• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

3. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II

Tujuan dari siklus II ini ialah untuk melanjutkan pembelajaran pada siklus I karena hasil dari ketiga variabel yakni keaktifan, motivasi, dan prestasi belajar siswa belum mencapai target yang diinginkan oleh peneliti. Siklus II ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yakni pada hari Rabu 24 April 2013 dan Kamis 25 April 2013, dimana tiap pertemuan masing-masing selama 2 jam pertemuan.

a. Perencanaan Tindakan

Siklus kedua dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan termasuk tes prestasi belajar siklus kedua. Materi pokok yang dipelajari pada

74

siklus kedua adalah peranan tokoh-tokoh yang berjuang pada masa persiapan kemerdekaan dan menghargai jasa para pejuang kemerdekaan dengan indikator sebagai berikut:

1) Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjuang pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia.

2) Menjelaskan peranan para tokoh pejuang pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia.

3) Menyebutkan cara menghargai jasa para tokoh perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan.

Setelah menentukan pokok bahasan, maka peneliti kemudian menyusun konsep dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan di kelas.

b. Pelaksanaan Tindakan Penelitian Siklus II

1) Siklus II Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama siklus kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 24 April 2013 pukul 09.00-10.10 WIB dengan jumlah siswa yang hadir 27 orang. Seperti halnya dalam siklus I, peneliti juga berperan sebagai pengajar dalam proses pembelajaran selama siklus II ini berlangsung.

a) Kegiatan awal

Dalam kegiatan awal ini peneliti mempersiapkan para siswa secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran. Peneliti juga tidak lupa untuk memberikan motivasi kepada para siswa. Pada kegiatan awal ini peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa dan menyegarkan kembali ingatan para siswa tentang

75

materi yang dipelajari sebelumnya yakni tentang usaha-usaha mempersiapkan kemerdekaan dan peristiwa-peristiwa sebelum kemerdekaan Indonesia.

b) Kegiatan inti

Dalam kegiatan inti, peneliti terlebih dahulu mempresentasikan materi pembelajaran mengenai peranan tokoh-tokoh yang berjuang pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia. Setelah memberikan presentasi di kelas, peneliti kemudian membagi para siswa kedalam 5 kelompok atau tim seperti pembagian tim pada siklus I. Peneliti juga memberikan ringkasan materi tentang peranan tokoh-tokoh yang berjuang pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia kepada kelompok untuk memudahkan para siswa dalam mempelajari materi tersebut.

Setiap siswa di dalam timnya masing-masing diharapkan mampu menguasai materi yang dipelajari dalam pertemuan itu dengan cara membaca, memahami materi dan kemudian berdiskusi bersama teman satu timnya.

Setelah itu peneliti memberikan lembar kerja kelompok untuk dikerjakan setiap tim dan ketika sudah selesai membahasnya bersama-sama. Dalam kegiatan inti ini pula siswa diminta untuk mengerjakan kuis secara individual yang mana skor kuis tersebut akan digunakan untuk menentukan tim mana yang menjadi tim terbaik, tim baik, dan tim cukup baik.

76

Tim yang terbaik pada siklus II pertemuan pertama ini diraih oleh tim tiga tim yakni tim 1 dengan skor rata-rata 83,3, tim 4 dengan skor rata-rata 73,3, dan tim 1 dengan skor rata-rata 64. Untuk dua tim yang lain mendapatkan penghargaan sebagai tim cukup baik karena skor rata-rata kedua tim hanaya 50. c) Kegiatan akhir

Dalam kegiatan akhir pertemuan ini, peneliti bersama- sama dengan siswa menyimpulkan materi pelajaran yang telah dibahas bersama dan tidak lupa mengingatkan para siswa untuk mempelajari kembali di rumah materi tentang peranan tokoh-tokoh yang berjuang pada masa persiapan kemerdekaan Indonesi karena pada pertemuan berikutnya di akhir pertemuan akan diadakan kuis dan tes evaluasi belajar.

2) Siklus II Pertemuan kedua

Pelaksanaan pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Kamis, 25 April 2013. Jumlah siswa yang hadir sebanyak 27 orang. Pembelajaran pada pertemuan kedua ini dilaksanakan pada pukul 11.00-12.10 WIB atau selama 2 jam pertemuan.

a) Kegiatan awal

Dalam kegiatan awal ini peneliti sekaligus pengajar, mempersiapkan para siswa baik secara fisik mauun psikis sebelum pembelajaran dimulai. Peneliti juga memberikan apersepsi kepada para siswa dengan tanya jawab seputar

77

materi yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya yakni peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan. Sebagai contohnya: “Siapakah yang tahu peranan Laksamana Maeda dalam rangka ikut mempersiapkan kemerdekaan Indonesia?” kemudian para siswa mengacungkan tangan dan berebut untuk menjawabnya.

Peneliti kemudian menunjuk setiap perwakilan kelompok untuk menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan. Jawaban siswa pada umumnya sama yakni: Laksamana Maeda membantu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dengan menyediakan kediamannya bagi para tokoh pemuda dan Ir. Soekarno untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah bertanya jawab dengan siswa, peneliti kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran tentang menghargai jasa para tokoh perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan.

b) Kegiatan inti

Dalam kegiatan inti ini peneliti sekaligus sebagai pengajar, menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran STAD yang sudah disusun sebelumnya. Setelah menyampaikan materi pembelajaran, peneliti membagikan ringkasan materi pembelajaran tentang menghargai jasa para tokoh pejuang proklamasi kepada para siswa, untuk memudahkan siswa dalam belajar.

78

Peneliti kemudian membagi para siswa kedalam 5 kelompok seperti yang sudah ditentukan pada siklus I kemudian meminta siswa untuk mengerjakan lembar kerja kelompok yang sudah disediakan oleh peneliti. Setelah selesai bekerja dalam kelompok, Peneliti kemudian membahasnya bersama para siswa, dan dilanjutkan dengan pengerjaan kuis. Setelah selesai mengerjakan kuis, peneliti kemudian membahasnya bersama siswa.

Penghitungan skor kuis siswa dilakukan menentukan tim terbaik, tim baik, dan tim cukup baik berdasarkan perolehan skor kuis tersebut. Pada siklus II pertemuan kedua ini tim terbaik diraih oleh tim 3 dan 5 dengan skor rata-rata 100. Kemudian tim baik pertama dengan skor rata-rata 92 diraih oleh tim 1, tim baik kedua diraih oleh tim 4, dan tim baik ketiga diraih oleh tim 2.

c) Kegiatan akhir

Dalam kegiatan akhir ini peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang belum diketahui atau belum dipahami oleh para siswa, kemudian bersama dengan para siswa, peneliti juga menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini. Di akhir pertemuan ini peneliti juga memberikan evaluasi pembelajaran kepada siswa dengan tujuan mengetahui prestasi belajar siswa setelah dilaksanakan siklus kedua ini.

79

c. Observasi

Pada saat pelaksanaan pembelajaran siklus II peneliti melakukan observasi terhadap keaktifan siswa, motivasi siswa dan prestasi belajar IPS siswa. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan siklus kedua.

1) Keaktifan Belajar

Hasil observasi pada siklus II ini berupa keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Tabel data keaktifan siswa selama proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Persentase Data Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus II

No. Indikator Jumlah Siklus II

keterlibatan Persentase

1. Memperhatikan penjelasan guru 25 92.59 2.

a. Mencari informasi dan sumber

belajar untuk pemecahan masalah 15 55.56 b. Menulis/mencatat penjelasan

guru. 24 88.89

3.

a. Kerjasama dengan teman 20 74.07

b. Mengajukan pertanyaan pada

guru 17 62.96

c. Menjawab pertanyaan

guru/teman 18 66.67

4.

a. Menulis hasil laporan diskusi

25 92.59

b. Melaporkan hasil diskusi secara

lisan 10 37.04

Total 154 570.37

Jumlah Rata-rata 71.30

Keterangan Tinggi

Dari data di atas dapat diketahui bahwa jumlah keterlibatan siswa pada pernyataan 1 adalah 25 siswa (92,59%), pernyataan no

80

2a jumlah keterlibatan siswanya adalah 15 orang (55,56%), pernyataan no 2b jumlah keterlibatan siswa mencapai 24 orang (88,89%), pernyataan no 3a dengan jumlah 20 orang (74,07%), pernyatan 3b dengan jumlah keterlibatan siswa mencapai 17 orang (62,96%), pernyataan 3c jumlah keterlibatannya mencapai 18 orang (66,67%), pernyataan no 4a jumlah keterlibatannya mencapai 25 siswa (92,59%), dan untuk pernyataan no 4b jumlah keterlibatan siswa mencapai 10 orang (37,04%). Dilihat dari kriteria PAP II yang digunakan peneliti untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS ini, maka keaktifan siswa pada siklus II ini meningkat dengan rata-rata sebesar 71,30 dan termasuk dalam kriteria “Tinggi”. Untuk lebih jelasnya, ditunjukkan dengan diagram 4.7 sebagai berikut:

Gambar 4.7 Diagram Persentase Keaktifan Siswa Siklus II 92.59% 55.56% 88.89% 74.07% 62.96% 66.67% 92.59% 37.04% 0 Poin 1 Poin 2a Poin 2b Poin 3a Poin 3b Poin 3c Poin 4a Poin 4b

81

2) Motivasi Belajar

Pada akhir pembelajaran siklus II diadakan kembali pembagian kuesioner motivasi akhir yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan motivasi belajar IPS siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Motivasi pada siklus II ini mengalami peningkatan dimana pada siklus II ini terdapat 24 siswa dari jumlah seluruh siswa 27 yang tergolong pada kriteria “Sangat Tinggi” dengan persentase 88,89%, dan 3 siswa lainnya termasuk dalam kriteria “Tinggi” dengan persentase 11,11%.

Adapun hasil observasi motivasi belajar IPS pada siklus kedua adalah sebagai berikut:

Tabel 4.10 Persentase Data Siklus II Motivasi Belajar IPS Setelah Penerapan STAD

Tabel di atas menunjukkan data keadaan akhir motivasi belajar IPS siswa setelah penerapan STAD pada siklus II. Rata- rata hasil motivasi belajar siklus II ini sebesar 86,44. Untuk No. Nilai tingkat penguasaan Kriteria Frekuensi Persentase Rata-rata

1 81-100 ST 24 88,89 86,44 2 66 -80 T 3 11,11 3 56 - 65 C 0 0,00 4 46 - 55 R 0 0,00 5 di bawah 46 SR 0 0,00 Jumlah 27 100

82

siswa yang tergolong memiliki motivasi sangat tinggi mencapai 24 siswa dari 27 siswa, dengan persentase sebesar 88,89%, kemudian untuk siswa yang memiliki motivasi tinggi mencapai 3 siswa atau 11,11%, sedangkan jumlah siswa untuk kriteria cukup, rendah, dan sangat rendah pada akhir siklus II ini 0 atau tidak ada.

Peningkatan motivasi yang cukup tinggi ini, tidak lepas dari usaha peneliti mengevaluasi proses pembelajaran dari siklus I. Dengan penyajian materi yang cukup jelas, kondisi kelas yang lebih kondusif, dan hadiah yang lebih banyak semakin memotivasi mereka dalam proses pembelajaran. Untuk melihat seberapa besar perbandingannya, lebih jelasnya dapat dilihat dalam diagram 4.8 sebagai berikut:

Gambar 4.8 Diagram Persentase Motivasi Belajar Siklus II

0 0 0 11.11 88.89 Sangat rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi

83

3) Prestasi Belajar IPS

Observasi terhadap prestasi belajar IPS siswa pada siklus II ini berupa tes tertulis.Tujuan pelaksanaan tes prestasi siklus II ini adalah mengetahui adakah peningkatan prestasi belajar IPS siswa pada siklus II dari siklus I atau dari kondisi awal. Adapun hasil tes prestasi belajar IPS siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11 Persentase Data Prestasi Belajar Siklus II Dilihat Dari Nilai Ketuntasan KKM

Jumlah

siswa Nilai KKM yang ditentukan Keterangan Siswa yang tuntas Persen

-tase tidak tuntasSiswa yang Persen-tase

27 65 0 0% 27 100%

Nilai tertinggi 93

Nilai terendah 70

Rata-rata 80,11

Tabel di atas menunjukkan data prestasi belajar IPS pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Semua siswa kelas V dinyatakan lulus atau tuntas KKM karena nilai yang dicapai semua di atas 65. Nilai tertinggi yang berhasil dicapai adalah 93, sedangkan untuk nilai terendahnya adalah 70. Dengan kata lain prestasi siswa dalam pembelajaran IPS dengan tipe STAD dinyatakan 100% tuntas. Di samping itu, untuk melihat sebaran skor yang diperoleh siswa, peneliti sajikan juga persentase data prestasi siswa pada siklus II.

Tabel 4.12 Persentase Data Prestasi Belajar IPS Siklus II No. Interval Frekuensi Persentase Kriteria Rata-

rata

84

No. Interval Frekuensi Persentase Kriteria Rata- rata 2 66 – 80 18 66,67% Tinggi 3 56- 65 0 0,00% Cukup 4 46 – 55 0 0,00% Rendah 5 < 46 0 0,00% Sangat Rendah Jumlah 27 100%

Dari tabel di atas, tampak bahwa frekuensi tertinggi pada prestasi belajar siswa pada siklus II ini ialah 18 siswa atau 66,67% dari jumlah siswa seluruhnya 27 yang termasuk dalam kriteria “Tinggi”. Sedangkan untuk siswa yang lainnya dengan jumlah 9 siswa atau 33,33% berada pada kriteria “Sangat Tinggi”. Rata- rata nilai prestasi belajar siswa pada siklus II ini ialah 80,11. Data tersebut dapat diperjelas dengan gambar diagram sebagai berikut:

Gambar 4.9 Diagram Data Prestasi IPS Siklus II

d. Refleksi Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan pada akhir siklus II ini, peneliti melihat bahwa keaktifan, motivasi, serta prestasi beajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

33.33% 66.67% 0% 0% 0% Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah

85

mengalami peningkatan yang cukup tinggi baik dari yang sebelumnya. Untuk keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II ini skor rata-ratanya ialah 71,30 dan tergolong “Tinggi”, untuk motivasi belajar siswa pada siklus II ini skor rata-rata kelas mencapai 86,44 dan termasuk pada kriteria “Sangat Tinggi”. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa nilai rata-rata mencapai 80,11 dan 100% tuntas KKM. Hal ini berarti keaktifan, motivasi, serta prestasi belajar siswa yang ditargetkan oleh peneliti yakni rata- rata kelas 80, dan ketuntasan KKM sebesar 85% tercapai, bahkan hasilnya melebihi nilai dan persentase yang ditargetkan oleh peneliti.

Pelaksanaan siklus kedua ini dinyatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dari hasil yang diperoleh peneliti setelah menganalis data keaktifan, motivasi, dan prestasi belajar siswa SDN Kalongan yang mana target akhir dari peneliti sudah tercapai.

Dokumen terkait