• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Hasil Tes Siswa Setelah Penerapan Metode Index Card Match Hasil analisis statistik deskriptif terhadap nilai posttest yang diberikan

DAFTAR PUSTAKA

2) Deskripsi Hasil Tes Siswa Setelah Penerapan Metode Index Card Match Hasil analisis statistik deskriptif terhadap nilai posttest yang diberikan

pada siswa dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Statistik Skor Hasil Tes Matematika Siswa Setelah Diterapkan Metode Index Card Match

Statistik Nilai statistic

Sampel 39

Skor ideal 100

Skor tertinggi 98

Skor terendah 65

Rentang skor 33

Rata-rata skor 88,15

Standar deviasi 8,94

Pada tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa skor rata-rata hasil pretest siswa setelah proses pembelajaran dengan metode Index Card Match adalah 88,15 dari skor ideal 100 yang mungkin dicapai siswa dengan standar deviasi 8,94. Skor yang dicapai siswa tersebar dari skor terendah 65 sampai dengan skor tertinggi 98 dengan rentang skor 33. Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan dalam lima kategori yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti pada tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5 Distribusi Dan Persentase Skor Hasil Tes Siswa Setelah Diterapkan Metode Index Card Match

No Nilai Kategori Frekuensi Persentase(%)

1 0 – 49 Sangat rendah 0 0

2 50 – 69 Rendah 1 2,5%

3 70 – 79 Sedang 5 12,8%

4 80 – 89 Tinggi 12 30,7%

5 90 – 100 Sangat Tinggi 21 53,8%

Jumlah 100%

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4.5 ditunjukkan bahwa hasil tes siswa setelah penerapan metode Index Card Match terdapat 1 dari 39 orang siswa atau 2,5% dari keseluruhan siswa yang memperoleh hasil yang berada pada kategori rendah, 5 siswa atau 12,8 % dari keseluruhan siswa yang nilainya berada pada kategori sedang, 12 siswa atau 30,7% dari keseluruhan siswa yang nilainya berada pada kategori tinggi, 21 siswa atau 53,8 % dari keseluruhan siswa yang nilainya berada pada kategori sangat tinggi, dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai yang sangat rendah. Jika rata-rata skor hasil posttest siswa yaitu 88,15 dikonversi ke dalam lima kategori, maka rata-rata skor hasil posttest siswa kelas

VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa setelah diterapkan metode Index Card Match berada pada kategori tinggi.

Selanjutnya data hasil tes siswa setelah diterapkan metode Index Card Match yang dikategorikan berdasarkan kriteria ketuntasan hasil belajar dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Tes Siswa Setelah Diterapkan Metode Index Card Match

Interval skor Kategori Frekuensi Persentase(%)

Tidak Tuntas 4 10,2%

Tuntas 35 89,7%

Jumlah 30 100%

Pada tabel 4.6 diatas ditunjukkan bahwa banyaknya siswa yang mencapai nilai 75 adalah 35 siswa atau 89,7% dari jumlah seluruh siswa dan dinyatakan tuntas secara individual. Sementara 4 siswa lainnya atau 10,2 % siswa dari jumlah keseluruhan siswa memperoleh nilai 75 atau dinyatakan tidak tuntas secara individual. Berdasarkan kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal yang ditetapkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa dinyatakan tuntas secara klasikal.

3) Deskripsi Normalized Gain atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Penerapan Metode Index Card Match

Data pretest dan posttest siswa selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus normalized gain. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa setelah diterapkan metode Index Card Match pada

pembelajaran matematika. Hasil pengolahan data yang telah dilakukan (lampiran C.3) menunjukkan bahwa hasil normalized gain atau rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar dengan menggunakan metode adalah 0,81.

Untuk melihat persentase peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut.

Tabel 4.7 Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Metode Index Card Match

Nilai Gain Kategori Frekuensi Persentase

g 0,70 Tinggi 33 84,6%

0,30 g 0,70 Sedang 6 15,3%

g 0,30 Rendah 0 0%

Jumlah 39 100%

Berdasarkan tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa ada 33 siswa atau 84,6% dari keseluruhan siswa yang nilai gainnya 0,70 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori tinggi dan 6 siswa atau 15,3% yang nilai gainnya berada pada interval 0,30 g 0,70 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori sedang. Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa tidak ada siswa yang nilai gainnya < 0,30 atau peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori rendah. Jika rata-rata gain ternormalisasi siswa sebesar 0,81 dikonversi ke dalam 3 kategori di atas, maka rata-rata gain ternormalisasi siswa berada pada interval g 0,70. Itu artinya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa setelah diterapkan metode Index Card Match umumnya berada pada kategori tinggi.

b. Deskripsi Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa selama Kegiatan Pembelajaran

Lembar pengamatan ini dibuat untuk memperoleh salah satu jenis data pendukung kriteria keefektifan pembelajaran. Instrumen ini memuat petunjuk dan sepuluh indikator aktivitas siswa yang diamati. Pengamatan dilaksanakan dengan cara observer mengamati aktivitas siswa yang dilakukan selama empat kali pertemuan. Data yang diperoleh dari instrumen tersebut dirangkum pada setiap akhir pertemuan.

Komponen hasil pengamatan siswa yaitu, siswa yang hadir tepat waktu di dalam kelas rata-rata 38,75 dengan persentase 99,35%, siswa yang memperhatikan pembelajaran saat pembelajaran berlangsung rata-rata 37,25 dengan persentase 95,51%, siswa yang mengajukan pertanyaan pada guru tentang materi yang belum dipahami rata-rata 36,25 dengan persentase 92,94%, siswa yang menjawab atau yang menanggapi pertanyaan guru atau teman rata-rata 37 dengan persentase 94,87%, siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan guru rata-rata 37,25 dengan persentase 95,51%, siswa yang meminta bimbingan pada guru dalam menyelesaikan soal rata-rata 35 dengan persentase 89,74%, siswa yang bersedia menyelesaikan soal di papan tulis rata-rata 34,25 dengan persentase 87,82%, siswa yang aktif dalam mencari pasangan kartu indeks yang telah diberikan rata-rata 34,75 dengan persentase 89,10%, siswa yang mendiskusikan jawaban kartu pertanyaan bersama pasangan rata-rata 35,75 dengan persentase 91,66%, dan siswa yang aktif menanggapi presentasi psangan lain tentang soal dan jawaban kartunya rata-rata 34,75 dengan persentase 89,10%.

Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini dikatakan efektif apabila minimal 70 % siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan tabel 4.9, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dalam penelitian ini sudah efektif. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentasi aktivitas positif siswa yaitu sebanyak 92,56% aktif dalam pembelajaran matematika.

c. Deskripsi Hasil Analisis Data Angket Respons Siswa

Data tentang respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode Index Card Match diperoleh melalui angket respon yang dibagikan dan diisi oleh siswa setelah proses pembelajaran matematika dengan metode Index Card Match telah dilaksanakan selama empat kali pertemuan yang selanjutnya angket tersebut dikumpul dan dianalisis.

Persentase respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode Index Card Match yaitu, persentase siswa yang senang dengan pelajaran matematika 85,71% dan siswa yang tidak senang 14,28%, siswa yang menyukai pelajaran matematika dengan menggunakan metode Index Card Match 94,28%

dan siswa yang tidak menyukai 5,71%, siswa yang menyukai cara mengajar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran denagn menggunakan metode Index Card Match 100%, siswa yang termotivasi untuk belajar matematika 88,57%, dan siswa yang tidak termotivasi 11,42%, siswa yang merasa terbantu dan dipermudah dalam memahami materi pelajaran 77,14%, dan yang tidak 22,85%, siswa yang menjadi aktif 100%, siswa yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman 91,425 dan yang tidak 8,57%, siswa yang meningkat rasa percaya diri dalam mengeluarkan pendapat 80%, dan yang tidak percaya diri 20%, siswa yang

mengalami kemajuan 91,42%, dan yang tidak mengalami kemajuan 8,57%, dan siswa yang lebih mudah mengingat materi yang diajarkan dalam pembelajaran matematika 82,85%, dan yang tidak mudah mengingat pelajaran 17,14%.

Pada lampiran C.5 dapat dilihat bahwa secara umum bahwa rata-rata siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa memberi respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode Index Card Match , dimana rata-rata persentase frekuensi siswa yang memberi jawaban YA atau respon positif adalah 89,13%.

Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan pada BAB III, hasil analisis respon siswa telah mencapai 75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa memberi respon positif terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match .

d. Deskripsi Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran

Data tentang keterlaksanaan pembelajaran diambil dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer selama empat kali pertemuan menggambarkan bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode Index Card Match . Adapun hasil pengamatannya dapat dilihat pada lampiran C.1

Berdasarkan lampiran C.1 terlihat bahwa setiap aspek pengamatan keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori terlaksana dengan sangat baik.

Pada pertemuan ke-dua rata-rata jumlah skor pengamatan untuk seluruh aspek pengamatan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh nilai 3,68. Pada pertemuan

ke-tiga rata-rata jumlah skor pengamatan untuk seluruh aspek pengamatan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh nilai 3,56. Pada pertemuan ke-empat rata-rata jumlah skor pengamatan untuk seluruh aspek pengamatan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh nilai 3,62. Dan pada pertemuan ke-lima rata-rata jumlah skor pengamatan untuk seluruh aspek pengamatan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh nilai 3,75. Rata-rata keseluruhan dari empat pertemuan memperoleh nilai 3,65. Berdasarkan kriteria keterlaksanaan yang telah dipaparkan pada bab III, penilaian keterlaksanaan pembelajaran secara keseluruhan berada pada interval 3,50 < ̅ ≤ 4,00 yang artinya pembelajaran dikategorikan terlaksana dengan sangat baik.

2. Analisis Statistika Inferensial

Analisis statistik inferensial pada bagian ini digunakan untuk pengujian hipotesis yang telah dikemukakan pada bab III. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas sebagai uji prasyarat.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata skor hasil belajar siswa (pretest-posttest) berdistribusi normal. Kriteria pengujiannya adalah:

Jika Pvalue ≥ α = 0,05 maka distribusinya adalah normal.

Jika Pvalue < α = 0,05 maka distribusinya adalah tidak normal.

Dengan menggunakan bantuan program komputer dengan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 20 dengan Uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis skor rata-rata untuk pretest menunjukkan nilai Pvalue > α yaitu 0,146 > 0,05 dan skor rata-rata untuk posttest menunjukkan

nilai Pvalue > α yaitu 0,70 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest dan posttest termasuk kategori normal. Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.3

b. Pengujian Hipotesis

1) Rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar dengan diterapkan metode Index Card Macth dihitung dengan menggunakan uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:

melawan Keterangan: = skor rata-rata hasil belajar siswa

Berdasarkan hasil analisis SPSS (lampiran C.3) dengan menggunakan taraf signifikan %, tampak bahwa Nilai p (sig.(2-tailed)) adalah 0,000 < 0,05 rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar melalui penerapan metode Index Card Match lebih dari 74,9. Ini berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yakni rata-rata hasil belajar posttest siswa kelas VII .3 SMP Negeri 2 Sungguminasa lebih dari nilai KKM.

2) Ketuntasan belajar siswa setelah diajar dengan penerapan metode Index Card Match secara klasikal dihitung dengan menggunakan uji proporsi yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:

melawan

Keterangan : = parameter ketuntasan belajar secara klasikal Pengujian ketuntasan klasikal siswa dilakukan dengan menggunakan uji proporsi (Lampiran C.3). Untuk uji proporsi dengan menggunakan taraf signifikan 5% diperoleh Z tabel = 1,645 berarti H0 diterima jika Z hitung < 1,645. Karena

diperoleh nilai Z hitung = 1,78 Z tabel = 1,645 maka H0 ditolak, artinya proporsi siswa yang mencapai kriteria ketuntasan secara klasikal (KKM=75) .

Berdasarkan uraian di atas, terlihat proporsi siswa yang mencapai kriteria ketuntasan 75 (KKM) lebih dari 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara inferensial hasil belajar matematika siswa setelah diajar dengan menerapkan metode Index Card Match memenuhi kriteria keefektifan.

3) Rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar dengan menggunakan metode Index Card Match dihitung dengan menggunakan uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:

melawan

Keterangan : = skor rata-rata gain ternormalisasi

Berdasarkan hasil analisis (Lampiran C.3) tampak bahwa dengan menggunakan taraf signifikan 5% diperoleh nilai = 1,71 dan , karena diperoleh = 1,71 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya rata-rata gain ternormalisasi pada siswa kelas SMP Negeri 2 Sungguminasa 0,29.

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui metode Index Card Match telah memenuhi kriteria keefektifan.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, maka pada bagian ini akan diuraikan pembahasan hasil penelitian yang meliputi pembahasan hasil analisis deskriptif serta pembahasan hasil analisis inferensial.

1. Pembahasan hasil analisis deskriptif

Pembahasan hasil analisis deskriptif tentang (1) hasil belajar siswa, (2) aktivitas siswa selama pembelajaran, (3) respon siswa serta (4) keterlaksanaan pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match . Keempat aspek tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

a. Hasil Belajar

1) Hasil Belajar Matematika Siswa Sebelum Pembelajaran melalui Penerapan Metode Index Card Match

Hasil analisis data hasil belajar matematika siswa sebelum pembelajaran melalui penerapan metode Index Card Match menunjukkan bahwa diantara 39 siswa hanya satu orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan kata lain, hasil belajar siswa sebelum pembelajaran melalui penerapan metode Index Card Match sangat rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan klasikal.

2) Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Pembelajaran melalui Penerapan Metode Index Card Match

Hasil analisis data hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan metode Index Card Match berada pada kategori tinggi yaitu dengan skor rata-rata 88,15.

Dari 39 siswa terdapat 4 siswa yang tidak mencapai ketuntasan individu atau 10,2% dan terdapat 35 siswa yang telah mencapai ketuntasan individu atau 89,7%.

Ini berarti siswa di kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa mencapai ketuntasan

secara klasikal karena ketuntasan klasikal tercapai apabila minimal 80% siswa di kelas tersebut telah mencapai skor ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah tersebut.

3) Peningkatan Hasil Belajar Matematika Setelah diterapkan Metode Index Card Match

Berdasarkan hasil analisis deskriptif, dapat dikatakan bahwa dari 39 orang siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa yang dijadikan sampel penelitian pada Pretest-Posttest, pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar matematika dalam kategori rendah dengan frekuensi 0 atau 0% kategori sedang dengan frekuensi 6 atau 15,3%, kategori tinggi dengan frekuensi 33 atau 84,6%. Dengan demikian pencapaian peningkatan rata-rata hasil belajar siswa diperoleh 0,81 berada pada kategori tinggi.

b. Aktivitas Siswa

Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match pada siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa menunjukkan bahwa perolehan rata-rata persentasi aktivitas siswa yaitu sebanyak 92,56% aktif dalam pembelajaran matematika. Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini dikatakan efektif apabila minimal 70% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian penerapan metode Index Card Match dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika.

c. Respons Siswa

Berdasarkan hasil analisis respons siswa diperoleh bahwa 89,13% siswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match . Dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran melalui penerapan metode Index Card Match telah mencapai indikator efektivitas yang dijadikan tolak ukur, dimana respons positif minimal 75% dari keseluruhan responden.

d. Keterlaksanaan Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamatan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan selama empat pertemuan sudah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata aspek pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Index Card Match yang mencapai nilai 3,65 dan berada pada kategori terlaksana dengan baik.

Dengan demikian, dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa keterlaksanaan metode pembelajaran berada pada kategori terlaksana dengan baik, hasil belajar matematika siswa tuntas secara klasikal, aktivitas siswa mencapai kriteria berhasil, serta respons siwa terhadap proses pembelajaran melalui metode Index Card Match . Berdasarkan hal tersebut pembelajaran dikatakan efektif karena ketiga indikator keefektifan (Hasil belajar siswa, Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan respons siswa terhadap proses pembelajaran) serta terpenuhinya keterlaksanaan metode pembelajaran maka

dapat disimpulkan bahwa “Pembelajaran matematika pada siswa kela VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa efektif melalui penerapan metode Index Card Match ”.

b. Pembahasan Hasil Analisis Inferensial

Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa data pretest dan posttest telah memenuhi uji normalitas yang merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji hipotesis. Data pretest dan posttest telah terdistribusi dengan normal karena nilai p > = 0,05 (lampiran C).

Hasil analisis statistik inferensial yang dilakukan terhdap hasil pretest dan posttest dengan menggunakan uji normalitas menunjukkan bahwa hasil pretest dan posttest berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Kemudian nilai gain yang diujikan dengan menggunakan uji One-Sample t test menunjukkan bahwa nilai p-value < a yaitu 0,00 < 0,05 yang artinya H0 ditolak, atau menyatakan bahwa terjadi peningkatan pada hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa setelah diterapkan pembelajaran dengan menggunakan metode Index Card Match .

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan metode Index Card Match terlaksana dengan baik, hasil belajar matematika siswa meningkat dan tuntas secara individual dan klasikal, siswa berperan aktif dalam pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match , dan respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode

Index Card Match dalam pembelajaran matematika efektif diterapkan pada siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan maka dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa :

1. (a) dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah pembelajaran melalui metode Index Card Match termasuk dalam kategori tinggi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa terdapat 35 siswa yang mencapai KKM dan 4 siswa yang tidak mencapai KKM (mendapat skor dibawah 75) sehingga dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai kriteria ketuntasan secara klasikal. (b) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan metode Index Card Match pada pembelajaran matematika siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa dan termasuk kategori tinggi. (c) Rata-rata hasil belajar posttest siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 sungguminasa melalui metode Index Card Match lebih dari 88,15. (d) Terjadi peningkatan hasil belajar matematika setelah diterapkan metode Index Card Match pada pembelajaran matematika siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa dimana nilai gainnya lebih dari 0,81. (e) Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ketuntasan belajar matematika siswa setelah pembelajaran melalui metode Index Card Match telah memenuhi kriteria tuntas lebih dari 79,9%.

2. Aktivitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dari aspek yang diamati secara keseluruhan dikategorikan aktif. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata persentasi aktivitas siswa yaitu sebanyak 92,56% aktif dalam pembelajaran matematika.

3. Hasil analisis respon siswa terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match telah mencapai 75%, yaitu rata-rata persentasi frekuensi siswa yang memberi jawaban YA atau respon positif adalah 89,13%. Dengan demikian dapat disimpilkan bahwa siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa memberi respon positif terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match .

4. Keterlaksanaan pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match terlaksana dengan baik.

Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial, seluruh indikator efektivitas telah terpenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Index Card Match efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Pembelajaran matematika melalui penerapan metode Index Card Match layak dipertimbangkan untuk digunakan sebagai metode pembelajaran

alternatif di sekolah khususnya di SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa.

2. Untuk mengetahui efektif tidaknya pembelajaran matematika pada materi lain dengan menerapkan metode Index Card Match perlu dilakukan penelitian eksperimen yang serupa dengan penelitian ini. Oleh Karena itu, disarankan kepada para peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian pada materi-materi yang berbeda.