BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1 Deskripsi Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dengan alokasi waktu setiap pertemuannya 2 x 40 menit (2 jam pelajaran). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan mengacu pada model penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan tersebut. Peneliti menggunakan materi dalam standar kompetensi yang sama dengan tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang telah dirumuskan. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas dalam mengkondisikan siswa selama proses pembelajaran agar dapat berjalan sesuai dengan rencana. Selama melakukan penelitian, peneliti berperan sebagai guru pelaksana. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn.
4.1.1 Siklus I
Pada siklus I terdapat dua kali pertemuan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2015 (pertemuan pertama) dan hari Kamis, 20 Agustus 2015 (pertemuan kedua). Pertemuan pertama siswa kelas IIB belajar menjelaskan arti
pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah. Sedang pada pertemuan kedua siswa kelas II belajar menyebutkan contoh-contoh hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah.
4.1.1.1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan yang dilakukan peneliti dalam melaksanakan
penelitian dengan judul “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar pada Mata
Pelajaran PKn Siswa Kelas IIB Menggunakan Metode Role-Play di SD Kanisius Sorowajan” adalah peneliti meminta ijin kepada Kepala SD Kanisius Sorowajan
untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan ijin dari kepala sekolah, peneliti menemui guru kelas IIB untuk meminta ijin dan bantuan dalam melakukan penelitian tindakan di kelas IIB. Kemudian untuk memperoleh gambaran awal dari permasalahan yang terjadi terkait dengan mata pelajaran PKn dan kondisi siswa saat belajar PKn, peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas IIB. Pada saat yang bersamaan peneliti melakukan studi dokumentasi berupa nilai-nilai Ujian Tengah Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015 pada mata pelajaran PKn. Setelah itu, peneliti meminta ijin kepada guru kelas IIB untuk melakukan observasi di kelas untuk melihat kondisi siswa dan guru saat pembelajaran PKn.
Pada tahap perencanaan ini peneliti juga mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung penelitian berupa silabus, RPP, lembar kerja kelompok, lembar kerja individu, materi ajar, dan soal evaluasi beserta kunci jawabannya. Selain itu untuk mengukur keaktifan siswa saat pembelajaran di kelas, peneliti menyiapkan lembar observasi keaktifan siswa yang
telah divalidasi oleh seorang ahli validasi keaktifan. Kemudian untuk mendukung pembelajaran peneliti menyiapkan media pembelajaran berupa gambar-gambar dan lagu-lagu pembelajaran.
4.1.1.2 Tindakan (Acting) 1. Pertemuan 1
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2015 dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran berpedoman pada RPP yang dipersiapkan oleh peneliti. Materi pembelajaran yang disampaikan peneliti adalah menjelaskan arti pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah. Kegiatan awal yang dilakukan peneliti adalah mengucapkan salam kepada siswa dan berdoa sebelum memulai pembelajaran. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan mempresensi siswa sekaligus berkenalan. Pada langkah apersepsi dilakukan dengan bertanya jawab
seperti misalnya “Siapa yang pernah menolong sesama?”. Peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang berjudul “Hidup Sejahtera” dapat dilihat pada
lampiran RPP 1. Tujuan peneliti mengajak bernyanyi adalah untuk menggali pengetahuan siswa mengenai arti pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah. Setelah melakukan apersepsi peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa.
Pada kegiatan inti pembelajaran, peneliti menggunakan teknik Jigsaw II pada KD 1.1 Mengenal arti pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah. Langkah yang dilakukan peneliti membagi siswa dalam tujuh kelompok, satu kelompok berjumlah tiga siswa. Pembentukan
kelompok dilakukan sebanyak dua kali, dimana pada pembentukan kelompok yang pertama menentukan kelompok asal. Pembentukan kelompok yang kedua menentukan kelompok ahli. Pada kelompok ahli ada submateri yang siswa pelajari
dalam kelompok. Submateri yang pertama membahas “hidup rukun”, submateri yang kedua membahas “saling berbagi”, dan submateri yang ketiga membahas “tolong-menolong”.
Pada saat belajar dalam kelompok ahli siswa diminta untuk saling berdiskusi mengenai submateri yang dipelajari. Peneliti berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lainnya untuk mengawasi jalannya belajar dalam kelompok. Usai siswa melakukan belajar dalam kelompok ahli siswa diminta kembali pada kelompok asal untuk membagikan pengetahuan yang telah didapat dari belajar pada kelompok ahli. Setelah itu siswa dalam kelompok asal mengerjakan tugas kelompok 1. Pada kegiatan inti tersebut peneliti memberikan penguatan akan materi yang telah dipelajari siswa.
Kegiatan akhir yang dilakukan yaitu peneliti mendampingi siswa dalam menyimpulkan materi pembelajaran. Setelah itu siswa secara individu mengerjakan soal latihan 1. Sebelum pembelajaran pertemuan pertama selesai, peneliti mengajak siswa untuk melakukan merefleksikan pembelajaran mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dan melakukan aksi.
2. Pertemuan 2
Pada kegiatan pembelajaran pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Agustus 2015. Materi pembelajaran yang dicapai siswa yaitu menyebutkan contoh-contoh hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di
rumah dan di sekolah. Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyanyikan
sebuah lagu yang berjudul “Contoh Hidup Rukun” dapat dilihat pada lampiran RPP 2. Peneliti melakukan apersepsi untuk menggali pengetahuan siswa sebelum masuk pada materi pembelajaran dengan menunjukkan gambar-gambar perbuatan terpuji dan tercela. Setelah itu peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa.
Kegiatan inti pada pertemuan kedua, peneliti meminta bantuan beberapa siswa untuk memainkan peran dalam sebuah keluarga yang diadaptasi dari sebuah bacaan mengenai contoh hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah menggunakan metode role-play. Dari pembelajaran dengan menggunakan metode role-play, siswa secara berkelompok mengerjakan contoh-contoh hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah pada lembar kerja kelompok. Dua kelompok tercepat diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.
Pada kegiatan akhir peneliti mendampingi siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran. Setelah itu siswa mengerjakan soal evaluasi 1 pada siklus I. Sebelum pembelajaran usai, peneliti memberikan PR soal latihan 2 untuk dikerjakan di rumah. Pembelajaran diakhiri dengan peneliti mengajak siswa untuk melakukan refleksi menemukan kesulitan-kesulitan saat pembelajaran dan melakukan suatu aksi.
4.1.1.3Pengamatan (Observing)
Selama proses kegiatan pembelajaran pada siklus 1 peneliti dibantu oleh guru kelas IIB dan teman sejawat dalam melakukan observasi terhadap keaktifan
belajar siswa selama proses penelitian tindakan berlangsung. Observasi keaktifan siswa berpedoman pada lembar observasi keaktifan siswa dan panduan wawancara dengan guru. Adapun indikator keaktifan yang digunakan untuk mengamati keaktifan siswa yaitu 1) siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, meliputi: interaksi antar siswa satu dengan siswa yang lain, memperhatikan penjelasan guru, membaca sumber belajar, dan mencacat informasi penting, 2) siswa berani dalam mengungkapkan pendapat dan pertanyaan, meliputi: mengungkapkan pendapat dan siswa bertanya, 3) siswa bertanggung jawab terhadap tugas, meliputi: turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok, mengungkapkan pendapat dalam kelompok, dan memberi tanggapan pendapat teman dalam kelompok.
Pengisian lembar observasi keaktifan dilakukan dengan memberi tanda checklist () pada kolom yang tersedia. Dari observasi yang dilakukan peneliti melihat bahwa siswa memiliki semangat dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran PKn. Hal tersebut terlihat dari beberapa siswa dengan percaya diri menjawab dan menanyakan materi pembelajaran meski belum sepenuhnya percaya diri.
4.1.1.4Refleksi (Reflecting)
Pada pelaksanaan kegiatan penelitian siklus I tingkat keaktifan belajar siswa masih rendah. Dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran pertemuan pertama dan kedua masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh peneliti:
2. Penggunaan teknik Jigsaw II dalam belajar secara kelompok untuk dioptimalkan.
3. Lebih memperhitungkan waktu, sehingga kegiatan pembelajaran dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Prestasi belajar yang diperoleh siswa meningkat dari kondisi awal, namun jika dilihat dari nilai rata-rata kelas, hasil yang diperoleh siswa belum mencapai batas ketuntasan yang ditetapkan yaitu nilai 75. Banyaknya siswa yang sudah mencapai nilai KKM pada kondisi awal sebanyak 26,6% dengan jumlah 8 siswa dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 30 siswa. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai KKM sebayak 74% sebanyak 22 siswa. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada siklus I meningkat dari kondisi awal menjadi 73 dengan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 28% dari jumlah keseluruhan siswa 21 yaitu 6 siswa. Dengan demikian peneliti merencanakan untuk melanjutkan pembelajaran pada siklus II.
4.1.2 Siklus II
Pada siklus II terdapat dua kali pertemuan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2015 (pertemuan pertama) dan hari Kamis, 3 September 2015 (pertemuan kedua). Pertemuan pertama dan kedua siswa kelas IIB belajar pada KD 1.2 Melaksanakan hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah dengan menggunakan metode role-play.
4.1.2.1Perencanaan (Planning)
Perencanaan pada siklus II peneliti melakukan persiapan-persiapan untuk mendukung pembelajaran. Perencanaan yang dilakukan peneliti pada tahap ini
adalah, menyiapkan media-media ilustrasi, menata bangku siswa untuk setiap kelompok, lebih mengkondisikan waktu dan kelas agar berjalan lancar, dan memberi kesempatan siswa untuk memahami skenario. Selain itu untuk kegiatan pembelajaran pada siklus II pertemuan pertama, siswa mengerjakan soal latihan 3 dan pertemuan kedua siswa mengerjakan soal evaluasi 2.
4.1.2.2Tindakan (Acting) 1. Pertemuan 1
Pertemuan pertama pada siklus II kegiatan awal dibuka dengan lagu yang
berjudul “Menerapkan Hidup Gotong Royong” (lihat lampiran pada RPP 3).
Kegiatan dilanjutkan dengan apersepsi guru bertanya “Apa yang terjadi jika
sesama manusia tidak rukun?”. Setelah melakukan apersepsi dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Pada kegiatan inti siswa masih belajar dalam kelompok yang sama. Siswa saling berbagi dengan teman dalam kelompoknya mengenai pengalaman hidup rukun yang pernah dilakukan baik di rumah atau di sekolah. Kegiatan yang dilakukan setelah berbagi pengalaman, siswa menuliskan pengalaman pada lembar kerja siswa. Setelah satu kelompok selesai menuliskan pengalaman, masing-masing kelompok berlatih untuk memainkan peran hidup gotong royong di rumah dengan skenario yang sudah dipersiapkan peneliti. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk bermain peran atau role-play dengan didampingi peneliti.
Kegiatan penutup, siswa didampingi peneliti menyimpulkan materi pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk mencatat hal-hal yang penting.
Siswa mengerjakan soal latihan 3 untuk mengukur kemampuan dalam memahami materi pembelajaran K.D. 1.2. Kemudian peneliti memberikan tindak lanjut pada siswa berupa PR. Peneliti mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran dan melakukan aksi.
2. Pertemuan 2
Pada pertemuan kedua dalam siklus II dilaksanakan pada hari Kamis, 3 September 2015 berlangsung selama 2 JP. Pada awal pembelajaran peneliti memberikan tindakan mempresensi kehadiran siswa. Selanjutnya peneliti melakukan apersepsi berupa tanya jawab mengenai pengetahuan yang telah dimiliki siswa tentang pelaksanaan hidup rukun, saling berbagi, tolong-menolong di rumah dan di sekolah. Setelah itu peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa.
Pada kegiatan inti siswa secara berkelompok diberi waktu latihan menghafalkan skenario role-play dengan waktu 10 sampai 15 menit. Masing-masing kelompok tampil di depan kelas dengan durasi 3 sampai 4 menit. Media yang digunakan lebih pada benda-benda konkret seperti sapu, papan tulis, kapur, buku, kemoceng, dan kotak P3K. Kelompok yang akan tampil diundi oleh guru pelaksana tindakan yaitu peneliti. Situasi yang terjadi ketika masing-masing kelompok tampil yaitu ekspresi wajah yang ceria dan kurang percaya diri, kemudian peneliti mengawasi jalannya pembelajaran dengan menggunakan metode role-play pada KD.1.2.
Saat masing-masing kelompok tampil terlihat ada beberapa siswa yang maksimal dalam menghafalkan dialog namun ada pula siswa yang masih
dibimbing peneliti untuk mengucapkan dialog. Setelah menampilkan peran dalam melaksanakan hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di sekolah. Peneliti memberikan rangkuman penting akan manfaat dan dampak dari hidup rukun, saling berbagi, dan tolong-menolong di rumah dan di sekolah.
Pada kegiatan penutup, siswa didampingi peneliti menyimpulkan materi pembelajaran. Selanjutnya siswa mengerjakan soal evaluasi 2 pada siklus II. Sedang soal latihan 4 dikerjakan siswa untuk PR. Siswa didampingi peneliti merefleksikan kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran dan melakukan aksi sebagai bentuk nyata atas apa yang telah dipelajari.
4.1.2.3Pengamatan (Observing)
Selama proses kegiatan pembelajaran pada siklus II peneliti dibantu oleh guru kelas IIB dan teman sejawat dalam melakukan observasi terhadap keaktifan belajar siswa selama proses penelitian tindakan berlangsung. Observasi keaktifan siswa berpedoman pada lembar observasi keaktifan siswa dan panduan wawancara dengan guru. Adapun indikator keaktifan yang digunakan untuk mengamati keaktifan siswa yaitu a) siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, meliputi: interaksi antar siswa satu dengan siswa yang lain, memperhatikan penjelasan guru, membaca sumber belajar, dan mencacat informasi penting, b) siswa berani dalam mengungkapkan pendapat dan pertanyaan, meliputi: mengungkapkan pendapat dan siswa bertanya, c) siswa bertanggung jawab terhadap tugas, meliputi: turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok, mengungkapkan pendapat dalam kelompok, dan memberi tanggapan pendapat teman dalam kelompok.
Pengisian lembar observasi keaktifan dilakukan dengan memberi tanda checklist () pada kolom yang tersedia. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti selama proses pembelajaran yang berlangsung pada siklus II terlihat siswa mulai aktif. Siswa mulai berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran seperti membangun interaksi dengan siswa yang lainnya, memperhatikan penjelasan guru, membaca sumber belajar, dan mencatat informasi penting. Selain itu, siswa berani dalam mengungkapkan pendapat dan pertanyaan dengan percaya diri. Siswa juga bertanggung jawab terhadap tugas baik dalam kelompok maupun mandiri. Pada saat siswa mengerjakan soal evaluasi 2 siswa dapat mengerjakan dengan teliti dan cermat saat membaca soal.
4.1.2.4Refleksi (Reflecting)
Hal yang dapat digaris bawahi dari pembelajaran pada mata pelajaran PKn siswa kelas IIB yaitu menarik kesimpulan dari siklus I dan siklus II dimana siswa memperoleh pengalaman belajar yang baru dengan metode role-play. Pengetahuan yang baru dimana siswa tidak melulu belajar dengan cara mendengarkan dan menuliskan, namun ada hambatan yang dapat diatasi siswa dengan dampingan dari guru.
Peneliti selama melakukan tindakan kelas juga mencatat yang menjadi kekurangan dalam melaksanakan pembelajaran. Pada siklus II terdapat hasil rata-rata kelas pada mata pelajaran PKn meningkat dari siklus I ke siklus II yaitu dari nilai rata-rata kelas 73 meningkat menjadi 83. Persentase siswa yang mencapai nilai KKM pada siklus II sebesar 85% dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak
21, dimana siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 18 siswa. Hal tersebut merupakan keberhasilan atas semua siklus yang telah dilaksanakan.