• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Aktivitas Guru

Dari hasil observasi pada siklus pertama yang menunjukan bahwa tingkat aktivitas guru pada siklus I hanya mencapai skor 20 berada pada interval 18 – 23 dengan kategori cukup. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus II terjadi peningkatan dengan mencapai skor 25 berada pada interval 23 – 27 dengan kategori baik. Kemudian pada siklus III terjadi peningkatan lagi dengan mencapai skor 30 berada pada interval 28 – 32 dengan kategori sangat baik.

2. Aktivitas Siswa

Berdasarkan hasil observasi pada siklus pertama yang menunjukan bahwa tingkat aktivitas belajar siswa tersebut hanya mencapai rata-rata 40 berada pada interval 26 – 50 dengan kategori rendah. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas belajar siswa pada siklus II terjadi peningkatan yaitu rata-rata 70 berada pada interval 51 – 75 dengan kategori tinggi dan pada siklus III terjadi peningkatan lagi yaitu mencapai rata-rata 83 berada pada interval 76 – 100 dengan kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil observasi pada gejala awal kemampuan mengartikan surah pendek siswa diperoleh rata-rata persentase 52,75 dengan kategori sangat rendah. Kemudian berdasarkan hasil observasi pada siklus pertama yang menunjukan bahwa tingkat kemampuan mengartikan surah pendek siswa mencapai rata-rata persentase 60,00 dengan kategori kurang.

Dan pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan mengartikan surah pendek siswa diperoleh rata-rata persentase 75,00 dengan kategori cukup.

Sedangkan pada siklus III kemampuan mengartikan surah pendek siswa terjadi peningkatan dengan mencapai rata-rata persentase 85,25 dengan kategori baik.

Perbandingan antara kemampuan mengartikan surah pendek pilihan siswa pada data awal, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III secara jelas dapat di lihat pada tabel berikut ini:

REKAPITULASI HASIL TES KEMAMPUAN MENGARTIKAN SURAH PENDEK SISWA PADA

DATA AWAL, SIKLUS I, SIKLUS II DAN SIKLUS III

No Nama Siswa Sebelum Siklus I Siklus II Siklus III Tindakan

1 Aditia agri 55 60 75 85

2 Randi aditya 50 60 75 85

3 Anisa dwi yana 45 65 80 90

4 Afriyadi 50 55 75 80

5 Clara Hanafia 70 45 70 85

6 Puja Hati 50 60 80 90

7 Ratna Sari 40 65 70 85

8 Rohul Ramadani 55 55 70 80

9 Diva Ariani 50 60 80 90

10 Melly Liana 70 50 75 80

11 Putri Balqis 50 70 70 90

12 Syafitri 70 45 80 90

13 Tasya Nova Putri 40 65 70 85

14 Dwitia Yunita 50 75 75 90

15 M. Fiqri Rozi 55 55 65 85

16 Zenza Aldo 45 75 85 90

17 Rezki Maulana 55 75 85 90

18 Miftahurrahmah 55 60 70 80

19 Al-Fandi Adma 55 60 75 80

20 Sangki Rizki 45 45 65 75

Jumlah 1055 1200 1500 1705

Rata-rata 52.75 60 75.00 85.25

Perbandingan tingkat kemampuan mengartikan surah pendek siswa pada sebelum tindakan, siklus I, siklus II dan siklus III juga dapat dilihat pada tabel histogram berikut ini:

HISTOGRAM KEMAMPUAN MENGARTIKAN SURAH PENDEK SISWA PADA SEBELUM TINDAKAN PEMBELAJARAN, SIKLUS I, SIKLUS II

DAN SIKLUS III

Berdasarkan tabel dan gambar histogram di atas diketahui bahwa terjadinya peningkatan kemampuan mengartikan surah pendek pilihan melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match pada siswa kelas V SDN 32 Balaimakam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis dari data awal, siklus I, siklus II dan siklus III.

52.75 60.00 75.00 85.25

Data awal Siklus I Siklus II Siklus III Rata-ratakemampuan mengartikan surah pendek siswa

Data Peningkatan Kemampuan Mengartikan

surah pendek diperoleh rata-rata persentase sebesar 52,75, artinya dengan angka yang demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengartikan surah pendek siswa masih tergolong kurang baik. Oleh sebab itu, peneliti yang merangkap sebagai guru melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap kemampuan mengartikan surah pendek siswa, setelah tindakan dilakukan ternyata dari data awal terjadi peningkatan 13,74% kemampuan mengartikan surah pendek siswa pada siklus pertama yaitu rata-rata 60.00 dan kemampuan mengartikan surah pendek siswa juga terjadi peningkatan sebesar 25% pada siklus kedua yaitu dengan rata-rata 75,00, Kemudian kemampuan mengartikan surah pendek pada siklus ketiga juga terjadi peningkatan 13,66% yaitu dengan rata-rata 85,25. Dari data di atas terdapat peningkatan dari data awal sampai siklus ketiga sebesar 42,08%.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan kemampuan mengartikan surah pendek pilihan siswa kelas V SDN 32 Balaimakan Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Dengan rincian kesimpulan sebagai berikut:

Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan kemampuan siswa mengartikan Surah-surah pendek pilihan pada kelas V SDN 32 Balaimakam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini, Penulis memberi saran sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah: Penggunaan Model Pembelajaran Index Caed Match dapat menjadi salah satu alternative dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya dalam mengartikan surah pendek, sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam mengartikan surah pendek.

2. Bagi Guru: dapat menggunakan Model Pembelajaran Index Card Match dalam pembelajaran, dapat Meningkatkan kemampuan mengartikan surah pendek pilihan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

3. Bagi Peneliti lanjutan: Dalam proses pembelajaran sebaiknya dapat menggunakan wakru dengan maksimal dan memberikan banyak contoh agar

berjalan dengan baik.

A. Subjek dan Objek Penelitian.

1. Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini tindakan kelas ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru mata pelajaran pendidikan agama Islam dan siswa kelas V tahun ajaran 2011 / 2012 dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian tindakan kelas ini adalah :

a. Kemampuan siswa kelas V SDN 32 Balaimakam dalam menterjemah surah-surah pendek pilihan.

b. Penerapan metode Pembelajaran Index card match untuk menterjemah surah-surah pendek pilihan dalam mata pelajaran Pendidikan agama Islam pada kelas V SDN 32 Balaimakam kecamatan Mandau kabupaten Bengkalis.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 32 Balaimakam Kecamatan Mandau kabupaten Bengkalis.

2. Waktu Penelitian

memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar efektif di kelas.

C. Rancangan Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dirancang untuk dilaksanakan dalam tiga siklus.Masing-masing siklus dalam prosedur penelitian tindakan kelas terdiri dari empat langkah, yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi.

1. Perencanaan

a. Menetapkan kelas penelitian yaitu kelas V SDN 32 Balaimakam Kabupaten Bengkalis.

b. Menetapkan waktu penelitian yaitu bulan November 2011 sampai Maret 2012.

c. Menetapkan jumlah siklus yaitu 3 siklus.

d. Menetapkan materi pelajaran yaitu mengartikan surah Lahab dan Al-Kafirun

e. Menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data yaitu a).Silabus

b).Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

c).Kartu Index

d).Lembar observasi guru dan siswa.

e).Daftar nilai siswa.

b. Motivasi

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Kegiatan Inti ( 45 menit )

a. Langkah awal pengenalan model pembelajaran Index Card Match

b. Guru memberikan setiap siswa kartu Index, separuh akan mendapatkan soal dan separuh lagi akan mendapatkan jawaban.

c. Guru meminta siswa untuk menemukan pasangan,minta mereka untuk duduk berdekatan,dan disampaikan juga agar mereka tidak memberi tahu materi yang mereka dapatkan kepada teman lain.

d. Setelah semua siswa menemukan pasangannya dan duduk berdekatan, guru meminta setiap pasangan secara bergantian membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman yang lain.Selanjutnya soal itu dijawab oleh pasangannya, begitu seterusnya.

e. Guru dan siswa membuat klarifikasi dan kesimpulan

D. Jenis dan Tehnik pengumpulan data 1. Jenis data

Yaitu data tentang aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran diperoleh melalui observasi

b. Rencana Pembelajaran

Yaitu data tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) yang terdiri dari RPP siklus I pada siklus pertama, RPP II pada siklus kedua, dan RPP III pada siklus ketiga.

c. Data Hasil Observasi Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran

2. Tehnik Pengumpulan Data

a. Tes Kemampuan

Tes Kemampuan dilakukan melalui tes tulisan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam mengartikan surah pendek, adapun tes kemampuan dilakukan dengan melihat kemampuan siswa mengartikan surah pendek melalui ulangan harian tiap siklus.

b. Observasi

Untuk melihat aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung.

Untuk mengetahui kemampuan mengartikan surah pendek pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui model pembelajaran Index Card Match, dapat diketahui dari :

1) Aktivitas guru

siswa yang ada di dalam kelas.

b) Guru membagi jumlah kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.

c) Guru menulis pertanyaan tentang materi pada setengah bagian kertas (kartu index) yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.dan sebagian yang lain berisi jawaban.

d) Guru mengaduk kertas (kartu Index) hingga tercampur antara soal dan jawaban.

e) Guru memberi setiap siswa satu kertas (kartu Index) dan menjelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang di lakukan berpasangan.

f) Guru meminta siswa untuk menemukan pasangannya masing-masing.

g) Guru meminta siswa setiap pasangan secara bergantian membaca soal yang diperoleh dan di jawab oleh pasangannya.

h) Guru mengakhiri proses dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

Untuk mengetahui aktivitas guru, pada tiap aktivitas guru diberikan rentang nilai 4 hingga 1. Skor 4 untuk kriteria (sangat baik), 3 untuk kriteria (baik), 2 untuk kriteria (cukup), 1 untuk kriteria (kurang).

Menentukan klasifikasi tingkat aktivitas guru :

Karena aktivitas guru dengan model pembelajaran Index Card Match ada 8 aktivitas, maka nilai maksimal untuk tiap aktivitas berjumlah 32 (8x4) dan skor terendah 8 (8x1). Selanjutnya melakukan klasifikasi

menggunakan model pembelajaran Index Card Match, dapat dihitung dengan cara :

(1)Menentukan jumlah klasifikasi yang diinginkan, yaitu 4 klasifikasi yaitu sangat baik, baik, cukup,dan kurang

(2)Menentukan interval (I), yaitu I = 32-8 = 6

(3)Menentukan tabel klasifikasi model pembelajaran Index Card Match,4

yaitu :

Sangat baik apabila 28 – 32 Baik apabila 23 – 27 Cukup apabila 18 – 22 Kurang apabila 13 – 171 2) Aktivitas siswa

Adapun aktivitas siswa yang di amati adalah sesuai dengan tahapan atau langkah-langkah model pembelajaran Index Card Match yakni sebagai berikut :

a. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penerapan model pembelajaran Index Card Match

1Purwanto, 2008. Evaluasi Hasil Belajar,Surakarta, Pustaka Pelajar, h.197.

d. Siswa membacakan soal yang di perolehnya dan di jawab oleh pasangannya

e. Siswa beserta guru membuat klarifikasi dan kesimpulan

Pengukuran terhadap Instrumen “aktivitas siswa” ini adalah

“dilakukan = 1, tidak dilakukan = 0”. Sehingga apabila semua siswa melakukan seperti harapan pada semua komponen, maka skor maksimal sebesar 100 (5x20). Menentukan 4 klasifikasi aktivitas dalam penerapan model pembelajaran Index Card Match, dapat dihitung dengan cara : a) Menentukan jumlah klasifikasi yang diinginkan, yaitu 4 klasifikasi

yaitu : sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah.

b) Menentukan Interval (I), yaitu : I = 100-0 =25

c) Menentukan tabel klasifikasi standar penerapan model pembelajaran4

Index Card Match, yaitu : Sangat tinggi, apabila 76 – 100 Tinggi, apabila 51 – 75

Rendah, apabila 26 – 50 Sangat rendah, apabila 0 – 25

E. Observasi dan Refleksi 1. Observasi

pendapat terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan, sehingga masukan-masukan dari pengamat dapat dipakai untuk memperbaiki pembelajaran pada siklus II dan III. Pengamatan ditujukan untuk melihat aktivitas guru dan siswa selama proses berlangsungnya pembelajaran.

2. Refleksi

Hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis.

Dari hasil observasi, guru dapat merefleksikan diri dengan melihat data observasi guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung. Hasil yang diperoleh dari tahap observasi kemudian dikumpulkan dan dianalisa, dari hasil observasi apakah kegiatan yang dilakukan telah dapat Meningkatkan kemampuan mengartikan surah pendek pilihan dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas V SDN 32 Balaimakam Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

s

Bermawi Munthe, dkk, 2011, Strategi pembelajaran aktif, CTSD UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Depag RI,Al-Qur’an dan terjemahannya.

Faizah, Hasna, 2009, Menulis karangan ilmiah, Pekanbaru, Cendikiawan Insani.

Hartono, 2010, Modul Penelitian Kependidikan.Pekanbaru,zanafa Publishing.

Hartono, dkk, 2009, PAIKEM pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, Pekanbaru, Zanafa Publishing.

Ismail.SM, 2009, Strategi pembelajaran agama Islam berbasis PAIKEM, Semarang Rasail media group.

Joko Susilo,2008, Pembelajaran PAIKEM, Surabaya, Book Mark.

Kadar.M. Yusuf, 2010, Study Al-Qur’an, Jakarta, Amzah.

Kunandar, 2011, Penelitian tidakan kelas, Jakarta, PT. Rajawali Pers.

Melvin.S, Silberman, 2011, Active Learning 101 Cara belajar siswa aktif, Bandung, Nussa Media.

Muhibbin Syah, 2002, Psikologi Belajar, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada.

Nana Sudjana, 1989, Penilaian Hasil PBM, Remaja Rosdakarya.

Purwanto, 2008, Evaluasi Hasil Belajar, Surakarta, Pustaka Pelajar.

WJS Poerdawarmita, 1982, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka.

Dokumen terkait