BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Deskripsi Pelaksanaan dan Hasil Treatment
Pretest dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2014. Pemberian
pretest pada ketujuh siswa sebagai subjek penelitian yang digunakan untuk mengetahui skor kedisiplinan belajarsiswa sebelum diberikan perlakuan (treatment). Pretest yang diberikan dengan instrumen penelitian berupa skala kedisiplinan belajar. Hasil pretest dapat dilihat pada tabel berikut.
62 Tabel 8. Skor Hasil Pretest
No. Nama Skor Hasil Pretest Kategori
1 AIM 121 Sedang 2 AS 114 Sedang 3 AML 118 Sedang 4 A 128 Sedang 5 MRS 137 Sedang 6 RABS 133 Sedang 7 YM 125 Sedang b. Pelaksanaan Treatment
1) Pemberian Treatment Pertama
Pemberian treatment yang pertama dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2014 selama 30 menit setelah jam pulang sekolah. Para siswa berkumpul di ruang Bimbingan dan Konseling, untuk mendapat token berupa poin dan cap. Pemberian token tersebut didasari pada hasil pengamatan didalam kelas dari awal sampai akhir kegiatan belajar mengajar dan pendekatan dari peneliti kepada subyek sehingga subyek bisa terbuka.
Pada treatment yang pertama semua subyek mendapatkan poin secara penuh yaitu 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas ketika pergantian jam mata pelajaran. Setelah semua subyek mendapatkan poin dan cap dilanjutkan dengan evaluasi. Evaluasi yang diberikan pada treatment
pertama ini subyek harus bisa mempertahankan perilaku disiplin belajar untuk treatment selanjutnya.
63 2) Pemberian Treatmen Kedua
Pemberian treatment yang kedua dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2014.Treatment kedua dilaksanakan setelah pulang sekolah, subyek berkumpul diruang BK. Dalam treatment kedua ini perlakuan yang diberikan sama dengan treatment yang pertama yaitu siswa menyerahkan kartu kedisiplinan yang nantinya akan diberikan poin dan cap.
AS, A, dan YM mendapatkan 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.AIM mendapatkan 8 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 6 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran. MRS dan AML mendapatkan 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 6 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran. Sedangkan RABS mendapatkan 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 3 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran. Evaluasi untuk treatment
kedua ini subyek harus lebih giat mengerjakan tugas dari guru dan tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.
64 3) Pemberian Treatment Ketiga
Pemberian treatment ketiga dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2014. Treatment ketiga dilaksanakan setelah pulang sekolah, subyek berkumpul diruang BK. Dalam treatment ketiga ini perlakuan yang diberikan sama dengan treatment yang pertama dan kedua yaitu siswa menyerahkan kartu kedisiplinan yang nantinya akan diberikan poin dan cap.
RABS, MRS, AIM, A, AS mendapatkan 8 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran. AML dan YM mendapatkan 8 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 6 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.Evaluasi dalam treatment
ketiga ini siswa diharapkan lebih disiplin masuk sekolah, lebih giat mengerjakan tugas dari bapak atau ibu guru dan tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.
4) Pemberian Treatment Keempat
Pemberian treatment keempat dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2014. Berkumpul diruang BK setelah pulang sekolah, dalam
treatment keempat ini perlakuan yang diberikan sama dengan
treatment sebelumnya yaitu siswa menyerahkan kartu kedisiplinan yang nantinya akan diberikan poin dan cap. Pada treatment keempat
65
ini ada salah satu siswa yaitu RABS tidak ikut berkumpul padahal masuk sekolah. Ketika ditanyakan ke teman-teman yang lain tidak ada yang mengetahui alasan RABS tidak ikut berkumpul di ruang BK. Sehingga RABS tidak mendapatkan poin di treatment yang keempat ini.
Pada treatment yang keempat AML, MRS, AIM, YM, A, dan ASmendapatkan poin secara penuh yaitu 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.Evaluasi yang diberikan pada
treatment keempat ini subyek harus bisa mempertahankan perilaku disiplin belajar tersebut sehingga mampu mengumpulkan poin lebih banyak lagi
5) Pemberian Treatment Kelima
Pemberian treatment kelima dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2014. Berkumpul diruang BK setelah pulang sekolah, dalam
treatment kelima ini perlakuan yang diberikan sama dengan
treatment sebelumnya yaitu siswa menyerahkan kartu kedisiplinan yang nantinya akan diberikan poin dan cap. RABS yang pada
treatment keempat tidak berkumpul, pada treatment kelima tidah masuk sekolah tanpa alasan. Ketika masuk kelas VIII F dan menanyakan alasan RABS tidak masuk sekolah tidak ada yang mengetahui alasan RABS tidak berangkat.
66
AS dan Amendapatkan 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.YM dan AML mendapatkan 12 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 6 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.AIM dan MRSmendapatkan 8 poin untuk perilaku disiplin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran. Evaluasi dalam treatment
kelima yaitu subyek diharapkan lebih disiplin pada saat pergantian jam mata pelajaran, siswa tidak keluar kelas pada saat pergantian jam mata pelajaran.
6) Pemberian Treatment Keenam
Pemberian treatment keenam dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014. Treatment diberikan pada jam setelah pulang sekolah, para siswa berkumpul di ruang BK untuk mendapat token berupa poin dan cap. Pemberian token tersebut didasari pada hasil pengamatan didalam kelas dari awal sampai akhir kegiatan belajar mengajar.
Pada treatmentkeenam semua subyek mendapatkan poin secara penuh yaitu 12 poin untuk perilaku displin masuk sekolah, 9 poin untuk perilaku mengerjakan tugas dari guru, dan 8 poin untuk
67
perilaku tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran.Evaluasi yang diberikan pada treatment keenam ini subyek harus bisa mempertahankan perilaku disiplin belajar, meskipun tidak diterapkan lagi teknik token economy tersebut.
7) Pemberian Treatment Ketujuh
Pemberian treatment ketujuh dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2014. Kegiatan dalam treatment ini yaitu menukarkan token
yang berupa poin selama 1 minggu dengan hadiah yang telah disepakati diawal pertemuan. Siswa yang mendapat hadiah adalah siswa yang memiliki jumlah poin sesuai dengan ketentuan yang ada. Ketentuan tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :
Tabel 9. Jumlah Token
Dalam tabel diatas disebutkan bahwa untuk perilaku disiplin masuk sekolah harusmengumpulkan poin sebanyak 72 poin, mengerjakan tugas dari guru harusmengumpulkan poin sebanyak 54 poin dan tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran harus mengumpulkan poin sebanyak 48 poin. Sehingga untuk mendapatkan hadiah siswa harus memiliki poin sesuai jumlah poin diatas. Untuk mengetahui perolehan poin siswa pada saat dilakukan
treatment dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
No. Perilaku Total Poin yang Harus Dikumpulkan
1. Disiplin masuk sekolah 72 poin
2. Mengerjakan tugas dari guru 54 poin
68
Tabel 10. Perolehan Poin Siswa Pada Saat Treatment
No Nama Tidak gaduh Perilaku Total Poin
dikelas Datang tepat waktu Aktif di kelas
1 AIM 60 51 48 159 2 AS 68 54 50 172 3 AML 68 48 46 162 4 A 68 54 49 171 5 MRS 64 51 46 161 6 RABS 44 30 32 106 7 YM 68 51 48 167
Dari hasil diatas dapat dilihat hanya ada satu siswa yang mengumpulkan poin tertinggi sejumlah 172 yaitu AS. Dengan rincian disiplin masuk sekolah 68 poin, mengerjakan tugas dari guru 54 poin dan tidak keluar kelas saat pergantian jam mata pelajaran 50 poin.Sehingga dari ketujuh subyek hanya AS yang mendapatkan hadiah, AS mendapatkan hadiah berupa peralatan menggambar karena sesuai dengan hobinya yaitu gemar menggambar.
c. Posttest
Tindakan posttest dilaksanakan pada hari senin tanggal 3 Februari 2014 pukul 10.00 WIB. Pemberian posttest itu diberikan umtuk mengetahui ada tidaknya perbedaan skor tingkat kedisiplinan belajar sebelum diberikan perlakuan (treatment) dengan skor tingkat kedisiplinan belajar setelah diberikan perlakuan (treatment).Hasil
posttest ini sangat berguna untuk mengetahui efektif atau tidaknya metode token economy tersebut.
69
Hasil posttest skor tertinggi 169 dan skor terendah 134. Skor-skor tersebut kemudian disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 11. Skor Hasil Posttest
No. Nama Skor Hasil Posttest Kategori
1 AIM 134 Sedang 2 AS 169 Tinggi 3 AML 157 Tinggi 4 A 162 Tinggi 5 MRS 156 Tinggi 6 RABS 143 Sedang 7 YM 159 Tinggi
Dari hasil tabel diatas bahwa skor posttest mengalami kenaikan yaitu 5 siswa dalam kategori tinggi,sedangkan 2 siswa yang lain masih dalam kategori sedang.
3. Deskripsi dan Pembahasan Data Hasil Penelitian