• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu dari 33 Provinsi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara geografis Provinsi DIY terletak ditengah Pulau Jawa bagian selatan. Bentuk wilayahnya menyerupai bangun segitiga dengan puncak Gunung Merapi dibagian utara dengan ketinggian ± 2.911 m diatas permukaan air laut, sedangkan pada bagian kaki, dua buah dataran membentang ke arah selatan membentuk dataran pantai yang memanjang di tepian Samudera Indonesia.

Secara astronomis Provinsi DIY terletak antara ͹.͵͵ - ͺ.ͳʹ

Lintang Selatan dan ͳͳͲ.ͲͲ - ͳͳͲ.ͷͲ Bujur Timur. Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut :

1. Sebelah Barat Laut berbatasan dengan Kabupaten Magelang 2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia 4. Sebelah Tenggara berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri 5. Sebelah Timur Laut berbatasan dengan Kabupaten Klaten

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

52

Dengan luas wilayah 3.185,80 ݇݉ atau 0,17 luas wilayah Indonesia, Provinsi DIY merupakan Provinsi terkecil setelah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan secara administratif meliputi 4 Kabupaten dan 1 kota yaitu : Kota Yogyakarta dengan luas 32,50 ݇݉(1,02); Kabupaten Bantul dengan luas 506,27 ݇݉ (15,91); Kabupaten Kulon Progo dengan luas 586,27

݇݉ (18,40); Kabupaten Gunung Kidul dengan luas 1.485,36 ݇݉ (46,62); dan Kabupaten Sleman dengan luas 574,82 ݇݉ (18,04).

Secara Fisiografis, Provinsi DIY dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) satuan wilayah yang terdiri dari :

a. Satuan Fisiografi Gunung Berapi Merapi, dengan luas ± 582,81݇݉ dan ketinggian 80-2911 m dpl.

b. Satuan Pegunungan Selatan, dengan luas ± 1.656,25 ݇݉ dan ketinggian 150-700 m dpl.

c. Satuan Pegunungan Kulon Progo, dengan luas ± 706,25݇݉ dan ketinggian 0-572 m dpl.

d. Satuan Dataran Rendah, dengan luas ± 215,62݇݉ dan ketinggian 0-80 m dpl.

Administrasi Pemerintahan di Provinsi DIY adalah Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemerintah Daerah bertanggungjawab sebagai eksekutif dan DPRD bertanggungjawab sebagai

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

53

legislatif.Provinsi DIY dipimpin oleh seorang Gubernur dengan Ibukota Provinsi adalah Kota Yogyakarta.

Menurut Estimasi Penduduk berdasarkan Sensus Penduduk (SP) 2010 pada Tahun 2012 jumlah Penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 3.514.762 jiwa yang terdiri dari : Kota Yogyakarta sebanyak 394.012 jiwa (11,21 %), Kabupaten Sleman sebanyak 1.114.833 jiwa (31,72 %), Kabupaten Bantul sebanyak 927.958 jiwa (26,40 %), Kabupaten Kulon Progo sebanyak 393.221 (11,19 %), dan Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 684.740 jiwa (19,48 %).

Provinsi DIY terdiri dari beberapa Pemerintah Kabupaten dan Kota yang jumlahnya 4 Kabupaten dan 1 Kota. Adapun daerah yang merupakan Pemerintahan Kabupaten dan Kota di Provinsi DIY yakni dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini :

Tabel 4.1

Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi DIY

No Kabupaten/Kota

1 Kota Yogyakarta 2 Kabupaten Sleman 3 Kabupaten Bantul 4 Kabupaten Kulon Progo 5 Kabupaten Gunung Kidul Sumber :www.yogyakarta.bpk.go.id

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

54 B. Analisis Rasio Keuangan Daerah

a. Rasio Kemandirian Keuangan Daerah

Rasio Kemandirian Keuangan Daerah merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Pemerintah daerah dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan sumber pendapatan yang diperlukan. Untuk menghitung Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dapat menggunakan rumus :

Rasio Kemandirian = ோ௘௔௟௜௦௔௦௜௉஺஽

ோ௘௔௟௜௦௔௦௜்௢௧௔௟௉௘௡ௗ௔௣௔௧௔௡஽௔௘௥௔௛x 100 %

Hasil dari perhitungan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Provinsi DIY selama lima tahun berturut-turut dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini :

Tabel 4.2

Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Tahun 2010-2014 (dalam persen)

2010 2011 2012 2013 2014

1 Kota Yogyakarta 22,00 24,05 29,22 29,25 32,24

2 Kabupaten Sleman 14,88 17,29 18,94 23,65 27,61

3 Kabupaten Bantul 8,27 10,92 12,46 14,75 19,70

4 Kabupaten Kulon Progo 7,63 6,79 8,39 9,57 14,16

5 Kabupaten Gunung Kidul 5,33 5,64 6,23 6,72 11,60

No Kabupaten/Kota Rasio Kemandirian Keuangan Daerah

Sumber: Data diolah, 2015

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

55

Tabel diatas menunjukkan rasio kemandirian setiap kabupaten dan kota di Provinsi DIY selama tahun 2010-2014. Pada tahun 2010, rasio kemandirian keuangan daerah tertinggi yaitu Kota Yogyakarta sebesar 22,00 %, sedangkan rasio kemandirian keuangan daerah terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 5,33 %. Pada tahun 2011, rasio kemandirian keuangan daerah tertinggi yaitu Kota Yogyakarta sebesar 24,05 % , sedangkan rasio kemandirian keuangan daerah terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 5,64 %. Pada tahun 2012, rasio kemandirian keuangan daerah tertinggi yaitu Kota Yogyakarta sebesar 29,22%, sedangkan rasio kemandirian keuangan daerah terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 6,23 %. Pada tahun 2013, rasio kemandirian keuangan daerah tertinggi yaitu Kota Yogyakarta sebesar 29,25 %, sedangkan rasio kemandirian keuangan daerah terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 6,72 %. Pada tahun 2014, rasio kemandirian keuangan daerah tertinggi yaitu Kota Yogyakarta sebesar 32,24 %, sedangkan rasio kemandirian keuangan daerah terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 11,60 %.

b. Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah

Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur hubungan antara besarnya hasil pemungutan PAD (Realisasi) dengan besarnya PAD yang dianggarkan. Untuk

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

56

menghitung Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah dapat menggunakan rumus :

Rasio Efektivitas PAD = ோ௘௔௟௜௦௔௦௜௉஺஽

஺௡௚௚௔௥௔௡௉஺஽X 100 %

Hasil Perhitungan Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah Provinsi DIY selama lima tahun berturut-turut dapat lihat pada tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3

Rasio Efektivitas PAD Tahun 2010-2014 (dalam persen) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Kota Yogyakarta 102,02 112,28 119,52 108,11 116,42 2 Kabupaten Sleman 99,71 111,46 124,92 131,02 120,72 3 Kabupaten Bantul 91,71 111,77 117,63 109,15 124,08 4 Kabupaten Kulon Progo 106,11 105,58 113,89 122,39 120,27 5 Kabupaten Gunung Kidul 103,85 113,57 98,51 108,81 110,35 No Kabupaten/Kota Rasio Efektivitas PAD

Sumber :Data diolah,2015

Tabel diatas menunjukkan Rasio Efektivitas PAD setiap kabupaten dan kota di Provinsi DIY selama tahun 2010-2014. Pada tahun 2010, rasio efektivitas tertinggiyaitu Kabupaten Kulon Progo sebesar 106,11 %, sedangkan rasio efektivitas terendah Kabupaten Bantul sebesar 91,71 %. Pada tahun 2011, rasio efektivitas tertinggi yaitu Kabupaten Gunung Kidul sebesar 113,57 % , sedangkan rasio efektivitas terendah Kabupaten Kulon

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

57

Progo sebesar 105,58 %. Pada tahun 2012, rasio efektivitas tertinggi yaitu Kabupaten Sleman sebesar 124,92 %, sedangkan rasio efektivitas terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 98,51 %. Pada tahun 2013, rasio efektivitas tertinggi yaitu Kabupaten Sleman sebesar 131,02 %, sedangkan rasio efektivitas terendah Kota Yogyakarta sebesar 108,11 %. Pada tahun 2014, rasio efektivitas tertinggi yaitu Kabupaten Bantul sebesar 124,08 %, sedangkan rasio efektivitas terendah Kabupaten Gunung Kidul sebesar 110,35 %.

c. Rasio Dana Alokasi Umum

Dana Alokasi Umum merupakan dana yang berasal dari APBN, yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Untuk menghitung Rasio Dana Alokasi Umum dapat menggunakan rumus :

Rasio Dana Alokasi Umum = ோ௘௔௟௜௦௔௦௜஽஺௎

ோ௘௔௟௜௦௔௦௜்௢௧௔௟௉௘௡ௗ௔௣௔௧௔௡஽௔௘௥௔௛x 100 %

Hasil perhitungan Rasio Dana Alokasi Umum Provinsi DIY selama lima tahun berturut-turut dapat lihat pada tabel 4.4 berikut ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

58 Tabel 4.4

Rasio Dana Alokasi Umum Tahun 2010-2014 (dalam persen) 2010 2011 2012 2013 2014

Dokumen terkait