pendidikan di daerah ini

Workshop SKTB ini merupakan kegiatan yang bertujuan menyamakan persepsi diantara tenaga pendidik dan kependidikan dalam penerapan Sistem Pembelajaran Kelas Tuntas Berkelanjuta (automatic promotion) serta terlaksananya SKTB pada sestiap satuan pendidikan di Kab Gowa.

Berikut ini hasil wawancara dengan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa

“..Peserta setelah workshop ini diharapkan memiliki pemahaman yang benar dan sama dalam menerapkan sistem pembelajaran kelas tuntas

secara optimal. Pemerintah Daerah dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan dan seluruh Guru harus memiliki persepsi yang sama dalam menjalanan program SKTB, karena pada dasarnya keberhasilan SKTB ada di pundak guru sebagai pasilitator untuk siswa dalam membimbing siswa memahami konsep SKTB di dalam kelas…” (wawancara SY, 19 Juli 2015)

Sesuai hasil wawancara di atas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa tujuan utama diadakannya Workshop SKTB adalah dalam rangka menyatukan pemahaman yang benar dan sama dalam menerapkan SKTB, mengingat guru memegang peranan penting dalam menjalanan program SKTB dan mendampingi siswa dalam memahami konsep SKTB yang akan siswa jalankan dalam memenuhi ketuntasan belajar yang diharapkan.

Berikut ini hasil wawancara dengan Guru di SMP Negeri 2 Barombong Kab.Gowa mengenai Workshop SKTB

“..Worksop SKTB sangat membantu para guru untuk memahami dan mengetahui bagaimana teknis pelaksanaan di sekolah dan bagaimana langkah awal yang harus para guru lakukan dalam menghadapi perubahan yang akan terjadi, karena SKTB merupakan program baru yang hanya dilaksanakan di Kabupaten Gowa, jadi kami membutuhkan banyak referensi dalam mengenal dan memahami SKTB agar siswa dapat menerima dengan baik dan mampu memenuhi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam program baru ini..” ( wawancara DM, 19 Juli 2015)

Sesuai hasil wawancara diatas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa guru sangat terbantu dalam adanya pelaksanaan workshop SKTB, Workshop ini akan memberi pemahaman dan pengetahuan kepada guru untuk dapat menjalankan secara teknis program

ini di sekolah, terutama dalam memberikan pemahaman kepada siswa, sehingga siswa mampu menjalankan program SKTB dengan maksimal.

b. Diskusi dan Uji Kelayakan SKTB Dengan Pakar Pendidikan

Dalam diskusi dan Uji Kelayakan SKTB Dengan Pakar Pendidikan Pemerintah Kabupaten Gowa menjelaskan pendidikan berkualitas menempatkan peserta didik sebagai subyek yang aktif belajar, memiliki pengetahuan, keterampilan afektif, kognitif, psikomotorik dalam membangun kebiasaan hidup yang sehat, mandiri, produktif, nasionalis, dan religius. Sehingga sistem pembelajaran Kelas Tuntas Berkelanjutan merupakan sistem yang dirasakan tepat untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas dan komprehensip untuk dapat mengembangkan potensi peserta didik sebagai manusia utuh.

Program ini akan terus dilanjutkan mengingat program SKTB sangat mampu membuat beban siswa dalam belajar lebih ringan, karena dalam SKTB terdapat 4 keutamaan yaitu: Pembelajaran tuntas berkelanjutan (kenaikan kelas dan promosi kesekolah/ jenjang pendidikan yang lebih tinggi secara otomatis, Pembelajaran yang menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS), Pembelajaran individual yang menggunakan system pembelajaran dengan modul.

Pelaksanaan SKTB pada hakikatnya adalah pemberian pelayanan pendidikan bagi semua peserta didik yang memiliki kemampuan, kecepatan, maupun kualitas belajar berbeda-beda. Agar pelaksanaan SKTB tepat sasaran maka perlu dilakukan langkah-langkah yang sistimatis

Peran serta Pemerintah dalam melaksanakan Program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) memberikan manfaat bagi peserta didik sebagai berikut:

1) Peserta didik lebih ditantang untuk belajar mencapai standar kompetensi yang dinyatakan dalam KKM. Rasa percaya diri peserta didik lebih meningkat

2) Kualitas hasil belajar peserta didik lebih meningkat dan lebih tinggi serta terjamin oleh sekolah karena tidak ada peserta didik yang bernilai di bawah satandar KKM

3) Peserta didik lebih bertanggung jawab atas beban belajar yang menjadi tanggungjawab karena mereka harus mencapai KKM

4) Dengan sistem kredit yang menjadi bagian yang terintregasi dari Kelas Tuntas Berkelanjutan, peserta didik memiliki kesempatan untuk menyelesaikan lebih cepat sehingga biaya yang dikeluarkan orangtua untuk keperluan pribadi bisa dihemat.

Berikut ini hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kab. Gowa mengenai Uji Kelayakan SKTB dengan Pakar Pendidikan.

“..SKTB memberikan dampak kepada yang berbeda terhadap perkembangan peserta didik, sekarang pesera didik tidak dibebankan dengan kata tinggal kelas, bahkan Pemerintah menyediakan beasiswa yang berdampak pada peningkatkan jumlah peserta didik untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, dua hal ini adalah bukti wujud nyata kepedulian Pemerintah di dunia pendidikan. SKTB memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan diri. Program ini harus terus dilanjutkan walau pada kenyataannya masih terdapat kekurangan pada tahap pengaplikasian dilapangan..”( wawancara IF, 15 Juni 2015)

Sesuai hasil wawncara diatas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) memberikan dampak yang sangat berbeda dengan perkembangan peserta didik dan Pemerintah menunjukkan kepeduliannya terhadap peserta didik melalui pemberian beasiswa.

Berikut ini hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SMPN 2 Bajeng Barat mengenai Uji Kelayakan SKTB dengan Pakar Pendidikan

“..SKTB bukan program coba-coba dalam mencari stategi peningkatan mutu pendidikan. Saat pertama kali mengaplikasikan program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan di sekolah ini, banyak perubahan mendasar yang kami lakukan, mulai dari mebuat konsep pengayaan, membuat penilaian hasil belajar Kelas Tuntas Berkelanjutan dan penentuan ketuntasan belajar dan remedial. Semua guru harus menguasai konsep dasar SKTB sehingga dapat diaplikasikan dengan maksimal dan tepat sasaran..” (wawancara BE, 17 Juni 2015)

Sesuai hasil wawancara diatas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa SKTB merupakan sebuah program unggulan dan semua elemen yang ada disekolah terutama guru harus beradaptasi dengan konsep baru yang ditawarkan oleh Pemerintah dalam SKTB, banyak perubahan mendasar dari program terdahulu dengan program SKTB, seperti membuat konsep pengayaan, membuat penilaian hasil belajar Kelas Tuntas Berkelanjutan dan penentuan ketuntasan belajar dan remedial sehingga guru dituntut untuk menguasai semua konsep yang ditawarkan. Sebagaimana hasil wawancara dengan beberapa informan diatas ditemukan beberapa kejelasan tentang Peran Pemerintah dalam Pelaksanaan Program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa yang paling penting

adalah dampak psikologis yang positif kepada siswa, memajukan kualitas pendidikan dan memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan diri. Dari teori yang dikemukakan oleh Siagian (200:116) dalam pelaksanaan program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) menjelaskan bahwa peranan Pemerintah dalam pembangunan sebagai pelopor ialah mengembangkan kebijakan pendidikan untuk memajukan kualitas pendidikan. Akan tetapi jika disimpulkan dari teori diatas dengan pengamatan penulis sesuai berjalan, karena dari segi peranannya Pemerintah telah melakukan beberapa langkah awal untuk memperkenalkan Program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) kepada tokoh pendidik dan masyarakat antara lain dengan mengadakan workshop, diskusi dan mengadakan uji kelayakan promram Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) dengan pakar pendidikan.

2. Peran Pemerintah Sebagai Inovator

Pelaksanaan SKTB pada hakikatnya adalah pemberian pelayanan pendidikan kepada semua peserta didik yang memiliki kamampuan, kecepatan maupun kualita belajar berbeda, agar pelaksanaan SKTB tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis dalam persiapan pembelajaran yang pertama mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan peserta didik, menggunakan informasi awal tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik, menggunakan informasi awal dalam proses pembelajaran.

Dalam proses menganalisa semua potensi yang ada maka pemerintah sebagai inovator telah mengembangkan dan menyempurnakan program

SKTB di kabupaten Gowa dengan berbagai inovasi baru terkait beberap hal sebagai berikut:

a. Mengembangkan Perencanaan Pembelajaran Kelas Tuntas Bekelanjutan Hasil analisis mengenai peserta didik yang telah dikemukakan diatas menjadi bahan bagi guru dan sekolah dalm mengembangkan silabus dan rancangan rencana pembelajaran (RPP). Selain analisis kemampuan peserta didik, untuk mengembangkan silabus dan RPP yang sesuai untuk Sistem Kelas Tuntas Bekelanjutan

b. Mengembangkan Kegiatan Kelas Tuntas Berkelanjutan

Kegiatan belajar Sistem Kelas Tuntas Bekelanjutan (SKTB) adalah proses belajar aktif. Proses belajar aktif dilakukan berdasarkan RPP yang sudah dikembangkan oleh guru.

c. Mengembangkan penilaian hasil belajar Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan. Penilaian hasil belajar sangat penting dalam Sistem Kelas Tuntas Bekelanjutan. Penilaian tersebut menentukan apakah seseorang sudah tuntas menguasai kompetensi yang dipersyaratkan yaitu yang dirumuskan dalam indicator KKM.

d. Mengembangkan penentuan ketuntasan belajar dan remedial

Penentuan ketuntasan belajar peserta didik dilakukan setiap saat guru memberikan ulangan harian, bulanan, ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) dan tugas-tugas. Pengelolaan hasil belajar peserta didik dari satu ulangan/ujian/ tugas memberikan dua informasi. Pertam informasi tentang nilai keseluruhan yang diperoleh peserta didik.

Kedua informasi tentang kemapuan apa yang belum dimiliki peserta didik.

e. Pengembangan pembelajaran remedial berkelanjutan

Pembelajaran remedial adalah bagia dalam Sistem Kelas Tuntas Bekelanjutan. Kelemahan dan kekurangan peserta didik dalam belajar dapat diperbaiki dalam pembelajaran remedial. Setiap saat setelah dilakukan penilaian guru dapat mengetahui kelemahan dan kekurangan peserta didik dalam belajar.

Berikut ini hasil wawancara dengan Guru di SMP Negeri 2 Barombong Kab.Gowa mengenai peran pemerintah sebagai inovator SKTB.

“..Dengan adanya beberapa inovasi atau pengembangan sistem pendidikan dalam SKTB seperti pengembangan pengayaan akan membuat siswa yang meimiki kecepatan berfikir atau kemampuan berfikir yang lebih baik dapat menentukan atau mengambil mata pelajaran tembahan tanpa harus menunggu materi pelajaran tertentu sesuai dengan dalam alokasi waktu di RPP, sementara peserta didik yang belum mampu memenuhi standar nilai kelulusan maka harus melakukan remedial hingga nilai mereka tuntas hal ini akan menjadi hal yang menantang bagi siswa dan guru sendiri..” (wawancaara DM, 8 Agustus 2015)

Sesuai hasil wawancara di atas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa dengan adanya rancangan SKTB dengan beberapa konten didalamnya seperti pengayaan dan remedial menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dan guru dalam mencapai target kriteria ketuntasan minimum KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Berikut ini hasil wawancara dengan Guru di SDN Limbung Putri Kab.Gowa mengenai peran pemerintah sebagai inovator SKTB

“..Banyak inovasi baru yang dikembangkan dalam SKTB dan itu sangat terasa bagi guru, karena guru yang terlibat dalam pembuatan RPP yang diadopsi dari pengembangan silabus SKTB terbaru. Tentu kami harus melakukan

penyusuain untuk mencapai target dan sasaran utama dari SKTB. Kami harus mempersiapkan konsep pengayaan dan remedial dengan terlebih dahulu menganalisa kelebihan dan kekurangan peserta didik..” (wawancara RD, 8 Agustus 2015)

Sesuai hasil wawancara di atas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa konten yang terdapat dalam SKTB seperti pengayaan dan remedial membuat guru harus melakukan persiapan yang lebih dalam menganalisa kelebihan peserta didik sebelum meberikan pengayaan atau remedial, karena hal ini akan memberikan hasil perkembangan siswa selama proses belajar di kelas.

Berikut hasi wawancara yang dilakukan penulis dengan staf Sub Dinas Bina Program Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kab.Gowa terkait pemerintah sebagai innovator

“..Sudah menjadi tugas kami dalam mengembangkan dan menguji setiap program pendidikan yang akan diluncurka, termaksud SKTB telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak termasuk dari beberapa pakar pendidikan yang ada di Indonesia. Program SKTB dianggap akan mampu membuat peserta didik lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan berfikir dan bersosialisasi karena tidak ada lagi pemetakan kelas pintar dan kelas kurang pintar, semuanya disama ratakan dalam satu kelas..” (wawancara HS, 17 Juni 2015)

Sesuai hasil wawancara diatas maka penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa program SKTB telah banyak mendapatkan dukungan dari beberapa pakar pendidikan di Indonesia karena dianggap mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dan meningkatkan interaksi sosial antar siswa karena tidak ada pemisahan antar kelas pintar dengan kelas yang kurang pintar jadi siswa bisa berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan temannya yang lebih pintar di dalam kelasnya.

Berikut ini hasil wawancara dengan Guru di SMAN 2 Bajeng Barat Kab.Gowa mengenai peran pemerintah sebagai inovator SKTB

“..Volume angka peserta didik yang melanjutkan ke jenjang Sekolah menengah Atas semakin meningkat di sekolah ini. Terbukti dengan peningkatan jumlah peserta didik baru disetiap kelas, bahkan sekolah kami menambah dua unit kelas baru untuk menampung mereka semua, ini salah satu dampak dari program Kelas Tuntas Berkelanjutan, SKTB membuat peserta didik tidak terbebani lagi dengan mata pelajaran yang dianggap siswa, karena SKTB menuntut guru untuk

Dokumen terkait