ANALISIS DAN PEMBAHASAN
2. Deskripsi Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini sampel dipilih dengan metode purposive sampling dengan menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Sampel dipilih dari perusahaan yang menyajikan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, seperti opini audit atas laporan keuangan, nilai penjualan bersih yang dilakukan perusahaan, ROA yang dihasilkan oleh perusahaan, total aset yang dimiliki perusahaan, dan nama KAP yang mengaudit laporan keuangan perusahaan.
49 Ringkasan sampel penelitian disajikakan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 4.2
SubSektor Industri Sampel Penelitian
No Sub Sektor Industri Jumlah
1 Adhesive 1
2 Animal Feed 1
3 Apparel & Other Product 4
4 Automotive & Allied Product 3
5 Cables 1
6 Cement 1
7 Chemical & Allied Products 4
8 Food & Beverages 3
9 Fabricated Metal 1
10 Lumber & Wood Products 1
11 Metal & Allied Products 7
12 Paper & Allied Products 1
13 Plastics & Glass Products 3
14 Pharmaceuticals 5
15 Stone, Clay, and Concrete Products 1
16 Textile Mill 3
17 Tobacco Manufacturer 1
Jumlah Perusahaan 41
Jumlah Tahun Penelitian 5
Jumlah Seluruh Sampel 205
Sumber: Hasil data olahan
Pada tabel di bawah ini, dapat dilihat bahwa sampel yang terpilih tersebar secara acak dan hampir merata pada 17 sub sektor industri. Perusahaan yang paling banyak berasal dari Metal & Allied Products yaitu sebanyak 7 perusahaan atau sekitar 17,07%.
50 Tabel 4.3
Distribusi Sampel Berdasarkan Sub Sektor Industri
Sumber: Hasil data olahan B. Analisis dan Pembahasan
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi logistik (logistic regression). Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai pengaruh variabel independen (opini audit, pergantian manajemen, reputasi auditor, financial distress, tingkat pertumbuhan perusahaan, perubahan ROA, dan ukuran perusahaan klien) terhadap variabel dependen yaitu pergantian KAP.
No Sub Sektor Industri Jumlah Persentase
1 Adhesive 1 2,44
2 Animal Feed 1 2,44
3 Apparel & Other Product 4 9,76
4 Automotive & Allied Product 3 7,32
5 Cables 1 2,44
6 Cement 1 2,44
7 Chemical & Allied Products 4 9,76
8 Food & Beverages 3 7,32
9 Fabricated Metal 1 2,44
10 Lumber & Wood Products 1 2,44
11 Metal & Allied Products 7 17,07
12 Paper & Allied Products 1 2,44
13 Plastics & Glass Products 3 7,32
14 Pharmaceuticals 5 12,20
15 Stone, Clay, and Concrete Products 1 2,44
16 Textile Mill 3 7,32
51 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif, diperoleh data yang merupakan hasil perkalian dari jumlah sampel perusahaan yang berjumlah 41 perusahaan dengan jumlah periode tahun penelitian yang berjumlah 5 tahun, sehingga menghasilkan data penelitian sebesar 205 data penelitian. Tabel 4.4 Statistik Deskriptif T t a T T
Sumber: Hasil output SPSS
Tabel 4.4 menunjukkan statistik deskriptif masing-masing variabel penelitian. Berdasarkan Tabel 4.4, hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap opini audit (OA) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,61 dan standar deviasi 0,491. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap pergantian manajemen (PM) menunjukkan
N Minimum Maximum Mean
Std. Deviation OA 205 0.00 1.00 0.61 0.4901 PM 205 0.00 1.00 0.14 0.3443 RA 205 0.00 1.00 0.23 0.4245 FD 205 0.00 1.00 0.09 0.2907 TPK 205 -3.91 1.90 0.08 0.4956 DROA 205 -35.30 96.25 0.66 7.9989 LnTA 205 23.30 30.61 27.10 1.2733 PKAP 205 0.00 1.00 0.32 0.4665
52 nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,14 dan standar deviasi 0,344.
Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap reputasi auditor (RA) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,23 dan standar deviasi 0,425. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap financial distress (FD) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,09 dan standar deviasi 0,291.
Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap tingkat pertumbuhan perusahaan klien (TPK) menunjukkan nilai minimum sebesar -3,915, nilai maksimum sebesar 1,90 dengan rata-rata sebesar 0,076 dan standar deviasi 0,496. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap perubahan ROA (DROA) menunjukkan nilai minimum sebesar -35,30, nilai maksimum sebesar 96,25 dengan rata-rata sebesar 0,662 dan standar deviasi 7,998.
Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap ukuran perusahaan klien (LnTA) menunjukkan nilai minimum sebesar 23,30, nilai maksimum sebesar 30,61 dengan rata-rata sebesar 27,099 dan standar deviasi 1,273. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap pergantian KAP (PKAP) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,317 dan standar deviasi 0,466.
53 2. Hasil Uji Hipotesis Penelitian
Karena menggunakan variabel dependen yang bersifat dummy (melakukan pergantian KAP atau tidak melakukan pergantian KAP), maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik. Tahapan dalam pengujian dengan menggunakan uji regresi logistik dapat dijelaskan dengan sebagai berikut:
a. Hasil Uji Kesesuaian Keseluruhan Model (Overall Model Fit)
Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 Log Likelihood (-2LL) pada awal (Block Number=0) dengan nilai -2 Log Likelihood (-2LL) pada akhir (Block Number=1). Nilai -2LL awal adalah sebesar 256,104. Setelah dimasukkan keempat variabel independen, maka nilai -2LL akhir mengalami penurunan menjadi 234,701. Penurunan Likelihood (-2LL) ini menunjukkan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data.
Tabel 4.5
Menilai Keseluruhan Model
Sumber: Hasil output SPSS Iteration
-2 Log likelihood
Coefficients
Constant OA PM RA FD TPK DROA LnTA
Step 1 1 236.621 -0.087 0.727 -0.157 -0.418 0.718 0.042 0.034 -0.039 2 234.815 -0.550 0.916 -0.215 -0.584 0.826 0.045 0.059 -0.029 3 234.701 -0.666 0.934 -0.227 -0.606 0.859 0.039 0.071 -0.025 4 234.701 -0.659 0.935 -0.227 -0.607 0.859 0.039 0.072 -0.026 5 234.701 -0.659 0.935 -0.227 -0.607 0.859 0.039 0.072 -0.026
54 b. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R. Square)
Besarnya nilai koefisien determinasi pada model regresi logistik ditunjukkan oleh nilai Nagelkerke R Square. Nilai Nagelkerke RSquare adalah sebesar 0,139 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar 13,9%, sedangkan sisanya sebesar 86,1% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian, seperti biaya audit, opini going concern, pergantian komite audit, dan lain-lain (Wijayani dan Januarti, 2011:16). Tabel 4.6 Koefisien Determinasi Step -2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 234.701 0.099 0.139
Sumber: Hasil output SPSS c. Hasil Uji Kelayakan Model Regresi
Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and
Lemeshow’s Goodness of Fit Test. Pengujian menunjukkan nilai Chi-square sebesar 4,938 dengan signifikansi (p) sebesar 0,764. Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka model dapat disimpulkan mampu memprediksi nilai observasinya.
55 Tabel 4.7
Menguji Kelayakan Model Regresi Step Chi-square Df Sig.
1 4.938 8 0.764
Sumber: Hasil output SPSS d. Hasil Uji Multikolonieritas
Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejala korelasi yang kuat di antara variabel bebasnya. Pengujian ini menggunakan matriks korelasi antar variabel bebas untuk melihat besarnya korelasi antar variabel independen.
Hasil tabel menunjukkan tidak ada nilai koefisien korelasi antar variabel yang nilainya lebih besar dari 0,8, maka tidak ada gejala multikolonieritas yang serius antar variabel bebas (Damayanti dan Sudarma, 2008:17).
Tabel 4.8
Hasil Uji Multikolonieritas
Sumber: Hasil output SPSS
Constant OA PM RA FD TPK DROA LnTA
Constant 1.000 0.125 0.003 0.272 -0.234 0.086 -0.102 -0.997 OA 0.125 1.000 -0.066 0.160 -0.205 -0.027 -0.006 -0.189 PM 0.003 -0.066 1.000 -0.198 -0.189 -0.074 -0.045 -0.007 RA 0.272 0.160 -0.198 1.000 0.034 -0.100 -0.029 -0.297 FD -0.234 -0.205 -0.189 0.034 1.000 0.131 0.224 0.229 TPK 0.086 -0.027 -0.074 -0.100 0.131 1.000 -0.104 -0.088 DROA -0.102 -0.006 -0.045 -0.029 0.224 -0.104 1.000 0.096 LnTA -0.997 -0.189 -0.007 -0.297 0.229 -0.088 0.096 1.000
56 e. Hasil Matriks Klasifikasi
Matriks klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan pergantian KAP yang dilakukan oleh perusahaan.
Kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan perusahaan melakukan pergantian KAP adalah sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model regresi yang digunakan, terdapat sebanyak 13 sampel (20%) yang diprediksi akan melakukan pergantian KAP dari total 65 sampel yang melakukan pergantian KAP. Kekuatan prediksi model sampel yang tidak melakukan pergantian KAP adalah sebesar 94,3%, yang berarti bahwa dengan model regresi yang digunakan ada sebanyak 132 sampel (94,3%) yang diprediksi tidak melakukan pergantian KAP dari total 140 sampel yang tidak melakukan pergantian KAP.
Tabel 4.9 Matriks Klasifikasi Observed Predicted AuditChanges Percentage Correct No Changes Changes Step 1 AuditChanges No Changes 132 8 94.3 Changes 52 13 20.0 Overall Percentage 70.7
57 f. Hasil Uji Regresi Logistik
Tabel 4.10
Hasil Uji Regresi Logistik
Sumber : Hasil output SPSS
Berdasarkan model regresi yang terbentuk pada tabel di atas, mendapatkan hasil pengujian terhadap koefisien regresi menghasilkan model berikut ini:
PKAP = -0,659 + 0,935OA – 0,227PM – 0,607RA + 0,859FD + 0,039TPK + 0,072DROA – 0,026 LnTA.
Berdasarkan hasil uji regresi logistik di atas, maka terdapat beberapa bagian interpretasi hasil yang disajikan.
1. Pengaruh opini audit terhadap pergantian KAP.
Variabel opini menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,935 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,010, kurang dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi kurang dari α = 0,05, maka hipotesis ke-1 berhasil didukung. Penelitian ini membuktikan bahwa opini audit
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
OA 0.935 0.361 6.698 1 0.010 2.547 PM -0.227 0.497 0.210 1 0.647 0.797 RA -0.607 0.455 1.778 1 0.182 0.545 FD 0.859 0.567 2.300 1 0.129 2.362 TPK 0.039 0.350 0.012 1 0.912 1.039 DROA 0.072 0.042 2.976 1 0.085 1.075 LnTA -0.026 0.139 0.034 1 0.855 0.975 Constant -0.659 3.727 0.031 1 0.860 0.518
58 berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Calderon dan Ofobike (2008) dan Divianto (2011), namun tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Mardiyah (2002), Nasser et. al (2006), Damayanti dan Sudarma (2010), serta Wijayani dan Januarti (2011).
Opini audit merupakan cerminan dari laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan menginginkan opini audit wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangannya. Ketika perusahaan mendapat opini selain wajar tanpa pengecualian, hal ini dapat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pihak eksternal, seperti investor yang enggan membeli saham di perusahaan yang mendapat opini audit qualified, bahkan adverse dan disclaimer.
Perusahaan cenderung mengganti KAP ketika diberi opini selain wajar tanpa pengecualian oleh KAP yang mengaudit laporan keuangan (Tandirerung 2006, dalam Damayanti 2010:10). Hal ini dilakukan perusahaan dengan harapan KAP yang baru akan lebih lunak dan memberikan opini audit sesuai keinginan perusahaan (Carcello dan Neal, 2003:18). Dengan mendapat opini audit wajar tanpa pengecualian, citra perusahaan akan lebih baik di mata pihak eksternal. Sehingga perusahaan dapat lebih mudah untuk melakukan aktivitas bisnis yang memerlukan laporan keuangan yang telah diaudit dan beropini wajar tanpa pengecualian.
59 2. Pengaruh pergantian manajemen terhadap pergantian KAP.
Variabel pergantian manajemen menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,227 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,647, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-2 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008) dan Chadegani et. al., (2011). Namun tidak mendukung hasil penelitian Wijayani dan Juniarti (2011).
Pergantian manajemen mungkin dilakukan perusahaan karena hasil evaluasi atas kinerja manajemen yang buruk atau ada pergantian kepemilikan perusahaan. Namun, ketika terjadi pergantian manajemen, hal ini tidak selalu diikuti dengan pergantian KAP yang digunakan oleh manajemen sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan dan pelaporan akuntansi KAP lama tetap dapat diselaraskan dengan kebijakan manajemen baru dengan cara melakukan negosiasi ulang antara kedua pihak. Adanya fenomena seperti ini erat kaitannya dengan keadaan perusahaan publik di Indonesia yang mayoritas dikuasai dan dijalankan bersama oleh orang-orang dalam satu keluarga (Damayanti dan Sudarma, 2008:19) .
Selain itu, manajemen yang baru merasa tidak perlu untuk mengganti KAP yang lama dengan menunjuk KAP baru jika kinerja
60 KAP yang ditunjuk oleh manajemen lama dianggap memiliki kinerja yang baik dan memuaskan manajemen yang baru.
3. Pengaruh Reputasi Auditor terhadap pergantian KAP
Variabel reputasi auditor menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,607 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,182, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-3 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa reputasi auditor berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Sinarwati (2010).
KAP big-4 termasuk KAP yang memiliki reputasi baik di dunia internasional. Mereka memiliki reputasi yang baik karena jaringannya tersebar luas di seluruh dunia, serta memiliki auditor yang kompeten dan berpengalaman banyak. Oleh karena hal itu, investor akan lebih cenderung pada data akuntansi yang dihasilkan oleh auditor yang bereputasi (Praptitorini dan Januarti, 2007:7). Meskipun demikian, tidak berarti KAP selain big-4 bukan KAP yang bagus.
Perusahaan tidak akan mengganti KAP yang digunakannya jika telah memiliki reputasi yang baik (Sinarwati, 2010:15). Hal ini dilakukan agar investor tetap menganggap laporan keuangan perusahaan, yang telah diaudit oleh auditor bereputasi, baik dan telah bebas dari salah saji material. Selain itu, jika perusahaan mengganti
61 KAP yang mengauditnya, butuh waktu beberapa tahun bagi auditor yang baru untuk memahami perusahaan sepenuhnya (Brazel dan Bradford, 2011:2).
4. Pengaruh financial distress terhadap pergantian KAP
Variabel financial distress menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,859 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,129, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-4 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa financial distress berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008), Wijayanti (2010), Chadegani et. al., (2011), dan Wijayani dan Juniarti (2011). Namun tidak mendukung hasil penelitian dari Nasser et. al., (2006).
Kondisi keuangan perusahaan merupakan gambaran atas kinerja dari perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan klien mungkin memiliki implikasi penting terhadap pengambilan keputusan dalam mempertahankan perusahaan audit. Saat perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau financial distress, akan ada kemungkinan perusahaan mengganti KAP yang lama dan menggantinya dengan KAP yang berbiaya lebih rendah untuk menekan biaya audit.
Namun berdasarkan hasil penelitian ini, ketika perusahaan mengalami financial distress, perusahaan tidak akan mengganti KAP
62 karena untuk menunjukkan bahwa semua hal yang terjadi di dalam perusahaan berjalan dengan baik. Perusahaan juga tidak mengganti KAP untuk menghindari anggapan negatif dari pihak eksternal ketika mengganti KAP karena kesulitan keuangan yang dialami perusahaan (Wijayani dan Januarti, 2011:18).
5. Pengaruh tingkat pertumbuhan perusahaan klien terhadap pergantian KAP
Variabel tingkat pertumbuhan perusahaan klien menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,039 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,912, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-5 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa tingkat pertumbuhan perusahaan klien berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Nasser et. al., (2006) dan Nuryanti (2012).
Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, idealnya klien mengganti auditornya dengan auditor yang lebih bagus agar dapat meningkatkan citra perusahaan yang lebih baik di mata pihak eksternal. Dengan bertumbuhnya perusahaan klien, diharapkan klien dapat membayar biaya audit yang lebih tinggi agar kualitas auditnya meningkat.
63 Namun, berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan klien tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan manajemen untuk mempertahankan reputasi perusahaannya dengan tidak mengganti KAP yang mengaudit laporan keuangan perusahaan (Nuryanti, 2012:17).
6. Pengaruh perubahan ROA terhadap pergantian KAP
Variabel perubahan ROA menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,072 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,085, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-6 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa perubahan ROA berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008) dan Wijayani dan Juniarti (2011).
ROA (return of asset) merupakan salah satu rasio yang paling sering dilihat investor sebagai acuan untuk melihat baik atau tidaknya perusahaan dalam beroperasi. Ketika terjadi perubahan ROA, baik itu berupa penurunan ataupun kenaikan, hal tersebut mungkin akan berpengaruh terhadap investor. Akan tetapi, perubahan ROA tidak mempengaruhi hubungan perusahaan dengan perusahaan klien karena perubahan ROA tidak ada hubungannya dengan pekerjaan auditor.
64 Sehingga saat terjadi perubahan ROA, klien tidak langsung mengganti KAP yang bertugas mengaudit laporan keuangan perusahaannya. Perusahaan justru akan mengganti akuntannya jika terjadi penurunan ROA untuk menutupi kinerja perusahaan yang tidak bagus (Wijayani dan Januarti, 2011:19).
7. Pengaruh ukuran perusahaan klien terhadap pergantian KAP
Variabel ukuran perusahaan klien menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,026 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,855, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-7 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa ukuran perusahaan klien berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Calderon dan Ofobike (2008), Chadegani et. al. (2011), dan Wijayani dan Juniarti (2011). Namun hasi penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian Nasser, et. al. (2006) serta Suparlan dan Andayani (2010).
Perusahaan dengan total aset besar tetap menggunakan jasa KAP big four untuk mengaudit laporan keuangannya. Sedangkan perusahaan dengan total aset kecil cenderung berpindah ke KAP non big four. Hal ini mencerminkan kesesuaian ukuran antara KAP dengan kliennya (Afriansyah dan Siregar, 2007:11). KAP kecil akan kesulitan dalam mengaudit kliennya jika ukuran perusahaan klien terlalu besar,
65 sedangkan KAP besar akan kehilangan reputasinya jika menerima klien dengan ukuran yang kecil.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, ukuran perusahaan klien tidak mempengaruhi perusahaan untuk melakukan pergantian KAP. Hal ini mungkin disebabkan oleh telah digunakannya KAP big four oleh klien dengan ukuran perusahaan yang besar, dan klien dengan ukuran perusahaan yang kecil pun telah menggunakan KAP non big four. Meskipun terjadi pergantian auditor, perusahaan dengan total aset kecil akan mengganti KAP sebelumnya dengan KAP non big four lainnya.
Ringkasan hasil penelitian disajikan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4.11
Ringkasan Hasil Penelitian
Variabel Independen Variabel Dependen Pergantian KAP
Opini Audit Berpengaruh
Pergantian Manajemen Tidak Berpengaruh Reputasi auditor Tidak Berpengaruh Financial Distress Tidak Berpengaruh Tingkat Pertumbuhan Perusahaan Tidak Berpengaruh Perubahan ROA Tidak Berpengaruh Ukuran Perusahaan Klien Tidak Berpengaruh
66 BAB V