BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model kooperatif tipe teams-games-tournament (TGT) ini telah dilaksanakan di SMA Santo Mikael Sleman pada tanggal 28 April 2014 dan 5 Mei 2014. Sebelum pelaksanaan penelitian, peneliti telah melakukan observasi pada tanggal 24 April 2014 pada jam ke 3-4 yaitu jam 09.30-11.00 WIB di kelas XI IPS. Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk terlebih dahulu mengetahui keadaan siswa kelas XI IPS. Setelah kegiatan observasi dilakukan, kegiatan PTK dilaksanakan pada tanggal 28 April 2014 untuk Siklus I dan tanggal 5 Mei 2014 untuk Siklus II pada jam ke 3-4 yaitu jam 09.30-11.00 WIB. Tahap-tahap pelaksanaan PTK dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGTdapat diuraikan sebagai berikut:
1. Observasi pra penelitian
Kegiatan observasi dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April 2014 pada saat jam pelajaran ke 3-4 yaitu pukul 09.30-11.00 WIB. Jumlah siswa kelas XI IPS berjumlah 29 siswa. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari daerah asal, suku, ras, jenis kelamin dan tingkat kemampuan akademik yang. Dalam hal ini, ada empat hal yang diobservasi oleh peneliti yaitu, guru, siswa dan kelas serta minat belajar siswa. Berikut dapat diuraikan hasil-hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti:
a. Observasi pada guru
1) Kegiatan membuka pelajaran
Berikut hasil observasi terhadap aktivitas guru pada kegiatan pra pembelajaran dan membuka pembelajaran saat pra penelitian:
Tabel 5.1
Hasil Observasi Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR
I. PRA PEMBELAJARAN
1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan
media 1 2 4 5
2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 4 5
II. MEMBUKA PEMBELAJARAN
1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5
2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
rencana kegiatannya 1 2 4 5
Sumber: Data Primer (lampiran 18, halaman 254)
Dalam kegiatan pembuka, guru sudah baik dalam memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. Namun guru masih dalam memeriksa kesiapan ruang dan alat-alat belajar para siswa. Dalam melakukan kegiatan apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran dibawakan dengan sangat baik oleh guru.
2) Kegiatan inti pembelajaran
Berikut hasil observasi terhadap aktivitas guru pada kegiatan inti pembelajaran saat pra penelitian:
Tabel 5.2
Hasil Observasi Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasaan materi pembelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 1 2 4 5
2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan 1 2 4 5
3 Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki
pembelajaran 1 2
4 5
4 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 1 2 4 5
B. Pendekatan/strategi pembelajaran 1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai 1 2 4 5
2 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa 1 2 4
5
3 Melaksanakan pemebelajaran secara runtut 1 2 4 5
4 Melaksanakan pemebelajaran yang terkoordinasi 1 2 4 5
5 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual 1
2 4
5 6 Mengkomodasi adanya keragaman budaya Nusantara 1 2 4 5 7 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
tumbuhnya kebiasaan positif 1 2 4 5
8 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu
yang telah dialokasikan 1 2 4 5
C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media 1 2 4 5
2 Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 4 5
3 Menggunakan media secara efektif dan efisien 1 2 4 5
4 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 1 2 4 5
D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
1 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam
pembelajaran 1 2
4 5
2 Merespon positif partisipasi siswa 1 2 4 5
3 Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan
siswa-siswa 1 2 4
5 4 Menunujukkan sikap terbuka terhadap respon siswa 1 2 4 5 5 Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif 1 2 4 5 6 Menumbuhkan kecerian dan antusiasme siswa dalam
belajar 1 2 4 5
E. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi
1 Menumbuhkan sikap ekonomis 1 2 4 5
2 Menumbuhkan sikap produktif 1 2 4 5
F. Penilaian proses dari hasil belajar
2 Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5
3 Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi 1 2 4 5
4 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi 1 2 4 5 G. Penggunaan bahasa
1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar 1 2 4 5
2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar 1 2 4 5
3 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 4 5
Sumber: Data Primer (lampiran 18, halaman 254)
Dalam menjelaskan materi, guru sudah menunjukkan bahwa guru sudah menguasai materi yang disampaikan dengan baik. Guru sudah menggunakan bahasa lisan yang jelas, lancar, runtut dan dengan gaya yang sesuai. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru sudah merespon setiap partisipasi siswa.
Kekurangan yang masih terlihat adalah kurang bagusnya penyampaian materi tidak menumbuhkan keceriaan sehingga banyak siswa yang tidak berminat mengitu pembelajaran dengan baik.
3) Kegiatan penutup pembelajaran
Berikut hasil observasi terhadap aktivitas guru pada kegiatan penutup pembelajaran saat pra penelitian:
Tabel 5.3
Hasil Obeservasi Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
IV. PENUTUP
A. Refleksi dan rangkuman pembelajaran
1 Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan
siswa 1 2
4 5
2 Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa 1 2 4 5
B. Pelaksanaan tindak lanjut
1 Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai
bagian remedi 1 2 4 5
2 Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai
bagian pengayaan 1 2 4 5
Saat akhir kegiatan pembelajaran guru sudah terlihat baik saat melakukan kegiatan refleksi dan menyusun rangkuman. Dalam pembelajaran kali ini tidak ada arahan atau tugas untuk remidi atau pengayaan.
b. Observasi pada siswa
Berikut hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada saat pra penelitian: Tabel 5.4
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
No Deskriptor Ya Tidak Keterangan
1 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran
√
Hampir seluruh siswa belum siap untuk mengikuti proses
pembelajaran. Ada siswa yang terlihat masih mengantuk dan bahkan ada yang tertidur di kelas. 2 Siswa
memperhatikan
penjelasan guru √
Dari semua siswa-siswi yang hadir hanya sedikit siswa yang
memperhatikan penjelasan guru dan itu mayoritas adalah para siswi. 3 Siswa menanggapi
pembahasan pelajaran
√ Sebagian besar siswa tidak menanggapi penjelasan guru. 4 Siswa mencatat
hal-hal penting √ Tidak ada siswa yang mencatat.
5 Siswa mengerjakan
tugas dengan baik √
Sebagian besar siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan secara mandiri, hanya menyontek dari siswa yang sudah mengerjakan. 6 Siswa menanyakan
materi yang belum
dipahami √
Tidak ada siswa yang menanyakan materi yang sedang diajarkan padahal ketika ditanya mereka tidak bisa menjawab.
Sumber: Data Primer (lampiran 19, halaman 256)
Sejak awal pembelajaran, sebagian besar siswa belum siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa tidak mendengarkan guru untuk siap mengikuti kegiatan pembelajaran, masih ada siswa yang malas dan mengantuk. Hanya sebagian kecil siswa yang siap mengikuti kegiatan
pembelajaran dan mayoritas dari siswa tersebut adalah anak-anak perempuan.
c. Observasi kelas
Berikut hasil observasi terhadap kelas pada saat pra penelitian: Tabel 5.5
Hasil Observasi Kondisi Kelas Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
No Deskriptor Ya Tidak
1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki
kemampuan belajar berbeda-beda √
2 Kelas terdiri dari siswa dengan asal-usul yang
berbeda √
3 Ada sejumlah banyak aturan yang harus ditaati oleh
para siswa √
4 Kelas dekat dengan tempat yang dapat mengganggu
proses belajar dalam kelas √
5 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran dengan
mudah ditemukan siswa di kelas √
6 Sebagian besar siswa telah memiliki sumber
referensi yang digunakan √
7 Kelas memiliki fasilitas yang secara umum dapat
menunjang kegiatan belajar √
Sumber: Data Primer (lampiran 20, halaman 257)
Secara fisik, ruang kelas XI IPS sudah cukup memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang tersedia di kelas tersebut adalah satuwhiteboard, satu meja guru, satu kursi guru, 30 meja dan kursi untuk siswa,satu buah jam dinding, satu papan pengumuman, satu lemari dan ruang kelas ini juga memiliki ventilasi yang cukup sehingga sangat mudah udara yang segar dapat masuk sehingga mendukung kegiatan belajar. Kelas XI IPS juga jauh dari tempat-tempat yang dapat mengganggu proses belajar sepertikantin, jalan raya dan lain sebagainya yang dapat mengganggu kegiatan belajar, apalagi kelas XI IPS hanya
dipisahkan oleh dinding pembatas dengan ruang kepala sekolah dan ruang sekretariat sehingga keadaan ini sangat menunjang kegiatan pembelajaran.
Kekurangan dari kelas ini adalah ruang kelas yang kecil dan tidak memiliki viewer. Tetapi, secara umum fasilitas yang ada sudah cukup untukmendukung kegiatan belajar mengajar.
d. Kuesioner minat belajar siswa
Selain observasi-observasi di atas, peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa kuesioner minat belajar para siswa kelas XI IPS SMA Santo Mikael Sleman. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat minat belajar yang dimiliki oleh para siswa kelas XI IPS sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe TGT.Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti, berikut merupakan hasil dari kuesioner minat belajar siswa:
Tabel 5.6
Hasil Perhitungan Kuesioner Minat Belajar Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
Berdasarkan PAP Tipe II
Interval Skor Jumlah Persentase (%) Kategori
127-150 0 0 Sangat Tinggi 109-126 0 0 Tinggi 97-108 0 0 Cukup 85-96 8 34,78 Rendah 0-85 15 65,22 Sangat Rendah 23 100
Sumber: Data Primer (lampiran 21, halaman 258)
Dari hasil kuesioner awal tersebut dapat dilihat bahwa minat belajar siswa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT,
sebanyak delapan orang siswa atau 34,78% berada pada kategori rendah, 15 orang siswa atau 65,22% berada pada kategori sangat rendah dan dengan skor rata-rata 73,83 dan berada pada kategori minat belajar yang sangat rendah.
Berdasarkan hasil observasi-observasi di atas, dapat diidentifikasi persoalan pembelajaran sebagai berikut:
a. Siswa tidak berminat untuk belajar ataupun mengikuti proses pembelajaran. Hal yang menyebabkannya adalah guru menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas saja. Dampak dari rendahnya minat belajar dari para siswa adalah siswa tidak dapat memahami materi yang diajarkan oleh guru.
b. Karena proses pembelajaran yang kurang menarik minat para siswa untuk mengikuti proses pembelajaran sehingga kemudian para siswa asik dengan kegiatan yang kontradiktif dengan apa yang diharapakan terjadi dalam sebuah kelas ketika berlangsung proses belajar mengajar, seperti mengobrol dengan teman di sampingnya, tidur-tiduran, melamun dan lain sebagainya. Sehingga akhirnya tujuan dari sebuah proses pembelajaran tidak dapat tercapai.
Untuk menjawab permasalahan pembelajaran tersebut, dalam penelitian ini diterapkan model pembelajaran kooperatif untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa. Model pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah tipe Teams-Games-Tournament. Penerapan model tersebut dilakukan atas dasar pemikiran bahwa
jika siswa dilibatkan secara aktif dalam sebuah kerja sama kelompok (teams), materi yang disampaikan dalam bentuk permainan (games) dan menguji kemampuan individu dari seorang siswa dalam sebuah persaingan atau perlombaan (tournament), maka siswa akan lebih berminat untuk mengikuti proses pembelajaran sehingga lebih mudah untuk memahami materi yang dipelajari.
2. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian akan dilakukan dalam dua siklus. Berikut pelaksanaan kedua siklus tersebut:
a. Deskripsi Siklus I PTK
Berikut dipaparkan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT
pada siklus pertama: 1) Perencanaan
Pada tahap perencanaan, peneliti membuat berbagai persiapan yang akan digunakan dalam kegiatan penelitian. Perencanaann tersebut meliputi:
a) Pembagian kelompok
Model pembelajaran TGT merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dimana siswa akan belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Hal ini dilakukan sebagai suatu cara agar dapat memaksimalkan kondisi belajar yang baik sehingga dapat mencapai tujuan belajar. Kelompok kecil ini juga digunakan untuk permainan-permainan yang ada dalam model
pembelajaran TGT. Oleh karena itu, dibentuk kelompok kecil secara heterogen dengan memperhatikan perbedaan tingkat kemampuan akademik, jenis kelamin, serta asal daerah. Untuk kemampuan akademik, siswa dikelompokkan dengan melihat hasil ulangan harian pada ulangan sebelumnya. Berdasarkan hasil tersebut, dibuatlah kelompok dengan kemampuan akademik tinggi, sedang dan kurang. Berikut hasil ulangan siswa pada materi neraca saldo setelah di sesuaikanyang selanjutnya dipakai sebagai dasar pembentukan kelompok:
Tabel 5.7
Nilai UlanganMateri Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
No Nama Siswa Nilai
Ulangan
Tingkat Prestasi
1 Alfred redemtus Gilbert K. 65 Kurang
2 Anggit Juniardhi 75 Sedang
3 Antonius Angga Rahardita 50 Kurang
4 Benediktus Paksi Lelono Dewanto 45 Kurang
5 Binuka Aji 50 Kurang
6 Bonifacius Baskara Kurnia Buana 70 Sedang
7 Brian Sadhana 45 Kurang
8 Cyrilus Agung Irvan Saputra 60 Kurang
9 Christoforus Yudistira 60 Kurang
10 Dewangga Wahyu Jatmiko 50 Kurang
11 Edo Ari Susanto 60 Kurang
12 Filipus Fanu Masaubat 70 Sedang
13 Fransisca Rosaria Dewi 75 Sedang
14 Hendriko Anang Widagno 55 Kurang
15 Hosea Oktavia Putri 60 Kurang
16 Ivan Lomalin 70 Sedang
17 Lucia SeptiWulandari 60 Kurang
18 Maria Fista Rossa Octaviani 60 Kurang
19 Mateus Johan Setia Pratama 50 Kurang
20 Priscilla Salsalina 48 Kurang
21 Raphael Ruci Nugroho 75 Sedang
22 Robertus Rian Alfianto 58 Kurang
23 Rosfivanny Yolanda Sitokdana 65 Kurang
25 Yohanna Christiani Erni Andarini 60 Kurang
26 Yohanna Lussy C. Wabia 70 Sedang
27 Yohanes Dion Undagi 70 Sedang
28 Kanaan Ronsumbre 60 Kurang
29 Xaveria Mbare Waliter 44 Kurang
Sumber: lampiran 52, halaman 356
Dari hasil ulangan tersebut dapat dibentuk menjadi enam kelompok belajar, dimana lima kelompok beranggotakan lima orang siswa dan satu kelompok beranggotakan empat orang siswa. Dasar pemberian nama kelompok menggunakan warna, yaitu kelompok merah, kelompok kuning, kelompok biru, kelompok hijau, kelompok putih dan kelompok ungu. Masing-masing siswa juga diberi pin bernomer mulai dari nomer satu sampai dengan lima sebagai penanda bagi siswa tersebut. Pembagian kelompok dapat dilihat pada lampiran 38, halaman 316.
Skor ulangan tersebut di atas juga digunakan sebagai skor awal yang menggambarkan tingkat pemahaman siswa. Pada ulangan tersebut, siswa yang tidak mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 20siswa atau 69% dan siswa yang mampu mencapai KKM berjumlah sembilan siswa atau 31%. b) Menyusun perangkat pembelajaran
Pada tahap ini, peneliti menyiapakan beberapa instrumen penelitian berupa:
(1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Peneliti menyusun RPP yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan yang harus dicapai, materi ajar, metode pembelajaran, waktu yang dialokasikan dan langkah-langkah pembelajaran. Dalam membuat langkah-langkah pembelajaran peneliti mangacu pada langkah model pembelajaran TGT. Langkah-langkah pembelajaran tersebut dibuat sebagai panduan bagi guru di dalam melakukan pembelajaran di kelas.RPP pada siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 5a, halaman 166.
(2) Handout materi pembelajaran
Handoutadalah ringkasan materi pembelajaran yaitu materi tentang laporan keuangan perusahaan jasa yang dibuat dengan tujuan membantu siswa untuk lebih memahami materi yang sedang diajarkan dan juga dapat dipakai sebagai media untuk berdiskusi di dalam kelompok ketika kegiatanteams berlangsung. Maka dari itu, siswa mempunyai kesempatan yang lebih untuk menggali informasi dan pengetahuan.handout pada siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 6a, halaman 186.
(3) Soal dan jawaban teams
Soal-soal teams yang harus dikerjakan siswa secara kelompok. Pemberian soal tersebut sebagai upaya untuk
menggali pengetahuan yang dimiliki para siswa setelah mendengarkan penjelasan dari guru sebelum dilaksanakannya kegiatan games dan tournament.Soal dan jawaban teams pada siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 7a, halaman 193.
(4) Soal dankartu jawabangames
Lembar pertanyaan berupa neraca saldo setelah disesuaikan dan kartu jawaban berupa akun-akun dan nominal dari akun tersebut, digunakan pada saat kegiatan games. Penyusunan soal dan jawaban disesuaikan materi dan indikator serta tujuan yang ingin dicapai.Soal dan jawaban games pada siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 8a, halaman 199. (5) Papan make a match
Papan make a match digunakan untuk menempelkan kartu jawaban dan nominalnya. Papan ini berisi dua puluh kolom atau tempat yang digunakan sebagai tempat menempelkan kartu jawaban. Papan ini juga dibuat sesuai dengan jumlah kelompok yang ada dan papan ini digunakan pada saat kegiatan games berlangsung. Papan make a mathc dapat dilihat pada lampiran 22, halaman 259.
(6) Nomer urut pengerjaan soal
Setiap siswa mendapat pin berupa nomer urut di dalam kelompoknya. Nomer tersebut digunakan sebagai dasar
untuk maju ke depan untuk mengerjakan soal yang ada di depan kelas pada saat kegiatan games.
(7) Lembar skor games, tournamentdan total
Lembar skor ini digunakan untuk mencatat skor berdasarkan jawaban yang telah dikerjakan oleh para siswa selama kegiatan games dan tournament. Lembar skor inidapat dilihat padalampiran 23, halaman 261.
(8) Bendera kelompok
Bendera kelompok disesuaikan dengan nama kelompok, kelompok merah menggunakan bendera berwarna merah, begitu juga dengan kelompok yang lain dan digunakan sebagai alat untuk memperoleh kesempatan menjawab pertanyaan yang ditampilkan di depan kelas dengan cara diangkat setelah menuliskan jawaban di lembar yang sudah disediakan pada saat kegiatan tournament.
(9) Hadiah
Hadiah diberikan kepada tiga kelompok yang mendapatkan skor tertinggi setelah semua skor diakumulasikan. Hadiah tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kelompok yang berprestasi dalam pembelajaran. Dan ada juga hadiah untuk dibagi bersama sehingga tidak ada rasa tidak diperhatikan oleh para siswa yang kurang prestasi.
c) Peneliti menyiapkan instrumen pengumpulan data berupa: (1) Lembar observasi guru
Lembar observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung.
(2) Lembar observasi siswa
Lembar observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh siswa pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran.
(3) Lembar observasi kelas
Lembar ini digunakan untuk mengumpulkan data kondisi fisik kelas yang akan digunakan untuk pelaksanaan penelitian tindakan kelas berlangsung.
(4) Kuesioner minat belajar siswa
Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa sebelum melaksanakan pembelajaran dengan model TGT dan setelah melaksanakan pembelajaran dengan model TGT.
(5) Lembar refleksi siswa
Lembar ini untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran yang baru saja berlangsung. Refleksi juga berguna sebagai bahan evaluasi di dalam proses pembelajaran.
(6) Lembar refleksi guru
Lembar ini berisi tanggapan guru terhadap proses pembelajaran yang baru saja berlangsung. Hal ini sangat penting karena guru lebih mengetahui keadaan atau karakteristik para siswa seperti apa sehingga sangat membantu dalam proses evaluasi.
(7) Soal pre-test, post-testdan jawabannya
Soal pre-test dan post-test dibuat berdasarkan indikator-indikator yang harus dicapai siswa pada saat pembelajaran. Soal tersebut akan digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan setelah melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe
TGT.Soal dan jawaban dapat dilihat pada lampiran 10a, halaman 223.
(8) Panduan wawancara siswa
Panduan ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mewawancarai siswa setelah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.
(9) Panduan wawancara guru
Panduan ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mewawancarai guru setelah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.
2) Tindakan
Penelitian siklus pertama ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 April 2014 pukul 08.30 sampai dengan 11.00 WIB, yaitu pada jam ketiga dan keempat. Materi yang diajarkan pada saat penelitian adalah laporan keuangan perusahaan jasa, dengan standar kompetensi memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa dan kompetensi dasar menyusun laporan keuangan perusahaan jasa. Jumlah siswa kelas XI IPS adalah 29 siswa. Pada saat memasuki kelas siswa langsung menuju ke meja masing-masing dengan acuan nama yang tercantum di papan kelompok. Berikut implementasi proses pembelajaran kooperatif tipe TGTpada siklus yang pertama: a) Kegiatan pembuka
(1) Salam dan presensi
Guru mengawali pembelajaran dengan memberikan salam dan melakukan presensi untuk mengetahui siswa yang tidak hadir. Dalam pembelajaran kali ini, ada dua orang siswa yang tidak dapat hadir.
(2) Apersepsi
Guru melakukan apersepsi dengan mengajak para siswa untuk mengingat kembali mengenai siklus akuntansi.
(3) Penyampaian SK, KD dan indikator
Guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator serta tujuan sebagai suatu hal yang harus
dikuasai oleh para siswa dalam materi laporan keuangan kali ini.
(4) Pre-test
Pre-test dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi laporan keuangan perusahaan jasa.Hasil pre-test dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 5.8
Tingkat Pemahaman Siswa SaatPre-testPada Siklus I Interval Nilai Jumlah Siswa Persentasi (%) Kategori 81-100 0 0 Sangat Paham 66-80 5 21,74 Paham 56-65 11 47,83 Cukup Paham 46-55 2 8,69 Tidak Paham
0-45 5 21,74 Sangat Tidak Paham
23 100
Sumber: Data Primer (lampiran 24, halaman 263) Catatan: Skor dikonversi dalam skala 100
Hasil pre-test pada siklus pertama ini menunjukkan skor rata-rata kelas adalah 54,96 dan masuk dalam kategori tidak paham. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 75 dan nilai terendah yang dicapai adalah 25, ada dua orang siswa yang tidak masuk sehingga kedua siswa tersebut tidak mempunyai nilai.
b) Kegiatan inti
(1) Penjelasan materi
Guru menjelaskan materi tentang laporan keuangan dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan setelah guru menjelaskan materi.
(2) Kegiatan teams
Pada tahap perencanaan, guru dan peneliti sudah membagi kelompok dengan heterogen. Tetapi, guru sekali lagi memeriksa untuk memastikan bahwa para siswa sudah duduk di meja kelompoknya masing-masing. Saat kegiatan
teams berlangsung, siswa diberi soal untuk dikerjakan bersama-sama di dalam kelompok. Kegiatan ini dimaksudkan agar setiap siswa dapat membangun kerjasama yang baik antaranggota kelompok dimana bila ada anggota yang tidak mengerti tentang materi tersebut dapat dibantu oleh teman lain yang mengerti. Hasil kerja kelompok kemudian dikumpulkan ke masing-masing fasilitator. Hasil kerja teams dapat dilhat padalampiran 25, halaman 264. Selanjutnya guru menjelaskan aturan dan prosedur permainan (games). Prosedur dan aturangames
dapat dilihat padalampiran 26, halaman 276. (3) Kegiatan games
Permainan (games) pada siklus pertama ini diberi nama menjodohkan, dimana di depan kelas sudah tersedia media
berupa papan yang dijadikan sebagai tempat untuk menempelkan jawaban. Di depan kelas juga sudah tersedia meja dimana di atas meja tersebut telah tersedia soal berupa neraca saldo setelah disesuaikan dan juga lembar jawab berupa akun-akun dan nominal dari masing-masing akun