• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1. Sejarah Singkat PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC)

PT. Bank Arta Graha Internasional, Tbk, berkedudukan di Jakarta Selatan. Semula didirikan dengan nama PT. Inter-Pacific Financial Corporation berdasarkan Akta Nomor 12 tanggal 7 September 1973, dengan ruang lingkup usaha sebagai lembaga keuangan bukan bank. Pada tanggal 10 Juli 1990, PT. Inter-Pacific Financial Corporation mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

PT. Inter-Pacific Financial Corporation berubah nama menjadi PT. Inter-Pacific Bank pada tahun 1992. Pada tanggal 24 Februari 1993, PT. Inter-Pacific Bank mendapat izin usaha sebagai bank umum. Berdasarkan Akta Nomor 44 tanggal 13 Juni 1997, PT. Inter-Pacific Bank berubah nama menjadi PT. Bank Inter-Pacific, Tbk.

Pada tanggal 14 April 2005, PT. Bank Artha Graha menggabungkan diri ke dalam PT. Bank Inter-Pacific, Tbk. Berdasarkan Akta Nomor 27 tanggal 12 Juli 2005, PT. Bank Inter-Pacific, Tbk berganti

4.1.2. Sejarah Singkat PT. Bank Bumi Arta, Tbk (BNBA)

PT. Bank Bumi Arta, Tbk didirikan di Jakarta pada tanggal 3 Maret 1967 dengan nama Bank Bumi Arta Indonesia. Pada tanggal 18 September 1976, Bank Bumi Arta mendapat izin Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk menggabungkan usahanya dengan Bank Duta Nusantara.

Selanjutnya seiring dengan Kebijaksanaan Pemerintah melalui Paket Oktober (PAKTP) 1988, dimana perbankan diberikan peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya, maka pada tanggal 20 Agustus 1991 dengan persetujuan dari Bank Indonesia, Bank Bumi Arta ditingkatkan statusnya menjadi Bank Devisa.

Sejak tanggal 14 September 1992 dengan izin dari Menteri Kehakiman RI Nama Bank Bumi Arta Indonesia diganti menjadi Bank Bumi Arta. Kemudian untuk memperkuat struktur permodalan dan operasional bank serta untuk lebih profesional dan transparan pada tanggal

1 Juni 2006 Bank Bumi Arta melaksanakan IPO (Initial Public Offering)

dan mencatatkan sahamnya ke Bursa Efek Jakarta.

4.1.3. Sejarah Singkat PT. Bank Central Asia, Tbk (BBCA)

PT. Bank Central Asia, Tbk mulai beroperasi pada 21 Februari

1957 dan berkantor pusat di Jakarta. Tahun 1977 PT. Bank Central Asia berkembang menjadi Bank Devisa. Pada tahun 1991, BCA mulai

menempatkan 50 unit ATM di berbagai tempat di Jakarta. Pengembangan jaringan dan fitur ATM dilakukan secara intensif.

Pada tahun 1998 PT. Bank Central Asia menjadi Bank Taken Over (BTO) dan disertakan dalam program rekapitalisasi dan restrukturisasi yang dilaksanakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Proses rekapitalisasi BCA selesai dan sebagian besar kredit yang disalurkan BCA dipertukarkan dengan Obligasi Pemerintah. Pemerintah Republik Indonesia melalui BPPN, menguasai 92,8% saham BCA.

Tahun 2000, BPPN melakukan divestasi 22,5% dari seluruh saham Bank Central Asia melalui Penawaran Publik Saham Perdana (IPO).

4.1.4. Sejarah Singkat PT. Bank CIMB Niaga, Tbk (BNGA)

Bank CIMB Niaga berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Di tahun 1987, Bank Niaga membedakan dirinya dari para pesaingnya di pasar domestik dengan menjadi yang pertama menawarkan nasabahnya layanan perbankan melalui mesin ATM di Indonesia.

Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada tahun 1989. Keputusan untuk menjadi perusahaan terbuka merupakan tonggak bersejarah bagi Bank dengan meningkatkan akses pendanaan yang lebih luas.

Pada bulan November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (CAHB), kini dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings), mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Di bulan Agustus 2007 seluruh kepemilikan saham berpindah tangan ke CIMB Group.

Pada bulan Mei 2008, nama Bank Niaga berubah menjadi Bank CIMB Niaga. Lippo Bank secara resmi bergabung ke dalam Bank CIMB

Niaga pada tanggal 1 November 2008 (Legal Day 1 atau LD1) yang

diikuti dengan pengenalan logo baru kepada masyarakat luas.

4.1.5. Sejarah Singkat PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDMN)

Danamon didirikan pada tahun 1956 sebagai Bank Kopra Indonesia. Di tahun 1976 nama tersebut kemudian diubah menjadi PT Bank Danamon Indonesia. Di tahun 1988, Danamon menjadi bank devisa dan setahun kemudian mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta.

Sebagai akibat dari krisis keuangan Asia di tahun 1998, pengelolaan Danamon dialihkan di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai BTO (Bank Taken Over).

Di tahun 1999, Pemerintah Indonesia melalui BPPN, melakukan rekapitalisasi sebesar Rp32,2 triliun dalam bentuk obligasi pemerintah. Sebagai bagian dari program restrukturisasi, di tahun yang sama PT Bank PDFCI, sebuah BTO yang lain, dilebur menjadi bagian dari Danamon.

Kemudian di tahun 2000, delapan BTO lainnya (Bank Tiara, PT Bank Duta Tbk, PT Bank Rama Tbk, PT Bank Tamara Tbk, PT Bank Nusa Nasional Tbk, PT Bank Pos Nusantara, PT Jayabank International dan PT Bank Risjad Salim Internasional) dilebur ke dalam Danamon. Sebagai surviving entity, Danamon bangkit menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

4.1.6. Sejarah Singkat PT. Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk (SDRA)

PT. Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk pertama kali didirikan

pada tahun 1906 dengan nama Vereeninging Himpoenan Soedara oleh para saudagar batik dan kulit di Bandung dan sekitarnya dengan tujuan utama untuk menyalurkan usaha jasa keuangan secara simpan pinjam.

Pada tanggal 11 November 1955, Menteri Keuangan memberikan

izin kepada Himpunan Saudara untuk melakukan usaha bank tabungan. Pada tahun 1967, Himpunan Saudara diwajibkan mengubah bentuk hukumnya dari Perkumpulan menjadi Perseroan Terbatas. Pada tanggal 15 Juni 1974, Perkumpulan Himpunan Saudara secara formal legal dibubarkan dan pada saat bersamaan itu pula didirikan PT. Bank Tabungan Himpunan Saudara (HS) 1906.

Pada bulan April 1992 PT. Bank Tabungan Himpunan Saudara

(HS) 1906 berubah menjadi PT. Bank HS 1906. Pada bulan Juli 1993, PT. Bank Himpunan Saudara 1906 beroperasi sebagai Bank Umum.

Pada tanggal 15 Desember 2006, PT. Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk melakukan penawaran harga saham perdana perseroan kepada masyarakat yang efeknya tercatat pada Bursa Efek Jakarta (BEJ).

4.1.7. Sejarah Singkat PT. Bank Bumiputera Indonesia, Tbk (BABP)

Bank ICB Bumiputera mulai beroperasi sejak 12 Januari 1990 dengan nama Bank Bumiputera, sebagai perusahaan yang dimiliki oleh AJB Bumiputera 1912, perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia.

Pada tahun 2002 Bank Bumiputera go public dan struktur

kepemilikan pemegang saham pada saat itu adalah AJB Bumiputera (37,50%), PT. Cipta Usaha Citra Dana (37,50%) dan Masyarakat (25,00%), dan setahun kemudian, mempertajam identitas perusahaan serta mempersingkat penyebutannya menjadi “Bank BP” agar lebih mudah dikenal dan diingat oleh konsumen.

4.1.8. Sejarah Singkat PT. Bank Kesawan, Tbk (BKSW)

Hampir 100 tahun yang lalu, pada tahun 1913, Khoe Tjin Tek dan

Owh Chooi Eng mendirikan NV Chunghwa Shangyeh (The Chinese

Trading Company Limited) di Medan.

Pada tahun 1958, NV Chunghwa Shangyeh resmi melakukan kegiatan sebagai Bank Umum. Tahun 1965 PT. Bank Chunghwa Shangyeh berganti nama menjadi PT. Bank Kesawan. Tahun 1996

Mendapatkan izin menjadi Bank Umum Devisa maupun Bank Persepsi, yaitu Bank yang dapat menerima setoran pajak.

Pada tahun 2001 PT Darmex Corporation berubah nama menjadi PT Adhi Tirta Mustika. Tahun 2002 Sistem operasional manual diganti menjadi sistem ‘on-line’ di seluruh cabang Bank Kesawan dan menjadi Bank Publik dengan Penawaran Saham Umum Perdana sejumlah 78,8 juta lembar melalui Bursa Efek Indonesia.

4.1.9. Sejarah Singkat PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI)

Bank Mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, digabungkan ke dalam Bank Mandiri.

Setelah selesainya proses merger, Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi, termasuk pengurangan cabang dan pegawai.

Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan

melalui iklan dan promosi. Tahun 2003 Bank Mandiri mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta.

Sesudah menyelesaikan program transformasi semenjak 2005 sampai dengan tahun 2009, Bank Mandiri sedang bersiap melaksanakan transformasi tahap berikutnya dengan merevitalisasi visi dan misi untuk

menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif.

4.1.10. Sejarah Singkat PT. Bank Mayapada Internasional, Tbk (MAYA)

PT. Bank Mayapada Internasional Tbk (selanjutnya disebut “Bank”) didirikan berdasarkan akta notaris No. 196 tanggal 7 September 1989. Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Maret 1990. Bank memperoleh ijin usaha sebagai bank devisa pada tanggal 3 Juni 1993.

Bank melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tanggal 7 Agustus 1997 dengan menawarkan 65 juta saham kepada masyarakat dengan nilai sebesar Rp 32,5 milyar setelah memperoleh pernyataan efektif atas penawaran perdana saham dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) melalui keputusan Ketua Bapepam No. S-1793/PM/1997.

4.1.11. Sejarah Singkat PT. Bank Mega, Tbk (MEGA)

Berawal dari sebuah usaha milik keluarga bernama PT. Bank Karman yang didirikan pada tahun 1969 berkedudukan di Surabaya, selanjutnya pada tahun 1992 berubah nama menjadi PT. Mega Bank dan melakukan relokasi Kantor Pusat ke Jakarta.

Seiring dengan perkembangannya, PT. Mega Bank pada tahun 1996 diambil alih oleh PARA GROUP (PT. Para Global Investindo dan

PT. Para Rekan Investama). Pada tahun 2000 melakukan perubahan nama dari PT. Mega Bank menjadi PT. Bank Mega.

PT. Bank Mega melaksanakan Initial Public Offering dengan

menawarkan saham kepada masyarakat, dengan demikian sebagian saham PT. Bank Mega dimiliki oleh publik dan berubah namanya menjadi PT. Bank Mega Tbk. Saat ini Bank telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia sebagai Bank Devisa sehingga memungkinkan memperluas dan menjangkau bisnis yang lebih luas lagi.

4.1.12. Sejarah Singkat PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) adalah bank pertama yang dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia dan didirikan pada tahun 1946. Pada awalnya BNI berfungsi sebagai bank sentral Republik Indonesia yang baru merdeka sebelum menjadi bank komersial di tahun 1955.

Pada tahun 1996, BNI menjadi bank BUMN pertama yang melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana dengan mencatatkan 25% sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Menyusul proses rekapitalisasi oleh Pemerintah pada tahun 2000, dan

dilanjutkan dengan rights issue pada tahun 2007, per 31 Desember 2009,

4.1.13. Sejarah Singkat PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk (BBNP)

PT. Bank Nusantara Parahyangan berkedudukan di Bandung. Semula didirikan dengan nama PT. Bank Pasar Karya Parahyangan yang berorientasi bisnis pada usaha retail, kemudian pada bulan Juli 1989 ditingkatkan statusnya menjadi Bank Umum Nasional sekaligus berganti nama menjadi PT. Bank Nusantara Parahyangan.

Pada Agustus 1994 guna melengkapi ragam transaksi dan akses perdagangan yang lebih luas khususnya untuk mengakomodir transaksi valuta asing dan perdagangan luar negeri melalui transaksi ekspor dan impornya, maka Bank BNP dilengkapi dengan ijin sebagai Bank Devisa.

Pada tanggal 15 September 2000, Bank BNP mengubah status perusahaan menjadi perusahaan publik (terbuka) dan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta tanggal 10 Januari 2001.

4.1.14. Sejarah Singkat PT. Bank Pan Indonesia, Tbk (PNBN)

Didirikan tahun 1971 dan menjadi bank pertama yang menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta pada 1982. Sejak didirikan manajemen selalu berusaha memberikan nilai bagi semua pemangku kepentingan melalui keseimbangan antara kehati-hatian dan pertumbuhan yang progresif.

Kekuatan permodalan dan strategi pertumbuhan Panin Bank

diperkokoh pada 1999 melalui Technical Assistance Agreement dengan

waktunya. Kemitraan ini memperkuat fokus untuk melakukan ekspansi menjadi bank nasional di pasar komersial dan konsumer. Selain menjadi mitra strategis Bank, ANZ dan Panin membentuk entitas joint venture PT ANZ Panin Bank pada 1993 yang melayani nasabah ANZ sebagai bagian dari jaringan global mereka. Pada akhir 2009, Panin Bank mencapai peringkat bank nasional ketujuh terbesar dalam hal jumlah aset.

4.1.15. Sejarah Singkat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (BBRI)

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk berdiri sejak tanggal 16

Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah. BRI menjadi bank pertama yang dimiliki Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah kemudian mengubah nama BRI menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) pada 1960.

Berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968, Pemerintah menetapkan kembali nama Bank Rakyat Indonesia sebagai bank umum, kemudian berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992, BRI berubah nama dan status badan hukumnya menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).

BRI menjadi Perseroan Terbuka pada 10 November 2003 dan mencatatkan 30% sahamnya di Bursa Efek Jakarta, kini Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kode saham BBRI.

4.1.16. Sejarah Singkat PT. Bank Swadesi, Tbk (BSWD)

Berawal dari bank pasar di Surabaya tahun 1968 dengan nama “Bank Pasar Swadesi”. Bank Swadesi pada tahun 1989 berubah statusnya menjadi bank

umum. Dalam upaya memenuhi kebutuhan dan perkembangan transaksi nasabah

maka Bank Swadesi meningkatkan statusnya menjadi bank devisa pada tahun

1994.

Pada tahun 1995, Kantor Pusat pindah dari Surabaya ke Jakarta dalam

rangka pengembangan bisnis dan jaringan pemasaran yang lebih cepat dan luas.

Pada masa krisis perbankan tahun 1997-1998 Bank Swadesi termasuk dalam

kategori bank “A” sehingga tidak masuk dalam program rekapitalisasi.

Pada tahun 2002 Bank Swadesi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek

Jakarta dan tercatat sebagai lembaga perbankan ke-22 yang go public.

4.1.17. Sejarah Singkat PT. Bank Victoria International, Tbk (BVIC)

PT. Bank Victoria International, Tbk. berdiri sejak tahun 1992 dan memulai kegiatan operasional sebagai Bank Umum sejak 5 Oktober 1994. Bank Victoria terus mengukuhkan eksistensi sebagai bank retail dalam persaingan di dunia perbankan nasional. Hingga akhir 2009, Bank Victoria telah memiliki 76 jaringan kantor yang siap melayani nasabah khususnya di daerah Jabodetabek.

Sebagai bank publik, Bank Victoria telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1999 dan hingga saat ini aktif melaksanakan aksi korporasi seperti penawaran umum terbatas dan menerbitkan Obligasi.

4.1.18. Sejarah Singkat PT. Bank Windu Kentjana International, Tbk (MCOR) PT. Bank Windu Kentjana International Tbk (”Bank Windu”) merupakan Bank hasil penggabungan (merger) antara PT Bank Multicor Tbk dan PT Bank Windu Kentjana (“BWK”).

Nama Bank dirubah menjadi PT Bank Windu Kentjana International, Tbk, sebagaimana tertuang dalam Akta No.172 tanggal 28 November 2007, mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.AHU-00982.AH.01.02 tanggal 8 Januari 2008, dengan demikian tanggal 8 Januari 2008 merupakan tanggal efektif legal merger, yang sekaligus digunakan sebagai hari kelahiran PT Bank Windu Kentjana International Tbk.

Melalui persetujuan Gubernur Bank Indonesia No.10/9/KEP.GBI/2008 tanggal 8 Februari 2008, ijin usaha PT Bank Multicor Tbk berubah menjadi ijin usaha atas nama PT Bank Windu Kentjana International Tbk, sekaligus dengan penggantian atau pembaharuan logo dan juga perubahan tampak depan seluruh jaringan kantor.

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian

Dokumen terkait