• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Obyek Penelitian 1. Lokasi Instansi

Lokasi yang dijadikan obyek penelitian dan pencarian sumber data yaitu Kantor Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi Kantor Subdin Perindagkop Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Bidang Perdagangan, yang berlokasi di Jalan Kusumanegara No. 133 Yogyakarta.

2. Visi dan Misi

Pelaksanaan UU NO.22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom dan Perda No. 3 Tahun 2004 tentang Pembentukan dan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Surat Keputusan Gubernur No. 98 tahun 2004, maka ditetapkan Visi dan Misi Pemerintah Daerah dengan mengacu pada Visi dan Misi Pemerintah Daerah tersebut, Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM ( Dinas Perindagkop dan UKM ) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan Visi dan Misi sebagai berikut :

a. Visi

Keberhasilan pembangunan sektor Indagkop merupakan prioritas yang utama dalam mempercepat pembangunan daerah. Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan perubahan ke arah perbaikan sistem pembinaan dengan menetapkan visi untuk menunjang keberhasilan tersebut. Visi Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebagai berikut :

Menjadi Akselelator Terwujudnya Indagkop yang maju dan Tangguh dalam Menghadapi Persaingan Global.

b. Misi

Misi yang bersifat ke dalam (inward) dan ke luar (outward) diperlukan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, sehingga seluruh aparat dan stakeholder dapat mengetahui peran Dinas Perindagkop Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pembinaan dan pengembangan sector Industri Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Misi tersebut antara lain:

a) Meningkatkan kinerja aparat untuk terwujudnya pelayanan prima dengan manajemen yang efisien

b) Memperkuat pertumbuhan perekonomian daerah dengan mengoptimalkan Indagkoptamben

c) Meningkatkan kemampuan peran masyarakat Indagkop untuk menuju daya saing pasar modal

Misi yang bersifat ke dalam ( inward ) dan ke luar ( outward ) adalah sebagai berikut :

a) Kedalam ( inward )

Meningkatkan kinerja aparat untuk mewujudkan pelayanan prima dengan manajemen yang efisien.

Artinya :

Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berusaha menata dan membangun kinerja aparatur melalui manajemen yang efisien agar dapat dicapai suatu pelayanan yang prima dengan kualitas standar yang akhirnya dapat memuaskan dunia usaha dan masyarakat luas.

b) Keluar ( outward )

(1) Memperkuat pertumbuhan perekonomian daerah dengan mengoptimalkan potensi Indagkptamben.

Artinya :

Terbatasnya potensi sumber daya yang tersedian di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, maka perlu mengoptimalkan pemenfaatan sumber daya Indagkop yang tersedia untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

(2) Meningkatkan kemampuan peran masyarakat Indagkop untuk menuju daya saing pasar global.

Artinya :

Adanya perubahan yang cepat dan dinamis dalam pasar global Dinas Perindagkop Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

berusaha mendorong kemampuan dunia usaha untuk dapat mempunyai daya saing yang tinggi, mampu berkompetisi di pasar global sekaligus dapat memenangkan pasar global.

3. Fungsi Pokok dan Tugas Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam melaksanakan kewenangan dari pemerintah pusat berdasarkan PP NO. 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah Pusat dan Propinsi sebagai Daerah Otonom. Kewenangan propinsi tersebut di bidang perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM. Unsur dari Dinas Perinadagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mempunyai fungsi pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah di bidang perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM serta tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah. Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan fungsi tersebut, maka mempunyai tugas sebagai berikut : a. Menyusun program dan pengendalian di bidang perindustrian,

perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM sesuai dengan rencana strategis pemerintah daerah;

b. Merumuskan kebijakan teknis penyelenggaraan perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM;

c. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan dibidang perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM.

d. Memberikan perijinan dan pelayanan umum di bidang perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM sesuai dengan kewenangannya;

e. Memfasilitasi penyelenggaraan di bidang perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM lintas kabupaten atau kota;

f. Memberdayakan sumber daya dan mitra kerja di bidang perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi dan koperasi dan UKM;

g. Melaksanakan kegiatan ketatausahaan.

4. Struktur Organisasi Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Uraian Fungsi Tugas Masing-masing Unit a. Stuktur Organisasi Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah

Istimewa Yogyakarta

Stuktur Organisasi Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta No. 0 tahun 2008 tentang organisasi dan tatalaksana dinas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 49 tahun 2008 tentang rincian tugas dan fungsi dinas dan UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Dinas Perdagangan Disperindagkop dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta.

b. Fungsi dan tugas masing – masing unit pada Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berikut ini :

1) Pelaksana Tugas (PLT) Sekertaris

Bagian Pelaksana Tugas (PLT) sekretaris mempunyai fungsi penyelenggaraan keadministrasian dinas. Bagian ini mempunyai tugas untuk menjalankan fungsi tersebut. Tugasnya adalah sebagai berikut :

a) Menyusun program bagian tata usaha;

b) Mengelola keuangan dinas;

c) Menyelenggarkan administrasi kepegawaian dinas;

d) Menyelenggarakan urusan naskah dinas, kerumahtanggan, perlengkapan, kepustakaan, efisiensi, dan tatalaksana dinas;

e) Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program bagian tata usaha.

Bagian PLT Sekertaris terdiri dari :

a) Subbag Program dan Informasi b) Subbag Keuangan

c) Subbag Umum

2) Bidang Inlog Sandang dan Pangan

Bagian Inalog Sandang dan Pangan terdiri dari :

a) Seksi Industri Aneka

b) Seksi Logam dan Elektronik c) Seksi Sandang dan Kulit

3) Bidang Inagro dan Kimia

Bagian Inagro dan Kimia terdiri dari : a) Seksi Industri Kimia

b) Seksi Industri Hasil Hutan danPerkebunan c) Seksi Makanan, Minuman dan Tembakau

4) Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri (PDLN)

Bidang perdagangan mempunyai fungsi bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan di bidang usaha perdagangan, kerjasama dan penyaluran sarana perdagangan dan fasilitas ekspor dan impor.

Bidang perdagangan Dalam dan Luar Negeri mempunyai tugas untuk menjalankan fungsi tersebut. Tugasnya adalah sebagai berikut :

a) Menyusun program bidang perdaganga baik Luar maupun dalam negeri;

b) Menyusun petunjuk teknis usaha perdagangan, kerjasama Luar Negeri dan penyaluran, sarana dan fasilitas ekspor dan impor;

c) Melaksanakan pembinaan pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha ekspor, fasilitas ekspor dan impor dan kerjasama perdagangan Luar Negeri;

d) Memantau dan mengevaluasi iklim usaha;

e) Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program bidang perdagangan

Bidang perdagangan Dalam dan Luar Negeri terdiri dari : a) Seksi Sarana dan Usaha Perdagangan

b) Seksi Pengadaan dan Penyaluran c) Seksi Pengawasan Perdagangan

5) Unit Pelaksanaan Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mempunyai fungsi pembinaan dan fasilitas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mempunyai tugas untuk menjalankan fungsi tersebut. Tugasnya adalah sebagai berikut :

a) Menyusun program bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah;

b) Melaksanakan pembinaan dan pengawasan Koperasi;

c) Melaksanakan pembinaan dan pengawasan dan Usaha Kecil Menengah;

d) Fasilitas pembiyaan Koperasi dan dan Usaha Kecil Menengah serta pengembangan perekonomian;

e) Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program bidang Koperasi dan dan Usaha Kecil Menengah;

Bidang Koperasi dan dan Usaha Kecil Menengah terdiri dari :

a) Seksi Koperasi

b) Seksi dan Usaha Kecil Menengah

c) Seksi Pembiyaan dan Perekonomian Syariah

6) Bidang Pelayanan Bisnis

Balai pengembangan bisnis dibentuk dengan Peraturan Daerah No. 7 tahun 2002, sedangkan mengenai uraian tugas dan tata kerjanya diatur dalam Keputusan Gubernur No. 158 tahun 2002. Berdasarkan Keputusan Gubernur, fungsi dan tugas balai pengembangan bisnis adalah sebagai berikut : balai pengembangan bisnis mempunyai fungsi sebagai penunjang teknis dinas di bidang pengembangan bisnis. Balai pengembangan bisnis mempunyai tugas untuk menjalankan fungsi tersebut. Tugasnya adalah sebagai berikut :

a) Melaksanakan pembinaan dan pengembangan bisnis;

b) Menyelenggarakan konsultasi dan pelatihan bisnis;

c) Melaksanakan promosi dan pemasaran;

d) Melaksanakan kegiatan Ketatausahaan Bidang Pelayanan Bisnis terdiri dari : a) Seksi Bagian Tata Usaha (TU) b) Seksi Penyiapan Produksi c) Seksi Penyiapan

7) Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna

Balai pengembangan teknologi tepat guna dibentuk dengan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2002, sedangkan mengenai uraian tugas dan tata kerjanya diatur dalam Keputusan Gubernur No 158 tahun 2002. Berdasarkan Keputusan Gubernur tersebut, fungsi dan

tugas Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna mempunyai fungsi dan tugas balai pengembangan Teknologi Tepat Guna adalah sebagai berikut :

Balai pengembangan Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna mempunyai fungsi sebagai penunjang tugas teknis dinas dibidang Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna. Balai pengembangan teknologi tepat guna mempunyai tugas untuk menjalankan fungsi tersebut. Tugasnya adalah sebagai berikut : a) Melaksanakan perencanaan dan perekayasaan teknologi alat

tepat guna;

b) Menyelenggarakan produksi pemasaran dan penyuluhan teknologi alat tepat guna;

c) Melayani perbaikan alat tepat guna;

d) Melaksanakan kegiatan Tatausaha;

Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna terdiri dari : a) Seksi Bagian Tata Usaha (TU)

b) Seksi Rekayasa Produksi

c) Seksi Penyuluhan dan Pemasaran

8) Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Balai Metrologi

Unit pelaksanaan teknis dinas balai metrologi mempunyai fungsi, peneraan, pembinaan, pengawasan dan penyuluhan kegiatan kemetrologian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit pelaksanaan teknis dinas balai metrologi mempunyai

tugas untuk menjalankan fungsi tersebut. Tugasnya adalah sebagai berikut :

a) Menyusun program balai metrologi;

b) Mengelola sarana dan prasarana kemetrologian;

c) Melaksanakan pemeriksaan, pengujian standar tingkat III, standar lainnya dan kalibrasi alat ukur serta melakukan tera alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP);

d) Melaksanakan pengawasan penggunaan UTTP, Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BPKT) dan alat ukur ulang;

e) Melakukan penyuluhan tentang kemetrologian kepada masyarakat;

f) Melakukan pembinaan Sumber Daya Manusia Metrologi;

g) Melakukan pembinaan pengusaha dan repatir UTTP;

h) Mengelola data UTTP;

i) Melakukan penelitian untuk proses perijinan UTTP;

j) Melaksanakan ketatausahaan dan pengelolaan uang tera;

k) Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program balai metrologi;

5. Kepegawaian Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Jumlah pegawai saat ini yang ada di Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebanyak 178 orang dengan perincian sebagai berikut :

1) Jumlah Pegawai Berdasarkan Pendidikan

Data pegawai berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel III.1

Data Pegawai Disperindagkop dan UKM Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sumber : Disperindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009

Berdasarkan tabel 3.1 mengenai data pegawai Disperindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan tingkat pendidikan diatas dapat dijelaskan :

a) Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah pegawai yang mempunyai gelar Setrata 2(S2) sebanyak 1 (satu) orang, gelar Setrara 1 (S1) sebanyak 6 (enam) orang, Diploma 3 (D3) sebanyak 3 (tiga), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) 46 (empat puluh

enam) orang, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 4 (empat) orang. Dengan total jumlah sebanyak 60 (enam puluh) orang atau 33,70% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

b) Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah pegawai yang mempunyai gelar Setrata 2 (S2) sebanyak 1 (satu) orang, gelar Setrata 1 (S1) sebanyak 6 (enam) orang, Diploma 3 (D3) sebanyak 3 (tiga), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) 12 (dua belas) orang, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 0 (nol) orang. Dengan total jumlah sebanyak 22 (dua puluh dua) orang atau 12,36% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

c) Bagian atau bidang Logam Sandang dan Aneka dengan jumlah pegawai yang mempunyai gelar Setrata 2 (S2) sebanyak 1 (satu) orang, gelar Setrara 1 (S1) sebanyak 4 (empat) orang, Diploma 3 (D3) sebanyak 1 (satu), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) 16 (enam belas) orang, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 0 (nol) orang. Dengan total jumlah sebanyak 22 (enam puluh) orang atau 12,36% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

d) Bagian atau bidang Perdagangan Dalam Negeri dengan jumlah pegawai yang mempunyai gelar Setrata 2 (S2) sebanyak 2 (dua) orang, gelar Setrara 1 (S1) sebanyak 3 (tiga) orang, Diploma 3 (D3) sebanyak 2 (dua), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) 16 (enam belas) orang, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)

sebanyak 0 (nol) orang. Dengan total jumlah sebanyak 23 (dua puluh tiga) orang atau12,92% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

e) Bagian atau bidang Luar Negeri dengan jumlah pegawai yang mempunyai gelar Setrata 2 (S2) sebanyak 1 (satu) orang, gelar Setrara 1 (S1) sebanyak 5 (lima) orang, Diploma 3 (D3) sebanyak 2 (dua), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) 14 (empat belas) orang, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak0 (nol) orang. Dengan total jumlah sebanyak 22 (dua puluh dua) orang atau 12,36% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

f) Bagian atau bidang Koperasi dan UKM dengan jumlah pegawai yang mempunyai gelar Setrata 2 (S2) sebanyak 0 (satu) orang, gelar Setrara 1 (S1) sebanyak 6 (enam) orang, Diploma 3 (D3) sebanyak 1 (satu), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) 22 (duat puluh dua) orang, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 0 (nol) orang. Dengan total jumlah sebanyak 29 (dua puluhcsembilan) orang atau 19,29% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

2) Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan Grafik III.1

Data pegawai Disperindagkop dan UKM berdasarkan golongan

Sumber : Disperindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009

Berdasarkan grafik 3.1 mengenai data pegawai Disperindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan golongan diatas dapat dijelaskan :

a. Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah golongan IV sebanyak 3(tiga) orang, golongan III sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang, golongan II sebanyak 23 (dua puluh tiga) dan golongan I

sebanyak 0 (nol) orang atau 34,27% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

b. Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah golongan IV sebanyak 1(satu) orang, golongan III sebanyak 19 (sembilan belas) orang, golongan II sebanyak 3 (tiga) dan golongan I sebanyak 0 (nol) orang atau 12,36% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

c. Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah golongan IV sebanyak 2(dua) orang, golongan III sebanyak 19 (sembilan belas) orang, golongan II sebanyak 0 (nol) dan golongan I sebanyak 0 (nol) orang atau 11,79% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

d. Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah golongan IV sebanyak 1(tsatu) orang, golongan III sebanyak 19 (sembilan belas) orang, golongan II sebanyak 3 (tiga) dan golongan I sebanyak 0 (nol) orang atau 12,92% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

e. Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah golongan IV sebanyak 1(satu) orang, golongan III sebanyak19 (sembilan belas) orang, golongan II sebanyak 1 (satu) dan golongan I sebanyak 0 (nol) orang atau 11,79% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

f. Bagian atau bidang Sekretariat dengan jumlah golongan IV sebanyak 2(dua) orang, golongan III sebanyak 25 (dua puluh lima)

orang, golongan II sebanyak 3 (tiga) dan golongan I sebanyak 0 (nol) orang atau 16,85% dari total 178 jumlah keseluruhan pegawai.

6. Volume dan Nilai Ekspor komoditi Pakaian Jadi Tekstil di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta

Komoditi ekspor pakaian jadi tekstil yang ada di Yogyakarata cukup potensial dibandingkan dengan komoditas ekspor lainnya. Namun peningkatan yang terjadi hanya berkisar 4 (empat) tahun saja, dimulai dari tahun 2005-2009 penurunan komoditi ini terjadi dari tahun ke tahun.

Dapat dibuktikan dengan tabel berikut :

Tabel III.2 Volume Ekspor Komoditi Pakaian Jadi Tekstil di Yogyakarta Tahun 2002 sampai dengan Tahun 2009

Tahun Volume Ekspor (Kg) Pertumbuhan (%)

2002 1.532.930,83 -

2003 2.017.223,25 24,01

2004 2.210.513,97 8,74

2005 4.657.944,35 52,54

2006 3.684.599,13 -26,42

2007 2.956.859,36 -24,61

2008 2.570.613,89 -15,02

2009 1.350.321,89 -90,37

Sumber : Data realisasi ekspor Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Berdasarkan tabel tersebut di atas terlihat bahwa perkembangan komoditi ekspor pakaian jadi tekstil di Yogyakarta dilihat dari volume ekspornya, pada tahun 2002 sampai dengan 2005

ekspor pakaian jadi tekstil mengalami peningkatan dari tahun ketahun, bahkan peningkatan yang cukup besar terjadi ditahun 2005 sebesar 52.54% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, setelah memasuki tahun 2006 komoditi ekspor pakaian jadi tekstil mulai menurun dari tahun ke tahun. Dimulai dari tahun 2006 mengalami penurunan sebesar 78,96% dimana angka penurunannya sebesar -26,42%, tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 1,81% angka penurunannya sebesar -24,61%, tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 9,59%

angka penurunannya sebesar -15,02%, dan pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar -75,35% dengan angka penurunannya sebesar -90,37.

Nilai ekspor dari komoditi pakaian jadi tekstil sendiri, juga mengalami peningkatan tetapi hanya dari tahun2002 sampai dengan 2005. Kemudian dari tahun 2005 sampai 2009 mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan dan peningkatan komoditas ekspor pakaian jadi tekstil ini dapat dilihat dalam tabel berikut :

Grafik III.2

Nilai Ekspor Komoditi Pakaian Jadi Tekstil di Yogyakarta Tahun 2002 sampai dengan 2009

Sumber : Data realisasi ekspor Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Grafik III.3

Nilai Ekspor Komoditi Pakaian Jadi Tekstil di Yogyakarta Tahun 2002 sampai dengan 2009

Sumber : Data realisasi ekspor Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Berdasarkan tabel tersebut diatas terlihat bahwa perkembangan komoditi ekspor pakaian jadi tekstil di Yogyakarta dilihat dari nilai ekspornya, pada tahun 2003 sampai dengan 2005 mengalami peningkatan, tetapi mulai tahun 2005 samapai dengan 2009

mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dibuktikan dari angka pertumbuhan tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar 22,64% dibandingkan tahun 2002, tahun 2004 mengalami peningkatan sebesar 2,30% dibandingkan tahun 2003, tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 44,82% dibandingkan tahun 2004, tahun 2006 mengalami penurunan sebesar -2,46%, tahun 2007 mengalami penurunan sebesar -22,22%, tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 1,47%, dan di tahun 2009 juga mengalami penurunan sebesar -22,37%. Penurunan komoditi pakaian jadi tekstil dari tahun 2005 sampai dengan 2009 ini disebabkan karena adanya krisis keuangan di AS dan UNIEROPA, sedangkan pasar utama para eksportir adalah negara tersebut diatas dan bahan baku benang impor, terus menerus naik sehingga banyak eksportir yang gulung tikar.

B. Pembahasan

Komoditas Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang meliputi produk serat, kain lembaran, pakaian jadi dan produk tekstil lainnya merupakan salah satu komoditi yang diandalkan untuk memberikan kontribusi sebagai penyumbang devisa terbesar dari ekspor non migas dan membantu mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja.

Pakaian Jadi Tekstil merupakan salah satu komoditas ekspor yang ada di Yogyakarta yang cukup potensial, dimana komoditas tersebut memberikan pendapatan bagi seorang eksportir sendiri serta bagi daerah. Eksportir sendiri,

dengan melakukan ekspor komoditas pakaian jadi tekstil tersebut dapat memberikan laba yang besar keperusahaan atau perorangan.

Pendapatan yang diperoleh daerah dengan adanya ekspor komoditas pakaian jadi tekstil ini, akan meningkatkan devisa negara yang dapat dijadikan sebagai usaha dalam melakukan pembangunan untuk memulihkan kondisi perekonomian negara Indonesia, dimana devisa ini diperoleh dari pajak yang dipungut oleh pemerintah terhadap besarnya penghasilan yang diperoleh Eksportir.

Untuk menarik minat para importir, eksportir pakaian jadi tekstil ini ada yang mempromosikan komoditinya melalui pameran-pameran.

Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu instansi pemerintah yang berwenang mengurus masalah ekspor tersebut. Dinas yang mengurus masalah ekspor untuk komoditas pakaiana jadi tekstil tersebut adalah Subdin Pengembangan Ekspor-Impor, dimana pelaksanaan kinerjanya memberikan fasilitas kepada eksportir baik yang dilakukan sendiri maupun dengan melakukan berbagai kerjasama dengan pihak lain.

1. Peranan Dinas Perindagkop dan UKM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Perkembangan Komoditi Ekspor Pakaian Jadi Tekstil

Dinas Perindagkop Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai peranan yang sangat inti bagi eksportir baru maupun eksportir-eksportir lama. Peranan Perindagkop dan UKM bagi eksportir dapat ditunjukan melalui program-program pilihan tersebut meliputi :

a. Memberikan Pengembangan Pemasaran kepada eksportir Pakaian jadi tekstil

Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting penting dalam upaya mengembangkan usaha industri dan perdagangan.

Pengembangan pemasaran bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas pangsa pasar dari suatu produk. Faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembagan pemasaran diantaranya adalah apa yang menjadi kebutuhan pasar, berapa besar dan siapa yang membutuhkan, serta dimana diproduksi sesuai dengan ketersediaan bahan baku.

Kondisi pemasaran eksportir yang saat ini jangkauan pasarnya masih terbatas pada pasar di dalam negeri dan hanya sebagian kecil yang telah mampu menembus pasar ekspor. Kendala yang dihadapi eksportir dalam pemasaran adalah kurangnya akses terhadap informasi pasar dan jaringan pemasaran, kemampuan pengusaha untuk akses pasar serta adanya kecenderungan konsumen yang belum mempercayai produk eksportir dan cenderung untuk import minded.

Langkah pengembangan pemasaran yang telah dilaksanakan diantaranya adalah :

1) Promosi adalah suatu kegiatan komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan, membujuk, mempengaruhi serta mengingatkan orang pada produk atau jasa, gambar dan ide yang dihasilkan oleh industri kecil. Memperkenalkan produk eksportir-eksportir kepada

masyarakat atau importir dapat dilakukan melalui media cetak, audio visual, internet, uji coba pasar dan penetrasi pasar.

Beberapa kegiatan promosi lainnya adalah : a) Pameran di dalam negeri maupun luar negeri;

b) Uji coba pasar di tingkat lokal, regional maupun nasional;

c) Misi dagang ke luar negeri;

d) Mengundang buyer dari luar negeri, menerbitkan leafet atau katalog produk industri kecil atau profil pengusaha industri kecil.

Lembaga pendukung pemasaran di lingkup Perindagkop dan UKM yang dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha eksportir adalah Dewan Penunjang Ekspor (DPE), Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), dan Bursa Komoditi.

2). Rumah Niaga (Trading House) adalah sarana usaha pemasaran yang secara terpadu membantu akses pemasaran produk industri kecil, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Tujuan dari rumah niaga adalah memberikan kemudahan dan membantu pemasaran produk-produk eksportir. Bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh eksportir adalah mulai mengakses informasi tentang produk-produk yang dibutuhkan konsumen Luar Negeri, desain yang sedang trend, bahan dan teknologinya serta bantuan permodalan dan perhitungan atau kalkulasi biaya yang bisa diterima oleh rumah niaga.

b. Memberikan Pelatihan kepada Eksportir Pakaian Jadi Tekstil

Beberapa kegiatan pelatihan yang dilakukan untuk mengembangkan eksportir pakaian jadi tekstil adalah :

1) Pelatihan Pengembangan Motivasi Berusaha (Pelatihan Achievement Motivation Training, AMT ) adalah usaha peningkatan motivasi berprestasi dengan memberikan perbaikan pola pikir yang akan mengingankan akan motivasi berprestasi.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memndorong agar lebih memacu motivasi untuk berusaha. Seorang pengusaha sukses selain harus memiliki motif prestasi, juga harus memiliki jiwa kreatif-inovatif, menguasai liku-liku dunia usaha dan peka akan kesempatan usaha. Disamping itu pelatihan juga bertujuan :

a) Membantu para peserta untuk mengetahui dan mengenal diri yang merupakan dasar dalam upaya meningkatkan kemampuan;

b) Membantu para peserta untuk mengetahui dan menguasai cara menetapkan tujuan yang logis realistis;

c) Membantu para peserta membuka diri, khusunya dalam hal pengembangan motivasi berprestasi melalui perbaikan pola pikir, ataupun membantu peserta mengembangkan motif-prestasi yang mungkin telah terbentuk sebelumnya;

d) Meningkatkan kerjasama antar peserta terutama dalam hal mempertajam pengenalan diri dalam lingkungannya masing-masing serta mampu melihat segi-segi titik temu diantara mereka;

e) Membantu para peserta dalam upayanya menemukan dirinya atau peranannya dalam arus perubahan dan gerak dinamis masyarakat

e) Membantu para peserta dalam upayanya menemukan dirinya atau peranannya dalam arus perubahan dan gerak dinamis masyarakat

Dokumen terkait